Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
part 8


__ADS_3

Setelah seharian memanjakan diri di spa dan salon,Dyfa dan kelurga Wirayudha berangkat ke hotel tempat pesta ulang tahun pernikahan tuan Wirayudha beserta istri di selenggarakan.


Dyfa berjalan masuk ke hotel dengan menggandeng tangan Asgar,mereka berjalan beriringan mengikuti sang empunya pesta.


Para tamu undangan bertepuk tangan ketika tuan Wirayudha dan istrinya beserta keluarga memasuki ballroom hotel tempat pesta tersebut.


Dan tak sedikit yang penasaran sekaligus terkejut pada wanita yang menggandeng lengan putra kedua di keluarga Wirayudha.tak terkecuali Syfa yang mendampingi suaminya dan juga Ardi yang hadir mewakili orangtuanya yang sedang berada di luar kota.


Dyfa duduk bersama keluarga inti,dia merasa tidak pantas namun tangannya tak lepas dari genggaman Asgar.


MC pun mulai membuka acara tersebut.


"tidak terasa sudah 36 tahun usia pernikahan Tuan dan nyonya Wirayudha,Lika - liku dalam pernikahan sudah mereka lalui.mereka telah membuktikan bahwa mereka bisa melaluinya bersama"


"mari kita sambut Tuan dan nyonya Wirayudha"


semua tamu undangan bertepuk tangan ketika saat sang empunya acara naik ke atas panggung.


pak Wira pun mengambil mic yang di sodorkan MC.


"terima kasih karena sudah hadir di acara anniversary pernikahan kami" pak Wira menoleh pada istrinya "terima kasih bunda sudah menemaniku selama ini,dan menerima segala kekurangan pak tua ini".


Ibu Misya hanya mengangguk terharu tanpa bisa berkata apa - apa.


"saya bukan orang yang pandai berkata - kata apalagi di depan banyak orang seperti ini tapi saya hanya ingin bilang pada istri dan putra putri saya bahwa saya sangat bersyukur memiliki kalian"


semua anggota kelurga naik ke atas panggung dan memeluk orang tua mereka.


"kami bangga memiliki orang tua seperti kalian".ujar Asrul.


"sepertinya setelah pesta anniversary akan ada pesta pernikahan "sang mcpun berkelakar ketika melihat Asgar yang mengajak Dyfa naik ke atas panggung dengan tangan yang masih menggenggam tangan Dyfa.


Pak Wira tertawa "benar,doakan saja secepatnya".


setelah acara inti selesai merekapun berbincang santai dengan para tamu undangan tak terkecuali Asgar yang berbincang dengan rekan bisnis nya.


Syfa yang melihat kakaknya duduk sendirian sambil fokus pada handphone yang ada di tangan nya.diapun berpamitan pada suaminya untuk menemui kakaknya.


"teh" panggil Syfa lalu dia duduk disebelah Dyfa.


Dyfa menoleh dan tersenyum "Apa kabar Syf?".sapanya sambil cipika cipiki.


"Alhamdulillah teh,teteh kok ga kasih tau kami kalo teteh lagi dekat sama Mas Asgar?".


"kalian sudah blokir nomor teteh kan".ujar Dyfa tenang.


Syfa terdiam sebentar "teh,apa teteh yakin mau menikah dengan Mas Asgar?".


"memangnya kenapa?".


"Keluarga mereka kan cukup terpandang".


Dyfa akhirnya mengerti arah pembicaraan adiknya itu"maksud kamu teteh ga pantes bersanding dengan Asgar?".

__ADS_1


"bukan begitu teh,Mas Asgar kan dekat dengan keluarga Mas Irfan.dan sepupunya udah lama lama suka dengan Mas Asgar ".


"jadi kamu mau teteh jauhin Mas Asgar?".


"iyalah,teh Dyfa itu ga pantes sama mas Asgar".sahut Fitri yang tiba - tiba sudah duduk di dekat Syfa .


"maksud kamu,yang lebih pantas itu kamu?".


Fitri tersenyum meremehkan" iyalah,aku itu S2 akutansi sedangkan teh Dyfa cuma lulusan SMP dan kerja jadi pembantu".ucap Fitri cukup keras hingga beberapa orang mulai memperhatikan mereka.


"tapi apa mau Mas Asgar sama kamu?" tanya Dyfa lagi cukup tenang tidak terpancing.


"atau jangan - jangan teh Dyfa udah guna - guna Mas Asgar sampai dia mau sama teteh".


"emangnya zaman sekarang masih berlaku yang kayak gitu?".


"kan ga mungkin Mas Asgar yang tampan dan tajir suka sama teh Dyfa jika ga pake cara yang instan".kekeh Fitri menyudutkan Dyfa.


Saat Dyfa hendak menimpali seseorang mengusap rambutnya dan mengecupnya mesra "apa ada yang mengganggumu sayang?" tanya Asgar matanya menatap tajam pada Fitri dan Syfa.


"tidak, Aku hanya melepas rindu dengan adik ku"jawab Dyfa dengan nada manja.


Syfa tersenyum tidak enak "teh,besok datang ya ke rumah Bapak.aku nginap disana"


"InsyaAlloh"


"kalo begitu kami permisi dulu " Syfa dan Fitri pergi meninggalkan mereka berdua dengan wajah di tekuk apalagi Fitri yang benar - benar kesal.


Asgar menggenggam tangan Dyfa "apa mereka mengatakan sesuatu yang menyinggung perasaanmu?".


"baiklah,nyonya Asgar memang the best ".puji Asgar sambil mengacungkan jempol.


Dyfa memukul lengan Asgar pelan"siapa yang nyonya Asgar".


Dari sudut ruangan seseorang sedang memperhatikan sepasang kekasih itu, tangan nya mengepal melihat mereka sangat dekat.


"aku menyesal Dyf,karena sudah menceraikanmu.hidupku berubah drastis karena kebodohanku,andai bisa aku perbaiki semuanya aku tidak akan menyia- nyiakan kamu ".gumam Ardi penuh penyesalan.


-


Asgar berkeliling menyapa tamu undangan yang juga sesama pengusaha sambil memperkenalkan Dyfa sebagai calon istri nya.dia tidak ingin meninggalkan Dyfa duduk sendirian dan di rendahkan lagi oleh orang terdekat nya.


dari kejauhan Ibu Misya bahagia melihat putra ke 2nya begitu antusias memperkenalkan Dyfa sebagai calon istrinya.


"memangnya apa yang bunda lihat sampai senang begitu?"tanya pak Wira heran pada istrinya itu.


"Asgar Yah".


Pak Wira mengikuti arah yang di lihat ibu Misya "sepertinya kita harus segera melamar Dyfa untuk anak kita".


"tapi bukankah Dyfa dan keluarga nya sedang tidak baik - baik saja"


"kita harus yakin anak kita pasti bisa mengatasinya".

__ADS_1


"Ayah benar".


"serius bener kesayangannya aku"ucap Amira sambil duduk disebelah Ibunya.


"kamu darimana saja " tanya ibu Misya.


"habis ngobrol sama calon pacar".jawab Amira sambil tersenyum malu-malu.


"siapa?" tanya pak Wira penasaran.


"Ada deh".


"jadi kamu ingin main rahasia - rahasiaan sama kami" kata Ibu Misya.


Amira mengangguk "nanti kalau sudah jadian baru aku kasih tau ayah sama bunda".


"Alah dia itu lagi deketin si Ragil Bun"sahut Asrul yang baru muncul bersama istri dan anaknya.


Amira menatap tajam pada kakak sulungnya itu "Mas jahat ih".


"emangnya kenapa?" tanya asrul heran.


"aku kan malu kalau gak jadi ".gerutu


Amira.


"tenang aja"ucap Asgar yang sudah duduk di dekat mereka bersama Dyfa"Ragil itu jomblo".


"Aku juga tahu Mas kalo itu".jawab Amira "Ragil itu orangnya susah di dekati apalagi sama perempuan".


****


pukul 11.00 Asgar mengantar kan Dyfa pulang, Dyfa menolak ajakan menginap oleh Ibu Misya karena dia merasa tidak enak jika harus menginap di rumah orangtuanya Asgar.


Asgar mengantarkan Dyfa dengan menyetir mobilnya sendiri karena dia tidak ingin merusak moment saat mereka sedang berdua.


Sesampainya di depan toko Asgar menghela nafas dengan kasar.


"jujur saja aku tidak suka dengan keadaan ini".


Dyfa menoleh pada Asgar heran" kenapa?"


Asgar meraih tangan Dyfa dan mengecup nya"aku tidak suka berjauhan denganmu".


"gombal"


"Besok aku antar kamu kerumah orang tuamu ya".ujar Asgar.


"Aku bisa kesana sendiri" .


Asgar gemas pada kekasihnya itu yang tidak mengerti akan maksudnya. "aku mau ngelamar kamu sayangggg".


"Udah ah,aku ngantuk" namun sayangnya Asgar malah. menarik tengkuk Dyfa dan mencium bibirnya dengan lembut .

__ADS_1


"aku mencintaimu"bisik Asgar.


__ADS_2