Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
Smart Room


__ADS_3

"terserah kau semua pilihan ada ditanganmu" ucap apk rizwan sombong


Dan benar saja salah satu anak buah pak rizwan mengarahkan pistol ke arah kiara.


"Smart room" ucap kiara


"kamu bilang apa sayang?? " tanya arsen heran


"Aku akan mengaktifkan smart room, tapi jangan paksa suamiku memasuki dunia hitam itu" ucap kiara dengan nada masih lemas


"kau tahu apa tentang smart Miror?? " tanya pak rizwan tidak mau percaya begitu saja


Smart Miror adalah salah satu teknologi yang hanya dimiliki oleh beberapa orang didunia. Smart room merupakan salah satu teknologi informasi cangggih untuk mencari sumber informasi karena langsung terhubung dengan seluruh satelit.


"Anda belum tau siapa diriku?? " tanya kiara dengan berusaha ia menstabilkan suaranya


"Park Ae Ra" ucap kiara


Pak Rizwan dan mr. jung sangat terkejut sedangkan Arsen sangat heran dan berusaha memutar memorinya. .


'Park Ae Ra.... Park Ae Ra.... yaaa,, dia salah satu yang membuat sistem smart room. Tapi bagaimana Ara tahu??' batin arsen akhirnya mengingat siapa itu park ae ra


"Keenan pasti sudah memberi tahumu tentang ini semua" ucap pak rizwa sedikit emosi


"Tidak ayah,, aku bahkan tidak pernah membahas smart room dengan kiara " bantah arsen ikut heran


"Smart room milik ayah belum bisa beroperasi karena sistem belum mendeteksi sinyal dari Park Ae Ra. " ucap kiara dengan suara lemas nya


"ohhh astaga... Aku adalah Park Ae Ra" ucap kiara akhirnya.


Arsen, Pak Rizwan dan mr. Jung terkejut bukan main,, mereka tidak pernah menduga bahwa kiara adalah orang yang mereka cari selama ini .


"Tapi biarkan aku istirahat sebentar saja,, badanku terasa lemas sekali" rintih kiara


"Sayang.... sayang" ucap arsen karena kiara sudah tak sadarkan diri


dengan sigap mr. jung meminta agar Arsen membawa Kiara ke salah satu kamar yang ada di rumah pak rizwan.


"Saya sudah memanggil dokter tuan muda, sebentar lagi dia sampai " ucap mr. jung ikut khawatir


Arsen pun akhirnya merebahkan tubuh kiara dengan perlahan di ranjang yang ada di kamar tersebut, yang memang kamar tersebut adalah kamarnya jika berkunjung ke rumah ayahnya


Tak berapa lama, seorang dokter datang lengkap dengan peralatan yang dibawa oleh beberapa asistennya .


Arsen tak mau meninggalkan istrinya,, ia memilih untuk berada di samping istrinya yang tengah diperiksa oleh dokter.

__ADS_1


"bagaimana keadaan istri saya dokter?? " tanya Arsen buru-buru


"tuan tenang saja,, nona baik-baik saja, beliau hanya kecapekan saja. Jadi biarkanlah nona beristirahat dahulu, saya sudah menyuntikkan obat tidur untuk merelaxkannya. " jawab dokter tersebut.


Akhirnya setelah selesai , dokter itu pergi meninggalkan kediaman pak rizwan .


setelah dokter pergi,, Pak rizwan langsung menghampiri anak dan menantunya itu.


Di ambang pintu, Lagi-lagi hati pak rizwan tersentuh dengan perhatian arsen kepada istrinya itu.


'Ayah malu nak,, ayah tidak bisa menjadi suami yang baik untuk bunda kamu, dan ayah juga ngga bisa menjadi ayah yang baik untuk kamu. ' batin pak rizwan


Arsen melihat ayahnya berada di didepan pintu kamarnya. Arsen kemudian menyelimuti kiara dan menciumi kening kiara lalu menghampiri ayahnya itu.


"Ayah,, kita bicara diluar saja " ucap arsen menutup sedikit pintu kamarnya


"kau tidak perlu buru-buru menandatangani surat itu. Jika benar Kiara adalah Park Ae Ra, kau boleh memilih apakah mau meneruskan perusahaan ayah atau tidak " ucap Pak Rizwan datar


"Ayah.. " panggil arsen ketika Pak rizwan hendak meninggalkannya


Pak rizwan membalik badannya menghadap arsen, dan betapa terkejutnya ia, karena arsen langsung memeluknya.


"ken mohon ayah" ucap arsen ketika memeluk erat ayahnya..


"Ayah tau,, Ara sangat dekat dengan ayahnya, bahkan dengan keluarganya yang lain. Setiap kita mengunjungi rumah ibu dan bapak kiara selalu membuatku terharu,, karena kedekatannya dengan ayahnya. " ucap arsen tak tahu lagi harus berkata apa


"sudahlah,, akhir-akhir kau cengeng seperti bayi " ucap pak rizwan ketus.


Namun arsen sadar bahwa sebenarnya ayahnya tersentuh dengan ucapannya.


Setelah pak rizwan pergi, arsen kembali masuk ke kamarnya namun ia mendapati kiara masih memejamkan matanya.


"astaga belum shalat dzuhur" ucap arsen segera bergegas melaksanakan shalat dzuhur.


Namun dibagian rumah yang lain, tepatnya ruang kerja pak rizwan


"tampilkan rekaman CCTV kamar arsen" perintah pak rizwan kepada mr. jung


"Tapi tuan.. " ucap mr. jung ragu


Mr. jung ragu karena menurutnya tidak sepantasnya ia mengetahui aktivitas yang dilakukan tuan mudanya itu


Namun mr. jung tak punya pilihan lain selain menuruti perintah bosnya itu


Saat rekaman CCTV diputar, betapa terkejutnya pak rizwan karena mendapati putranya tengah melakukan ibadah.

__ADS_1


'Keenan memang sudah sangat berubah' batin pak rizwan


'entah ini pengaruh kiara atau entah apa yang terjadi dengan dirinya. tapi Keenan jauh berbeda dariku' lanjutnya lagi


"matikan saja" ucap pak rizwan kepada mr. jung


Karena kiara belum menunjukkan tanda-tanda akan membuka matanya,, Arsen memilih untuk ikut berbaring disamping istrinya itu dengan masih mengenakan pakaian sholatnya


Tak butuh waktu lama, arsen sudah terlelap dalam alam mimpinya sambil memeluk erat istrinya itu.


Tepat pukul 4 sore barulah kiara mulai bangun dari tidurnya.


"ohh my god,, sayang tanganmu berat sekali" ucap kiara membalik badan menghadap arsen dan menyingkirkan tangan suaminya yang berada diatas pinggangnya.


'udah ngga perlu diingetin lagi ya sekarang,' batin kiara senang karena arsen telah menunaikan shalat


"kok laper ya" ucap kiara berbicara sendiri


"anaknya mama ndk laper?? " ucap kiara lagi sambil mengeluh perutnya yang langsung dibalas oleh tendangan dari bayinya itu.


Namun kiara memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu dan melaksanakan shalat ashar, saat akan mengganti pakaian kiara terkejut karena ada banyak pakaian wanita yang cocok dengan dirinya


"wahhh baju siapa ini,, banyak juga, baru lagi. Apa ayah ya menyiapkannya untukku?? " ucap kiara berbicara dengan dirinya sendiri.


Tiba-tiba kiara terkejut karena ada yang memeluknya dari belakang.


"apa ada yang sakit sayang?? " tanya arsen masih memejamkan matanya


"ngga ada sayang. ayo sana mandi dulu, terus shalat" ucap kiara halus.


"mandiin" ucap arsen tepat ditelinga kiara


Dengan spontan kiara mencubit sedikit perut arsen yang membuat arsen merintih


"awww sayang kenapa?? " tanya arsen heran


"kita lagi dirumah ayah loh ini" jawab kiara


"kenapa?? Ayah pasti mengerti,, kita kan pengantin baru" ucap arsen menggoda istrinya itu


Kiara tak tahu harus berkata apa,, tapi ia tak bisa membayangkan jika ayah justru memasang CCTV di setiap sudut rumah.


"ehh iya lupa, ini siapa yang punya baju?? " tanya kiara mengalihkan pembicaraan


"kenapa kamu mengalihkan pembicaraan?? " tanya arsen sambil mendekatkan tubuhnya dengan Kiara

__ADS_1


"ihhhh udah ayo, biar cepet selese juga.. aku harus aktifin smart room nya ayah" ucap Kiara tak tahan dengan perlakuan arsen


Arsen pun memutuskan untuk melaksanakan perintah istrinya itu


__ADS_2