
"ini semua karena luka tembak waktu itu " ucap Kiara tersengal.
Kiara kemudian mengatur nafasnya agar stabil kemudian melanjutkan ucapannya.
"ini nggak terjadi sekali , sudah 6 tahun gue menghadapi ini semua , gue nggak bisa makan terlalu banyak , nggak bisa makan yang terlalu pedas , yang terlalu berlemak pokoknya intinya ini semua nyiksa gue. " ucap Kiara menatap Arsen penuh amarah.
"dulu gue kira luka gue nggak bisa sembuh karena pekerjaan gue yang berat tapi ternyata nggak , kata dokter di peluru yang masuk ke tubuh gue lah yang menyebabkan ini semua. " lanjutnya lagi.
"gue udah pernah ketemu sama orang yang tau tentang peluru ini , Lo semua tau peluru ini digunakan untuk membunuh tumbuhan , dan jika digunakan pada manusia , nah kek gue ini jadinya " ucap Kiara lagi .
"jadi jika kalian heran kenapa sampe sekarang gue benci sama Arsen , karena setiap kali luka gue berdarah lagi , gue selalu inget sama penghianatan dia ke gue " ucap Kiara menitikkan air mata
"ara , aku minta maaf " ucap Arsen berlinang air mata.
"maaf Lo nggak akan pengaruhin apapun " ucap Kiara sinis.
"udah ya , kakak gue telfon nih , kalian lanjutin aja , gue mau balik ke sirkuit " ucap Kiara mulai berdiri.
Kevin dan Arsen terkejut karena memang kemeja Kiara sudah terkena noda darah banyak banget.
akhirnya Kiara mengganti kemejanya dengan kemeja yang dibawanya di tasnya.
Setelah Kiara pergi , Humaira menangis dan melampiaskan kemarahannya kepada Arsen.
"kenapa sih lo sampe kek gitu sama angel waktu itu .Hikss.....Hikss" ucap Humaira mengingat waktu itu.
"gue nggak ngebayangin gimana sakitnya Kiara , nggak heran kalo dia segitu bencinya sama Lo . dan masalah pernikahan apa maksudnya ?" tanya Humaira meredakan emosinya.
"jadi bunda dan orang tua Kiara jodohin gue sama Kiara . dan Kiara sebelumnya udah bilangan sama orang tuanya kalo dia nggak bakalan nolak siapapun pilihan orangtuanya " ucap Arsen menjelaskan.
ya jika didepan Humaira Arsen seperti kehilangan Wibawanya. ia akan menjadi seperti seorang anak yang sangat patuh kepada orang tuanya.
Humaira dan Kevin terkejut mendengar pernikahan Arsen dan Kiara. mereka tak menyangka hal itu , apalagi setelah melihat kemarahan Kiara tadi .
"tapi sen , Lo jangan batalin pernikahan ini , gue yakin Kiara akan luluh saat Lo nanti terus bersama " ucap Kevin menyemangati.
"iya gue juga yakin , Lo nggak bakalan nyakitin Kiara lagi " ucap Humaira akhirnya.
akhirnya setelah itu merekapun pergi dari restauran tersebut dan melakukan pekerjaan masing-masing.
"Lo kemana aja sih ?? pekerjaan lagi banyak banget loh " ucap Ardan kesal ketika Arsen baru sampai kantor.
"gue habis ketemu sahabat-sahabat gue " ucap Arsen singkat.
sedangkan di bagian lain ada Darwin yang mendapat telpon dari seseorang.
__ADS_1
"hallo " ucap Darwin.
"ohh ini , iya bunda ini dia , kita lagi nggak sibuk kok " lanjutnya lagi
Darwin pun memberikan ponselnya kepada Kiara
"siapa ??" tanya Kiara heran
"calon mertua Lo " goda Darwin Dnegan nada sedikit berbisik.
Kiara menghembuskan nafasnya kasar , dan menerima panggilan dari calon mertuanya itu.
"hallo assalamualaikum sayang , maaf ya bunda hubungi kamu lewat Darwin soalnya bunda hanya punya nomornya Darwin " ucap bunda Ika diseberang telpon
"iya nggak papa. waalaikumsalam " ucap Kiara singkat.
"bunda cuma mau nanya , kapan kamu bisa fitting baju pengantin sayang ??" tanya bunda Ika
"ummmm , keknya nggak bisa deh , soalnya aku lagi sibuk banget , aku cuma Freenya itu 2 hari sebelum pernikahan " jawab Kiara halus.
"gitu ya sayang " ucap bunda Ika lagi.
"saya akan pakai apapun pilihan dari ibu , ehh bunda " ucap Kiara akhirnya.
"ya udah kalo gitu , bunda akan pilihkan yang paling bagus buat kamu " ucap bunda Ika kemudian berpamitan dan menutup telponnya.
"calon mertua Lo bilang apa ??" tanya Rangga antusias .
"fitting baju " ucap Kiara singkat.
"ya ampun adek gue bakalan nikah ama orang kaya " lanjut Rangga lagi
"huhhhhh kita bakalan kerja berdua aja ngga " celetuk Darwin.
mendengar ucapan Darwin Kiara menangis yang justru membuat Darwin dan Rangga terkejut.
"Lo kenapa ?? " ucap Rangga lembut
"kok Lo tiba-tiba nangis " ucap Darwin
"ggg.....gue...hiks...hiks....gue nggak akan kerja bareng Lo berdua lagu ...hiks...Hikss...." ucap Kiara nangis.
Darwin dan Rangga memeluk adiknya erat , mereka bertiga berpelukan dengan sangat erat seolah-olah tidak akan bertemu lagi .
Kiara semakin menangis diperlukan dua lelaki itu , selama ini ia begitu dekat Dnegan mereka berdua . bahkan anak-anak dari Darwin dan Rangga pun sangat dekat dengan Kiara.
__ADS_1
"Lo kalo udah jadi istri harus berbakti sama suami Lo, karena biar gimanapun dia itu imam Lo " ucap Darwin menasihati.
"Lo harus inget kalo Lo udah nikah besok yang pertama yang harus Lo patuhi itu suami Lo , jadi sebagaimanapun situasi Lo , Lo harus tetap ijin dulu sama suami Lo " ucap Rangga juga menasihati
Kiara pun menghapus air matanya dan mengatur nafasnya.
"Lo berdua jangan berubah ya , gue bakalan tetep jadi adek Lo berdua yang Lo kenal " ucap Kiara lagi.
kemudian malam harinya , Kiara beristirahat di kamarnya dengan ditemani sebotol air putih.
"kia Lo harus konsisten sama ucapan Lo , Lo sendiri yang bilang kalo Lo akan menyetujui keputusan ibu sama bapak . dan sekarang keputusan mereka adalah Arsen , orang yang Lo benci. Lo tenang aja , Lo pasti akan mencintai Arsen suatu saat nanti " ucap Kiara pada dirinya sendiri.
kemudian Kiara membersihkan luka diperutnya dengan air hangat .
"moga aja ni luka bakalan segera sembuh total " ucap Kiara sambil membersihkan bekas darah.
lalu Kiara pun merebahkan tubuhnya dan menyelimuti tubuhnya dan langsung tertidur menyelami alam mimpinya.
sedangkan di bagian lain ada sepasang suami istri yang tengah bahagia.
"Umm aku punya kejutan untuk kamu " ucap Kikan
"apa sayang ?" tanya Rangga lembut.
Kikan pun segera menyerahkan bukti tes dan hasil USG kepada Rangga
"aku hamil " ucap Kikan yang membuat Rangga terkejut sekaligus bahagia
"Alhamdulillah sayang , akhirnya Titan punya adek " ucap Rangga mencium kening Kikan dan memeluknya erat.
tak henti-hentinya Rangga mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas anugerah yang ia terima .
"apa Titan sudah tahu ?" tanya Rangga
"belum, aku kan mau kamu dulu orang pertama " jawab Kikan malu-malu.
"loh kok pipinya merah gitu , kenapa ??" tanya Rangga pura-pura tidak tahu
"ihhh kamu mah " ucap Kikan menyembunyikan wajahnya di dada Rangga.
Rangga pun memeluk istrinya hangat. Rangga tak menyangka jika ia akan mendapatkan bayi kecil lagi saat usia Titania 3 tahun.
"mulai sekarang kamu jangan terlalu capek ya , harus jage kesehatan " ucap Rangga sambil tetap memeluk istrinya
"iya sayang " ucap Kikan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
dan Rangga pun langsung menc**m bibir manis Kikan