Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
Permintaan Ayah


__ADS_3

Akhirnya Arsen pun mulai bercerita mengenai permasalahannya dengan sang Ayah.


"Jadi masalahnya udah selese?? aku liat Bunda juga baik-baik aja " ucap Kiara setelah mendengarkan cerita Arsen


"Iya sudah selesai, tapi ayah masih ingin aku melanjutkan perusahaannya " jawab Arsen


"Kenapa kamu ngga mau? " tanya Kiara polos


"karena Ayah Mafia" jawab Arsen Mantap


jder.....


Kiara seperti tersambar petir,, ia terkejut sekaligus heran dengan hidupnya sendiri


'sebenarnya apa yang terjadi sih sama hidup gue,, kok rasanya kekerasan ngga mau jauhjauh dari idup gue' batin Kiara


"Kamu disuruh ngelanjutin di dunia gelap?? " tanya Kiara polos


"ngga sayang,, tapi capek berurusan dengan ayah,, orang-orang disekitar ayah" ucap Arsen dengan nada semakin rendah


Kiara sadar apa yang sedang dialami oleh suaminya itu.


"ya sudah besok kita ngomong baik-baik sama ayah" ucap Kiara menenangkan


"Kamu tau sayang,, ayah akan melakukan segala cara untuk mencapai keinginannya. " timpal Arsen


Beberapa bulan Kemudian,, Perut Kiara sudah semakin membuncit membuat Arsen semakin gemas dengan wanita cantik itu..


Setiap saat Arsen selalu menyempatkan diri untuk mengobrol dengan bayi yang ada di dalam perut istrinya itu..


"Sayang kamu ngga usah ke kantor ya,, diem aja di rumah istirahat" ucap Arsen kepada Kiara


"ya udah deh,, aku juga udah males juga sekarang. hahahahah" jawab Kiara jujur.


Pagi hari saat matahari sudah menampakkan sinarnya, Arsen berangkat seorang diri menuju Kantornya.


Sepanjang jalan Arsen terus saja memikirkan kejadian kemarin.


Flashback on


Saat jam makan siang, Arsen dan Ardan memilih untuk bersenda gurau di ruangan arsen. Sebenarnya posisi Ardan dan Arsen sama diperusahaan tersebut, jadi mereka berdua memiliki akses sama.


tok... tok.. tok

__ADS_1


tiba-tiba salah satu Karyawan masuk menghentikan tawa mereka


"Tuan ada yang ingin bertemu dengan tuan, beliau berkata ada urusan dari Ayahanda tuan Keenan" ucap karyawan tersebut


sontak mata ardan dan arsen saling menatap heran satu sama lain


"ya persilahkan dia masuk . dan Terima kasih " ucap arsen ramah.


Tak lama datang dua orang dengan badan kekar masuk keruangan arsen.


"Selamat siang tuan muda, saya ingin menyampaikan beberapa hal kepada tuan" ucap salah satu dari orang paling rizwan.


Ardan yang paham dengan situasi memilih keluar lebih dahulu dan kembali menuju ruangannya.


"silahkan duduk" ucap arsen yang langsung dilaksanakan oleh kedua orang tersebut


Tiba-tiba salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah laptop dan mengoperasikannya sebentar. Lalu laptop tersebut diserahkan kepada arsen


'Ayah...?? ' batin arsen heran karena utusan pak rizwan justru melakukan vidio call dengan pak rizwan.


"Anakku Keenan,, kemana saja kau nak.. beberapa bulan ini ayah mencoba menghubungimu tetapi tak pernah kau jawab. " ucap pak rizwan dari seberang sana


"langsung saja apa yang ayah inginkan" ucap arsen malas


"Hadiri peresmian dirimu sebagai penerus ayah minggu depan" ucap pak rizwan mantap


"mengapa?? aku sudah membiarkan mu tidak meneruskan karirku sebagai mafia. dan kau ingin menolaknya lagi?? " tanya rizwan mulai emosi


"Jangan pernah kau melawan perintah ku, atau kau akan tahu akibatnya " lanjutnya lagi mengancam


Emosi Arsen sudah mulai meningkat, ia tak Terima dengan perlakuan ayahnya


"Kau mengancamku?? " tanya arsen dengan sorot matanya


Namun pak rizwan tidak menggubris pertanyaan arsen, ia langsung memutuskan panggilan vidio secara sepihak .


"mohon maaf tuan muda, saya akan menyampaikan beberapa hal dari pak rizwan jika anda menolak perintahnya " ucap orang pak rizwan sedikit takut


Karena sebenarnya, Arsen tidak jauh menyeramkan dari ayahnya. Hanya saja ia berusaha mengendalikan emosinya agar tidak menyakiti siapapun


"tuan rizwan berkata, jika anda menolak perintahnya, maka tuan rizwan akan melakukan hal-hal yang akan tuan muda sesali" ucap orang tersebut


"selama beberapa bulan ini tuan rizwan mencoba menghubungi anda namun tak pernah mendapat jawaban dari anda. Namun tuan Rizwan memilih untuk tidak membuntuti anda hingga melanggar privasi anda dan keluarga. Untuk itu, tuan rizwan sangat berharap anda menerima menjadi pewaris perusahaannya " lanjut orang itu

__ADS_1


"katakan saja, aku tidak akan pernah menerima apapun dari dirinya. Aku hanya ingin hidup tenang " jawab Arsen singkat


"Baiklah tuan jika itu saja yang anda ingin katakan kami pamit " ucap orang itu lagi dan pergi meninggalkan kantor Arsen.


Flashback off


tanpa sadar arsen sudah tiba di kantor miliknya. Ia berjalan menuju ruangannya tanpa menghiraukan orang-orang yang memperhatikannya.


Namun karyawan arsen sudah sadar bahwa baik itu Arsen maupun Ardan akan menunjukkan sikap yang sama ketika memiliki masalah


"huhhh ngga kebayang sih gue gimana jadi pak Arsen sama pak ardan. keknya tiap hari ada aja masalahnya " ucap salah satu karyawan berbisik


"ya gitulah,, namanya juga hidup" ucap salah satu menimpali


"makanya syukuri aja hidup lo. setidaknya masalah kita cuma gaya hidup . hhhh" ucap salah satu lagi menimpali sambil terkekeh


Didalam ruangannya Arsen memilih untuk duduk di kursi kebesaran sambil menenangkan pikirannya dengan sebatang r*k*k


Namun dibagian lain, Ada seseorang yang sangat ingin anaknya menjadi penerus perjuangannya. Hingga ia rela melakukan segala cara untuk menaklukannya putranya itu, ya siapa lagi kalau bukan Pak rizwan.


"Bawa dia kemari, namun jangan sentuh dia " ucap pak rizwan tegas.


Di sebuah rumah yang tidak terlalu besar, ada wanita hamil yang tengah asyik menikmati hangatnya sinar matahari pagi.


Wanita Cantik dengan balutan hijab simpel tengah duduk di taman rumah sambil mengels-elus perutnya yang sudah tidak rata lagi.


"permisi... " ucap seseorang menghentikan aktivitas kiara


"iya... ada yang bisa saya bantu?? " tanya kiara heran


"apakah ibu dengan, ibu Kiara harvey?? " tanya orang tersebut


"iya saya sendiri " jawab kiara jujur


"Jadi ibu, kami dari Perusahaan X, Kami telah menemui tuan Keenan atmaja untuk menawarkan produk kami. Namun tuan memberikan kami alamat rumah ibu supaya ibu bisa memilih sendiri produk yang kami tawarkan " ucap orang tersebut yang ternyata seles peralatan dapur.


"jika ibu mau, ibu bisa melihat-lihat beberapa produk kami yang ada di dalam mobil kami" lanjutnga lagi.


Tanpa rasa curiga kiara mengikuti seles tersebut menuju mobil yang dibawa seles tersebut.


Namun kiara mulai merasa aneh saat mendekati mobil tersebut, dan tiba-tiba ada yang berusaha menutup mulutnya dari belakang dengan sebuah sapu tangan


Namun bukan kiara namanya,, ia bisa menghentikan niat orang tersebut dan membanting orang tersebut. Karena kondisinya yang sedang mengandung membuat kiara tak memiliki banyak tenaga untuk meladeni beberapa orang itu.

__ADS_1


Ia tak bisa melawan lagi ketika ada yang mencoba menutup mulutnya lagi.. seketika pandangannya mulai kabur dan ia kehilangan kesadarannya .


"mengapa...


__ADS_2