Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
kecelakaan


__ADS_3

sesampainya di rumah sakit , Kiara segera menuju resepsionis dan menanyakan dimana keberadaan suaminya.


"dimana pasien atas nama Keenan Atmaja ??"tanya Kiara menghapus air matanya.


"tuan Kinan sudah dipindahkan ke ruangan VIP nomor 4 di lantai 10" ucap resepsionis itu ramah.


"baiklah terima kasih " ucap Kiara ramah dan langsung menuju lift.


Didepan lift Kiara masih menunggu karena liftnya tidak kunjung terbuka.


"ya Allah kenapa lama banget " ucap Kiara tidak bisa tenang.


namun tak berapa lama lift tersebut terbuka dan segera Kiara masuk dan menekan lantai nomor 10 .


Didalam lift Kiara tak henti-hentinya menangis , ia tak bisa membayangkan jika hal yang tidak ia inginkan terjadi.


"Ken maafin kia " ucap Kiara penuh penyesalan.


Tak berapa lama akhirnya Kiara sampai di lantai 10 dan ia segera mencari ruangan nomor 4.


Sesampainya didepan kamar nomor 4 Kiara mengetuk pintu terlebih dahulu dan barulah pintu itu dibuka oleh Ardan.


"Kik , Lo cepet banget " ucap Ardan terkejut , karena Kiara datang sangat cepat.


"Ken mana ??" tanya Kiara yang mulai memanggil Arsen dnegan panggilan yang Arsen inginkan.


"Lo masuk dulu , Arsen masih diperiksa sama dokter " ucap Ardan ramah , karena ia juga terkejut baru pertama kali melihat iparnya itu sekacau ini.


mata Kiara terlihat sedikit membengkak dan merah.


"bagaimana keadaan Ken ??" tanya Kiara kepada Ardan.


'keliatannya hubungan mereka udah membaik ' batin Ardan.


"Arsen masih nggak sadar , tapi udah lewatin masa kritisnya kata dokter. tapi dokter masih melakukan pemeriksaan lagi , karena lengan kanan terbentur agak keras" ucap Ardan menjelaskan.


mendengar keadaan suaminya itu membuat Kiara menangis lagi. melihat respon Kiara membuat Ardan terharu , karena ternyata wanita sekeras Kiara masihlah mempunyai sisi wanita pada umumnya.


Tiba-tiba ada seorang suster yang memperbolehkan mereka masuk menemui Arsen.


Kiara pun masuk lebih dulu , sedangkan Ardan berjalan dibelakang Kiara karena ia takut jika nanti Kiara pingsan.


Kiara berjalan lemah , apalagi setelah melihat suaminya terbaring lemah diatas tempat tidur rumah sakit .


"Keenan " rintih Kiara lemah.

__ADS_1


"nona apa anda istri tuan Keenan " tanya suster itu


Kiara hanya mengangguk karena belum bisa mengeluarkan suaranya.


"dokter ingin membicarakan kondisi tuan Keenan kepada anda , jadi kami mohon anda untuk duduk dulu di sofa " ucap suster itu ramah.


"apa saya belum bisa menemui suami saya??" tanya kiara dengan suaranya yang lemah.


"bisa nona , tapi setelah anda bertemu dokter"jawab suster itu tetap ramah.


akhirnya Ardan mengajak Kiara untuk duduk di sofa yang dimaksud oleh suster , Ardan mencoba memberikan segelas air putih kepada Kiara namun Kiara menolak.


"Lo minum dulu " ucap Ardan ramah.


"nggak dan " tolak Kiara halus.


akhirnya tak berapa lama datanglah seorang dokter tampan nan gagah.


"Kiara ???" ucap dokter itu ketika melihat Kiara.


Mendengar namanya disebut spontan Kiara dan Ardan langsung membawa pandangannya ke sumber suara.


" gimana keadaan suamiku ??" ucap Kiara begitu melihat dokter menghampirinya.


"Apa kamu lupa denganku ??" tanya dokter itu lagi.


"Tuan Keenan sebentar lagi sadar , hanya saja tangan kanannya harus diistirahatkan selama beberapa hari karena benturan keras itu membuat tangannya mengalami trauma " ucap dokter itu menjelaskan.


"apa aku bisa menemui suamiku sekarang ???" tanya Kiara masih belum tenang.


"tentu saja , sebentar lagi tuan Keenan akan sadar " ucap dokter itu ramah.


"Terima kasih Arya. terima kasih karena telah membantu suamiku " ucap Kiara .


ya dokter itu adalah Arya , orang yang dulu pernah di sukai Kiara. Namun dulu Arya seorang laki-laki dingin yang membuat Kiara tidak menyukainya lagi.


"iya sama-sama , senang bisa ketemu kamu lagi " ucap Arya dengan tatapan dalam kepada Kiara .


sedangkan Kiara pandangan Kiara hanya fokus ke arah suaminya itu. Namun Ardan justru menyadari tatapan aneh dokter Arya kepada Kiara.


"terima kasih dokter " ucap Ardan mengulurkan tangannya agar Arya tidak terus menerus menatap iparnya itu.


"Kik , Lo temui Arsen duluan. " ucap Ardan dan langsung diangguki oleh Kiara.


Kiara berjalan lemas menuju tempat tidur Arsen , ketiak sudah sampai Kiara duduk dan menggenggam tangan Arsen dan mencium pipi Arsen sambil menangis lagi.

__ADS_1


semua orang yang ada disana terharu melihat Kiara yang begitu terpukul dengan keadaan suaminya itu. apalagi suster yang menjadi asisten dokter Arya , sebagai perempuan ia merasa akan merasakan hal yang sama jika me jadi kiara.


sedangkan diantara mereka ada seseorang yang sangat menyesal karena kehilangan sosok sepeti Kiara.


'Ternyata kamu sudah menikah Kiara , aku pikir kita akan hidup bersama namun ternyata kamu sudah menjadi milik orang lain. aku hanya bisa berdoa agar kamu bahagia ' batin dokter Arya sambil terus menatap Kiara.


Ardan yang tidak senang dengan hal itu pun berusaha agar dokter Arya pergi meninggalkan ruangan Arsen.


"baiklah dokter , apa ada lagi yang perlu saya lakukan ???" ucap Ardan basa-basi.


"tidak ada tuan Ardan , kalau begitu saya pamit dulu " ucap dokter Arya langsung meninggalkan ruangan rawat Arsen.


Ardan tak menyangka ternyata Kiara begitu menghawatirkan Arsen.


'nih orang pasti belum makan apa-apa dari pagi ' batin Ardan menebak.


Ardan pun berinisiatif untuk membelikan makanan untuk Kiara , karena ia tau orang yang dulu pernah ia sukai itu selalu melewati sarapan.


Didalam ruangan itu hanya ada Arsen dan Kiara. Arsen masih saja setia memejamkan matanya diatas tempat tidur , sedangkan Kiara terus saja menggenggam tangan Arsen dan menatap Arsen dalam.


'Sen , maafin aku. Aku janji aku bakalan jadi istri kamu yang seutuhnya , aku akan memberikan seluruh hidupku untukmu . bangunlah sayang ' batin Kiara haru.


Tak lama Ardan datang dengan beberapa bungkus makanan


"Kik Lo makan dulu , Lo belum sarapan kan ??" tawar Ardan .


"nanti aja gue belum laper , Lo makan aja " jawab Kiara.


"apa Lo udah kasi tau bunda ???" tanya Kiara.


"nggak , Arsen selalu bilang buat jangan kasi tau bunda . Dia nggak mau bunda khawatir " Jawab Ardan jujur.


"OOO gitu " ucap Kiara sambil menghapus air matanya.


"ummm dan , gimana ceritanya Ken bisa kecelakaan ??" tanya Kiara


"gue juga belum tau kik , tapi kata orang-orang sih , Arsen keluar dari jalurnya mungkin dia lagi nggak fokus nyetir . Terus pas dia liat ada mobil lain didepannya ia langsung Bayung stir sampe nabrak pohon " ucap ardan menjelaskan.


"apa Lo udah liat keadaan mobilnya apakah ada kerusakan mesin atau sistem lainnya sebelumnya ??" tanya Kiara serius.


"nggak ada sih Kik, soalnya Arsen paling rajin servis mobil " jawab Ardan jujur.


"OOO gitu , semoga aja Ken cepet sadar " ucap Kiara berdoa dan diaminkan oleh Ardan.


Mata Kiara fokus menatap wajah tampan Arsen dan terus mengalirkan air mata.

__ADS_1


'maafin aku sayang , pasti gara-gara aku marah sama kamu makanya kamu jadi banyak pikiran. huhhhh kenapa sih penyesalan harus datang belakangan ' batin Kiara


flashback on


__ADS_2