Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
part 10


__ADS_3

Setelah apa yang terjadi pada hari itu,Dyfa menyibukkan diri dengan mengurus bisnisnya apalagi kini Raya tidak bisa seperti dulu karena kehamilannya.


Hari ini Dyfa harus mengurus toko kuenya yang ada di salah satu mall besar di kotanya.dia membantu membuat kue - kue karena permintaan yang cukup tinggi,sambil sesekali dia mengontrol aktivitas yang ada di tokonya.


"untung teh Dyfa hari ini datang" ujar Jono salah satu karyawannya


"kebetulan di ruko ada Raya yang bantu jaga"jawab Dyfa.


satu tahun sudah Dyfa membuka toko di mall walaupun sembunyi - sembunyi dari keluarganya maupun Ardi yang Dulu masih bestatus sebagai suaminya,atas saran dari salah satu pelanggannya itu,dia pun mencoba dan kini memiliki banyak pelanggan.


Saat pelanggan mulai berkurang Dyfa keluar berkeliling mall,saat dia melewati toko pakaian yang cukup besar tanpa sengaja dia berpapasan dengan Rania.


Rania tersenyum sinis melihat Dyfa "eh,ada gembel masuk mall".


Dyfa menoleh ke kanan dan ke kiri "siapa?".


"kamulah" tunjuk Rania pada Dyfa.


Dyfa meraih telunjuk Rania dan memegangnya dengan erat "jangan menunjuk ke arahku".lalu dia hempaskan kesamping.


Rania tertawa mengejek "berani kamu sekarang".


"saya tidak takut pada anda jadi permisi" Dyfapun pergi meninggalkan Rania yang mengumpat kesal.


puas berkeliling Dyfa kembali ke tokonya dan ternyata Asgar sedang duduk sambil memainkan handphonenya.


"apa seorang Asgar Wirayudha sekarang sudah menjadi pengangguran?" Tanya Dyfa.


Asgar menyimpan handphonenya ke dalam saku celana nya "aku bisa bekerja dimana saja terutama Saat aku ingin bertemu kekasihku".


D-yfa tertawa garing "anda sudah bucin ternyata".


"tentu saja aku kan CLBK sama dia".


"pede"


"tentu saja karna 3 Minggu lagi kami akan menikah dan wali sudah siap".


Dyfa terkejut mendengar perkataan dari Asgar "Apa kau bilang?".


Asgar mengangkat bahunya" ga enak kalo ngomong disini".


"ish,modus".gerutu Dyfa.


"ga apa - apa modusin calon istri"goda Asgar.


Dyfa berjalan menuju dapur dan berpamitan pada karyawannya setelah itu dia mengambil tasnya dan menghampiri Asgar.


"jangan bilang kamu bawa motor"kata Asgar sebelum mereka Sampai di parkiran,ia tak ingin kejadian saat di rumah orangtua Dyfa terjadi lagi.


"motor aku dari kemarin ada di bengkel"jawab Dyfa sambil menggandeng lengan kekasihnya itu "aku paling semangat kalo dapet tumpangan gratis".


"kebiasaan".


Dari kejauhan ada seseorang terlihat kesal melihat keakraban antara Dyfa dan Asgar.


****

__ADS_1


Asgar membawa Dyfa ke rumah orang tuanya karena dia ingin segera merealisasikan niatnya untuk menikahi kekasihnya itu.


beberapa hari yang lalu Pak Deni Ayah dari Dyfa datang menemui Asgar di kediaman orangtuanya dengan di temani oleh Irfan.


Dia mendapatkan restu sekaligus berkas yang dia butuhkan.-


"jadi Ayah datang kemari tante?" tanya Dyfa pada Ibu Misya setelah mendengarkan penjelasan dari calon mertuanya.


Ibu Misya mengangguk"ya,dan ternyata ayahmu Sudah membiarkan surat NA juga".


"Alhamdulillah".


"Pokoknya 3 minggu dari sekarang aku mau langsung nikah"seru Asgar yang langsung mendapatkan pukulan di lengan oleh Ibunya.


"kamu tuh ya,ngagetin Bunda"


"sakit bun,"gumam Asgar sambil mengusap lengannya.


"bagaimana jika acara pernikahan kita adakan disini aja?-" tanya ibu Misya.


"terserah tante saja,tapi nanti untuk kue nanti biar Toko aku yang nyiapin".


"Calon istriku tidak boleh mengerjakan apapun yang beerat Sampai hari H".


"lebay"seru Amira yang baru tiba.


"biarin".


"Darimana Mira?" tanya Ibu Misya.


"kerja dimana kamu?"tanya Asgar heran karena setiap kali di tawari bekerja di kantor ya,Amira selalu beralasan ingin bersenang - senang Dulu.


Amira tersenyum bahagia "di kantornya Ragil Mas".


"pantes"gumam ketiganya.


"memangnya kenapa kalau Aku kerja di kantornya Ragil?"tanya Amira pura - pura tidak mengerti.


Asgar menatap adiknya dari atas ke bawah "aku merasa lucu kamu kerja pakai celana jeans".


"masss"


Ibu Amira membenarkan perkataan Asgar"iya kamu kerja kayak main - main aja".


Amira mulai merajuk dan pindah tempat duduk ke samping Dyfa lalu memeluk lengannya"mbak Dyf,belain dong"


"bukannya mau bikin Ragil terpesona"ujar Dyfa.


Amira mengangguk "ya,aku kan ga punya pakaian kerja".


Asgar mengambil dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu ATM dan memberikannya pada Dyfa "tolong temani adik ipar kamu belanja gih".


"Yes"pekik Amira "ini yang dari tadi aku tunggu".


"sekalian kamu juga beli pakaian " kata Asgar pada Dyfa.


"aku punya uang kok".

__ADS_1


"beli dengan kartu itu,awas kalo tidak".


Amira menarik Dyfa"iya mas,kalau begitu kami permisi dulu".


"Assalamualaikum"pamit mereka.


"Waalaikumsalam"jawab Ibu Misya dan Asgar.


Tak butuh waktu lama mereka sampai di mall yang tak jauh dari kediaman Wirayudha,Amira dan Dyfa langsung menuju ke toko pakaian formal.


Amira membeli beberapa pakaian yang cocok untuk pegawai kantoran sedangkan Dyfa membeli pakaian yang bisa dia pakai kemana saja.


setelah membayar barang belanjaan,mereka berkeliling sambil membeli barang yang mereka butuhkan.


lelah berkeliling membeli beberapa barang merekapun beristirahat di resto yang ada di mall tersebut.


"Mira,apa kakakmu ga marah kita belanja banyak banget?"tanya Dyfa takut Asgar marah.


"Tenang aja Mbak,Mas aku uangnya banyak jadi ga akan rugi dia kita belanja segini"jelas Amira sambil memasukkan potongan daging panggang kedalam mulutnya.


"beneran?"


Amira mengangguk "uang dia banyak Mbak".


Dyfa menghela nafas,dia khawatir Asgar mempertanyakan jumlah yang mereka habiskan untuk berbelanja apalagi dirinya masih calon istri.


Amira yang sadar jika calon kakak iparnya itu sedang khawatir langsung menggenggam tangan Dyfa "Mas Asgar tidak akan bertanya apapun mbak,dia malah senang jika uangnya kita habiskan untuk barang yang bermanfaat".


"ya juga sih,kita kan ga beli yang aneh -aneh"


"sekarang waktunya manjain perut kita"kata Amira sambil melanjutkan makan dagingnya.


Dyfa tersenyum melihat tingkah adik dari kekasihnya itu,diapun langsung makan makanan yang tersaji di meja dengan sesekali mereka bersenda gurau.


****


"bibi gimana ini,mereka beneran mau nikah 2 minggu lagi"Fitri langsung menemui Ibu Ami saat Tau Dyfa dan Asgar benar - benar akan menikah.


Ibu Ami menepuk - nepuk pundak Fitri mencoba menenangkan sepupu menantunya itu.


"Bibi udah ketemu Belum sama Ardi?"tanya Fitri.


"kemarin Ardi datang kerumah nanyain hubungan Dyfa dengan Asgar"


"trus bibi bilang apa?".


"iya,bibi bilang kalo Dyfa udah ngerebut tunangan kamu" jelas Ibu Ami.


Fitri tersenyum puas" apa bibi Tau alamat teH Dyfa?".


ibu Ami menggelengkan kepala "kemarin paman pergi tapi itupun ke rumah orangtuanya Asgar".


"ngapain paman kesana?".


"paman merestui hubungan antara Dyfa dan Asgar".


Tangan Fitri mengepal marah "ini ga bisa di biarin".

__ADS_1


__ADS_2