Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
akhirnya


__ADS_3

"Ken....dimana kak Rangga ??? bagaimana dengan Titania ??" tanya Kiara khawatir.


"Rangga sudah ditangani dan Titania sudah kembali bersama Darwin dan Kiran juga " jawab Arsen


"aku ingin menemui Rangga " ucap Kiara masih lemas namun memaksakan diri untuk bangkit.


"no no no.....kamu harus istirahat dulu sayang. Darwin kasi kita kabar. " ucap Arsen akhirnya.


Tak lama setelah itu tiba-tiba ponsel Kiara berdering yang ternyata dari Darwin. Arsen pun menjawab panggilan tersebut dan meningkatkan volumenya.


"hallo win " ucap Arsen.


"Sen , apa kia udah sadar ??" tanya Darwin


"sudah baru saja . bagaimana Rangga ??" tanya Arsen balik


"Rangga udah keluar dari ruangan operasi dan bakalan dipindahin ke ruangan Deket ruangan Kiara. dan Rangga juga udah lewatin masa kritisnya " jawab Darwin menjelaskan.


Kiara terlihat lega setelah mengetahui kondisi kakaknya itu.


"ya udah kalo gitu , Lo jangan lupa istirahat juga. " ucap Arsen yang dijawab iya oleh Darwin dan mereka langsung memutuskan sambungan telponnya.


Kiara terlihat lebih semangat kali ini. membuat Arsen bahagia.


"sayang....aku laper ." ucap Kiara


"iya tunggu bentar aku ambilin makanan " balas Arsen langsung mengambil makanan dan menyuapi Kiara.


setelah makan Kiara menjadi lebih bertenaga, Bakan sekarang ia sudah bisa tersenyum.


"ummm sayang..... akhir-akhir ini aku suka merasa mual terus aku mudah capek gitu. aku nggak tau sih apa yang sebenarnya terjadi , tapi aku ngerasa kalo aku hamil. Soalnya aku juga udah telat sebulan lebih " ucap Kiara memberitahu Arsen.


"tapi kamu jangan seneng dulu, aku belum tes apa-apa soalnya " lanjut Kiara lagi.


Arsen tersenyum dengan tingkah laku istrinya itu.


"semoga aja beneran ya . tapi kalau belum kita bisa usaha lagi " ucap Arsen mencium tangan Kiara.


Tiba-tiba seorang dokter datang dnegan selembar kertas ditangannya.


"apakah ada yang sakit ??" tanya ibu dokter ramah. yang dijawab gelengan kepala oleh Kiara.


"sudah berapa lama telat haid ??" tanya ibu dokter lagi.


"sekitar sebulan lebih " jawab Kiara mantap.


"selamat kepada bapak dan ibu , Ibu positif hamil " ucap ibu dokter memberikan selmebar kertas itu kepada Arsen.


Kiara dan Arsen begitu bahagia , bahkan mata mereka sudah berkaca-kaca.


"jadi ibu pingsan karena merasa kelelahan. untuk kedepannya ibu lebih berhati-hati lagi, walaupun kandungannya sudah sangat kuat " ucap dokter menasihati.


"dan ibu sudah bisa pulang saat ini juga " lanjut Bu dokter langsung berpamitan


setelah Bu dokter pergi Arsen langsung memeluk haru Kiara. Bahkan Arsen sampai menangis di pelukan istrinya itu.


"mulai sekarang jaga kesehatan aktivitasnya dikurangi dulu ya sayang " ucap Arsen melepas pelukannya.

__ADS_1


"iya , terima kasihnya ya sudah sabar dan mencintai ku " ucap Kiara yang kali ini memeluk Arsen.


Arsen tak menyangka bahwa sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah.


"Ken....." ucap Kiara lembut.


"apa sayang ??" tanya Arsen lembut


"bentar lagi kan kamu bakalan jadi ayah. Jadi aku mohon...." ucap Kiara menggantung


"apa sayang ???" tanya Arsen lagi


"perbaiki ibadahnya " ucap Kiara akhirnya.


Arsen merasa tertampar oleh ucapan kiara , memang selama ini ia sering meninggalkan shalat 5 waktu.


"iya sayang, tapi aku mohon kamu jangan bosen ingetin aku ya " ucap Arsen menatap dalam mata Kiara dan langsung diangguki oleh kiara.


setelah itu, mereka memutuskan untuk menemui Rangga. namun sebelum itu Kiara dan Arsen mengabari orang tua mereka dulu tentang kehamilan kiara.


Bu hayati dan bunda Ika sampai menangis mendengar mereka akan segera menjadi seorang nenek , begitupun pak Bahri ia terlihat sangat antusias.


"ummm Ken...apa kita nggak kasi tau ayah ??" tanya Kiara ragu


"sudahlah, ayah pasti bakalan tau nanti " jawab Arsen cuek.


Kiara tak mau memperpanjang pertanyaannya lagi. ia memilih untuk diam dan bersiap-siap menemui Rangga.


Kiara berjalan perlahan dibantu oleh Arsen , karena kepalanya masih sedikit pusing.


"bibi....." teriak Titania ketika melihat Kiara , Titania langsung berlari memeluk bibinya itu.


"sudah bibi , kata ayah , ayah pengen ketemu sama bibi sama paman " ucap Kiara menyebut Kiara dan Darwin.


"OOO gitu , paman dimana ??" tanya Kiara


"paman sudah didalam " jawab Titania mantap.


"ya sudah bibi masuk dulu ya . Tita udah makan belum ??" tanya Kiara


"belum bibi " jawabnya.


"kalau gitu gimana kalo Titania ikut om beli makanan ??" ajak Arsen


"mau , tapi tita kasi tau bunda dulu ya " jawab Titania berlari menuju ibunya dan kembali setelah mendapat izin.


Arsen pun akhirnya pergi bersama Titania untuk membeli makanan sedangkan Kiara , ia berjalan sendiri menuju ruangan kakanya itu tanpa menghiraukan Kiran yang tengah duduk didepan ruangan Rangga.


ceklek.......


"assalamualaikum" ucap Kiara begitu masuk keruangan Rangga


"waalaikumsalam" jawab Rangga dan Darwin kompak.


melihat adiknya berjalan begitu pelan membuat Darwin langsung berlari membantu adiknya itu.


"Keenan mana Kik ??" tanya Rangga sudah membaik.

__ADS_1


"dia mengajak Titania membeli makanan " jawab Kiara langsung duduk di kursi yang disediakan.


"gimana keadaan Lo ??" tanyanya lagi


"udah mendingan , ternyata pelurunya nggak terlalu dalam. " jawab Rangga


"syukurlah. Lo gimana win ??" tanya Kiara kepada kakak sulungnya itu.


"gue nggak papa , tadi hanya tenggorokan gue aja yang sakit " jawab Darwin apa adanya.


"Lo sendiri gimana ??" tanya Darwin dan Rangga hampir berbarengan.


Kiara terdiam , ia ingin mengatakan berita bahagia ini kepada kedua saudaranya.


"apa kata dokter , nggak biasanya Lo pingsan gini " ucap Darwin khawatir.


"gue nggak papa kok. Ternyata gue hamil .heheh" jawab Kiara nyengir.


"Alhamdulillah" teriak Darwin dan Rangga kompak.


Memang selama ini mereka sangat menanti kabar ini. Darwin dan Rangga terlihat bahagia atas berita yang diberikan oleh adiknya itu.


"terrus gimana keadaan Lo dan bayi Lo ??" tanya Rangga antusias.


"kata dokter gue hanya kecapekan terus Alhamdulillah kandungan gue kuat. ummmm jadi mulai sekarang gue akan kurangin aktivitas gue dulu " ucap Kiara.


"memang . mulai sekarang , Lo nggak usah maksain diri buat usaha kita. " ucap Darwin.


"iya , tapi gue cuma mengurangi ya bukan berhenti " ucap Kiara menegaskan.


"iya-iya " ucap Darwin dan Rangga kompak.


mereka berdua tahu bahwa Kiara tidak akan mudah untuk meninggalkan pekerjaannya.


"oh ya , apa orang rumah udah dikabari ???" tanya Kiara


"udah , tapi gue nggak kasi mereka Dateng bergerombol . Gue bilang , Rangga bisa dijenguk besok pagi aja " jawab Darwin.


"iya juga sih , ya udah Lo istirahat aja ya " ucap Kiara.


"apa Kiran masih berada diluar ??" tanya Rangga ragu


"masih " jawab Kiara mantap.


"gue harus gimana ?? gue nggak mau ninggalin dia tapi juga gue belum maafin dia " ucap Rangga pilu.


"sabar, perlahan-lahan pasti membaik " ucap Darwin menyemangati.


"Lo berdua pulang aja , oh ya win Lo bawa Titania pulang ya . biar Kiran aja yang ngurus gue disini " ucap Rangga.


"Tapi Lo nggak usah kek biasa sama dia. Lo dingin aja dulu . Ntar biar kita berdua yang suruh dia masuk kesini. " ucap Darwin.


"tapi Lo berdua tau , Kiran terlihat sangat bersalah. Dan yang buat gue khawatir gimana respon keluarga kita sama Kiran setelah ini " ucap Kiara.


"kalo masalah itu bisa diatur Kik " timpal Darwin.


"ya udah Lo istirahat dulu. gue ma Kiara pulang dulu. Lo jangan terlalu emosian " peringat Darwin.

__ADS_1


Rangga pun patuh dan mulai memejamkan matanya . Darwin dan Kiara pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing meninggalkan Rangga bersama Kiran


__ADS_2