
"mengapa tuan tudaj memberitahu kita kalau nona kiara tengah mengandung?? "
"kita hubungi saja mr.jung" jawab salah satu dari mereka
merekapun mencoba menghubungi mr. jung yang merupakan asisten pak rizwan.
"Maaf tuan, Kami tidak tahu kalau nona muda tengah mengandung" ucap salah satu diantara mereka dengan nada takut.
"baiklah, bawa saja dia segera " ucap mr. jung dari seberang sana.
"ada apa?? " tanya pak rizwan tanpa membuka matanya
"salah satu agen kita mengabarkan kalau nona kiara saat ini tengah mengandung tuan " ucap mr. jung yang sukses membuat pak rizwan terkejut
"bagaimana keadaannya?? apa dia baik-baik saja?? " tanya pak rizwan hawatir
kemudian mr. jung menceritakan keadaan kiara kepada pak rizwan sesuai apa yang telah diucapkan oleh agennya
"Baiklah, tapi ini akan semakin menguntungkan untuk kita " ucap pak rizwan setelah mengetahui kondisi menantunya.
Pak rizwan kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Arsen
"Wahhh tumben anak ayah cepat menjawab panggilan" ucap pak rizwan
"sudah jangan basa-basi ada apa lagi??, " tanya Arsen sinis dari seberang telepon
"kau tidak mau berkunjung ke rumah?? " tanya pak rizwan santai
"tidak" jawab Arsen ketus
"Yakin?? Apakah kau sangat membenci ayah, hingga kau tidak memberi tahu ayah mengenai kehamilan istrimu?? " tanya pak rizwan dengan nada santai
deg....
Tiba-tiba perasaan Arsen menjadi tidak enak.
"berkunjunglah kerumah,, istrimu juga ada disini" ucap pak rizwan lagi
"Ayah... ayah
tut.... tut... tut......
Pak rizwan memutuskan panggilan secara sepihak, membuat Arsen semakin khawatir
Arsen kemudian segera mengambil laptop dan memeriksa keberadaan istrinya melalui CCTV di rumahnya. Tak tinggal diam ia juga segera menghubungi ponsel pintar milik istrinya. namun nihil kiara tak berada di rumah bahkan ia tak mengangkat ponselnya yang berada di kamarnya.
__ADS_1
Arsen semakin panik, ia segera berlari mengambil kunci mobilnya tanpa mengenakan jasnya terlebih dahulu. Ia tak peduli bagaimana penampilannya sekarang, yang ada dipikirannya saat ini hanyalah keselamatan kiara.
Arsen sangat mengenal ayahnya, pak rizwan akan melakukan segala cara untuk memenuhi keinginanya . Arsen berlari dengan sangat kencang di lobi kantor hingga semua orang terkejut melihatnya. Bahkan arsen melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga menerobos portal di pintu keluar.
"sayang kamu harus kuat" ucap arsen sambil fokus menyetir
7 menit kemudian akhirnya arsen tiba di kediaman ayahnya.. biasanya dari kantor arsen membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai dikediaman ayahnya. ya jadi arsen seperti sedang race balapan dijalan raya.
Arsen turun dari mobilnya dan berlari menuju pintu masuk kediaman ayahnya. Didalam rumah pak rizwan ada dua orang yang berjaga didepan pintu sebuah ruangan tempat kiara disekap.
Tak menunggu , kedua orang itu membukakan pintu untuk Arsen karena memang mereka diminta untuk tidak menyakiti Arsen.
Sesampainya didalam,, Arsen terdiam lemas melihat pasangan hidupnya terduduk lemas dengan tangan diikat di sebuah kursi .
saat arsen akan menghampiri kiara
"Tunggu... " ucap pak rizwan menggema
"satu langkah lagi kau melangkah,, orang itu akan menekan pelatuk pistolnya " ucap pak rizwan menunjuk anak buahnya yang sedang membidikkan pistol ke arah kiara
"Ayah" ucap arsen dengan nada yang semakin rendah
"ada apa dengan dirimu nak ?? " tanya pak rizwan pura-pura heran
"aku akan melakukan apa yang ayah perintahkan, tapi tolong lepaskan istriku" ucap Arsen memohon
"baik ayah, tapi tolong jangan sakiti istriku" icap arsen akhirnya
Pak rizwan tak menyangka Arsen akan menyerah begitu saja untuk menyelamatkan istrinya, padahal arsen adalah tipe orang yang tidak akan pernah tunduk terhadap siapa pun
"baiklah sebelum mendengar permintaanku, kau temui istrimu itu.." ucap pak rizwan sambil mengisyaratkan orangnya untuk mengalihkan tembakan yang mengarah ke kiara
Baru saja Arsen mengangkat tubuhnya
"Jika kau mengingkari janji,, aku tidak akan segan-segan menyakiti istrimu" ucap pak rizwan tegas
Arsen memilih untuk tidak menjawab,, ia memilih untuk mendekati istrinya yang masih lemas karena pengaruh obet bius..
Arsen kemudian mengangkat kepala kiara dan merapikan jilbab wanita itu.
"Sayang.... " ucap arsen dengan suara rendah dan bergetar
"Sayang...sayang.... " arsen terus saja memanggil mangil kiara hingga kiara mulai mendapat kesadarannya.
"maafin aku ya " ucap arsen menarik kIara dalam pelukannya dan menciumi pucuk kepala kiara sambil air matanya terus mengalir
__ADS_1
Semua orang yang berada di dalam ruangan itu tak terkecuali pak rizwan dan mr. jung terbelalak karena seorang Keenan Arsen Atmaja ternyata bisa menangis dan terlihat sehancur itu
'Keenan menangis?? segitu cintanya dia kepada kiara???' batin pak rizwan
'tuan muda sangat berbeda dengan tuan besar, tuan muda mampu luluh dengan ketulusan cintanya,, sedangkan tuan besar sepertinya hatinya membeku' batin orang-orang yang ada disana
Arsen kemudian membantu kiara untuk duduk di lantai agar lebih nyaman.
"apa ada yang sakit sayang?? " tanya arsen menatap lekat kiara
kiara hanya menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa ia baik-baik saja
Arsen merasa lega dan menghapus air matanya agar istrinya tidak khawatir.
"permisi tuan,, ini surat pemindah tangan yang tuan minta " ucap seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.
Arsen kemudian memutuskan untuk pergi dan akan mengunjungi ayahnya lain waktu. Saat arsen akan mengangkat tubuh kiara
"aku bisa jalan sayang" ucap kiara yang dibantah oleh arsen
"aku yakin,, kamu kan akan bantuin aku" ucap kiara meyakinkan arsen.
Akhirnya arsen pun menuruti keinginan istrinya itu dan membantu istrinya itu berjalan .
Saat berada tak jauh dari pak rizwan,, kiara menghentikan langkahnya.
"sayang selesaikan saja hari ini " ucap kiara yang membuat arsen bingung
"aku mendengar semuanya, hanya saja mataku yang sulit terbuka" lanjut kiara lagi.
Akhirnya arsen pun menanyai ayahnya mengenai apa yang akan ia lakukan
"apa yang harus ku lakukan ?? " tanya arsen sambil tetap menahan tubuh kiara yang masih sedikit lemas
"tanda tangani surat ini " ucap pak rizwan menyerahkan sebuah map
Arsen tak mau ceroboh, ia membaca isi surat tersebut dan ia merasa terkejut dengan isi surat yang diberikan ayahnya
"bukankah sudah ku katakan aku tidak akan pernah masuk ke dunia hitam itu " ucap arsen meninggi
"kau lupa dengan janji yang kau buat didepan istrimu?? " tanya pak rizwan sombong
ya pak rizwan memanfaatkan keadaan, ia ingin melanjutkan usahanya di dunia gelap mafia.
"ayah mengapa kau seperti ini,, aku hanya ingin hidup bahagia ayah" ucap arsen dengan nada lemas karena membayangkan bagaimana nanti dengan anak-anak dan istrinya
__ADS_1
"terserah kau semua pilihan ada ditanganmu. " ucap pak rizwan sombong