
sesampainya di ruangan direktur utama , Darwin Rangga dan kata diperintahkan untuk langsung masuk.
begitu sampai di dalam ruangan Dirut , mereka terkejut karena ternyata .Dirut yang duduk di balik meja itu bukanlah Dirut yang biasa mereka temui.
"apakah sudah berganti ?? kenapa kita nggak dikabari ??" tanya Kiara setengah berbisik.
"udah ah diem aja dulu " jawab Darwin.
akhirnya merekapun semakin mendekat menuju meja direktur itu.
"selamat pagi " ucap Darwin ramah.
dengan spontan orang itu membalik tubuhnya dan menghadap ketiga saudara itu.
"owwwh kalian teknisi hebat itu ? yang akan menandatangani kontrak ?" tanya direktur itu.
"mohon maaf , kami bukan menandatangani kontrak tetapi kontrak kami sudah selesai " jawab Kiara mantap.
ya , sebenarnya Kiara Rangga dan Darwin sudah memutuskan untuk tidak berkerja dibawah pimpinan orang lain , mereka memutuskan untuk membuat usaha sendiri .
"siapa nama mu ? " tanya direktur dengan tatapan yang sulit diartikan.
"saya Ale " ucap Kiara mantap
"owwwh jadi kau Ale , dan kau Darwin , dan kau Rangga ??" ucap orang itu menunjuk Darwin dan Rangga bergantian.
"dimana pak direktur ??" tanya Darwin mengalihkan pembicaraan
"akulah direkturnya. Thomas Albert. " jawab orang itu mantap.
'apakah kursi direktur ini menganut sistem kerajaan ??' kira-kira seperti itulah arti kebingungan Rangga dan Darwin dan juga Kiara.
karena direktur sebelumnya adalah , McLaren Albert.
"sebelum kontrak anda dinyatakan selesai anda harus menghadiri acara puncak balapan ini yang akan dilaksanakan seminggu lagi . dan barulah setelah itu anda mengurus berkas-berkas " ucap thomas
"dan jika kinerja kalian bertiga bagus , kalian akan mendapatkan hadiah dari balapan ini" lanjutnya lagi.
akhirnya setelah perbincangan panjang Kiara Rangga dan Darwin pergi meninggalkan kantor direktur utama.
didalam mobil.
"*njay gue kira tu direktur bakalan dingin banget , nyatanya nggak jauh beda dari Mr McLaren yang baik itu " puji Rangga.
"ya iyalah , kan anaknya " ucap Kiara mantap.
"oh ya , selama seminggu ini kita bakalan ngapain ??" tanya Darwin bingung sambil mengemudikan mobilnya.
__ADS_1
"gimana kalo kita temuin desainer untuk baju kita diacara nanti. ya sekali sekali kita pake baju mahal lah , kan ditanggung juga " ucap Kiara
"ya juga Lo bener sih , padahal uang kita bersama tu bisa dibilang banyak ya , cuma kok kita pelit gitu ya buat diri kita sendiri." timpal Darwin heran yang sukses membuat ketiganya tertawa terbahak-bahak.
"Giamana kalo kita kerumah kak Alex aja , mumpung dia sekeluarga lagi di Amrik juga " saran Kiara.
"ide bagus lo " ucap Rangga.
akhirnya Darwin pun melajukan mobilnya menuju rumah Alex .
sesampainya disana seperti biasa mereka menyebutkan kata sandi dan barulah dipersilahkan masuk menuju rumah Arsen.
sesampainya disana , Kiara sangat antusias karena melihat wanita yang sudah seperti kakaknya.
"kak Paty......." teriak Kiara antusias.
"kiaaa......." teriak Patricia tak kalah antusias.
Patricia tak menyangka Darwin Rangga dan Kiara datang menemuinya dia Amerika. ia memeluk mereka bertiga secara bergantian sebagai sambutan.
Patricia pun langsung mempersilahkan ketiga saudara itu untuk masuk , dan tepat ketika mereka masuk ada seorang laki-laki yang tak kalah antusias lagi, siapa lagi kalau bukan Alex.
Alex memeluk satu-persatu sahabat yang sudah seperti saudaranya itu.
"wahhhh ternyata adik ku makin cantik ya " goda Alex kepada Kiara.
"mereka nggak ada disini , mereka ikut mami ke Amsterdam untuk menemui keluarga mami yang ada disana " jawab Patricia.
"astaga , padahal aku kangen sekali Dnegan mereka berdua " ucap Kiara.
akhirnya merekapun. berbincang-bincang dengan sangat hangat , karena lama tak bertemu.
"win , Lo inget sahabat kita Rudi ???" tanya Alex kepada Darwin . sedangkan Rangga dan Kiara fokus pada ponsel mereka.
"masa iya gue lupa , lo tau , dia bakalan kesini , ntar lagi dia nyampe " ucap Alex antusias
"serius ?? wahhhh gue nggak lama banget ngagk ketemu sama dia " balas Darwin tak kalah antusias.
akhirnya apa yang dikatakan Alex benar , tak lama kemudian terdengar ketukan pintu dan seorang art di rumah Alex mengantarkan seorang tamu menemui tuannya.
"Darwin " ucap orang itu terkejut sekaligus bahagia.
"Rudi " ucap Darwin langsung berdiri dan menghampiri sahabatnya itu.
mereka langsung berpelukan seperti sepasang kekasih yang tak pernah bertemu. tak lupa Rudi juga memeluk Alex untuk melepas rindu.
"Ngga , Kik kenalin ini sahabat gue ma Darwin , Rudi , Rudi hufter " ucap Alex memperkenalkan Rudi.
__ADS_1
"Rudi , dia adik-adik gue " ucap Darwin
"hai , kenalin saya Rudi hufter. " ucap Rudi memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangannya.
Rangga langsung menyambut tangan Rudi dan menyebutkan namanya.
sedangkan Kiara , ia berusaha memutar memorinya dan menemukan siapa Rudi hufter.
'rudi hufter ??????? .....aaa gue inget , dia orang yang disebutkan Loi. ' batin Kiara .
Akhirnya kiarapun membalas uluran tangan Rudi
"Kiara , Kiara Harvey " ucap Kiara menekankan namanya.
jder.......
Rudi seperti tersambar petir , sebagai mafia profesional ia tentu mengingat setiap orang yang pernah berurusan dengan dirinya.
"kalian tau , dia adalah ketua mafia , tapi dia nggak jahat kok kalo sama sahabatnya " ucap Darwin memuji Rudi.
"tapi tetep aja , dia bakalan kalah dengan yang namanya cinta . apa ada keluarganya yang bernama angel ??" tanya Kiara pura-pura polos.
"iya , angel adalah nama istrinya , mungkin dia seumuran sama kamu Kik, dia juga dari kota X loh " ucap Alex menjelaskan.
"ternyata dugaan gue bener. Tuan apakah anda ingat dengan diriku , hoo tentu saja anda tidak mungkin melupakan korban pembantaian istrimu " ucap Kiara berapi-api yang membuat semua orang heran.
"Anda ingat dengan orang yang bernama Arsen ??? ya orang yang menjadi sasaran balas dendam istri anda yang kini sudah menjadi suamiku. Kau ingat Humaira , Kevin ? mereka juga adalah korban dari keegoisan istrimu. Dan yang paling utama , Kiara Harvey , orang yang menjadi korban kemarahan istrimu " ucap Kiara berteriak dan menggema diruang tamu rumah Alex .
Patricia segera keluar tanpa membawa minuman , ia terkejut dengan apa yang terjadi pada Kiara.
"kamu kenapa kik ??" tanya Patricia heran.
"kalian semua tahu , luka diperutku yang tidak bisa sembuh itu disebabkan oleh dirinya dan istrinya " ucap Kiara menunjuk Rudi .
Darwin Alex Rangga dan Patricia bingung , dengan apa yang dimaksud oleh Kiara.
"apa maksudnya Kik ??" tanya Alex bingung.
"kalian semua tau kan kalo 6 tahun lalu gue menjadi korban penembakan dengan semua teman-teman gue di kompetisi internasional itu kan . dan Lo semua tau siapa yang menembak gue ? ANGEL hufter ." teriak Kiara semakin menggema
"Rudi ??' tanya Darwin kepada Rudi.
"maafin gue win , gue bisa jelasin semuanya. Lex " ucap Rudi menyesal karena ia telah menyakiti adik dari sahabatnya sendiri.
"tunggu tunggu , stop ini bukan saatnya kita untuk kekerasan. kita bicarakan ini dengan kepala dingin " ucap Patricia tak mau melihat kekerasan.
akhirnya mereka semua duduk dan Rudi mulai menceritakan mengenai apa sebenarnya yang telah terjadi .
__ADS_1