Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
akhirnya sadar


__ADS_3

"apakah sudah dilaporkan ?" tanya pak Bahri.


"menurut dari pembina mereka , kasus ini sudah ditangani dan akan segera diselesaikan " ucap Darwin jujur karena ia mendapat informasi dari David langsung .


Dibagian lagi ada dua umat manusia yang tengah berbaring diruangan yang sama.


"aaaa....raaaa......aaa..raaa" rintih seseorang yang tak lain adalah Arsen.


dokter Cok segera menghampiri Arsen dan tersenyum karena Arsen akan segera pulih. Bunda Ika tak kalah bahagia melihat anaknya yang sudah mulai membaik.


Arsen menggerakkan jari-jarinya perlahan dan mulai membuka matanya perlahan.


"Arsen , tunggu sebentar biar saya periksa dulu " ucap dokter Cok memeriksa Arsen


"apa ada yang sakit ??" tanya dokter Cok lagi


"dada dan perutku perih " ucap Arsen lemah.


"araaa...." lanjutnya lagi.


"Ken(panggilan kesayangan bunda Ika kepada Arsen) , ini bunda sayang " ucap bunda Ika langsung duduk disamping anaknya .


"bunda , Ken lagi dimana ? Ken haus bunda" ucap Arsen masih lemah .


"kamu udah dirumah sayang , Uma juga udah disini " jawab bunda Ika lembut sambil memberikan segelas air kepada Arsen .


'kiara dimana ?? apa dia baik-baik aja. semoga aja dia baik-baik aja . Uma ? Kevin ?' batin Arsen bertanya-tanya.


"apa Uma baik-baik aja bund ?" tanya Arsen


"iya dia hanya Masi dalam pengaruh obat " jawab bunda Ika lembut.


"bunda , apa semua teman-teman Arsen selamat ??" tanya Arsen ingin mengetahui keadaan sahabat-sahabatnya.


"iya sayang , kalian berempat selamat. ya udah kamu istirahat dulu biar benar-benar pulih " ucap bunda Ika lembut.


akhirnya Arsen pun menuruti perkataan bundanya itu dan beristirahat untuk memulihkan tenaganya .


sedangkan Humaira ternyata juga sudah mampu membuka matanya.


"mami...." rintih Humaira .


bunda Ika yang masih berada disana langsung menghampiri anak keponakannya itu.


"sayang kamu udah bangun " ucap bunda Ika ramah.


"bunda (panggilan Humaira kepada bunda Ika) , mami dimana ?" tanya Humaira lemas.

__ADS_1


"mami masih ngomong sama dokter , ayo minum dulu " ucap bunda Ika sambil menyodorkan air minum memukul humaira.


"bunda , apa semua temen Uma baik-baik saja ?" tanya Humaira lemas.


"iya sayang , kalian semua selamat. " ucap bunda Ika jujur.


"sayang kamu udah bangun ??" ucap seseorang yang tak lain adalah maninya Humaira.


"Alhamdulillah kalian berdua sudah bangun " ucap maninya Humaira tak hentinya bersyukur.


sedangkan dirumah sakit yang lain ada Kevin yang tak pernah ditinggal oleh kakaknya . ya Kevin sebenarnya tinggal bersama kakak perempuannya karena orang tua mereka tinggal di luar negeri mengurus bisnis. namun setelah kakanya menikah , kevin pun tinggal sendiri di rumahnya.


Rita melihat jari-jari adiknya bergerak , dan ia segera memanggil dokter untuk memeriksa adiknya itu.


gak butuh waktu lama , dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Kevin. setelah semuanya normal Rita pun menghampiri dan memeluk tangan adiknya sambil menangis.


"kakak nggak boleh nangis , Kevin baik baik aja kok " ucap Kevin dengan suara lemah.


"kakak nggak mau kehilangan kamu " ucap Rita sambil terisak.


.................


Kevin pun terus. menangkan kakaknya itu , ia tak mau kesehatan kakaknya terganggu karena terlalu menghawatirkan dirinya.


sedangkan di rumah sakit tempat Kiara berada Rangga tak henti-hentinya melihat jam tangannya.


"tunggu bentar lagi kan kata dokter Tio sekitar jam 1 sampe 2 siang , Kuta sabar aja dulu . kita doain supaya kia baik-baik aja . " ucap Darwin menenangkan Rangga.


karena sudah lama menunggu akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak. pak Bahri dan Bu hayati memejamkan mata mereka disamping putrinya yang sedang berbaring.


belum sampai mereka terlelap , tiba-tiba terdengar rintihan kecil seseorang.


"ibuuu...........bapak............" rintih Kiara yang membuat semua orang terkejut dan bangun .


Rangga segera memanggil dokter untuk mengetahui keadaan Kiara terkini.


"apa ada yang sakit nak ??" tanya Bu hayati lembut.


"kaki sama perut kia perih " ucap Kiara lemas.


"ayo minum dulu nak " ucap pak Bahri sambil menyodorkan air putih ke mulut Kiara .


kemudian dokterku datang bersama Rangga. dokter segera memeriksa keadaan Kiara .


"Alhamdulillah keadaan sudah sangat membaik dari sebelumnya. mengenai bekas lukanya nanti akan hilang asalkan tidak sering disentuh atau diberikan getaran " ucap dokter itu menjelaskan kondisi terkini Kiara.


setelah itu dokter meminta Kiara untuk beristirahat lagi untuk memulihkan tenaganya.

__ADS_1


Malam harinya , Kiara terbangun dan merasa lebih baik lagi. ia merasa lapar dan ingin makan.


"makan ini dulu ya , kata dokter Lo belum boleh makan makanan luar dulu " ucap Rangga agar adiknya tak menolak makanan yang disodorkan oleh Bu hayati.


"kak Mia , Anya mana ?" tanya Kiara sambil mengunyah makanan


"dia dirumah sama kakek Danu " jawab Mia


"kau pulanglah , kasihan Anya. mungkin besok pagi aku sudah bisa pulang " bujuk Kiara.


"kalian berdua pulanglah , kalian pasti lelah " lanjut Kiara lagi meminta agar Darwin dan Rangga pulang untuk beristirahat.


pak Bahri pun meminta agar ketiga orang itu pulang untuk beristirahat. dan akhirnya merekapun. menyetujui hal itu.


"yaudah gue pulang dulu. Lo jaga kesehatan " ucap Darwin berpamitan Dnegan Kiara sambil memeluk adiknya itu.


Darwin hanya memeluk adiknya sejenak agar Kiara tak meneteskan air mata , ia sangat mengenal Kiara bahwa dalam keadaan tak sehat seperti ini , Kiara akan dengan mudah mengeluarkan air mata.


"Lo jangan banyak pikiran dulu , biar Lo cepet sembuh " ucap Rangga sambil memeluk adiknya itu.


kemudian setelah berpamitan mereka bertiga pun pulang kembali kerumah masing-masing.


2 hari kemudian Kiara sudah diperbolehkan untuk pulang. kali ini ia pulang bersama kedua orang tuanya.


di perjalanan kiara lebih memilih diam karena tenaganya memang belumlah kembali seperti semula . dari dalam mobil ia melihat keluar jendela sambil memikirkan kejadian itu.


mengingat teman-temannya ia menjadi mengingat Arsen dan membuat hatinya sakit.


'ya Allah kalo dipikir-pikir aku cuma pacaran 4 jam sama Arsen .hahahaha . tapi rasanya aku sulit untuk memaafkan penghianatannya itu ' batin Kiara sedikit terkejut namun wajahnya tetaplah menunjukkan ekspresi datar .


sesampainya di rumah , semua orang menyambutnya dengan air mata dan senyuman.


Kiara kemudian menyalami mereka satu persatu dan kemudian langsung masuk ke kamarnya.


semua orang merasa Kiara lebih cuek kali ini , tetapi mereka memaklumi karena memang mungkin keadaannya belumlah puluh total.


Kiara langsung masuk kekamar yang sudah beberapa Minggu ia tinggalkan. ia berbaring sambil melihat-lihat langit-langit rumahnya.


"ya Allah terima kasih , karena kia masih diberi kesempatan untuk hidup " ucap Kiara memanjatkan syukur.


"barang-barang ku dimana ?" tanya Kiara terinagt barang-barangnya.


kemudian kiara pun menghampiri ibunya untuk menanyakan barang-barangnya.


"Bu , barang-barang ku dimana ??" tanya Kiara kepada Bu hayati yang lagi berbincang dengan anggota keluarga yang lain.


"sama kak Darwin sama kak Rangga. mereka berdua yang menjemputmu ke ibu kota " jawab Bu hayati ramah.

__ADS_1


setelah mengetahui hal itu Kiara memilih kembali ke kamarnya untuk beristirahat dan berharap melupakan kejadian pahit dalam hidupnya .


__ADS_2