
Di kota R,sedang berkumpul keluarga Bapak Deni di rumah putri keduanya Syfa.karena besok Akan di adakan acara 7 bulanan Syfa.
Syfa menghampiri Ibunya yang sedang ngobrol dengan mertuanya.
"Bu,teteh ga di kasih Tau?".tanyanya heran karena hanya datang bertiga.
Ibu Ami mencebik kesal "Dia udah pergi dari rumah".
Syfa mengernyitkan dahi "teteh kerja?".
"teteh udah di usir sama Bapak kamu".
"kok gitu sih".
"Dia itu ga bisa di bilangin,ngeyel".sewot Ibu Ami."Ibu tuh udah Susah nyariin jodoh buat dia supaya ga menjanda lama - lama.eh,dia nolak sampe marah sama Ibu".
Mertuanya Syfa hanya menggelengkan kepala mendengar penuturan dari besannya tanpa mau ikut campur.
****
"Bagaimana?" tanya Asgar pada Dyfa.dia sengaja datang ke Toko kue milik wanita pujaan hatinya itu,untuk mengajak ya ke kota R untuk menghadiri acara 7 bulanan dari temannya yang juga adik iparnya Dyfa.
"Aku Sudah bilang tidak".ucap Dyfa kékéh.
Asgar menghela nafas kasar "kau hanya menemaniku".
"Tapi aku ga mau ASGAR WIRAYUDHA"Dyfa meninggikan suaranya.
Tanpa berkata - kata Lagi Asgar meninggalkan Dyfa yang sedang membuat kue.
Dyfa menengok ke arah pintu dan benar pria itu telah pergi.dia terduduk di bangku kecil yang ada di sana dan tersenyum kecut "kamu bilang ,kamu peduli padaku tapi kamu tidak memahami perasaanku".
Diapun melanjutkan membuat kue yang Sudah habis di tokonya karena hari itu Tita yang biasa bekerja membuat kue sedang berada di Toko milik Dyfa yang lain.
__ADS_1
****
Asgar keluar dari Toko milik Dyfa dengan perasaan kecewa,dia hanya ingin membantu Dyfa untuk memperbaiki hubungan dengan keluarganya.namun Dyfa benar - benar keras kepala.dia masuk ke dalam Mobil nya dan pergi ke kota R karena dia Sudah berjanji akan datang pada sahabatnya.
Satu jam perjalanan di tempuhnya untuk Sampai ke kota R,dari jauh dia melihat rumah sahabatnya Sudah ramai.dia memarkirkan Mobil nya agak jauh karena rumah sahabatnya Sudah penuh oleh Mobil sanak saudara sahabatnya itu.
"Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam" jawab semua yang ada di dalam rumah.
Asgar langsung menghampiri Irfan sahabatnya"selamat bro".
"terima kasih".jawab Irfan"sendirian aja".sindirnya.
Asgar tertawa "dia sibuk".
Syfa menghampiri suaminya "Mas,di panggil Ayah".
Irfan mengangguk "bro,gua ke sana Dulu."
Sepeninggalan Irfan dan istrinya Asgar mengambil makanan di prasmanan yang di sediakan tuan rumah dan duduk di pojokkan menjauhi keramaian.
Fitri sepupu dari Irfan datang mendekati Asgar dan duduk di sebelahnya.
"Apa kabar Mas Asgar?" sapa Fitri pada pria yang Sudah membuatnya jatuh cinta sejak 2 tahun yang lalu.
"Hmmm...." Asgar enggan menjawab sapaan wanita yang duduk di sampingnya hingga membuatnya tak nyaman.
"Sudah lama ga ketemu Mas,kamu ga kangen sama aku?" tanya Fitri dengan pedenya.
Asgar langsung tersedak,dia meminum Air yang Tadi dia ambil,dan tak menghiraukan Fitri yang menyodorkan Air minum padanya.
Asgar bangkit dari duduknya dan pergi menghampiri Irfan.dia menepuk pelan pundak sahabatnya itu.
__ADS_1
"sorry Gar,Bapak gua lama ngajak ngobrol ya jadi ngelupain loe".Ucap Irfan merasa tak enak hati.
Asgar tersenyum mengerti "Iya Bro tenang aja.gue sekalian mau pamit" Ucapnya.
"bentaran dulu,kita udah lama ga ngumpul" bujuk Irfan.
"sorry,gua ga bisa lama - lama".
"Ya udah,tapi kalo ada waktu kita ngumpul bareng".
"oke,gua pulang dulu.salam buat istri sama keluarga loe".kata Asgar matanya ,melihat keluarga Dyfa yang sedang tertawa tanpa mempedulikan bahwa ada seseorang yang begitu terluka.
"hati - hati di Jalan".ujar Irfan.
Dia pun berlalu meninggalkan kediaman sahabatnya.
****
Hari mulai malam tokopun berangsur sepi,para karyawan Sudah berpamitan pulang.
setelah menutup Toko,Dyfa menaiki tangga ke lantai 3 tokonya yang dia ubah menjadi tempat tinggalnya kini,diapun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket.sesudah memakai baju piama dia duduk di dekat jendela yang menghadap ke Jalan raya.
"sekarang kalian pasti sedang tertawa bahagia tanpaku".Ucapnya lirih.
Ingin dia menerima ajakan dari Asgar untuk ke kota R namun ia urungkan dikala mengingat pengusiran yang di lakukan ayahnya.
"Apa salah aku berharap,kalian merindukanku walaupun aku tahu itu hanya hayalanku saja".
Getaran handphone ditangannya membuatnya tersadar,dia tersenyum saat melihat siapa yang menghubunginya.namun Dyfa tidak menjawab panggilan itu ,dia masih kesal karena Tadi siang pria itu pergi tanpa kata.
"Aku kesal sama kamu Asgar seharusnya kamu lebih berusaha bujuk aku untuk ikut sama kamu".gerutu Dyfa saat handphone ya kembali bergetar.
dia beranjak ke tempat tidur dan membiarkan Handphonenya yang terus bergetar "selamat tidur,mimpi indah besok hari baru dan suasana hati yang baru pula".Ucapnya menyemangati diri sendiri.
__ADS_1
Bagi Dyfa selain dirinya sendiri siapa lagi yang Akan menyemangatinya.