Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
Dasar cewek centil


__ADS_3

Erika, Mona, dan OKI. Keluar kelas untuk makan siang bersama di kantin kampus. Supirnya Erika melihat majikannya keluar dari kelasnya langsung dorong kursi rodanya Erika.


" Kenapa tidak tunggu diparkiran saja?" Tanya Erika kesal karena melihat supirnya berdiri didepan kelasnya


' Maaf nona, tapi saya disuruh tuan, untuk didepan kelas nona selama nona Erika didalam kelas supaya jika nona mau kemana mana, bisa saya antar nona" Ucap Supirnya Farhan, Farhan sengaja kasih supir yang masih muda temani Erika dikampus supaya Erika tidak malu ditemani oleh supirnya


" Astaga masih muda, mau dong dibantu oleh kamu, namanya siapa? saya baru lihat kamu baru yah kerja dirumahnya Erika?" Tanya Mona terpesona melihat wajah tampan supirnya Erika


" Saya sudah lama tapi saya supir diperusahaannya pak Farhan, saya dipindah tugas selama nona Erika kuliah yang akan temani nona dikampus dan kemana pun nona Erika pergi saya yang akan antar" Lanjut Supirnya Erika sopan


" Oh pantas saja baru lihat kamu, yah sudah yuk ke kantin untuk makan siang, kamu pasti belum makan kan, karena disini terus?" Tanya Oki senang ajak makan supirnya Erika


" Iyah nona, saya akan temani nona Erika selama makan di kantin kampus" Lanjut Supirnya Erika, yang sejujurnya mulai risih melihat Mona dan Oki yang senyum senyum kearahnya terus


" Dasar cewek centil, terpesona dengan supir seperti dia, level kalian rendah sekali" Ledek Andre melihat Mona dan Oki yang kecentilan dengan supirnya Erika

__ADS_1


" Walaupun dia supir dan dipandang rendah oleh kamu, tapi dia lebih baik dari kamu, dia bisa tanggung jawab atas kesalahan dia dan tidak seenaknya dengan orang lain" Tegas Erika, yang tidak suka mendengar Andre sombong seperti itu


"Kasihan deh loh, hahaha selamanya Erika akan ilfil dengan kamu dan selamanya Erika tidak akan pernah bantuin kamu untuk kembaliin fasilitas yang sudah hilang dari hidup kamu" Ledek Oki menatap sinis kearah Andre yang terlihat menahan emosinya


" Ke kantin yuk, saya sudah lapar" Lanjut Erika melihat supirnya


" Baik nona" Lanjut Supirnya Erika yang langsung dorong kursi rodanya Erika


Erika malas sekali mendengar kesombongannya Andre, Erika tidak pernah merendahkan pekerjaan orang lain selama tidak merugikan dan tidak seenaknya, Erika akan menghargai apapun pekerjaan orang lain


Dilain sisi, Ana berusaha untuk ajak ketemu Juita, demi membahas apa keinginan Erika supaya Erika mau balikan dengan Andre demi anaknya bisa mendapatkan kembali fasilitas yang selama beberapa hari ini dista oleh Jaka.


" Jika anak anda, tidak mendapatkan fasilitasnya, itu bukan urusan saya dan anak saya, karena kehilangan fasilitas Andre masih bisa beraktifitas denga lancar, tanpa harus dibantu oleh siapapun, saya tahu kecelakaan itu musibah dan tidak ada yang tahu dan mau, tapi jika kecelakaan disebabkan kecerobohan pemilik kendaraan itu sangat merugikan dan mengecewakan, Andre kan tahu mau pergi dengan Erika tapi Andre tidak peduli dengan keselamatan Erika sama sekali dan tidak cek kondisi kendaraan layak dipakai atau tidak sebelum pergi bersama Erika" Tegas Juita yang tidak terima karena kecerobohan Andre, membuat kehidupan Erika tidak seperti dulu lagi dan sekarang Erika lebih banyak murung dan sedih meratapi kondisinya


" Iyah saya tahu, tapi namanya juga masih muda kan wajar ceroboh, dan suami saya sudah membiayai sepenuhnya pengobatan Erika masa tidak dimaafin sama sekali sih, saya juga sebagai orang tua tidak tega melihat anak saya sedih karena tidak memiliki haknya sama sekali" Ucap Ana, berusaha sedih dengan nasipnya Andre, dan berusaha tidak emosi setiap kali mendengar ucapannya Juita

__ADS_1


" Kalo anak anda merasa kekurangan yah bekerja lah, anak anda kan laki laki, masa anak laki laki manja sih payah sekali, anak laki laki seharusnya bisa mandiri dan bisa menerima dengan ikhlas dengan cobaan yang dialaminya, walaupun sebagai orang tua tidak tega melihat anaknya kesusahan, seharusnya suruh anak untuk bekerja bukan seperti ini bikin malu saja anak manja seperti Andre, sampai kapan pun saya tidak akan membiarkan Erika kembali dengan Andre, cukup kebodohan sekali saya membiarkan Erika pacaran dengan Andre dan akhirnya seperti ini dan saya tidak akan membiarkan kebodohan lagi membiarkan anak saya kembali bersama laki laki seperti Andre karena Andre tidak pantas menjadi pacarnya Erika." Tegas Juita yang tidak akan rela membiarkan Erika menderita kembali disampingnya Andre


Juita langsung pergi, dan merasa tidak ada lagi yang harus dibahas bersama Ana, membuat Ana kesal melihat Juita yang pergi begitu saja padahal belum selesai ngobrol dan belum mendapatkan solusi yang diinginkan Ana


Dilain sisi, Erika makan siang bersama supirnya karena Mona dan Oki yang ingin makan bersama supirnya, Erika melihat Andre makan sendirian membuat Erika tidak tega melihatnya, tapi Erika berusaha tidak peduli karena Andre sendiri membuat Andre susah sendiri seperti sekarang.


" Dia semenjak semua fasilitasnya disita, tidak pernah ada satu pun temen yang mau ajak Andre makan bareng, kamu tahu sendiri kan di kelas, pembullyan itu luar biasa sadis kan, jangan kan Andre yang dijahui bahkan kamu juga kan dijahui karena sakit seperti ini" Ucap Oki terus terang, Andre semenjak tidak memiliki apapun, tidak ada satu pun temen yang mau deket dengan Andre


" Temen temen disini, sombong dan egois yah, tidak bisa melihat kekurangan orang sama sekali, berasa sempurna dan disaat mengalami kekurangan yang sama, juga akan dijahui dianggap tidak pantas ditemani sama sekali" Ucap Erika yang tidak suka kuliah di kampus, orang orang sombong dan bisa dengan mudah merendahkan dan menjauhkan orang lain yang dianggap mengalami kekurangan dalam bentuk fisik maupun ekonomi.


" Yah begitu lah orang orang sombong, merasa paling tinggi dan disaat mendapatkan musibah berat tidak akan sanggup menjalankannya dan akan menjadi gila saking tidak sanggup menerima kenyataaan pahit dalam hidupnya, alhamdulillah kita bertiga tidak pernah sombong dan merasa tinggi, lihat saja Andre sekarang dia kan sombong parah selama ini dan disaat mendapatkan cobaan berat dia tidak sanggup menjalankan kehidupan barunya" Ucap Mona yang menyangkan sikap orang orang sombong, dan disaat mendapatkan cobaan berat bukan rasa peduli yang dirasakan tapi rasa senang karena melihat orang sombong jadi menderita dengan takdir hidupnya yang sekarang.


" Yah begitu lah manusia temen temen, sekarang saya jadi semakin yakin jahui Andre dan menolak untuk balikan karena Andre tidak pantas mendapatkan maaf dari saya, saya tidak akan pernah lupa dengan ucapan sombongnya awal saya sakit" Lanjut Erika yang masih kesal dengan ucapannya Andre, walaupun kasihan melihat Andre menderita tapi tidak membuat Erika mau memberikan kesempatan kedua


" Bagus, biar dia kapok" Lanjut Oki senyum sinis melihat Andre dan setuju jika Erika tidak mau balikan dengan Andre

__ADS_1


Supirnya Erika mendenger pembicaraan majikannya, membenarkan apa yang dirasakan Erika sekarang, karena menjalankan kehidupan dengan duduk diatas kursiĀ  roda tidak lah mudah untuk dilakukan, karena gerakannya terbatas dengan kondisinya dan setuju jika Erika membenci Andre yang sudah membuat Erika susah seperti sekarang


__ADS_2