Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
serius


__ADS_3

akhirnya pada dini hari barulah mereka sampai di tanah kelahiran mereka tercinta itu. Awalnya mereka mengabari akan sampai pukul 7 pagi agar anggota keluarga bisa bersiap menyambut kedatangan mereka.


"guys ternyata kita jadi ngeprank " ucap Kiara terkekeh.


"pasti mereka tidur di satu rumah biar nggak telat nanti " tebak Rangga yg ikut terkekeh.


"ya ampun gue kangen banget sama Anya dan Aira (anak kedua Darwin)" ucap Darwin serius.


"eummm kangen mereka berdua atau kangen kak Mia ?" tanya Rangga menggoda .


"ya jelas lah gue kangen juga sama dia , dia kan istri gue. emang kalian jomblo akut. hahahaha " ucap Darwin mengejek adiknya itu.


"tapi Lo bener juga sih. hahahaha" balas Kiara mengakui ucapan kakaknya itu.


akhirnya mereka memutuskan untuk mencari semua anggota keluarga . dan ternyata semua anggota keluarga kumpul dirumah Kiara. karena memang Bu hayati dan pak Bahri sangat disenangi oleh setiap anggota keluarga karena sikapnya yang ramah .


"masak iya kita bakalan bangunin mereka ?" tanya Rangga tidak setuju.


"yaudah kita tidur diluar aja " ucap Kiara langsung duduk di lantai rumahnya.


"huhhhhh, di rumah gue biarpun duduk di lantai tapi gue langsung nyaman bro , coba di hotel bintang 10 sekalipun gue butuh waktu buat cari posisi nyaman " ucap Kiara yang disetujui kedua saudaranya itu.


akhirnya mereka pun duduk bersebelahan bersandar pada tembok. tanpa terasa mata mereka terpejam karena memang mereka sangat lelah.


pagi harinya sinar matahari tanpa malu menyinari bumi. tiga manusia itu tak sedikitpun terganggu oleh sinar matahari yang memapar wajah mereka.


sekitar pukul 7pagi tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu rumah Kiara dari dalam. Ternyata seorang anak berusia sekitar 6 tahun keluar dari dalam rumah yg lumayan mewah itu.


anak itu terkejut sekaligus senang melihat 3 orang tengah tertidur didepan rumah kakek neneknya.


"Ayah.........." teriak anak itu yang tak lain adalah Anya.


sebagian anggota keluarga keluar menemui Anya karena takut Anya dalam bahaya. begitu mereka melihat ke3 manusia yang sangat mereka rindukan itu membuat mereka terkejut.


"kapan mereka pulang ??" tanya pak Bahri heran


"uhhhh mereka kelihatan lelah sekali sampai tak menyadari teriakan Anya " ucap Rizky yang juga keluar karena teriakan Anya.


"mereka pasti mau prank kita " tebak Mia mantap .


"aku punya cara nih " lanjut Mia langsung masuk mengambil seember air.


"kakak mi ??" tanya Rizky heran


"why not bro " jawab Mia santai.


akhirnya byurr.....


Kiara ,Rangga dan Darwin tersentak kaget karena guyuran air tersebut .


"kak Mia....." teriak Kiara kesal.

__ADS_1


"ya ampun kakak tega banget sih " ucap Rangga tak kalah kesal .


"siapa suruh sok mau ngeprank kita , jadi kita balik lah ngeprank kalinya " ucap Mia mantap sambil tertawa.


akhirnya mereka bertiga pun segera membersihkan tubuh mereka dan mengganti pakaian setelah itu mereka melakukan sarapan bersama.


"ayah...." ucap Anya menghampiri Darwin yang sedang menggendong Aira .


"Anya kangen sama ayah " ucap Anya manja kepada ayahnya itu.


"ayah juga sayang " balas Darwin mencium putri sulungnya itu.


kemudian Kiara membagikan oleh-oleh yang ia beli disetiap negara yang mereka kunjungi seperti biasa.


"kapan nih ???" ucap Rizky menggoda Rangga.


"ya elah lu , kakak Lo baru pulang malah langsung dider-der kek gini " jawab Rangga bingung .


akhirnya setelah itu merekapun kembali ke rumah masing-masing dan meninggalkan rumah Kiara .


sesampainya di rumah , Rangga langsung menghubungi kekasih hatinya itu yang bernama kiran itu .


"kiran apa kita bisa bertemu ??" tulis Rangga di sebuah pesan WhatsApp


"tentu saja, kapan ?" balas kiran cepat .


"besok sore di tempat biasa " balas Rangga


"apa sudah lama menunggu ??" tanya Kiran yang baru datang .


"tidak , aku baru saja datang " jawab Rangga jujur.


"nih , aku ada oleh-oleh buat kamu . aku nggak tau warna favorit kamu jadi aku minta adik ku buat milihin ini buat kamu " ucap Rangga sambil menyerahkan paper bag kepada kiran .


Dengan senang hati Kiran langsung membuka paper bag itu dan betapa senangnya ia karena mendapat sebuah tas dari Rangga .


"wahhhh kenapa repot-repot sih ngga ??" tanya Kiran basa-basi


"nggak repot kok " ucap Rangga tulus.


akhirnya setelah menyiapkan mental dan keberaniannya Rangga pun akhirnya mengutarakan niatnya kepada kiran.


"Kiran , Will you marry me?" ucap Rangga tulus


"apa ?" tanya Kiran kaget.


"iya kiran , aku serius . aku mencintaimu , aku kira aku akan melupakanmu selama aku berada di luar negeri , tapi aku salah, aku justru semakin mencintaimu dan takut kehilanganmu " ucap Rangga menatap mata Kiran .


kiran merasakan ketulusan Rangga , akhirnya setelah terdiam beberapa lama kiran pun menjawab permintaan Rangga itu.


Kiran pun mengangguk mengisyaratkan jawabannya.

__ADS_1


"kamu mau ?" tanya Rangga antusias.


"iya" ucap kurang lembut sambil mengangguk dan tersenyum kepada Rangga.


Rangga sangat senang bahkan ia merasa dunia ini milik dirinya.


"kapan aku bisa ketemu sama keluarga kamu ?" ucap Rangga antusias.


"emmmm.....kakak ku masih di luar negeri " jawab Kiran ragu.


"kapan mereka kembali ?" tanya Rangga


"mungkin 2 Minggu lagi " ucap kurang mantap.


"kalau begitu , kamu mau kan aku kenalin ke keluarga aku dulu?" tanya Rangga


"kapan ?" tanya Kiran khawatir , karena sebenarnya ia belum siap untuk bertemu keluarga Rangga


"besok pagi " ucap Rangga mantap.


"hahhhh......aku belum siap , aku malu " ucap Kiran jujur.


"nggak papa sayang , keluargaku orangnya asik asik kok, apalagi kalo kamu udah ketemu sama sepupu sepupu ku" bujuk Rangga yang akhirnya berhasil meyakinkan Kiran.


"ya ampun , tumben kamu panggil aku sayang " ucap Kiran menggoda Rangga.


"kenapa ?kamu kan calon istriku dan sebentar lagi kita bakalan tinggal bersama." ucap Rangga membalas godaan Kiran.


"yaudah , ayo kita pulang " ajak Kiran mengalihkan pembicaraan.


"ntar dulu , aku masih kangen sama calon istriku " ucap Rangga yang membuat pipi Kiran merah.


"ihhh Rangga " ucap Kiran menutup wajahnya yang memerah.


akhirnya merekapun akhirnya pulang ke rumah masing-masing. diperjalanan Rangga tak henti-hentinya tersenyum mengingat bahwa sebentar lagi ia kan menikah.


sedangkan Kiran , ia menatap jalanan dari dalam taxi yang ia tumpangi dengan tatapan yang sulit diartikan. mungkin ia sedang memikirkan kedua orang tuanya.


sesampainya di rumah , Rangga menyempatkan diri untuk ke bengkel Darwin.


"nih , Lo berdua minum dulu " ucap Rangga menghampiri kedua saudaranya itu sambil memberikan minuman.


"Kik, ini buat Lo , yang nggak pake gula " lanjutnya lagi.


"wahhhh wahhhh tumben Lo inget , biasanya selalu lupa kalo dipesen jangan pake gula " ucap Kiara senang.


"tumben Lo seceria ini . jangan bilang Lo....??" ucap Darwin setengah .


"yupss....gue udah ngelamar pacar gue , besok gue bakalan ngenalin dia ke kalian ". ucap Rangga mantap.


Kiara dan Darwin terkejut , karena selama ini mereka tidak tahu bahwa Rangga mempunyai seorang kekasih

__ADS_1


__ADS_2