
"adik ku jangan lupa dengan pembalasan dendam kita. Kau ingat , ayah dari anak-anak mu ini telah menghancurkan mimpimu. " ucap Riko menunjuk Rangga yang masih menahan rasa skait.
Kiran hanya terdiam , ia tak tahu harus bagaimana .
"Riko...Lo nggak tau kejadian sebenarnya " ucap Rangga
"apa ?? Lo akan bilang anak buah gue lalai . ya bener , tapi karena Lo bertiga juga gue mencapai kerugian triliunan. " jawab Riko.
"Lo tau, karena perbuatan Lo bertiga hidup gue hancur , mimpi adik gue hancur. Lo bertiga bahkan sudah menghancurkan hidup gue " lanjut Riko lagi.
Semua orang terdiam , sedangkan Rangga terus saja menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit.
"Omm...tolongin ayah....Tita mohon " ucap Titania mengatupkan kedua tangannya menghadap Riko.
Riko hanya menyeringai , dan mengisyaratkan kepada salah satu anak buahnya.
"om...tita mohon...omm.." ucap Titania terus menerus .
"Diam....." teriak Riko akhirnya.
semua orang terkejut, sedangkan Titania langsung menangis karena ia tak terbiasa mendengar bentakan seperti itu.
entah darimana Rangga mendapat kekuatan. melihat putrinya ketakutan dan menangis membuatnya semakin marah.
sedangkan Kiran tak tahu harus melakuka apa , ia hanya diam membisu ditempatnya berdiri.
Tiba-tiba Rangga mengeluarkan sebuah pistol dalam bajunya yang ia ambil dari salah satu anak buah riko yang ia taklukan.
Rangga kemudian mengarahkan pistol tersebut tepat kedada Riko.
"hahahaha....." Riko hanya tertawa melihat tindakan Rangga itu.
"silaahkan kalau kau berani ...maka aku tidak segan-segan melakukannya kepada putrimu juga " ucap Riko dengan tawa seramnya.
Benar saja , ada seseorang yang mengarahkan pistol ke arah Titania.
'ya Allah apa yang harus ku lakukan. Ya Allah jika ini adalah hari terakhir ku , aku mohon ampun. Dan aku memohon agar anak-anak ku menjadi anak-anak yang baik pintar dan berguna bagi orang disekitarnya. 'batin Rangga pilu.
"kakak apa yang kau lakukan ???" tanya Kiran berteriak.
"aku tidak melakukannya , tapi suamimu lah yang melakukannya " jawab Riko santai.
trak.....
Rangga menjatuhkan pistol ditangannya dan memohon agar melepaskan Titania.
__ADS_1
"dendam mu adalah kepadaku , silahkan kau balasan dendam mu kepadaku , tapi aku mohon lepaskan putriku " ucap Rangga
Dor.....
satu peluru melesat lagi ke perut Rangga.
"Rangga" teriak dua orang yang tak lain adalah Kiara dan Darwin.
ya Kiara dan Darwin sudah datang namun mereka dalam tahanan anak buah riko. Kedua tangan mereka diikat ke belakang tubuh mereka .
Air mata Rangga menetes , ia terduduk dan menahan perutnya yang terluka agar tidak terlalu banyak mengeluarkan darah .
"ssudah kuduga , kalian berdua akan datang. untung saja kalian berdua datang , jadi kalian bisa melihat detik-detik terakhir dari suadara kalian ini " ucap Riko dengan santainya.
"Riko ,, mengapa kau hanya membalaskan dendam kepada dia ??? apakah kau tak sanggup melakukannya sekaligus kepada kami bertiga ??" tanya Kiara berteriak.
"Bibi ,, paman. tolong ayah...hiks..hiks.." ucap Titania terus menangis.
"iya sayang, kamu jangan takut ya. Ayah pasti akan baik-baik saja " bujuk Kiara meyakinkan.
"Dan sekarang kau merendahkan dirimu dengan menahan anak kecil yang belum tahu apapa. " teriak Darwin lagi.
"Aku tahu mengapa kau hanya menyakiti kakak ku saja , itu karena adikmu sudah jatuh cinta kepadanya dan kau begitu takut adikmu tidak menyayangimu lagi ." ucap Kiara berteriak.
"Asal kau tahu, istrimu begitu beruntung mendapatkan kakak ku , apakah kau pernah bertanya kepadanya , apakah dia mencintai suaminya ?? atau apa yang membuatnya mencintai suaminya " teriak Kiara lagi.
semua orang terkejut, suara Kiara begitu menggema .
"Asal kau tahu , kejadian waktu itu , kami tidak terlibat sedikitpun. Kami hanya lewat saja. dan kepala polisi merupakan teman karib kami. Dan disitulah kesalahan mu , kau tidak dapat membedakan salam persahabatan dnegan salam penghargaan " teriak Darwin.
Kiara dan Darwin terus saja menyerang Riko dengan katakata mereka.
Flashback on
Kiara , Darwin dan Rangga sedang menjelajahi sebuah hutan untuk menemukan tanamantanaman langka sebagai hiasan rumah.
Namun di tengah hutan mereka tiba-tiba mendengar suara mobil polisi yang tengah berpatroli.
Mereka bertiga pun bergegas mencari sumber suara dan bersembunyi dibalik semak-semak.
"itu bukannya Aldo ??" tanya Kiara.
"iya Lo bener ..ehh liat , banyak banget senjatanya " ucap Rangga menimpali ketika ia melihat beberapa polisi memindahkan senjata dari sebuah mobil ke dalam mobil polisi.
"oo mungkin Aldo lagi menghentikan penyeludupan " celetuk Darwin.
__ADS_1
setelah itu , Kiara Rangga dan Darwin keluar dan langsung menyapa sahabat karib mereka itu.
"aldo " teriak Darwin.
aldo pun terkejut karena melihat kedatangan ketiga sahabatnya itu. Ia kemudian menyalami satu persatu dari mereka.
melihat tatapan ketiga temannya membuat Aldo yakin bahwa teman-temannya heran mengenai apa yang ia lakukan.
Aldo pun menceritakan bahwa ia sedang menggagalkan penyeludupan senjata api .
setelah itu , Aldo pamit untuk kembali ke kantor sedangakn ketiga saudara itu melanjutkan pencarian mereka.
"kok gue baru tau ya , disini jalannya beraspal terus bagus lagi " ucap Kiara heran.
Tiba-tiba datanglah sekelompok orang yang menghentikan mereka. Orang-orang itu mulai menyerang Kiara Rangga dan Darwin , namun orang-orang itu tak punya kekuatan lebih untuk melawan ketika saudara itu.
Darwin terlihat memperhatikan sesuatu , dan langsung mengajak kedua adiknya pergi dari tempat itu.
"Lo berdua tau siapa otak penyeludupan itu ??" tanya Darwin.
"nggak , emangnya siapa ??" tanya Rangga dan Kiara bersahutan.
"Riko eyton , tadi gue liat di mobil yang nyerang kita ada lambang dia. Riko itu adakah salah satu mafia paling ditakuti . Gue takut jika dia salah paham sama kita " ucap Darwin panjang lebar.
"tapi kan kita nggak tau apa apa ?" tanya Kiara heran.
"tapi bisa jadi dia menganggap kita pelakunya , makanya orang-orang itu menyerang kita " jawab Rangga.
Flashback off
Darwin tak terima dnegan kejadian sebenarnya. Ia kemudian melangkah menuju Rangga dan melayangkan bogeman mentah ke wajah Rangga.
Rangga tak bisa melawan karena tubuhnya sudah sangat sakit. Dan ia juga pasrah , asalkan putrinya tidak di sakiti.
"Riko Lo nggak bisa ngelampiasin kesalahan Lo kepada kakak gue " teriak Kiara
Riko semakin geram , ia kembali mengambil pistol yang tergeletak diatas meja tempat dia duduk tadi.
Riko pun mulai membidik pistol itu tepat kearah kepala Rangga.
"Kakak stop..." teriak kiran berlari menghampiri Rangga yang sudah tak berdaya.
Kiran membawa Rangga dalam pelukannya , ia menangis sejadi-jadinya karena menyesal telah mengikuti ucapan kakaknya untuk balas dendam.
"Stop kakak , jangan sakiti suamiku lagi. Kau sudah dengar kebenarannya kan kalau mereka bertiga tidak bersalah " ucap Kiran menangis namun tetap memeluk Rangga erat.
__ADS_1
"Maaflan aku karena .....