Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
mengganggu Kevin dan Humaira


__ADS_3

Malam harinya Ardan mengajak Arsen untuk mencari hiburan .


"kita keluar yok , mumpung kerjaan udah beres semua " ucap Ardan mengajak Arsen.


"kemana ??" tanya Arsen malas


"udah ayo , gue yakin Lo bakalan seneng " bujuk Ardan menarik tangan Arsen.


akhirnya mereka pun berangkat dengan Ardan mengendarai mobil . Arsen hanya diam saja memperhatikan jalanan yang ia lewati.


"Dan , ini kan jalan menuju rumah Kevin dan Uma . jangan bilang Lo mau ajak gue buat ngancurin malam pertama mereka " tebak Arsen mantap.


"yupsss , gue yakin bakalan seru banget " ucap Ardan terkekeh.


"ya juga sih , oke deh " ucap Arsen akhirnya.


dan benar saja mereka datang bertamu di rumah Kevin dan Humaira . sebelum keluar tak lupa Arsen mengatur strategi prank mereka.


"kita bakalan makan di rumah mereka mumpung gue lagi Akper banget " ucap Arsen jujur


"makanya jangan galau Mulu " ucap Ardan kesal.


"ehhh tunggu gue baru inget masalah a......" ucap Arsen terputus


"nanti aja kita bahas lagi " sambung Ardan langsung memencet bel rumah Kevin.


cukup lama mereka menunggu hingga datanglah seorang pria yang membukakan pintu untuk mereka.


"ohh kalian " ucap Kevin ketika melihat Arsen dan Ardan


"maaf ya , gue baru selese shalat soalnya " lanjut Kevin lagi


"selese shalat atauuuuu...." selidik Ardan dengan pdnya


"udah ah , Lo masih kecil nggak boleh mikir yang aneh-aneh " ucap Arsen pura-pura mengomeli Ardan .


akhirnya mereka dipersilahkan masuk oleh Kevin . tiba-tiba terdengar suara sepupu perempuan mereka itu.


"siapa sayang ??" tanya Humaira berteriak dari dalam kamarnya.


"kami" teriak Arsen dan Ardan bersamaan.


didalam kamarnya Humaira menggerutu kepada kedua sepupunya itu


"dasar jomblo , ganggu penganten baru aja " gerutu Humaira memperbaiki mukenanya.


Humaira pun keluar dari kamarnya dengan tetap menggunakan mukena lengkap dengan setelannya.


"Lo berdua mau ngapain ??? jangan bilang Lo berdua mau....." selidik Humaira begitu melihat kedua sepupunya itu .


"Lo suudzon banget sama kita berdua , ginigini kita kan sayang Ama Lo , kita kan belum bisa relain Lo gitu aja " ucap Ardan setengah jujur.

__ADS_1


"hmmmmmm alasan " ucap Humaira cuek.


"nih kalian minum dulu " ucap Kevin yang baru datang membawa 4 gelas air putih .


"Ma gue laper " ucap Arsen polos


"terus kenapa Lo cari makan sini sih sen , gue kan belum masak apa-apa " ucap Humaira kesal.


"sayang , di kulkas kan ada mie instan ." ucap Kevin


"Lo nggak papa kan makan mie dulu ?" tanya Kevin kepada Arsen.


sebenarnya mereka berempat menyadari bahwa Arsen saat ini sedang tidak baik-baik saja , memang kebiasaan Arsen jika sedang galau akan lebih memilih untuk berkumpul dengan sepupunya .


"yaudah tunggu, gue bikinin dulu." ucap Humaira masih Dnegan Nada juteknya.


"Dan Lo mau juga ?" tanya Humaira kepada Ardan.


"ya iya lah , ya kali Lo nggak ngingetin sepupu Lo yang ini " jawab Ardan meninggikan suaranya.


akhirnya Humaira pun membuatkan mie instan untuk mereka berempat setelah siap mereka makan bersama sambil berbincang-bincang santai.


setelah selesai makan Arsen dan Ardan mengobrol dengan Kevin dan Humaira di ruang tamu mengenai banyak hal. bahkan tanpa sadar mereka sudah mengobrol sampai jam 11 malam.


Humaira tak tahan untuk begadang , ia pun memilih untuk masuk ke kamarnya meninggalkan ketiga lelaki itu.


"awas aja Lo berdua "ucap Humaira kesal.


"yaudah Vin gue berdua pergi dulu . gue ma Ardan minta maaf karena udah ganggu waktu Lo sama Uma juga " ucap Arsen basa basi .


"yaudah Vin kita pamit pulang dulu ya , kita berdua titip Uma sama Lo " ucap Ardan


"iya pasti sekarang kan Uma istri gue " jawab Kevin


'liat aja Lo berdua bakalan gue bales.hhhh' batin Kevin


akhirnya Arsen dan Ardan pun pulang diantar sampai depan pintu oleh Kevin.


setelah kedua lelaki itu pulang ,Kevin masuk ke kamarnya dan melihat istrinya sudah tertidur lelap dengan sangat cantiknya.


'aku mana tega bangunin kamu sayang , huhhhh dasar tu dua orang ' batin Kevin kesal.


sedangkan didalam mobil Arsen dan Ardan tertawa terbahak-bahak karena berhasil menghalangi malam pertama sepupunya.


"kita ke mana lagi ?" tanya Arsen


"gimana kalo kita ke bar ?" tanya Ardan


"oke ayo " ucap Arsen setuju.


sesampainya di bar mereka langsung memesan ruangan VIP , disana mereka hanya minum saja tanpa ada wanita-wanita malam yang menemani. karena mereka tidak menyukai hal itu.

__ADS_1


sebelum pesanan datang


"ummm Dan , gue nggak tau sama sekali kalo Ale itu adalah Ara gue " ucap Arsen ragu


"sama gue juga nggak tau kalau nona Ale adalah Kiara " ucap Ardan mantap .


"tapi yang buat gue heran , kenapa Ale sangat benci sama Lo , bahkan dia sampe menangis waktu itu. " lanjut Ardan


Arsen pun menceritakan apa yang terjadi , dan membuat Ardan sadar bahwa sebenarnya Kiara masih mencintai Arsen.


"sen , Lo harus perjuangin nona Ale , karena gue yakin dia masih mencintai Lo " ucap Ardan memberikan semangat


"tapi Lo ??" tanya Arsen khawatir


"gue cuma mengaguminya , bukan mencintainya " jawab ardan jujur .


"lagi pula gue udah ada calon kok " lanjutnya lagi dengan jujur.


tak berapa lama pesanan merekapun datang . Arsen dan ardan hanya minum sebotol berdua saja karena mereka tak mau sampai mabuk. setelah merasa puas merekapun kembali kerumah untuk beristirahat.


beberapa Minggu kemudian Arsen dan Kiara tak pernah bertemu lagi , mereka lebih memilih untuk fokus melakukan pekerjaan mereka.


malam harinya Kiara sedang makan malam bersama dengan ibu dan bapaknya.


"Kik , apa sudah ada calon ?" tanya pak Bahri tanpa basa-basi


"belum pak " jawab Kiara mantap.


"mau sampe kapan nak , bentar lagi umur kamu 25 loh " sahut Bu hayati.


"kia nggak punya waktu buat mikirin itu , kia masih sibuk " ucap Kiara akhirnya.


"nggak bisa gitu dong Kik , apa harus bapak yang cariin ?" tanya pak Bahri bercanda


"iya deh nggak papa . kia janji nggak bakalan nolak. " jawab Kiara mantap


pak Bahri dan Bu hayati terkejut dengan jawaban putrinya itu , mereka tak menyangka bahwa Kiara akan setuju begitu saja.


"tapi kan kamu nggak cinta Kik sama pilihan bapak sama ibuk " ucap Bu hayati khawatir


"cinta bisa tumbuh buk , nggak papa ,kia serius loh .asalkan jangan sama bapak-bapak, om-om atau kakek-kakek." ucap Kiara mantap.


akhirnya mereka melanjutkan makan dengan pikiran masing-masing. Kiara yang sudah pasrah dengan kisah percintaannya dan pak Bahri dan Bu hayati yang belum percaya dengan keputusan anaknya.


'apa dia pernah disakitin , hatinya seolah-olah seperti nggak percaya lagi dengan namanya cinta, ' batin pak Bahri.


'semoga kamu bahagia sayang , ibu yakin orang kami pilihkan akan bahagiain kamu' batin Bu hayati.


setelah makanannya habis Kiara langsung pergi ke kamarnya untuk beristirahat .


"ya juga sih , bener kata ibu sama bapak , tapi gue bakalan nyari suami dimana ? apa ada yang mau sama gue yang judes kek gini ??? haduhhhhh nggak papa deh gue terima pilihannya ibu sama bapak " ucap Kiara langsung memejamkan matanya dan mulai menyelami alam mimpinya

__ADS_1


__ADS_2