Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
Kembali seperti semula


__ADS_3

"kenapa lama banget sih ????..aku kan.... " ucap rangga terputus


"iya maaf" jawab kinan


Rangga sebenarnya khawatir dengan keadaan istrinya dengan mata memerah keluar dari kamar mandi. namun ia masih saja tidak mampu menangani keegoisannya.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya,, kiran kemudian membantu rangga untuk mengenakan pakaian, kemudian dirinya juga tak lupa merapikan diri karena hari ini rangga sudah diperbolehkan pulang.


Setelah diperiksa dokter,, Rangga dan kiran akhirnya meningggalkan rumah sakit dijemput oleh Riski.


Diperjalanan baik Rangga dan Kiran hanya duduk diam dengan pikiran Masing-masing.


'kok gini ya rasanya,, gue ngerasa canggung banget *njim.' batin Riski


"kak, tadi apa kata dokter?? " tanya Riski basa-basi


"jangan lupa istirahat" jawab rangga datar


"ya elah lu, biasa aja kali" balas Riski


"lo fokus aja nyetirnya,, kita ngobrol di rumah aja " jawab rangga lagi agar adiknya itu tidak banyak bertanya.


"ohh ya kakak ipar,, bagaimana keadaanmu?? " tanya Riski beralih bertanya kepada kiran.


"aku baik ki,, kamu sendiri gimana?? terus keadaan istrimu bagaimana?? " tanya kiran ramah


"baik kak,, minggu lalu aku temenin vita ke dokter, kata dokter Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. dan perkiraannya seminggu lagi. " jawab Riski.


Akhirnya mereka sampai di rumah rangga. Riski kemudian membantu menurunkan barang-barang rangga,, sedangkan kiran membantu rangga untuk menuju kamar mereka di lantai dua..


Hari-hari kiran lalui dengan sikap rangga yang masih acuh kepada dirinya. Namun kiran sadar bahwa apa yang ia lakukan memang lah sulit untuk dimaafkan .


Malam ini dimeja makan Kiran menyuapi titania terlebih dahulu baru setelah itu ia menyantap makanannya.


"Ayah... Ayah sudah sembuh kan?? Ayah sudah tidak berdarah lagi?? " tanya titania polos.


"iya ayah sudah sehat sekarang,,, bahkan ayah sudah bisa menggendong Tita lagi " jawab Rangga ramah kepada putri kecilnya itu


"yeeeey" sorak titania kegirangan


"Bunda.. Bunda juga makan,, Tita bisa makan sendiri " ucap titania ramah sambil mengambil sendok ditangan kiran.


Ternyata benar,, Titania menyuapi dirinya dengan telaten membuat rangga dan kiran tersentuh melihat putri kecilnya itu.. Mereka menyesal telah menyeret putri mereka kedalam permasalahan orang dewasa.


Kiran tak tahan, hingga air matanya menetes.. namun segera ia hapus..


Setelah selesai makan,, kiran membersihkan bekas dan sisa makanan,, sedangkan rangga memilih untuk mengantar putri kecilnya ke kamar..

__ADS_1


Setelah kiran melihat Rangga masuk kedalam ruang kerjanya,, ia kemudian memilih menatap bintang di salah satu balkon rumahnya...


Kiran terduduk dengan pikirannya, sampai saat ini rangga masih saja bersikap dingin kepadanya.


'Mengapa rangga masih belum memaafkanku, disaat semuanya sudah baik-baik saja. aku bingung harus bagaimana, aku sadar dengan kesalahan ku tapi bagaimana caraku agar rangga bisa memaafkanku' batin kiran sambil air mata tak bisa dibendung..


Kiara menutup wajahnya agar tidak ada yang bisa mendengar suara tangisannya..


Namun lama kelamaan Kiran tak mampu memendam kesedihannya,, ia semakin terisak membayangkan hidupnya.. Tanpa ia sadari ada sepasang masa yang dari tadi memperhatikannya, ya siapa lagi kalau bukan rangga.


'huhhhh gue ngga tahan lagi,, gue ngga mungkin lakuin ini terus menerus,, kasian istri gue' batin rangga yang hatinya teriris melihat kiran menangis..


Ia kemudian mendekati kiran dan duduk di hadapan kiran.. Kiran masih belum menyadari kedatangan rangga karena memang ia sudah mencapai puncak kesedihannya..


Akhirnya dengan lembut Rangga menyentuh kedua tangan kiran yang menutupi wajahnya. kiran terkejut dan langsung melepaskan telapak tangan dari wajahnya secara perlahan..


Kiran melihat wajah rangga yang dulu,, tatapan mata penuh cinta dari rangga membuat air mata kiran kembali mengalir .


"maafin aku" ucap rangga tulus sambil menghapus air mata kiran


Kiran hanya menggelengkan kepalanya karena ia tak bisa mengeluarkan sepatah kata akibat sesengukan..


Rangga kemudian beralih duduk di sebelah istrinya dan menarik kiran ke dalam pelukannya.


"maafin sikap aku selama ini ya " ucap rangga sambil mengelus kepala kiran


"Jangan meminta maaf,, aku yang seharusnya minta maaf " ucap kiran setengah terbata.


Didalam kamar,, Kiran berbaring dengan sangat hati-hati


"maafin aku ya.. jangan banyak fikiran lagi " ucap rangga sambil mencium kening kiran


Kiran tersenyum melihat perlakuan rangga yang sudah kembali seperti dulu


"nakk,, kamu tidur juga ya,, biar bunda bisa istirahat juga. " ucap rangga berbicara dengan perut kiran kemudian menciumnya..


Merekapun akhirnya terlelap dan menyelami alam mimpi masing-masing.


Keesokan paginya, Rangga terbangun lebih dulu dan betapa bahagianya ia karena ia melihat wajah yang selama ini ia rindukan..


'Terima kasih karena sudah memilih hidup bersamaku' batin rangga sambil menatap lekat wajah kiran.


Tak lama kiran membuka matanya,, dan betapa terkejutnya ia melihat rangga yang menatapnya lekat.


"selamat pagi sayang" ucap rangga


Kiran terdiam,, ternyata ia tidak bermimpi bahwa semalam rangga memang benar-benar sudah memaafkannya..

__ADS_1


Kiara tak berbicara, ia memilih membangunkan tubuhnya .


"ayo kita shalat subuh dulu " ajak kiran


Rangga pun menyetujui hal tersebut,, mereka pun segera melaksanakan shalat subuh secara bersamaan.


Setelah selesai rangga kemudian mengubah posisinya menghadap kiran..


"maafin aku" ucap kiran terlebih dahulu sambil menundukkan wajahnya.


"Tidak sayang,, mulai sekarang kita lupakan semuanya, kita tata hidup kita kembali. yang dulu biarlah jadi pelajaran, kita fokus saja untuk hidup kedepannya. " ucap rangga ramah menyakinkan istrinya.


Kiran kemudian memeluk erat orang yang dicintainya itu,, ia merasakan ketulusan dari setiap ucapan rangga..


'Ya Allah terima kasih untuk hidup yang luar biasa ini,, aku bersyukur bisa hidup dengan kakak seperti kak riko dan dengan imam seperti rangga' batin kiran dengan air mata yang mengalir


"sayang,, apa kamu mau melanjutkan mimpimu?? " tanya rangga dengan posisi masih memeluk kiran


"aku tidak keberatan jika kau melanjutkan mimpimu itu" ucap rangga lagi


kiran menarik tubuhnya dari pelukan tangga dan menatap lekat mata rangga. kiran tak menemukan keraguan sedikitpun dalam mata rangga


kiran menggeleng


"Dulu memang aku sangat ingin mewujudkannya, namun Tuhan tidak mengijinkan.. Namun aku bersyukur dibalik itu semua aku bisa ketemu sama kamu.. Jadi aku sudah memutuskan untuk menjadi istrimu saja dan ibu untuk anak-anak kita " ucap kiran dengan senyuman manis diwajahnya.


Rangga tersenyum membalas ucapan istrinya itu,, ia kemudian menarik kiran lagi kedalam pelukannya sambil mencium pucuk kepala kiran..


Tiba-tiba...


Cek lek.......


"Ayah.... Bunda..... " teriak gadis kecil menerobos masuk ke kamar mereka, siapa lagi kalau bukan titania..


"sayang.. " ucap kiran


"Ayah kenapa ayah tidak mencari Tita ke kamar Tita.. Bunda juga kenapa belum ke dapur??? " tanya titania beruntun


"iya iya maafin ayah ya sayang" ucap rangga memeluk gadis kecil itu


"Titan tau ngga sebentar lagi adik bakalan lahir loh " ucap rangga


Titania kemudian mengangkat mukena kiran untuk melihat perut buncit kiran.


"mana ayah?? " tanya titania polos


Rangga kikuk,, ia kemudian memposisikan kepalanya mendekati perut kiran..

__ADS_1


"sini coba Tita dengerin juga" ajak rangga yang langsung diikuti oleh Tita..


Kiran begitu bahagia keluarganya sudah kembali seperti semula.


__ADS_2