
Erika ajak supirnya ke danau karena Erika ingin sekali merenung dan menenangkan diri disana, membuat supirnya Erika setuju untuk anterin ke sana.
" Saya akan temani nona sampai nona selesai merenung didanau" Ucap Supirnya Erika senyum ramah melihat Erika
" Kamu kenapa baik sekali ke saya? saya kan merepotkan kamu, dan kenapa mau terima pekerjaan untuk menemani anak lumpuh seperti saya?" Tanya Erika penasaran melihat supirnya, yang terlihat masih muda dan tampan tapi mau menemani dan membantu Erika yang selalu merepotkannya.
" Kenapa kamu bicara seperti itu? Mana Erika yang periang dan bahagia dengan apa yang dilakukannya? Erika yang selalu percaya diri seperti dulu? Saya seneng melihat Erika yang dulu?" Tanya Supirnya Erika terus terang dan selalu memperhatikan Erika, setiap kali Erika ke kantornya Farhan selalu ceria dan tidak pernah murung
__ADS_1
" Seneng melihat saya dulu yang ceria? Tapi saya yang sekarang kan beda, selalu menyusahkan banyak orang dengan kondisi saya sekarang, dan tidak bisa melakukan apapun sendiri, kenapa kamu masih kagum dengan saya? Bahkan Andre saja yang pacar saya menjauh karena malu Deket Deket dengan saya kan?" Tanya Erika menatap heran supirnya, yang masih mengaguminya dengan kondisi lumpuh seperti sekarang
" Entah lah Erika, kenapa saya masih kagum dan peduli dengan kamu, walaupun kamu bener Andre saja malu Deket dengan kamu, tapi entah kenapa saya tidak malu sama sekali didekat kamu bahkan yang ada justru ingin membantu kamu, dan tidak merasa malu untuk membantu kamu bahkan menerima pekerjaan ini. Yang jelas saya bahagia didekat kamu." Lanjut Supirnya Erika terus terang, supirnya Erika memang sudah lama menyimpan perasaan ke Erika.
" Apa kamu bahagia didekat saya? Apa itu artinya kamu suka dengan saya? Bisa menerima saya apa adanya? Sejak kapan?" Tanya Erika kaget mendengar ucapan Supirnya yang menyatakan cinta nya ke Erika
" Sejak dua tahun yang lalu, saya dari dulu seneng anterin kamu kemana pun pak Farhan minta, saya tidak pernah ngeluh sama sekali, tapi saya mulai sedih karena kamu sudah jadian dengan Andre itu artinya saya sudah tidak bisa anteer dan jemput kamu lagi, saya sedih saat mendengar kabar kamu lumpuh saat kecelakaan motor bersama Andre, dan kesel saat tahu Andre jahui kamu karena kamu lumpuh padahal itu kesalahan Andre, tapi saya bahagia disaat pak Farhan minta saya untuk temani kamu kemana pun kamu pergi, bahkan saya rela untuk gendong kamu tadi , karena saya peduli dengan kamu dan saya bener bener sayang sama kamu" Lanjut Ikbal terus terang, Ikbal tidak malu mengungkapkan rasanya ke Erika karena pekerjaan Ikbal mungkin akan membuat Erika malu.
__ADS_1
" I love you Erika, apa kamu mau menjadi pacar saya?" Tanya Ikbal yang berusaha percaya diri, dan berharap Erika mau menerima cinta nya dan menerima kekurangan Ikbal
" Ikbal? Saya, saya terharu dengan rasa cinta kamu dan pengorbanan kamu, saya rasa tidak ada salahnya jika kita menjalani hubungan yang serius dan saya tidak malu dengan pekerjaan kamu juga" Lanjut Erika yang mau menerima perasaannya Ikbal karena ketulusan cinta yang Ikbal rasakan ke Erika selama ini dan pengorbanan Ikbal yang membuat Erika kagum melihatnya.
" Apa kamu serius? Apa kamu bener bener tidak malu dengan status saya yang supir ini?" Tanya Ikbal tidak percaya jika Erika mau menerima cinta nya.
" Kamu saja tidak malu kan mencintai saya, dan kenapa saya harus malu mencintai kamu, berarti kita sudah jadian?" Tanya Erika menatap Ikbal yang pegang tangannya
__ADS_1
" Iyah Erika, kita sudah jadian, terimakasih banyak sudah menerima cinta saya dan mau menjadi pacar saya." Lanjut Ikbal bahagia dan tidak menyangka jika Erika mau menerima cinta nya dan mau menerima kekurangan Ikbal
Erika langsung peluk Ikbal dan tidak menyangka jika orang yang sering menemaninya kemana pun Erika pergi, menyimpan perasaannya dan bahkan masih mencintai Erika dengan kondisi Erika yang lumpuh sekarang, yang mau apapun harus dibantu orang lain