
"sen...., Kiara kemana ??" tanya Ardan ragu
"dia kan ke Amerika bersama saudara-saudaranya " jawab Arsen singkat .
Ardan menyadari bahwa sepupunya itu sedang letih , jadi Ardan memutuskan untuk tidak melanjutkan obrolan lebih jauh lagi.
sesampainya di rumah , Arsen masuk terlebih dahulu ke kamar Kiara . Disana ia menangias sejadi-jadinya , karena ia belum mampu membuat Kiara bahagia berada disisinya.
"aku sangat mencintaimu " ucap Arsen sambil meneteskan air matanya.
sedangkan di bagian lain Kiara sedang bersiap-siap untuk pulang ke tanah airnya.
sebelum pulang Kiara menyempatkan diri untuk menghubungi Arsen lagi , namun tidak mendapat jawaban apapun.
'apakah Arsen marah ?? tapi ya pasti marah , secara dia pasti bakalan ngerasa nggak dianggap ' batin Kiara.
akhirnya iapun segera menuju bandara , namun ternyata sampai bandara pesawatnya delay. setelah 1 jam barulah pesawat lepas landas . namun ternyata mereka harus transit dulu ke negara tetangga , karena ada masalah cuaca .
"duh kapan kita baliknya " ucap Rangga
"sabar dulu , paling 1 jam lagi kek tadi " ucap Darwin menenangkan
akhirnya benar saja apa yang dikatakan. Darwin , pesawat mereka kembali mengudara hingga sampai di bandara kota X.
mereka sampai di negara X sudah larut malam. Tanpa basa basi , mereka langsung pulang kerumah masing-masing , tapi sebelum itu mereka mengantar Kiara terlebih dahulu kerumah Arsen.
"duh Arsen pasti udah tidur " ucap Kiara.
"ya iyalah , sekarang kan udah jam 12 malem " ucap Rangga.
"Lo berdua nggak mampir dulu ??" tanya Kiara
"emang Lo aja yang kangen sama suami Lo , kita udah anak loh..hahahahah" ucap Darwin yang membuat ketiganya tertawa.
akhirnya Kiara menarik kopernya menuju rumah Arsen , ia membuka pintu dengan kunci pintu yang ia bawa waktu itu.
Sesampainya didalam rumah , ternyata semua lampu sudah padam , hanya tersisa lampu ruang kerja Arsen.
"apa Arsen belum tidur ??" tanya Kiara pada dirinya sendiri.
"ini kesempatan aku buat minta maaf sama dia " ucap Kiara lagi.
__ADS_1
akhirnya Kiara memberanikan diri untuk naik menuju lantai dua tempat ruang kerja Arsen .
ternyata pintunya tidak terkunci , walaupun tidak terkunci , Kiara tetap mengetuk pintu dulu.
tok....tok. .tok
"assalamualaikum , Arsen....." ucap Kiara dengan nada lembut.
Kiara masuk ke dalam ruang kerja Arsen dan menutup pintu secara perlahan agar tidak terdengar suara bantingan.
belum Kiara membalik kembali tubuhnya Arsen sudah meluapkan semua yang ada didalam hatinya.
"inget pulang ???? kenapa nggak diem aja sekalian disana ." ucap Arsen dengan nada datar.
Kiara terkejut , karena kali ini ia merasa Arsen benar-benar marah.
"Arsen , aku minta maaf atas sem....." ucap Kiara yang kali ini terputus oleh ucapan Arsen.
"segitu marahnya kamu sehingga tidak menganggap ku sebagai suamimu. berapa kali aku harus mengatakan kalau kejadian itu adalah rencana angel , jebakan dia untuk menghancurkan diriku. tapi sampai 6 tahun kamu masih tidak percaya " ucap Arsen membalik tubuhnya menghadap Kiara.
"1 bulan lebih kita tinggal bersama tapi kamu NGGak Pernah sama sekali berusaha untuk mencintaiku. bahkan kamu tidak menghormatiku sama sekali " lanjut Arsen meluapkan emosinya.
Kiara terkejut karena Arsen benar-benar marah sampai suasana diruangan itu terasa mencekam
"aku tau , kamu sudah bertemu Dnegan angel dan angel sudah menjelaskan semuanya. kenapa kik , kenapa kamu bisa dengan mudah percaya dengan orang lain dibandingkan suamimu sendiri ???" tanya Arsen dengan nada sedikit meninggi.
Kiara lemas , ia merasa apa yang Arsen katakan adalah suatu kebenaran , karena ia bisa dengan mudah percaya pada angel sedangkan pada Arsen ia seolah-olah tak mau untuk mempercayai suaminya itu.
Kiara terduduk ditempatnya berdiri , ia merasakan sebuah penyesalan yang sangat dalam dan ia takut jika Arsen menyerah untuk menjalin hubungan dengan dirinya.
"Dan kenapa , selama kamu pergi kamu nggak pernah hubungin aku , kamu mikirin nggak kalo aku khawatir , aku menghawatirkan istriku " lanjut Arsen lagi.
"Kenapa jika dengan teman-temanmu kau begitu bahagia kau bisa tertawa bahkan bercanda , sedangkan ketika bersamaku jangankan untuk tertawa berbicara saja kau tidak mau. " lanjut Arsen lagi.
"aku sudah tidak mau menahannya lagi , jika kau tidak pernah merasa bahagia dengan semua ini maka aku akan membiarkanmu pergi." ucap Arsen membalik tubuhnya menghadap keluar jendela.
jder......
Kiara serasa tersambar petir , mengapa kehidupannya seperti di film . disaat ia tak mau kehilangan sosok yang ia sayangi justru orang yang ia sayangi itu ingin melepaskannya.
"Arsen kia minta maaf....kia tau kesalahan kia sangat besar . kesalahan kia nggak bisa dimaafin....Hikss....hiks.......kia...minta maaf...." ucap Kiara terisak.
__ADS_1
'apa? dia menangis ?' batin Arsen heran , karena ia tak menduga jika Kiara akan menangis sampai sesenggukan seperti itu.
" Kia akui kalau sekarang kia belum menjadi apa yang kamu inginkan , tapi kia janji...hiks...Hikss.....akan berusaha menjadi apa yang Arsen inginkan ." ucap Kiara menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Kiara terus menangis , menyesali perbuatannya .
Kiara terkejut karena ada seseorang yang menyentuh kedua bahunya dari depan. dengan perlahan Kiara membuka kedua telapak tangannya dan melihat Arsen berada tepat didepan wajahnya.
"apa kamu ingin melanjutkan pernikahan ini ??" tanya Arsen lembut.
sebenarnya Arsen sangat takut jika Kiara berkata tidak.
namun dugaannya salah , Kiara mengangguk menandakan bahwa ia akan melanjutkan pernikahan mereka.
Arsen lega dan sangat bahagia , dia pun menarik Kiara dalam pelukannya . dan yang membuat Arsen semakin terkejut adalah ketika Kiara membalas pelukannya.
menyandarkan kepalanya di dada Arsen membuat Kiara merasakan kenyamanan yang tidak pernah sama sekali ia rasakan selama ini.
setelah itu , Arsen melepaskan pelukannya dan memegang kedua sisi kepala Kiara.
"kita mulai dari awal sayang . yang terjadi biarlah berlalu , kita buka lembaran baru dan melanjutkan kehidupan kita sebagai suami istri. " ucap Arsen mencium kening Kiara Dnegan sangat lembut .
Kiara tersenyum , dan memeluk Arsen lagi.
"aku sayang sama kamu " ucap Kiara polos.
"aku mencintaimu sayang " balas Arsen.
"sen , ini udah jam 1 , aku belum mandi , kamu istirahat dulu aja ." ucap Kiara masih dalam pelukan Arsen.
"belum mandi , pantes aja dari tadi aku nyium bau asem gitu " goda Arsen yang membuat Kiara tertawa.
"hahahaha kamu bisa aja. yaudah aku mandi dulu ya " ucap Kiara mencium pipi Arsen dan langsung pergi.
Arsen seperti mendapat sebongkah berlian mendapat ciuman dari Kiara.
Keesokan harinya , ketika Arsen turun dari lantai kamarnya , ia melihat Kiara sudah berada di dapur menyiapkan makanan untuk mereka.
"wahhhh makan apa kita kali ini ??" tanya Arsen ketika sampai di meja makan.
"maaf ya , kita cuma makan sandwich sekarang karena hanya tersisa sayuran di kulkas." ucap Kiara
__ADS_1
"nggak papa sayang , nanti sore kita belanja " ucap Arsen.
Kiara hanya tersenyum membalas ucapan Arsen .