
Di kediaman Xinjiang,pelayan sedang panik mondar-mandir menunggu kedatangan tabib.Mereka khawatir dengan majikannya,tidak lama tabib datang menghampiri pelayan tersebut.
"Apa yang terjadi dengan putri?"Tanya tabib,kepada pelayan tersebut.
"Putri,dia tadi terpeleset lalu terjatuh ke dalam kolam."Ucap sang pelayan,masih khawatir majikannya kenapa-kenapa.
"Syukurlah,putri baik-baik saja.Cepat rebus obat ini,agar putri tidak terkena flu."Ucap tabib,karena sudah memeriksa majikannya.
Pelayan segera bergegas pergi merebus kan obat,agar majikannya tidak sakit.
Xinyi mulai sadar,dia membuka ke dua matanya.Dia melihat,ruangan yang begitu tidak asing di matanya.Dia merasa pusing,bahkan masih terasa sakit di dadanya.Xinyi masih bertanya-tanya dalam hatinya,siapa yang menyelamatkan dirinya.Dia berfikir,bukannya dia sudah mati.
"Ugh,dimana aku."Gumam Xinyi merasakan kepalanya sangat pusing.
"Ini di kamar putri sendiri,syukurlah putri tidak kenapa-kenapa."Ucap tabib senang,karena melihat majikannya sudah sadar
Xinyi mencoba mengingatnya,dia tidak percaya sama sekali dengan apa yang terjadi.Dia merasa ini mustahil,karena dia berada di kamarnya sendiri.
Pelayan masuk ke kamar dengan terburu-buru,dia mengantarkan obat untuk Xinyi.Dia tidak ingin di marahi tuan besar,karena sudah lalai menjaga putrinya.
"Tabib,ini obat putri."Ucap pelayan,memberikan obatnya terhadap tabib.
Tabib mengambil obatnya dari pelayang,dia langsung meminumkan obatnya terhadap Xinyi.Tanpa pikir panjang,Xinyi meminum obat yang di berikan tabib terhadapnya.
"Terimakasih."Ucap Xinyi,karena tabib sudah memberikan dia obat.
"Kalau begitu,kami undur diri dulu.Silahkan putri lanjut beristirahat."Perintah tabib,agar majikannya beristirahat.
Xinyi hanya menganggukan kepalanya,dia berbaring kembali memikirkan apa yang terjadi.Sedangkan pelayan dan tabib,mereka meninggalkan Xinyi seorang diri di dalam kamar.
"Apakah aku benar-benar terlahir kembali?jika memang benar aku terlahir kembali,ini sebuah keajaiban bagiku.Tapi kenapa aku masih merasakan kesakitan ini,bahkan rasa sakit ini sangat nyata."Gumam Xinyi,masih bingung dengan apa yang di alaminya.
Seorang perempuan paruh baya,dia tiba-tiba masuk ke kamar Xinyi.Dia begitu khawatir terhadap Xinyi,dia merupakan ibu kandung Xinyi.
"Xinyi putriku,apa kamu baik-baik saja?"Tanya sang ibu,khawatir terhadap putri satu-satunya.
"Aku baik-baik saja,bu."Jawab Xinyi yang senang,karena masih bisa melihat ibunya.
"Syukurlah,jika kamu tidak apa-apa sayang."Ucap sang ibu merasa tenang,karena melihat putrinya tidak apa-apa.
"Kenapa kamu bisa jatuh ke kolam sayang?"Tanya sang ibu,heran dengan putrinya.
"Aku tidak ingat sama sekali bu,mungkin aku tidak sengaja terpeleset bu."Jawab Xinyi sambil tersenyum,agar sang ibu tidak mengkhawatirkannya.
"Kalau begitu,kamu lanjut istirahat sayang."Perintah sang ibu,agar putrinya bisa beristirahat
"Terimakasih,sudah mengkhawatirkan ku bu."Ucap Xinyi,berkaca-kaca melihat ibunya.
"Jelas ibu mengkhawatirkan kamu sayang,karena kamu anak ibu sayang."Jawab sang ibu,membelai rambut putrinya.
"Maaf,sudah membuat ibu khawatir."Ungkap Xinyi,sambil menatap ibunya.
"Tidak perlu minta maaf sayang,sudahlah kamu beristirahat saja."Perintah sang ibu,karena dia tidak ingin putrinya berpikir aneh-aneh.
__ADS_1
"Baik bu."Balas Xinyi,menuruti perkataan ibunya.
Sang ibu keluar kamar putrinya,dia meninggalkan anaknya sendirian di dalam kamar.Dia tidak ingin mengganggu putrinya,dia membiarkan putrinya untuk beristirahat dengan tenang.
"Akhirnya,aku bisa melihat ibu lagi.Aku sangat lega,melihat ibu yang sehat seperti sekarang.Aku harus berhati-hati dengan paman dan bibi,agar mereka tidak mencelakai ibu lagi."Gumam Xinyi pada dirinya sendiri,karena dia masih menyimpan dendam di kehidupan yang lalu.
Sedangkan di luar kediaman,berita Xinyi yang terjatuh ke dalam kolam langsung tersebar begitu saja.Gosip langsung menyebar dengan cepat di negara Wei,hingga Jane yang merupakan sahabat Xinyi dari kecil pun mendengarnya.
Dia senang,saat mendengar Xinyi terjatuh.Jane berharap Xinyi tidak tertolong sama sekali,agar dia bisa populer di kalangan putri bangsawan.Jane segera bergegas untuk menjenguk Xinyi,dia ingin memastikan semuanya dengan sendiri.
Setelah sampai di kediaman Xinyi,Jane langsung bergegas ke kamar Xinyi.Dia ingin melihat keadaan Xinyi yang sebenarnya,sambil berharap Xinyi benar-benar terluka.Bukannya Jane jahat,tapi dia tidak ingin di bandingkan dengan Xinyi.Dia merasa di kucilkan,saat semua orang begitu mengagumi Xinyi.
"Xinyi,bagaimana keadaanmu?"Tanya Jane berpura-pura khawatir,saat masuk ke kamar Xinyi.
"Aku baik-baik saja."Balas Xinyi cuek,melihat kedatangan Jane yang merupakan musuh di kehidupan lamanya.
"Syukurlah,jika kamu baik-baik saja."Ujar Jane tenang,agar Xinyi tidak curiga bahwa dirinya sangat membencinya.
"Ada perlu apa kamu kemari?"Tanya Xinyi dan menatap Jane dengan lekat.
"Aku jelas disini untuk menjenguk kamu."Balas Jane,merasa aneh dengan sikap Xinyi yang tidak biasanya.
"Kalau begitu,silahkan kamu keluar!"Usir Xinyi,karena merasa muak dengan Jane yang ada di kamarnya.
"kenapa kamu mengusirku?"Tanya Jane heran dengan tingkah Xinyi.
"Kamu menggangguku!"Ucap Xinyi dengan nada penuh penekanan.
"Aku muak melihatmu,Kamu mengganggu istirahatku!"Ujar Xinyi ketus dan membaringkan tubuhnya.
"Kenapa kamu berubah Jadi seperti ini?"Tanya Jane,pura-pura sedih.
"Aku sama sekali tidak berubah,aku memang seperti ini."Jawab Xinyi,sudah malas melihat Jane.
"Tidak,kamu tidak seperti ini."Sanggah Jane,begitu kekeuh dengan ucapannya.
"Mungkin,hanya perasaanmu saja.Silahkan kamu pergi,aku tidak mau di ganggu olehmu!"Tunjuk Xinyi,ke arah pintu kamarnya terhadap Jane.
"Baiklah,aku akan pergi.Semoga kamu cepat sembuh."Ucap Jane,meninggalkan Xinyi sendirian dan pergi dengan kekesalan di hatinya.
Di perjalanan,Jane masih bertanya-tanya dalam batinnya.Kenapa sikap Xinyi berubah drastis terhadap dirinya,biasanya dia akan antusias jika bertemu dengannya.Sekarang,secara tiba-tiba Xinyi seperti membenci dirinya.
"Sudahlah,mungkin ini hanya perasaanku saja."Gumam Jane,menyakinkan dirinya sendiri.
Sedangkan Xinyi di dalam kamar,dia kesal karena kedatangan Jane yang tiba-tiba ke kamarnya.Xinyi masih terbayang akan kehidupannya yang lalu,dimana Jane menghianati dirinya.Dia sangat tidak ingin melihat Jane,masih terlintas dengan jelas hasutan Jane pada suaminya.
"Sialan,si penghianat itu berani datang kesini.Melihat wajahnya saja,aku sudah ingin mencakarnya.Aku akan membuat kamu membayarnya di kehidupan ini,aku baru ingat hari kedewasaanku tinggal menghitung hari.Akan aku permalukan kamu saat upacara kedewasaanku,mungkin aku dulu yang di permalukan olehmu di acaraku sendiri.Kali ini tidak semudah itu,aku akan balas perbuatanmu yang dulu."Ucap Xinyi,bersiap untuk memperhitungkan perbuatan Jane di kehidupannya yang dulu.
Keesokan harinya,kediaman Xinjiang sibuk menyiapkan pesta penyambutan kakak Xinyi.Apalagi mendengar sang adik yang terjatuh ke kolam,membuat sang kakak ingin pulang dengan cepat.Dia selalu mengkhawatirkan sang adik,hingga dia memilih pulang dari perbatasan hanya untuk memastikan keselamatan adiknya.
"Pelayan,apakah hadiah untuk kakakku sudah di persiapkan?"Tanya Xinyi,karena akhirnya dia bisa bertemu kakaknya lagi.
"Sudah,di siapkan putri."Jawab pelayan,karena sudah menyiapkan hadiah untuk majikannya.
__ADS_1
"Pakaianku apa sudah di persiapkan?"Tanya Xinyi,karena dia harus cantik saat menyambut kakaknya.
"Sudah putri,apakah putri mau mandi dulu?"Tanya pelayan dengan hati-hati.
"Siapkan airnya,aku mau berendam dulu."Perintah Xinyi,karena dia ingin berendam.
Pelayan segera menyiapkan keperluan Xinyi untuk berendam,dia tidak ingin melakukan sebuah kesalahan dalam pekerjaannya.
Xinyi langsung membawa tubuhnya berendam,dia masih tidak percaya dengan keadaan sekarang.Dia sangat senang,karena akhirnya bisa melihat keluarganya yang utuh.
Sedangkan di sisi lain,kakak Xinyi mengingat adiknya.Dia berfikir untuk memberikan hadiah kepada adiknya,dia memilih mampir di sebuah toko dan membeli sebuah barang untuk adiknya.
"Pak,tolong berhenti di toko depan."Perintah Xintian,terhadap kusir yang membawa kereta milik dirinya.
"Baik tuan."Jawab pelayan,menuruti perintah majikannya.
"Kenapa berhenti? bukannya kamu dari kemarin sudah ingin secepatnya pulang?"Tanya sahabat Xintian,karena heran dengan sahabatnya ini.
"Benar,aku memang ingin cepat-cepat pulang.Namun aku terlintas adikku,sebentar lagi dia akan mengadakan upacara kedewasaan.Sebagai kakak satu-satunya,aku harus memberikan hadiah yang spesial buat adikku."Jawab Xintian,tersenyum saat mengingat adiknya.
"Apakah adikmu cantik?"Tanya sahabatnya tersebut,karena melihat Xintian yang begitu antusias mengingat adik perempuannya.
"Sangat cantik,nanti aku perkenalkan dengan adikku.Tapi setelah bertemu dengannya,awas jangan sampai kamu jatuh cinta sama adikku."Perintah Xintian sambil menggoda sahabatnya itu.
"Sialan kamu Xintian,mana mungkin bisa jatuh cinta secara langsung."Elak lelaki tersebut,karena dirinya belum pernah berkencan dengan wanita manapun.
"Yasudah ayo turun,siapa tau kamu juga ingin memberikan hadiah buat adikku."Ajak Xintian,sambil turun dari kereta.
Xintian bersama temannya masuk ke sebuah toko perhiasan,Xintian membelikan hadiah spesial untuk Xinyi.Bukan hanya Xintian saja yang membeli barang,teman Xintian ikut membeli sebuah barang untuk hadiah perkenalan kepada adiknya Xintian.Setelah selesai membeli hadiah,mereka melanjutkan perjalanan ke kediaman Xinjiang.Sedangkan di kediaman Xinjiang,keluarga Xinjiang sudah berkumpul di aula utama.Mereka sudah bersiap menyambut Xintian yang merupakan kakak Xinyi,sekaligus anak laki-laki satu-satunya di keluarga Xinjiang.Tidak begitu lama,kereta memasuki halaman dan berhenti di depan keluarga Xinjiang.
Xinyi yang sudah tidak sabar ingin memeluk kakaknya,dia berlari ke kereta.Namun Xinyi tidak tau,kalau kakaknya membawa seorang teman di dalam keretanya.Saat dia berlari ke kereta,dia langsung memeluk orang yang baru turun dari kereta tanpa melihat siapa orang yang turun.
"Kakak,Xinyi rindu kakak."Ucap Xinyi,langsung memeluk orang tesebut dengan erat.
Jiwei yang mendapatkan pelukan erat dari Xinyi kaget,dia langsung melirik sahabatnya.Xintian hanya tersenyum dengan tingkah adiknya yang ceroboh itu,dia benar-benar heran dengan tindakan sang adik.
"Adikku,kamu salah peluk orang."Ucap sang kakak,melihat adiknya begitu erat memeluk Jiwei.
Xinyi melepas pelukannya,saat mendengar ucapan sang kakak.Dia melihat orang yang di peluknya tadi,benar saja yang dia peluk bukan kakaknya.
"Eh maaf kak,Xinyi salah peluk orang."Ucap Xinyi yang malu,dia langsung di tertawakan oleh keluarganya.
"Kamu sih,main lari dan peluk aja.Baru juga turun kakinya,udah main peluk-peluk aja."Protes sang ibu,karena putrinya yang ceroboh.
"Xinyi tidak tau,Xinyi kira kaka pulang sendiri."Elak Xinyi,karena tidak mau di salahkan.
"Yasudah,ayo masuk.Malu entar ,jika kamu di liatin banyak orang."Perintah Xintian,sambil mencubit pipi adiknya.
"Tuhkan bu,tangan kaka jahat.Masa kaka cubit pipi Xinyi."Protes Xinyi,karena tidak terima pipinya di cubit.
Sedangkan sahabatnya Xintian,hanya tersenyum melihat interaksi kakak beradik ini.Tapi,dia melihat Xinyi dengan tatapan berbeda.Dia merasa iba,karena melihat kehidupan Xinyi yang dulu.
Mereka masuk ke dalam kediaman,Xintian memperkenalkan Jiwei ke keluarganya.Bahkan mereka menyambut hangat kedatangan Jiwei,mereka senang Jiwei ikut bersama Xintian.Aplagi sang ibu menyambut hangat ke datangan Jiwei,menurut ibunya agar kediaman semakin ramai.
__ADS_1