AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 34


__ADS_3

Sedangkan Damian dia langsung keluar dari tendanya,dia menghampiri orang tuanya.Karena dia ingin meminta maaf,karena dirinya tidak membantu saat berperang.Dia merasa bersalah kepada orang tuanya,karena dia malah asik tidur dengan mimpinya.


"Ada apa kamu kesini,kamu tidak ikut bersama Xinyi?"Tanya sang ratu,menatap anaknya yang datang ke tenda.


"Aku ingin minta maaf,karena tadi aku tidak ikut berperang bersama kalian."Balas Damian,memeluk ibunya dengan erat.


"Sudah,kami tidak apa-apa.Lagian pada akhirnya kami menang kok,ini semua berkat kontribusi Xinyi yang membela negaranya."Ucap sang ayah,begitu heran dengan sikap anaknya ini.


Damian melepaskan pelukannya,dia kaget mendengar ucapan sang ayah.Apalagi saat mendengar sang istri yang ikut kontribusi,dia memandang ayahnya dengan tatapan tidak mengerti.


"Xinyi mengubah strategi yang di buat ketua dan hasilnya benar saja kita meraih kemenangan ini,semua ini berkat istrimu yang pintar dalam mengatur strategi ini."Ucap Ibunya,begitu bangga mempunyai menantu seperti Xinyi.


"Ayah akan memberi gelar saat pulang nanti terhadap Xinyi,apalagi kita tidak boleh menyia-nyiakan bakat Xinyi yang begitu ahli dalam strateginya."Ujar sang ayah,karena dia begitu percaya dengan memberikan gelar kepada Xinyi yang ahli dalam strategi perang.


"Baiklah,aku terserah kalian.Karena aku tidak ikut berperang,jadinya aku tidak tau dengan apa yang terjadi."Balas Damian,karena melihat orang tuanya yang begitu senang kepada istrinya.


"Kenapa kamu tidak ikut Xinyi pergi?"Tanya sang ibu,karena melihat anaknya masih di sini.


"Xinyi pergi."Balas Damian,karena dia baru menyadarinya sekarang.


"Iya pergi."Ucap sang ibu,begitu aneh melibat ekspresi anaknya.

__ADS_1


"Memangnya,Xinyi pergi kemana bu?"Tanya Damian,begitu polos menatap ibunya.


"Kamu tidak ada masalah kan dengan Xinyi? Kamu kenapa menanyakan kepergian Xinyi terhadap ibu,memangnya kamu tidak melihat Xinyi yang keluar dari tenda kamu membawa barang-barangnya?"Tanya sang ibu,karena Damian benar-benar tidak mengetahui Xinyi pergi kemana.


Damian hanya terdiam mendengarkan,runtutan pertanyaan dari sang ibu.Dia sendiri merasa bingung sekarang,dia tidak tau harus menjelaskan apa.Lagi pula ini semua bukan kemauan dia,di antara mereka begitu ada pembatas tinggi yang Damian saja tidak bisa memanjatnya.


"Apa kamu punya masalah dengan Xinyi?"Tanya sang ayah,karena dia tidak mendengar ucapan anaknya sepatah katapun.


"Entahlah,aku juga bingung harus memulainya dari mana."Balas Damian,merasa dia pasangan terburuk untuk Xinyi.


"Ceritakan pada ayah,agar ayah bisa memberikan solusi di antara kalian."Kata sang ayah,karena tidak tega melihat anaknya yang murung.


"Biarkan saja dia tenang dulu,biarkan dia mencerna apa yang terjadi.Karena dia mungkin sulit menerima kamu sebagai suaminya,kamu harus bersabar mengahadapi sikap Xinyi saat ini.Kita tidak tau apa yang terjadi dengan hidup Xinyi selama ini,jadi untuk saat ini berikan ruang ketenangan untuk Xinyi."Ucap Sang ayah,memberikan nasehat kepada anaknya.


"Ayah kamu benar,Kita tidak tau kesulitan apa yang di alami Xinyi.Apalagi anak perempuan,mereka harus di jadikan tumbal ayahnya untuk mencapai kehormatan yang lebih tinggi.Mungkin Xinyi masih tidak bisa menerima takdir yang dia terima saat ini,lebih baik jika kamu mencintainya tunggu Xinyi bercerita terhadap kamu.Berikan saja perhatian khusus terhadap Xinyi,asal kamu jangan membuat tindakan yang berlebihan terhadap Xinyi.Bukannya dia menerima kamu,tapi pada akhirnya dia semakin membenci kamu dengan tindakan berlebihan kamu terhadapnya."Kata sang ibu,dia tidak ingin melihat anaknya yang sedih.


"Baiklah,terimakasih ayah dan ibu sudah memberikan solusi terhadapku.Aku akan membiarkan Xinyi,menenangkan dirinya untuk saat ini."Jawab Damian,karena dia tidak ingin Xinyi tertekan.


"Baguslah,jika kamu berfikir seperti itu.Sementara waktu,kamu tinggallah disini menemani kami.Karena meski kami menang,tapi kami khawatir musuh akan menyerang balik."Ujar sang ayah,masih memikirkan strategi yang akan membuat musuh menyerah.


"Baik ayah,aku akan mengikuti perintah ayah."Balas Damian,melihat kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Yasudah,kamu istirahat saja untuk saat ini."Perintah sang ibu,karena dia tidak ingin melihat anaknya murung.


Damian mengangguk,dia langsung meninggalkan ke dua orang tuanya.Dia berjalan meninggalkan posko dan berjalan menuju danau.Dia memanjat pohon,sambil menikmati angin yang berhembus ke wajahnya di atas pohon.Damian begitu merindukan Xinyi untuk saat ini,tapi dia sadar jika Xinyi membencinya.


"Aku mencintai kamu Xinyi."Teriak Damian dengan kencang,berharap rasa cintanya tersampaikan pada Xinyi.


Damian begitu ingin memeluk Xinyi sekarang,dia tidak ingin dirinya seperti ini.Apalagi dia baru kali ini begitu jatuh cinta kepada perempuan,dia tidak ingin kehilangan orang yang di cintainya.Dia tidak akan pernah melepaskan Xinyi sampai kapanpun,dia akan menjaga dan melindungi Xinyi sampai akhir hayatnya.


"Kamu harus tau Xin,aku sangat merindukan kamu saat ini."Gumam Damian,menatap hamparan langit dengan kerinduannya.


Damian turun dari pohon,dia lebih baik kembali ke posko.Karena takut orang tuanya mencari dirinya,dia berjalan dengan tatapan kosong.Karena merasa dunianya begitu gelap,apalagi tidak ada Xinyi di dekatnya sekarang.Dia masuk ke dalam tenda dan menatap langit-langit tenda yang menurutnya sangat sesuai dengan hatinya saat ini.


Damian hanya memikirkan Xinyi saat ini,apalagi dia belum tenang untuk saat ini.Karena dia masih khawatir dengan keselamatan Xinyi,dia takut Xinyi di celakai oleh orang lagi.


"Apa aku harus menyusul Xinyi pulang,tapi aku takut Xinyi akan menolak kehadiranku.Apa yang harus aku lakukan?"Tanya Damian pada dirinya sendiri.


Damian sangat takut saat ini,apalagi jika dia memaksakan kehadiran dirinya di depan Xinyi.Dia berpikir pasti Xinyi akan semakin membenci dirinya,bahkan Xinyi pasti akan menjauh darinya.Dia tidak ingin Xinyi menjauh dari kehidupannya,tapi dia tidak ingin berdiam diri begitu saja.


"Gila rasanya,ini malah membuatku semakin kepikiran dengan keselamatan Xinyi.Aku merasa begitu was-was dengan keselamatan Xinyi saat ini."Ucap Damian,begitu frustasi dengan dirinya sendiri.


Damian pada akhirnya memilih beristirahat dan melupakan segala hal yang ada dalam pikirannya,dia harus mendengar apa yang di katakan orang tuanya.Damian mencoba menutup matanya,agar dirinya tidur dan melupakan semua hal tentang Xinyi.Damian akhirnya tidur dengan perasaan tenang dan masuk ke dalam mimpinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2