AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 14


__ADS_3

Kepala pelayan memanggil semua para putri untuk berkumpul,dia akan mengumumkan para putri yang berhasil lolos dalam seleksi pertama.Semua putri berkumpul,mereka gugup dengan hasil yang akan di umumkan kepala pelayan.


"Para putri silahkan nanti melihat hasilnya di depan Mansion yang sudah ditempel oleh pelayan,bagi para putri yang tidak lolos silahkan langsung membereskan barangnya dan kembali ke kediaman masing-masing."Ucap kepala pelayan,memberi tahu mereka.


Para putri yang mendengar ucapan kepala pelayan,langsung keluar dari mansion.Mereka penasaran dengan hasil pengumuman dirinya sendiri,mereka berebutan untuk melhat hasilnya.


"Akhirnya,aku lolos."Ucap Jane kegirangan,karena dirinya lolos di kompetisi pertama.


Sedangkan Xinyi yang sudah tau bahwa dirinya lolos,dia tidak perduli dengan hasilnya sama sekali.Xinyi lebih memilih ke kamarnya dan beristirahat,karena dia benar-benar merasakan lelah di tubuhnya.


Kepala pelayan langsung memberikan laporan terhadap Damian,dia melaporkan bahwa tugasnya selesai.Damian senang,karena akhirnya Xinyi kembali ke kamar yang dia tempatkan.


Damian bergegas untuk menyelinap ke kamar Xinyi,dia sangat merindukan Xinyi.Jika si Jane tidak berulah,mungkin dia sudah bersama Xinyi.Damian berjalan ke arah ranjang dimana Xinyi berada,dia melihat Xinyi yang tertidur pulas dengan wajah lelahnya.Damian tersenyum melihat Xinyi yang begitu cantik saat dia tertidur,dia membelai rambut Xinyi dengan penuh kasih sayang.


Xinyi tersadar dengan seseorang yang membelai rambutnya,namun dia tidak ingin terbangun.Xinyi merasa dirinya benar-benar ngantuk,dia tidak memperdulikannya sama sekali.


Xinyi sekarang merasakan seseorang mencium bibirnya dengan penuh kasih sayang,dia ingin sekali membuka matanya yang berat ini.Xinyi merasakan lidah orang itu yang masuk ke dalam mulutnya dengan begitu agresif,tubuhnya seperti menerimanya begitu saja.


Damian mencium Xinyi dengan perlahan,namun dirinya merasa bibir Xinyi begitu manis.Damian langsung memasukkan lidahnya ke dalam mulut Xinyi,dia sadar Xinyi ingin membuka matanya namun dia kelelahan.Damian melepaskan ciumannya,dia melihat Xinyi yang masih memejamkan matanya.Dia tersenyum melihat Xinyi yang benar-benar masih menutup matanya,dia mengelus wajah Xinyi dan turun ke leher Xinyi.Dia hanya bersentuhan dengan tubuh Xinyi saja,membuat tubuhnya menjadi panas.

__ADS_1


Xinyi merasakan sentuhan di wajah dan kemudian turun ke lehernya.Setelah itu dia tidak merasakan apapun lagi,Xinyi,akhirnya benar-benar tertidur karena rasa kantuk yang melanda dirinya.


Damian naik ke ranjang dan berbaring di sebelah Xinyi,dia membawa Xinyi ke atas tubuhnya.Damian merasa senang,Xinyi berada di atas tubuhnya.


Xinyi terganggu tidurnya,karena dia merasakan tubuhnya berada di atas seseorang.Xinyi juga merasakan dirinya di peluk oleh orang itu,tapi pelukannya membuat dirinya sangat nyaman.Dia tidak bisa bangun,dia merasakan dirinya sangat nyaman di peluk seperti ini.Bahkan Xinyi ingin tau,dirinya berada di pelukan siapa.Xinyi sekarang merasakan sentuhan tangan yang mengusap punggung dirinya,membuat dirinya semakin mengantuk.Xinyi merasa ada kehangatan di dalam pelukannya,dia tertidur kembali dengan pelukan yang membuat dirinya merasakan aman.


Damian tersenyum,karena dirinya begitu bahagia.Apalagi sekarang dia memeluk Xinyi di atas tubuhnya,dia memindahkan Xinyi ke ranjang lagi.Dia mencium kening Xinyi dan pergi meninggalkan kamar Xinyi dengan perlahan.Damian cukup puas dengan melihat wajah Xinyi hari ini,dia pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


...****************...


Burung mulai berkicau,menandakan pagi sudah menyambut mereka untuk kembali beraktifitas.Sedangkan di istana para putri yang lolos sudah berkumpul di halaman istana,menunggu datangnya sang ratu dan pangeran.Raja dan ratu berjalan duduk di singgah sana yang sudah di persiapkan para pelayan,raja senang melihat para putri yang lolos mengikuti kompetisi ini.


"Untuk kompetisi ke dua ini,kalian bersiap untuk membuat hidangan dengan bahan-bahan yang sudah kami persiapkan.Para putri silahkan kalian ke tempat yang sudah kami persiapkan."Perintah Damian.


Xinyi merasa ini sangat mudah,apalagi dirinya selalu membantu koki memasak.Bagi Xinyi,membuat hidangan tugas yang paling mudah.


Para putri segera mencari nama kediaman mereka untuk segera membuat hidangan yang terbaik.Mereka harus membuat hidangan yang terbaik,meski mereka tidak pernah menginjak dapur sama sekali.


"Kompetisi di mulai."Ucap raja bersemangat,melihat rasa senang di wajah para putri.

__ADS_1


Damian melihat Xinyi yang begitu lincah saat memotong sayuran,apalagi dia benar-benar seperti seorang ahli yang pandai memasak.Damian terkejut melihat Xinyi yang begitu tenang dalam membuat hidangan,beda dengan para putri lain yang menurutnya sangat berantakan saat membuat hidangan.


Raja dan ratu menyaksikan semuanya,ratu menggelengkan kepalanya.Seorang putri bangsawan harus menambah pelajaran untuk berlatih membuat hidangan,agar mereka mengerti betapa berharganya sayuran itu jika di masak dengan benar.


Para putri menyelesaikan tugasnya,mereka langsung membereskan tempat yang sudah mereka gunakan.Sedangkan Xinyi,dia tetap berdiri melihat sekitar dan kagum dengan pekerjaannya yang sama sekali tidak berantakan.


"Waktu habis."Ucap Damian,membuat para putri terpaksa menghentikan kegiatan mereka.


Raja dan ratu,mereka berdiri di dampingi pelayan untuk mencatat para putri yang lolos.Damian hanya menyaksikan ayah dan ibunya sedang mencicipi semua masakan yang di buat para putri.


Para putri merasa gugup,karena masakannya di cicipi oleh raja dan ratu.Mereka takut dirinya tidak lolos,mereka benar-benar merasa gugup sekarang.


"Untuk hasilnya raja dan ratu sendiri yang akan melakukan penilaian,jadi kalian bisa kembali ke mansion dan hasilnya akan di umumkan oleh kepala pelayan seperti kemarin."Ucap Damian,menatap mereka.


Para putri kembali ke mansion,mereka pasrah dengan hasilnya nanti.Apalagi,sebagian dari mereka tidak bisa memasak sama sekali.Mereka kembali ke kamarnya untuk beristirahat,menunggu kabar dari kepala pelayan untuk mengumumkan hasilnya.


Xinyi berada di kamarnya,dia menatap langit-langit kamarnya.Dia merasa aneh dengan kompetisi ini,apalagi jelas sekali kehidupan sekarang dan kehidupan lalu berbeda.Xinyi merasa heran untuk kehidupan yang dia jalani sekarang,tapi dia tidak ingin memikirkannya sama sekali.Xinyi berharap semuanya baik-baik saja dan Xinyi sebenarnya ingin balas dendam dengan orang-orang di kehidupannya yang lalu,tapi sepertinya semuanya tidak mungkin terjadi.


Xinyi merasa takdir di kehidupan sekarang sangat mempermainkan dirinya,apalagi jelas sekali semuanya berbeda.Xinyi menutup matanya,agar pikirannya tenang hingga dia tertidur begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2