
Juan dan Jane mereka kini berada di satu ranjang yang sama,mereka begitu kelelahan saat ini.Karena mereka telah selesai bercinta,bahkan Juan merasa puas bercinta dengan Jane.Mereka telah bercinta,selagi Jane berada di kamarnya sendiri.Mereka kini berpelukan satu sama lain,mereka saling menatap penuh cinta.
"Sayang,bisakah kamu membantuku?"Tanya Juan,dia menarik pinggang Jane.
"Aku akan membantu kamu sayang."Balas Jane,dia naik ke atas tubuh Juan.
"Aku senang mendengarnya."Ucap Juan,dia membelai wajah Jane saat ini.
"Kamu butuh bantuan apa dariku?"Tanya Jane,dia menatap Juan saat ini.
"Aku ingin,kamu mencampurkan obat ke makanan raja."Jawab Juan,dia tersenyum ke arah Jane.
"Obat apa?"Tanya Jane,menatap Juan dengan lekat.
"Obat,agar raja sakit.Aku ingin menguasai istana ini."Balas Juan,menceritakan ambisinya di hadapan Jane.
"Baiklah,aku akan membantu kamu mencapai ambisi kamu saat ini."Ucap Jane,dia mencium bibir Juan dengan sekilas.
"Baguslah,aku senang mendengarnya.Jika aku menguasai istana ini,kamu tidak perlu khawatir.Apapun yang kamu inginkan,aku dengan senang hati akan memberikan semua yang kamu mau."Balas Juan,dia menarik Jane ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Jane yang mendengarnya senang,lagi pula dia mencintai Juan.Apapun keinginan Juan,Jane akan Membantu Juan mewujudkan keinginannya.Jane bangun,karena dia sadar harus bergantian menjaga pangeran saat ini.
"Nanti kita lanjutkan,aku harus menjaga pangeran bergantian dengan yang lain."Ucap Jane,dia memakai pakaiannya saat ini.
"Baiklah,aku tunggu kamu disini."Balas Juan,menatap Jane yang merapikan pakaiannya.
Jane mengangguk,dia langsung meninggalkan Juan di kamarnya.Jane tidak ingin orang lain curiga terhadapnya,dia mencoba merilekskan dirinya dan langsung pergi ke kamar Damian.
...****************...
Xinyi merasa tidak enak hati sekarang,karena keluarga Jansen menyambutnya dengan hangat.Bahkan,mereka tau dirinya istri Damian.Xinyi merasa malu saat ini,namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa terhadapnya.Karena Jansen mengakui perasaannya terhadap Xinyi di hadapan keluarganya,mereka juga tau kondisi yang di alami Jansen dan Xinyi saat ini.
Mereka tidak ingin membuat Jansen kecewa,jadi mereka membiarkan sikap Jansen yang seperti itu.Mereka baru kali ini,melihat pengorbanan Jansen terhadap seorang wanita.Mereka begitu salut terhadap Xinyi,karena sudah membuat Jansen melirik dirinya.Padahal,Jansen sudah di kenalkan ke banyak putri bangsawan.Tapi,Jansen malah menolaknya dengan tegas.Mereka pasrah terhadap Jansen,mereka tidak ingin Jansen merasa tertekan hanya untuk memilih seorang putri bangsawan.Jadi,mereka membebaskan Jansen saat ini dan membiarkan Jansen memilih pasangannya sendiri.
Xinyi menatap air mancur di bawahnya,kini dirinya berada di lantai atas.Tepatnya,dikamar Xinyi yang pertama kali dia lihat.Xinyi melamun,dia tidak percaya dengan apa yang dia alami saat ini.Xinyi merasa seperti mimpi,karena dirinya sekarang benar-benar di kenalkan pada keluarga Jansen.Xinyi juga tidak pernah menduga,jika Jansen akan memperkenalkan dirinya sedetail itu terhadap keluarga Jansen.
Xinyi semakin di buat bimbang sekarang,dia benar-benar takut Jansen sulit melupakannya.Bahkan di hubungan mereka saja ada penghalang tinggi sekarang,tidak mungkin Xinyi memilih Jansen.Jelas-jelas,Xinyi masih memiliki suami saat ini.Meski Xinyi sadar,Damian orang yang di bencinya.Tapi,Damian sekarang adalah suaminya dan Xinyi harus membalaskan dendamnya untuk saat ini.
"Melamunkan apa?"Tanya Jansen,dia memeluk tubuh Xinyi saat ini.
__ADS_1
"Jansen,kita tidak pantas seperti ini."Ucap Xinyi,merasa tidak enak sekarang.
"Aku tidak mempermasalahkannya sama sekali,lagi pula semua keluargaku mengetahuinya."Balas Jansen,dia mencium aroma tubuh Xinyi.
Xinyi menghela nafasnya saat ini,dia paham dengan sikap Jansen saat ini.Xinyi melepaskan pelukan Jansen di tubuhnya,dia berbalik dan menatap Jansen.Xinyi harus memberi batasan di antara Jansen dan dirinya saat ini.
"Aku tau semua keluarga kamu tau,aku juga tau kamu mencintai aku dan memperlakukan aku dengan tulus.Kamu tau Jansen,aku semakin merasa bersalah saat ini terhadap kamu maupun Damian.Aku bingung harus bagaimana menghadapi kalian,aku jujur dnegan perasaan aku terhadap kamu yang mencintai aku.Aku benar-benar bingung saat ini,aku mencintai kamu namun aku sendiri istri Damian.Penghalang kita terlalu tinggi dan kamu tau bahwa aku tidak bisa berpisah dengan Damian,aku tidak bisa egois terhadap keluarga aku saat ini."Ucap Xinyi,dia menatap Jansen dengan berkaca-kaca.
"Kamu jangan memikirkan hal seperti itu,bagaimanapun aku tetap mencintai kamu.Aku tidak perduli,kamu istri Damian sama sekali.Karena yang aku inginkan sudah aku dapat,kamu juga sama mencintai diriku.Kita sama-sama saling mencintai saat ini,jadi kita ikuti alur takdir kita.Kamu jangan merasa terbebani dengan hal seperti ini,kamu jangan pernah merasa bersalah.Karena ini semua keinginan aku sendiri."Balas Jansen,dia memeluk Xinyi dengan erat.
Jansen tau betul dengan apa yang di pikirkan Xinyi,dia juga tau dengan batasan dirinya saat ini.Dia tidak apa terluka nantinya,dia hanya ingin menikmati waktu bersama Xinyi saat ini.Jansen hanya merasa begitu menemukan cahaya hidupnya kembali,dia akan berusaha meluluhkan hati Xinyi dan memilihnya menjadi pasangannya kelak.
Xinyi merasa pelukan Jansen begitu menenangkan saat ini,dia merasa bebannya hilang perlahan.Xinyi membalas pelukan Jansen terhadapnya,dia merasa benar-benar di cintai oleh Jansen.
"Terimakasih,kamu sudah membuat aku merasa tenang."Ucap Xinyi,dia melepaskan pelukan Jansen.
"Sama-sama,aku tidak ingin kamu terbebani."Balas Jansen,dia membelai rambut Xinyi dengan lembut.
Xinyi tersenyum ke arah Jansen,dia benar-benar plong sekarang.Perasaannya begitu tenang,bahkan dia senang melihat Jansen yang begitu perduli terhadapnya.Xinyi di tarik Jansen untuk mendekat ke arahnya,dia menatap Jansen yang sedang menatapnya.Dia menerima ciuman lembut Jansen di bibirnya,dia meluapkan keseluruhan perasaannya terhadap Jansen.
__ADS_1
Mereka berciuman semakin dalam,saling mengisi kekosongan di hati mereka.Bahkan,mereka begitu menikmati suasana saat ini.Mereka merasa,waktu mereka sangat panjang.Mereka hanya bisa berharap,takdir tidak mempermainkan kisah cinta mereka dan mereka hanya menikmati alur takdir yang mereka jalani saat ini.