AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 6


__ADS_3

Sedangkan Damian,dia belum tenang sama sekali.Dia sedang menunggu jawaban dari bawahannya,dia masih cemas memikirkan keselamatan Xinyi.


"Tuan,sudah aku selidiki dan orangnya sudah aku amankan."Ucap Jark,melapor pada Damian.


"Bawa orangnya ke aula."Perintah Damian,karena marah dengan apa yang dilakukan orang itu terhadap wanitanya.


"Baik tuan."Balas Jark pergi dari hadapan Damian.


Damian sekarang sudah berhadapan dengan orang yang ingin mencelakai wanitanya,dia memandang orang yang berada di depannya dengan tajam.Dia benar-benar sangat marah sekarang,bisa-bisanya dia mencelakai wanitanya.


"Siapa yang menyuruhmu?"Tanya Damian,penuh amarah terhadap orang yang berada di depannya.


"Tidak ada tuan."Balas orang itu.


"Apa kamu mau keluarga kamu menderita?"Ancam Damian,memperlihatkan senyuman mengerikan.


"Jangan tuan,aku mohon.Keluargaku tidak tau apa-apa."Balas orang tersebut,karena takut dengan orang yang di depannya.


"Cepat katakan dengan jujur,sebelum aku kehilangan kesabaranku."Ucap Damian,sangat marah.


"Aku sendiri tuan."Balas orang tersebut,karena dia takut keluarganya kenapa-kenapa.


"Mustahil,atas motif apa kamu melakukan hal tersebut?"Tanya Damian,menginjak kaki orang yang berada di depannya.


Orang tersebut ketakutan,dia takut dengan Damian.Dia juga bingung,karena keluarganya di sandera dan dia tidak bisa berkata jujur.


Kemarahan Damian sudah memuncak,karena di buat kesal oleh orang yang berada di depannya.Dia sudah bersabar,namun dia tetap tidak mengatakannya dengan jujur.


"Jark,pukuli dia."Perintah Damian marah,karena kesabarannya sudah habis.


"Tolong tuan,ampuni aku.Aku salah tuan,argh."Teriak kesakitan orang tersebut,karena menerima pukulan dari Jark.


"Sakit bukan?"Tanya Damian menyeringai,karena merasa puas dengan teriakannya.


"Kalau begitu siapa pelakunya!"Murka Damian,sambil mendorong orang tersebut dengan keras.


"Tuan dia pingsan."Ucap Jark,memeriksa keadaannya.


"Lempar saja,dia ke sungai."Perintah Damian,karena dia merasa tidak mendapatkan jawaban apapun.


"Baik tuan."Jawab Jark,menuruti perintah Damian.


Jark membawa orang tersebut untuk di buang ke sungai,dia langsung menghanyutkannya di sungai.Sedangkan Damian,dia termenung sendirian.Dia sangat marah dengan hasil yang di terimanya,dia masih tidak tau siapa dalang di balik semua ini.


"Sial,siapa pelaku sebenarnya."Teriak Damian,menjambak rambutnya karena frustasi.


"Kalau begini,Xinyi tidak akan aman."Gumamnya khawatir,karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap wanitanya.


"Apakah harus ku suruh pengawal bayangan mengikutinya,lebih baik aku kirim pelayan wanita yang jago dalam hal bela diri untuk melindunginya.Kalau begitu,aku harus bertemu dengan Adipati Xinjiang malam ini."Ucap Damian,pada dirinya sendiri sambil mengkhawatirkan keselamatan Xinyi.


Damian segera bergegas ke kediaman Xinjiang,dia menyuruh penjaga Xinjiang untuk membawa Xinjiang bertemu dengannya.Dia menunggu Xinjiang di dalam keretanya,dia tidak ingin masuk ke dalam rumah Xinjiang.


Xinjiang bergegas menghampiri Damian yang sudah menunggunya di dalam kereta,dia heran kenapa pangeran ingin menemui dirinya saat tengah malam seperti ini.


"Hormat pangeran,ada apa malam-malam kesini mencari saya?"Tanya Xinjiang,karena mungkin ada hal besar yang membutuhkan bantuannya.


"Silahkan masuk,kita bicarakan di dalam kereta."Ucap Damian,karena tidak ingin pembicaraannya di dengar oleh orang lain.


Xinjiang masuk ke dalam kereta Damian,setelah duduk Damian langsung membicarakan perihal dimana dia akan memberikan pelayan yang jago beladiri terhadap Xinyi untuk melindunginya.Namun dia meminta,agar Xinyi tidak tau pelayan tersebut di berikan olehnya.


Awalnya ayah Xinyi kaget,karena Damian tiba-tiba memberikan pelayan dengan cuma-cuma.Namun Damian menjelaskan,semua kejadian yang di lalui ke dua anaknya Adipati Xinjiang.


Xinjiang kaget dengan apa yang di alami ke dua anaknya,awalnya Xinjiang menolak pelayan yang ingin di berikan Damian.Namun karena Damian memaksa,Xinjiang akhirnya menerimanya.Karena dia merasa tidak enak,apalagi Damian sudah membantu ke dua anaknya.


Setelah percakapan mereka selesai,Damian pulang meninggalkan kediaman Xinjianh.Sedangkan Xinjiang berbicara terhadap para penjaga,agar kunjungan Damian malam hari harus di rahasiakan dari siapapun.


...****************...


Matahari mulai menjulang tinggi,sinar matahari masuk ke dalam kamar Xinyi.Dia terganggu dengan sinar yang mengenai matanya,hingga mengganggu tidur nyenyak nya.Dia membuka kedua matanya,dia teringat akan kepergian kakaknya hari ini.Xinyi segera bersiap-siap untuk mengantarkan kepergian kakak tercintanya,bahkan semua orang sudah berkumpul di depan aula utama untuk mengantarkan kepergian Xintian.

__ADS_1


"Sebelum Xintian pergi,ayah ingin memberikan pengawal bayangan untuk melindungi kamu."Ucap Xinjiang,karena khawatir terjadi apa-apa dengan anaknya.


"Tapi ayah,aku sudah besar.Bahkan,aku bisa melindungi diriku sendiri."Tolak Xintian dengan tegas,karena merasa dirinya tidak perlu penjagaan apapun.


"Tidak bisa,ini untuk melindungi kamu.Karena ini satu-satunya cara,agar kami tidak khawatir terhadapmu."Perintah sang ibu,karena dia khawatir dengan anak laki-lakinya.


"Yasudah,aku mengikuti apa kata kalian saja."Pasrah Xintian,karena dia tidak bisa menolak pemberian orang tuanya.


"Pelayan Naomi,kamu ikuti Xinyi kemanapun dia pergi."Perintah Xinjiang,karena Naomi pemberian Damian khusus untuk Xinyi.


"Ayah,aku tidak butuh pelayan.Pelayanku sudah banyak ayah."Tolak Xinyi,karena dia merasa tidak membutuhkan pelayan lagi.


"Pelayan ini berbeda,dia bisa melindungi kamu dari bahaya."Perintah Xinjiang tegas,karena dia tidak ingin bermasalah dengan Damian.


"Yasudah,terserah ayah saja."Ucap Xinyi pasrah,karena tidak bisa membantah ayahnya.


"Selamat jalan kakak,jangan merindukan adikmu yang cantik ini."Ujar Xinyi memeluk kakaknya.


Xintian tersenyum,mendengar ucapan sang adik.Dia membalas pelukan sang adik dan mencium tulus rambut adiknya.


"Hati-hati."Ucap sang ibu,menatap anaknya yang akan pergi.


"Iya bu,Tian pamit pergi.Jaga kesehatan kalian."Ujar Xintian,berharap keluarganya sehat.


"Iya sayang,ibu akan menjaga kesehatan ibu."Jawab sang ibu,agar anaknya tidak khawatir.


Xintian naik ke dalam kereta,dia pergi meninggalkan kediaman.Di dalam hatinya,dia masih khawatir terhadap keluarganya.Namun,dia tidak bisa melindungi keluarganya untuk saat ini.


"Semoga keluargaku baik-baik saja,apa yang menimpa kami semoga tidak terulang lagi.Apalagi Xinyi,aku belum bisa melindunginya."Batin Xintian,karena merasa khawatir dengan orang yang di sayanginya.


Sedangkan Jane,di rumahnya sedang marah.Karena rencana yang dia susun gagal,dia tidak tau siapa yang menggagalkan rencananya.


"Sial,sial,sial.Selalu beruntung si Xinyi itu.tapi siapa yang menolong si Xinyi?sekarang rencanaku gagal,pelayan yang ku suap tiba-tiba mati di sungai.Siapa yang melakukan ini."Gumam Jane,merasa bingung pada dirinya sendiri.


"Aku harus cari cara lagi,agar si Xinyi menderita."Ucap Jane dengan penuh siasat licik.


Jane berfikir mengadakan perjamuan teh,dia ingin menjalankan rencana jahatnya di kediamannya saja.Undangan perjamuan minum teh,sudah di sebar oleh Jane ke para bangsawan.Jane telah bersiap memberikan undangan terhadap Xinyi,Karena dia ingin mengantarkannya sendiri.


"Xinyi."Panggil Jane senang,karena Xinyi berada di kediamannya.


"Hai,Jane."Balas Xinyi,acuh tak acuh terhadap Jane.


"Ini,aku memberikan undangan perjamuan minum teh di kediamanku."Ujar Jane,dia langsung memberikan kartu undangan terhadap Xinyi.


"Terimakasih Jane."Ucap Xinyi langsung menerima undangannya,karena menghargai dia yang sudah mengundang dirinya.


"Waktu kemarin maaf yah,tiba-tiba aku tidak bisa ikut menemani kamu.Ayahku mau pergi ke negara Jiang,jadi aku hanya memberi tau Ravin dengan tergesa-gesa untuk sekalian memberitahumu aku tidak bisa datang."Penjelasan Jane,pura-pura menyesal atas ketidak hadiran dirinya kemarin.


"Tidak apa-apa,lagian aku bersama kakakku kemarin."Balas Xinyi cuek,karena tidak ingin mengingat kejadian kemarin yang membuat dirinya kesal.


"Kalau begitu,kamu besok harus datang ke perjamuan aku."Ucap Jane,berharap Xinyi datang ke perjamuannya.


"Semoga,aku bisa datang."Balas Xinyi,agar Jane segera pulang.


"Kalau begitu,aku pamit."Pamit Jane,karena undangannya sudah dia berikan terhadap Xinyi.


"Hati-hati di jalan,Naomi antar Jane keluar!"Perintah Xinyi,acuh terhadap Jane.


"Siap putri."Balas Naomi,mengantarkan Jane ke halaman depan.


Setelah meninggalkan kediaman Xinjiang,Jane sangat kesal dengan sikap Xinyi terhadap dirinya.


"Sialan,dia bersikap seperti itu terhadapku.Lihat saja nanti,akan aku balas semua perbuatannya terhadapku."Gumam Jane kesal,karena di perlakukan seperti ini oleh Xinyi.


Sedangkan di gajebo,Naomi mencoba berbicara dengan majikannya.Karena dirinya begitu tidak suka dengan Jane,apalagi terlihat dengan Jelas wajah licik Jane di hadapannya.


"Putri,maaf jika saya lancang."Ucap Naomi,menatap Xinyi.


"Kenapa?"Tanya Xinyi,menatap balik Naomi.

__ADS_1


"Sepertinya,temanmu ini tidak beres."Balas Naomi,merasa Jane orang yang berbahaya.


"Maksudmu?"Tanya Xinyi,dia pura-pura tidak mengerti dengan ucapan Naomi.


"Tidak apa-apa,mungkin hanya perasaanku saja putri."Elak Naomi,takut ucapannya di luar batas.


"Dia saja yang pelayan bisa merasakannya,apalagi aku yang sudah berapa kali di celakainya.Saat perjamuan nanti,aku harus berjaga-jaga."Batin Xinyi.


"Nanti saat perjamuan,kamu ikut denganku."Perintah Xinyi,pergi di hadapan Naomi.


"Baik putri."Jawab Naomi,mengikuti Xinyi dari belakang.


Xinyi masuk ke kamar,karena ingin tidur siang.Baru saja matanya tertutup,sudah ada ketukan pintu yang membangunkannya.


"Siapa?"Teriak Xinyi,karena mengganggu waktu tidur siangnya.


"Putri,perwakilan toko perhiasan menunggu anda di aula utama."Ucap pelayan dari luar kamar.


"Yasudah,suruh mereka menunggu."Teriak Xinyi,bersiap untuk ke aula.


"Baik putri."Balas pelayan dan pergi memberitahu orang yang berada di aula.


Xinyi bersiap-siap untuk menemui penanggung jawab yang di utusnya,dia langsung berjalan menuju aula.Karena dia tidak tau,ada apa perwakilan toko kemari.


"Ada apa kalian kemari?"Tanya Xinyi,karena tumben perwakilan toko datang ke kediamannya.


"Maaf putri,kami mengganggu.Perhiasan sudah jadi,namun saat kami mengantarkan perhiasan ke Istana mereka menolak kedatangan kami."Ucap orang tersebut.


"Ayolah sanders,pangeran yang memesannya.Kenapa kedatangan kalian jadi di tolak?"Tanya Xinyi malas,karena perhiasan ini di buat dengan susah payah.


"Kami,tidak mengerti putri."Jawab Sanders dan Joan.


"Yasudah,kalau begitu mana perhiasan dan nota nya.Aku saja yang antarkan sendiri ke istana."Ujar Xinyi,agar masalahnya kelar.


"Tapi putri?"Ucap Joan,merasa ragu dan membuang waktu jika Xinyi harus ke istana.


"Apa putri yakin? Takutnya,putri juga di tolak seperti kami."Ucap Sanders,karena dia tidak ingin merepotkan majikannya.


"Jangan banyak tanya,sini berikan kalungnya."Pinta Xinyi,meyakinkan mereka.


"Baik putri,kalau begitu kami undur diri kembali ke toko."Ucap Joan,karena urusannya sudah selesai.


"Yasudah,kalian berhati-hati."Ucap Xinyi,perhatian terhadap mereka.


"Baik putri."Balas mereka,pergi meninggalkan Xinyi.


Setelah ditinggalkan mereka,Xinyi menggerutu sendiri di aula utama.Karena merasa heran dengan sikap pangeran,kenapa dia menolak barang yang di pesannya.Jelas-jelas barang di kirim sesuai keinginan dia,kenapa juga dia harus menolak barang yang dia inginkan.


"Dia yang pesan,dia juga yang tolak.Maunya dia apa sih."Kesal Xinyi,karena merasa para pekerjanya tidak di hargai Damian.


Naomi yang ada di samping Xinyi tersenyum,melihat kelakuan Xinyi yang memaki tuannya.Baru kali ini,ada perempuan yang tidak menyukai tuannya.


"Yasudah,aku antarkan kalung ini ke dia besok saja.Hari ini,aku sangat lelah dan rasanya aku ingin tidur siang."Keluh Xinyi,melangkah kembali ke kamarnya.


Naomi mengikuti Xinyi dari belakang,setelah memastikan Xinyi masuk kamar dan sudah tidur.Naomi langsung pergi dari kediaman Xinjiang,dia ke istana untuk melapor pada tuannya.


Sedangkan di istana,Damian sedang memikirkan Xinyi.Namun,dia di kagetkan dengan ketukan pintu.


"Tuan."Panggil penjaga,terhadap Damian yang di dalam kamar.


"Ada apa?"teriak Damian di dalam kamar.


"Naomi datang untuk melapor tuan."Ucap penjaga,memberitahu kedatangan Naomi.


"Suruh saja,dia masuk ke kamarku."Perintah Damian,karena sudah lelah dengan urusan istana.


Naomi masuk ke kamar Damian,dia melapor semua yang di lakukan Xinyi.Bahkan perihal Xinyi memakinya,Naomi melaporkannya.Dia juga melaporkan Jane,tentang kecurigaan dia yang menurutnya sangat bahaya buat Xinyi.Semua di ceritakan dengan detail,tanpa melewatkan apapun oleh Naomi.Setelah Naomi melaporkan semuanya,dia di suruh kembali melindungi Xinyi dengan sebaik-baiknya.Setelah kepergian Naomi,Damian tersenyum karena sikap Xinyi yang berbeda jauh saat berhadapan langsung dengannya.


"Xinyi,kamu begitu berani memakiku.Akan aku beri pelajaran kamu,karena sudah berani memakiku dari belakang."Seringai Damian,karena tidak sabar ingin bertemu Xinyi secepatnya.

__ADS_1


Damian berharap waktu cepat berlalu,dia sudah tidak sabar ingin menemui Xinyi.


__ADS_2