AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 5


__ADS_3

Di kereta,Damian memeluk Xinyi di pangkuannya.Damian marah dengan apa yang terjadi,bisa-bisanya ada seseorang yang ingin mencelakai wanita yang di sukainya.


"Xinyi,bangun."Panggil Damian,sambil menepuk pipi Xinyi.


Damian melihat Xinyi yang membuka ke dua matanya,tapi dia kaget dengan Xinyi yang langsung memeluknya begitu saja.Dia heran,kenapa Xinyi memperlakukannya seperti ini


"Panas,tubuhku panas."Racau Xinyi,semakin erat memeluk Damian.


Damian yang di peluk Xinyi kaget,dia merasa heran dengan ucapan Xinyi.karena Xinyi merasakan tubuhnya panas,dia langsung mengecek suhu tubuh Xinyi dan hasilnya sangat normal.


Xinyi menatap Damian yang ada di hadapannya dengan lekat,bahkan Xinyi melihat Damian suaminya.Xinyi kira,di bermimpi melihat Damian ada di hadapannya.


"Suamiku."Ucap Xinyi,melihat wajahn Damian dengan intens.


Damian yang mendengar ucapan Xinyi kaget,karena Xinyi memanggilnya suamiku.Apalagi,jelas-jelas mereka bukan suami istri.


"Aku suaminya?apa dia bermimpi jadi istriku?"Batin Damian dengan penuh kebingungan.


"Xinyi."Panggil Damian,membelai rambut Xinyi.


Tapi saat Damian menyentuh rambut Xinyi,Xinyi semakin kepanasan.Xinyi menyentuh muka Damian,dia menatap laki-laki di depannya dengan intens.


"Aku sayang kamu."Ucap Xinyi dengan pandangan yang mulai berkabut.


Damian yang mendengar itu heran,kenapa Xinyi bilang seperti itu,sedangkan pertemuan mereka baru 2x dan 3x dengan hari ini.


"Xinyi apa kamu sadar atau berhalusinasi?"Tanya Damian,karena belum mengerti dengan situasinya sekarang.


Xinyi tidak mendengarkan ucapan Damian,dia langsung mencium bibir Damian.Xinyi merasa ini mimpi,dia lampiaskan kekecewaannya terhadap Damian.Dia membuka mulut Damian dengan lidahnya dan menciumnya dengan rakus.


Damian terkejut dengan tindakan Xinyi,dia malah terpancing dengan Xinyi yang menciumnya.Damian membalas ciuman Xinyi,karena Xinyi yang mulai menciumnya duluan.Ciuman yang tadinya di dominasi Xinyi,sekarang berubah menjadi Damian yang mendominasi.Damian menikmati ciuman mereka,dia menyudahi ciumannya.


"Hah..Hah.."Suara nafas Xinyi,kehabisan nafas.


Damian tersadar dia masih dalam kereta kudanya,bahkan dia juga masih shock dengan tindakannya terhadap Xinyi.


"Tuan,sudah sampai kediaman."Ucap Carlos,memberitahu Damian.


Damian turun dari kereta sambil menggendong Xinyi,dia melihat Carlos yang menatapnya.


"Tuan,anda yakin membawa putri ke kediaman,bukan di bawa pulang ke rumahnya?"Tanya Carlos khawatir,karena takut menjadi masalah yang besar dengan tuannya.


"Sudah tidak usah banyak omong,sekarang bawa kakaknya Xinyi ke kediaman ini juga."Perintah Damian,agar Carlos menjemput Xintian.


"Baik tuan."Balas Carlos,dia pergi untuk menjemput kakak Xinyi.


Damian membawa Xinyi ke kamarnya susah payah,dia menurunkan Xinyi ke ranjangnya dengan hati-hati.Selama perjalanan ke kamarnya,Xinyi benar-benar melakukan tindakan di luar batasnya.


"Kenapa kamu tidak percaya kepadaku sayang,kenapa kamu lebih percaya pada sahabatku.Jelas-jelas,aku tidak menghianati kamu sama sekali."Racau Xinyi,meluapkan isi hatinya.


Damian semakin penasaran dengan ucapan Xinyi,entah itu tadi di kereta atau kata barusan yang di ucapkan Xinyi.


"Sebenarnya apa kita pernah bertemu sebelum ini?tapi kenapa kamu seperti kesakitan?apa aku pernah melukaimu Xinyi?"Gumam Damian,merasa gusar menatap Xinyi di hadapannya.


Damian mencoba menenangkan Xinyi dengan membelai tangannya,tapi tindakan Damian justru semakin menambah panas di tubuh Xinyi.


"Damian."Panggil Xinyi,menatap Damian dengan lekat.


Damian kaget,mendengar Xinyi menyebut namanya.Dia semakin kaget,karena Xinyi langsung memeluk tubuhnya.


"Aku mencintai kamu Damian."Ucap Xinyi,terus terang di pelukan Damian.


Xinyi melepaskan pelukannya,dia langsung mencium bibir Damian.Xinyi langsung duduk di pangkuan Damian,dia merasakan tubuhnya sangat bergejolak.


Damian membalas ciuman Xinyi,mereka berciuman saling membalas dan bahkan itu membuat Xinyi merasa masih kurang.Damian semakin kaget dengan tindakan Xinyi,Suhu tubuh Damian jadi tidak karuan karena tindakan Xinyi.Damian melepaskan apa yang di kenakan Xinyi,dia mencium Xinyi dengan penuh gejolak dalam dirinya.


Damian menghentikan tindakannya,dia tidak sadar telah melepaskan pakaian yang di kenakan Xinyi.Dia melihat tubuh Xinyi di depannya,dia menelan ludahnya saat melihat tubuh Xinyi yang sangat menggoda.


Xinyi merasakan panas di tubuhnya,dia menatap Damian di hadapannya.Dia dengan berani mencium bibir laki-laki di hadapannya lagi,dia ingin panas di tubuhnya hilang.


Damian membalas ciuman Xinyi,dia memegang dada Xinyi dan meremasnya begitu kuat.Dia terlena dengan tindakan Xinyi terhadapnya,dia melepas ciumannya dan turun ke dada Xinyi.


Xinyi meremas rambut Damian,dia menikmati sentuhan pada tubuhnya.Dia benar-benar merasa bergejolak,dia menginginkan lebih.

__ADS_1


"Ah."Ucap Xinyi,begitu saja.


Damian yang mendengarnya,dia menghentikan tindakannya.Dia menyadarkan dirinya sendiri,bahwa ini salah.Dia tidak ingin melakukan kesalahan terhadap Xinyi,apalagi menuruti nafsunya.


"Xinyi sadar."Panggil Damian,agar Xinyi sadar.


Xinyi yang merasa tubuhnya panas,merasa semakin kepanasan.Xinyi mengipasi tubuhnya di hadapan Damian,Damian yang melihatnya melotot dan sekarang melihat Xinyi yang seperti itu dia merasa panas dalam tubuhnya.


"Panas,tubuhku sangat panas."Racau Xinyi,kepanasan dengan tubuhnya.


Damian jadi tersadar,karena di kereta Xinyi bergumam kepanasan dan sekarang dia juga merasa panas.Tanpa pikir panjang,Damian menurunkan Xinyi di ranjang dan keluar meninggalkan Xinyi sendiri di kamar.Damian menyiapkan air dingin untuk Xinyi berendam,agar Xinyi tersadar.Damian masuk ke kamar,tidak memperdulikan keadaan xinyi yang berantakan karena kepanasan.Dia membopong Xinyi dan memasukan Xinyi ke air dingin,Damian meninggalkan Xinyi di sana sendirian.


Xinyi yang merasa tubuhnya tidak panas,dia tertidur di bak air yang dingin.Sedangkan Damian,dia pergi ke aula utama untuk menunggu Carlos dan Xintian.


Carlos membawa Xintian masuk ke aula,di sana dia melihat majikannya sedang menunggu dirinya.


"Tuan,sepertinya kakak putri di kasih obat oleh seseorang."Ucap Carlos,karena melihat reaksi tubuh Xintian.


"Siapkan air dingin,biarkan dia berendam di sana sampai sadar."Perintah Damian,karena bisa-bisanya seseorang menjebak keluarga Xinjiang.


"Baik tuan."Jawab Carlos,mengikuti perintah tuannya.


Xintian langsung di bawa Carlos ke air dingin,agar Xintian sadar dari pengaruh obat yang berada di tubuhnya.


"Jark!"Panggil Damian,karena marah dengan apa yang terjadi.


"Ya tuan."Balas Jark,muncul di depan Damian.


"Cari dalang semua ini,sampai ketemu."Perintah Damian,karena tindakan seperti ini sangat keterlaluan.


"Baik tuan."Balas Jark,menuruti perintah Damian.


"Sekalian,kamu mampir ke kediaman Xinjiang untuk melaporkan anak mereka bersamaku."Perintah Damian.


"Baik tuan."Ucap Jark,pergi meninggalkan Damian.


Damian kembali ke kamar untuk mengecek Xinyi,dia melihat Xinyi yang tertidur di dalam air.Damian menyuruh pelayan untuk memakaikan pakaian Xinyi dan menyuruhnya untuk menidurkan Xinyi di ranjang.


"Cantik."Ucap Damian membelai wajah Xinyi.


Xinyi merasakan bibirnya yang basah,bahkan dia merasakan ciumannya begitu rakus.Dia membuka matanya,dia refleks mendorong orang di hadapannya dengan kuat.Kemudian Xinyi mengelap bibirnya dengan kasar,bahkan dia merasa dirinya penuh dengan amarah.


"Apa yang kamu lakukan?"Teriak Xinyi,penuh amarah.


Damian masih shock dengan tindakan Xinyi,karena dia mendorongnya hingga terjungkal.Dia bangun dan duduk kembali di hadapan Xinyi.


"Aku mencium kamu,seperti kamu menciumku."Ucap Damian menatapnya.


"Tidak mungkin,aku menciummu.Jangan bermimpi!"Balas Xinyi marah.


"Dimana aku?aku ingin pulang."Ucap Xinyi penuh amarah,apalagi melihat ruangan asing di matanya.


"Nanti,aku antarkan kamu pulang wanitaku."Ucap Damian menyeringai,karena ingin melihat reaksi Xinyi terhadap dirinya.


"Wanitamu? jangan harap!!aku menyukai orang lain bukan kamu."Tolak Xinyi tidak suka dengan ucapan Damian,bahkan membuat dirinya semakin penuh dengan amarah.


Tiba-tiba Xintian masuk ke dalam kamar,dia melihat wajah Xinyi seperti marah dengan Damian.


"Xinyi,kamu tidak apa-apa?"Tanya sang kakak khawatir,melihat adiknya takut kenapa-kenapa.


"Kakak."Ujar Xinyi,berlari ke arah kakaknya dan memeluknya.


"Sudah,tidak apa-apa sayang."Ucap Xintian,menenangkan Xinyi dan membalas pelukan Xinyi.


Damian melihat interaksi kakak beradik di depannya,menurutnya mereka sangat harmonis dan saling menjaga satu sama lain.


"Pangeran,terimakasih telah menolong kami berdua.Kalau begitu,kami pamit pulang."Ucap Xintian sopan terhadap Damian.


"Carlos!!"Teriak Damian,agar mengantarkan mereka ke rumahnya.


Carlos menghampiri Damian dengan tergesa-gesa,karena mendengar teriakan majikannya.


"Antarkan mereka ke rumahnya,pastikan dengan baik mereka sampai rumah."Perintah Damian tegas,karena tidak ingin terjadi apa-apa dengan wanitanya.

__ADS_1


"Baik tuan."Balas Carlos,menghampiri Xintian dan Xinyi.


"Silahkan putri dan tuan,mengikuti saya."Perintah Carlos,melangkah keluar dari kamar tempat mereka berkumpul.


"Sekali lagi,terimakasih pangeran."Ucap Xintian,karena Damian sudah menolong mereka.


Sedangkan Xinyi,dia hanya melihat Damian dengan tajam.Bahkan Xinyi,semakin membenci Damian.


Setelah Xinyi dan Xintian pergi,Damian merenung di kamar dengan banyak pikiran.Dia masih memikirkan sikap Xinyi,dia benar-benar heran dengan perubahan Xinyi yang begitu cepat.


"Kenapa perubahannya sangat cepat,seperti 2 orang yang berbeda.Awalnya seperti mencintai dirinya,namun setelah terbangun seperti sangat membencinya.Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan Xinyi."Gumam Damian,karena merasa heran dengan sikap Xinyi yang seperti itu.


Sedangkan di dalam kereta,Xintian bertanya terhadap Xinyi.Dia khawatir karena Xinyi diam terus,tanpa mengatakan sepatah kata apapun terhadap dirinya.


"Apa yang terjadi di dalam kamar?"Tanya Xintian,merasa khawatir dengan adiknya yang seperti ini.


"Tidak terjadi apa-apa kak."Balas Xinyi,menutupi kebenarannya.


Xinyi tidak ingin kakaknya mengkhawatirkan dirinya,Dia hanya ingin masalahnya di selesaikan sendiri.


"Jangan membohongi kakak,ketika kaka masuk kakak melihat kamu seperti takut dengan pangeran."Ujar Xintian,menatap Xinyi dengan perasaan sedih.


"Aku tidak apa-apa kak."Jawab Xinyi tersenyum.


"Baiklah."Ujar Xintian,karena adiknya tidak ingin membicarakannya.


"Sebenarnya,apa yang terjadi dengan kita?"Tanya Xinyi,masih bingung dengan apa yang dia alami bersama kakaknya.


"Kakak juga tidak ingat,saat terbangun sudah di kediaman pangeran."Jawab Xintian,karena dirinya benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi terhadap mereka.


"Apa kita kasih tau ayah dan ibu?"Tanya Xinyi,agar orang tuanya bisa mencari tau dalang di balik kejadian yang menimpanya.


"Jangan membuat mereka khawatir sayang."Jawab Xintian,karena tidak ingin membuat orang tuanya semakin khawatir dengan mereka.


"Yasudah,sini kamu tidur.Kalau sudah sampai nanti,kakak akan bangunkan kamu."Perintah Xintian dengan lembut.


"Terimakasih kak."Balas Xinyi yang tertidur di pundak kakaknya.


Sedangkan Xintian di kereta,masih memikirkan wajah adiknya yang ketakutan terhadap pangeran.


"Sebenarnya,apa yang terjadi dengan kamu?"Gumam Xintian,melihat wajah adiknya dengan sedih.


Kereta tiba di kediaman Xinjiang,Carlos menghampiri Xintian dan Xinyi yang berada di dalam kereta.


"Tuan,sudah sampai."Ucap Carlos,memberitahu mereka.


"Terimakasih."Ujar Xintian,membopong adiknya turun dari kereta.


Setelah Xintian dan Xinyi masuk ke dalam kediaman,Carlos langsung pergi meninggalkan kediaman Xinjiang.Xintian membopong Xinyi ke kamarnya,karena dia tidak tega membangunkan adiknya.


"Apa yang terjadi dengan kalian?"Tanya sang ibu,menghampiri anaknya ke kamar Xinyi.


"Aku tidak tau bu."Jawab Xintian,memang tidak tau apa yang terjadi.


"Tapi,syukurlah kalian baik-baik saja.Yasudah kalau begitu,kamu istirahat nak."Perintah sang ibu,karena bersyukur anak-anaknya pulang dengan selamat.


"Iya bu,Tian pamit dulu ke kamar."Pamit Xintian,terhadap ibunya.


Xintian meninggalkan kamar Xinyi,dia pergi ke kamarnya.Dia masih bingung dengan apa yang dia alami,apalagi dia semakin bingung dengan wajah adiknya yang begitu takut berhadapan dengan pangeran.


Ibunya meninggalkan kamar Xinyi,karena merasa lega anaknya pulang dengan selamat.Dia kembali ke kamarnya untuk melaporkan anaknya yang sudah pulang,dia juga ingin menanyakan kepada suaminya tentang anak-anaknya.


"Sayang,Xintian dan Xinyi sudah pulang.Aku khawatir dengan mereka,sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka?"Tanya sang istri,karena dia ingin tau apa yang di alami anak-anaknya.


"Sudah jangan khawatir sayang,beruntung pangeran menolong anak kita."Ucap sang suami,karena Damian menolong anak-anaknya.


"Mungkin,ini takdir anak-anak kita."Balas sang istri,karena pangeran menolong anaknya.


"Apa lebih baik,kita menjodohkan pangeran dengan Xinyi ya?"Ujar suami terhadap istrinya.


"Memangnya,kamu yang menentukan perjodohan."Balas sang istri tertawa,merasa heran dengan suaminya.


"Siapa tau pangeran berjodoh dengan Xinyi,hidup kita nanti semakin di segani oleh adipati yang lain."Ucap sang suami,memikirkan kehormatan daripada kebahagiaan anak-anaknya.

__ADS_1


"Sudahlah,aku mau tidur."Balas sang istri,malas dengan sikap suaminya yang mementingkan kehormatan terus dalam hidupnya.


__ADS_2