AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 87


__ADS_3

Xinyi masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan kesal,bisa-bisanya Jansen menciumnya di ruangan terbuka seperti itu.Xinyi tidak ingin dirinya di gosipkan yang tidak-tidak,dia mengatur deru nafasnya saat ini.


"Penjaga bayangan."Panggil Xinyi,karena dia tau penjaga bayangan ada di sekitarnya.


Penjaga bayangan langsung menghampiri Xinyi,dia memberi hormat terhadap Xinyi.Dia siap melakukan tugas yang akan di berikan Xinyi,dia menunggu Xinyi memberi tugas terhadapnya.


"Apakah kamu mengikuti aku?"Tanya Xinyi,dia menatap penjaga bayangan.


"Tidak ratu,aku menunggu ratu kembali ke kamar.Aku hanya menunggu ratu di luar kamar."Jawab penjaga bayangan dengan jujur.


"Baiklah,tolong kamu awasi penasihat negara sekarang."Perintah Xinyi,dia tidak ingin kecolongan saat ini.


"Baik ratu."Jawab penjaga bayangan,dia langsung pergi dari hadapan Xinyi.


Xinyi merasa tenang saat ini,karena penjaga bayangan tidak melihat aksi Jansen yang menciumnya.Xinyi takut penjaga bayangan melihatnya,bisa-bisa penjaga bayangan melaporkan tindakan Jansen ke Damian.Xinyi benar-benar harus membuat strategi yang matang saat ini,dia tidak mungkin membiarkan penasihat negara melakukan tindakan seenaknya terhadap keluarganya.


"Aku harus menjauh dari Jansen saat ini,aku tidak ingin Jansen ikut campur dalam masalah istana."Ucap Xinyi,dia bergumam pada dirinya sendiri.


"Aku tidak keberatan sama sekali,aku bisa membantu kamu."Ujar Jansen,dia duduk di jendela.


"Apa yang kamu lakukan di situ?"Tanya Xinyi,dia kaget sekarang.Karena melihat Jansen berada di jendela kamarnya.

__ADS_1


Xinyi melihat Jansen yang turun,dia masih menatap Jansen saat ini.Bahkan,Jansen menutup jendela kamarnya.Kemudian,Xinyi melihat Jansen yang berjalan ke arahnya.Xinyi tidak habis pikir dengan Jansen,bisa-bisanya Jansen masuk ke dalam kamarnya.


Jansen dia duduk di samping Xinyi,dia memeluk pinggang Xinyi dengan sebelah tangannya.Jansen menarik Xinyi,agar tubuh Xinyi dekat dengan dirinya.Jansen menatap Xinyi yang begitu dekat dengan wajahnya,dia mencium aroma tubuh Xinyi yang begitu wangi saat ini.


"Aku tidak keberatan membantu kamu,lagi pula aku benar-benar mencintai kamu Xinyi.Aku tidak ingin kamu melakukan tindakan besar seperti ini sendirian,biarkan aku membantu kamu."Ucap Jansen,menatap manik mata Xinyi saat ini.


Xinyi merasakan jantungnya berdegup kencang saat ini,apalagi tubuhnya begitu berdekatan dengan Jansen.Bahkan,tangannya menyentuh dada bidang Jansen untuk menopang tubuhnya saat ini.Xinyi mendengar ucapan Jansen saat ini,dia merasa bimbang sekarang.


"Aku tidak ingin melibatkan kamu sama sekali,ini masalah istana kami."Kata Xinyi,karena Jansen bukan bagian dari istana.


"Aku tidak masalah,aku akan membantu kamu secara diam-diam.Aku tidak ingin kamu mengalami kesulitan,percayakan saja padaku."Ucap Jansen,dia tersenyum ke arah Xinyi saat ini.


"Bisakah,kau lepaskan aku.Aku pegal seperti ini,lagi pula aku takut orang lain melihat kita yang seperti ini."Ujar Xinyi,dia berbicara dengan pelan terhadap Jansen.


Jansen tersenyum ke arah Xinyi,dia mencium bibir Xinyi dengan lembut.Jansen membawa tubuh Xinyi ke dalam pangkuannya,dia tidak akan melepaskan kesempatan yang ada di hadapannya saat ini.Apalagi,Damian tidak ada di istana sekarang.Jansen bebas mendekati Xinyi kapanpun,dia tidak akan perduli dengan Damian yang tidak ada di istana ini sekarang.


Xinyi yang di cium Jansen tiba-tiba,dia menatap Jansen yang menatap dirinya.Bahkan,tubuhnya di angkat begitu saja olehnya.Xinyi sekarang berada di dalam pangkuan Jansen,Xinyi menerima ciuman Jansen terhadap dirinya.Xinyi benar-benar merasakan jantungnya berdegup kencang,dia benar-benar memiliki perasaan untuk Jansen saat ini.


Xinyi membalas ciuman Jansen yang lembut,dia terbawa suasana saat ini.Xinyi merasakan kerinduan dalam diri Jansen terhadap dirinya,dia melingkarkan tangannya di leher Jansen.Xinyi merasakan ciuman Jansen semakin dalam terhadap dirinya,dia mecoba menyeimbangi ciuman yang di berikan Jansen.


Xinyi merasakan tubuhnya yang panas saat ini,apalagi lama kelamaan ciuman mereka begitu intens.Xinyi menatap mata Jansen saat ini,dia melihat Jansen yang sedang menatap dirinya saat ini.Xinyi merasakan tangan Jansen yang masuk ke dalam pakaiannya,dia merasakan tangan Jansen yang memegang dadanya saat ini.

__ADS_1


Jansen senang Xinyi tidak menolaknya sama sekali,dia semakin memperdalam ciumannya.Jansen melihat Xinyi yang membalas menatap dirinya,dia memasukkan tangannya ke dalam pakaian Xinyi.Jansen merasakan dada Xinyi yang di pegangnya sekarang,menurutnya begitu pas berada di tangannya saat ini.Jansen meremasnya dengan lembut,dia juga menyentuh ujung dada Xinyi.Jansen merasakan ujung dada Xinyi yang mulai mengeras,Jansen menatap wajah Xinyi yang menikmatinya saat ini.


Xinyi merasakan tubuhnya semakin panas saat ini,dia memegang tangan Jansen dan melepaskan tangan Jansen yang menyentuh dadanya.Xinyi membenarkan posisi duduknya,dia sekarang berhadapan dengan Jansen.Xinyi benar-benar menikmati tindakan yang di berikan Jansen terhadap tubuhnya,Xinyi melepas pakaian atas luarnya dan terlihat jelas kemben yang di pakainya sekarang.


Jansen tersenyum ke arah Xinyi,dia melihat kemben yang di pakai Xinyi.Jansen melepas kemben yang di pakai Xinyi,hingga terlihat jelas di matanya gundukan kenyal milik Xinyi.Jansen menyambar gundukan kenyal Xinyi,dia menghisap gundukan kenyal Xinyi dnegan lembut.


Xinyi meremas rambut Jansen,dia merasakan tubuhnya semakin panas.Apalagi,dia merasakan tindakan Jansen terhadap tubuhnya saat ini.Xinyi menggeliat kepanasan saat ini,dia benar-benar menikmati tindakan yang di perbuat Jansen.Xinyi merasakan tubuhnya di gendong Jansen,sekarang dia berbaring di ranjangnya.


"Ah."Lenguh Xinyi,karena Jansen menggigit gundukan kenyalnya.


Kini mereka berciuman dengan panas,Jansen menghilangkan penghalang pada mahkota Xinyi.Dia membuka paha Xinyi perlahan,Jansen memasukkan adiknya ke dalam mahkota milik Xinyi.


Xinyi yang merasakan adik Jansen mendobrak mahkotanya,dia memegang pundak Jansen dengan kuat.Xinyi merasakan Jansen mendobrak paksa mahkotanya,dia merasakan adik Jansen yang sudah berada di dalam tubuhnya.


Mereka kini bercinta,mereka seakan lupa berada dimana saat ini.Mereka sama-sama terbawa suasana,bahkan mereka melakukannya dengan sama-sama saling suka.Kamar Xinyi penuh dengan suara erangan Xinyi,karena dia menikmati permainan Jansen terhadap dirinya.


"Ah,ah."Racau Xinyi,karena Jansen bergerak cepat di dalam tubuhnya.


"Kamu begitu nikmat Xinyi,kamu harus jadi milikku."Ucap Jansen,dia tidak akan melepaskan Xinyi.


Mereka sama-sama menikmati percintaan panas mereka,mereka sama-sama mencapai puncak kenikmatannya.Mereka menyudahi percintaan mereka,karena merasa begitu lelah.

__ADS_1


Jansen melihat Xinyi yang kelelahan,dia melihat Xinyi yang tidur saat ini.Jansen langsung memakaikan pakaian Xinyi dengan rapi,setelah pakaian Xinyi rapi dan seperti semula.Jansen pergi meninggalkan Xinyi,dia memilih kembali ke kamarnya saat ini.


__ADS_2