
Pernikahan telah selesai dan bahkan Xinyi tidak kembali ke tempat acara,dia benar-benar tidur lelap.Mereka langsung masuk ke dalam istana untuk beristirahat.
Damian di kamar bersama Chelsea dan Aria,dia menatap Chelsea dan Aria secara bergantian.Dirinya sekarang bingung,karena harus melakukan malam pengantin dengan mereka secara bersamaan.
"Pangeran,anda bermain saja denganku terlebih dahulu.Nanti,setelah selesai denganku anda bisa bermain dengan putri Aria."Ucap Chelsea,agar Damian tidak bingung melakukan malam pengantin mereka.
"Aku menolaknya,kenapa tidak kamu yang terakhir."Protes Aria,merasa Chelsea mengambil keuntungan dari dirinya.
"Apa kita melakukannya saja bersama-sama."Usul Chelsea,begitu gila dengan ucapannya.
"Kamu gila? Aku tidak ingin melakukannya bersama-sama."Balas Aria,tidak terima dengan usulan Chelsea.
"Lantas bagaimana pangeran?"Tanya Chelsea,padahal dia sangat ingin melakukan percintaan dengan Damian.
"Sudah Cukup,kita tidur bersama saja saat ini.Tidak melakukan malam pengantin,aku merasa lelah saat ini."Ucap Damian,memutuskan secara sepihak.Agar mereka tidak berebutan untuk bermain dengannya.
"Kamu yakin pangeran?"Tanya Chelsea,padahal dia begitu menginginkan percintaan dengan Damian.
"Aku yakin,ayo kita tidur saja."Balas Damian,karena dia begitu lelah saat ini.
Damian merasa,sudah cukup melakukan pernikahan.Dia tidak ingin pusing lagi,apalagi pernikahan begitu melelahkan.
Mereka akhirnya tidur di ranjang bertiga,Mereka langsung memejamkan matanya.Mereka benar-benar begitu lelah saat ini,hingga mereka tidur bersama-sama.
Sedangkan Jane,dia menunggu Juan datang.Dia begitu merindukan Juan saat ini,dia selalu melihat ke arah pintu.Dia berharap,jika Juan datang menghampirinya.Jane menunggu dengan sabar,namun Juan tidak kunjung datang ke kamarnya.Jane merasa kesal sekarang,hingga dirinya memilih tidur saja dan tidak berharap lagi Juan datang ke kamarnya.
...****************...
Xinyi bangun dari tidurnya,dia benar-benar lelah.Dia tidak datang lagi ke acara pernikahan Damian,dia langsung membersihkan dirinya.Apalagi,dia harus membawa istri-istri Damian mengikuti aturan kerjaan.
__ADS_1
Semua istri Damian berkumpul di ruang kerja ratu,mereka akan mengikuti aturan kerajaan sesuai dengan perintah dari ratu.Mereka menatap sang ratu yang masih sibuk,mereka dengan sopan duduk menunggu hingga ratu beres dengan urusannya.
"Baiklah,ayo ikuti aku."Perintah sang ratu,dia meninggalkan ruang kerjanya.
Mereka langsung di suruh duduk di meja yang sudah di persiapkan,ratu memandang mereka dengan intens.Apalagi sekarang,mereka di ajari aturan kerajaan dengan benar.Karena ratu tidak ingin,sikap para putri kekanak-kanakan setelah memasuki istana dan bahkan sekarang mereka sudah menjadi istri pangeran.
"Tegakkan badan kalian."Ucap sang guru,memberikan perintah kepada istri mereka.
"Plak."Suara papan,mengenai tubuh Chelsea.
"Aw,sakit guru."Protesnya,karena tubuhnya di pukul papan.
"Tegakkan badan kamu dengan benar."Ucap sang guru,dia tidak menerima protes apapun dari setiap putri.
Mereka di ajari aturan hingga sore hari,mereka merasa begitu lelah saat ini.Apalagi guru mereka begitu keras,mereka tidak habis pikir harus belajar pada guru yang begitu tidak perasaan.Mereka langsung pergi ke kamar masing-masing,Chelsea dan aria sudah mendapatkan kamar secara sendiri-sendiri.
"Lelahnya."Gumam Xinyi,dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Dia melotot ke arah Jansen,bisa-bisanya Jansen berada di kamarnya.Dia tidak tau,bagaimana Jansen bisa masuk kamarnya begitu saja.Padahal pengawal dan pelayan,begitu banyak yang berjaga di luar sana.
"Apa yang kamu lakukan di kamarku?"Tanya Xinyi begitu was-was,melihat Jansen yang semakin mendekat ke arahnya.
"Aku hanya ingin menemui kamu."Balasnya,dia tersenyum kepada Xinyi.
"Kamu keluar dari kamarku,suamiku sebentar lagi pasti datang.Aku tidak ingin di tuduh berselingkuh dengan kamu."Ujar Xinyi,dia turun dari ranjangnya dan menjauh dari Jansen.
"Dia tidak akan datang kemari,lagi pula dia sedang sibuk mengurusi kerajaan.Aku sudah pastikan dengan baik."Balasnya,menatap Xinyi.
"Aku tidak percaya dengan ucapan kamu,silahkan kamu keluar dari sini."Usir Xinyi,dia merasa takut sekarang dengan kehadiran Jansen.
__ADS_1
Xinyi menatap pisau di mejanya,dia langsung menodongkan pisau ke arah Jansen.Dia ingin Jansen keluar dari kamarnya,dia tidak ingin Jansen mengganggunya.
"Cepat keluar!"Marah Xinyi,menatap tajam ke arah Jansen.
"Baiklah,aku akan keluar.Jaga diri kamu baik-baik."Ucap Jansen,dia langsung pergi dari kamar Xinyi.
Xinyi bernafas lega dengan kepergian Jansen,dia menaruh pisau sembarangan.Dia begitu takut dengan kehadiran Jansen,dia tidak tau dengan kehidupannya yang sekarang.Kenapa dia harus di pertemukan dengan orang seperti Jansen,bahkan di kehidupannya yang dulu tidak ada Jansen sama sekali.Xinyi kembali ke ranjangnya dan berbaring,dia menatap langit-langit kamarnya dengan perasaan gelisah.Dia merasa terancam sekarang,tidak lama Xinyipun tidur dan melupakan segala hal dalam pikirannya.
Sedangkan Damian dia begitu sibuk saat ini,apalagi tugas kerajaan begitu banyak.Dia merasa pusing dengan tugasnya sekarang,apalagi dia tidak melihat Xinyi beberapa hari.
"Aku seperti anak tiri di berikan tugas sebanyak ini."Gumam Damian,begitu frustasi saat ini.
Dia melihat ke arah pintu dan Chelsea masuk ke dalam ruangannya,Chelsea mendekati Damian yang sedang sibuk.
"Pangeran kamu begitu sibuk."Ucapnya,melihat setumpuk berkas di meja Damian.
"Kamu benar,aku sangat sibuk.Ada urusan apa kamu kemari?"Tanya Damian,menatap Chelsea dengan intens.
"Bisakah,jika nanti malam kamu ke kamarku?"Tanya Chelsea,dia berharap Damian mau tidur dengannya.
"Lihat nanti saja,aku masih mengerjakan tugas-tugasku."Balas Damian,dia masih fokus dengan lembaran tugas di tangannya.
"Baiklah,aku berharap pangeran bisa datang ke kamarku."Ucap Chelsea,dia langsung mencium pipi Damian.
Damian tidak menghiraukannya sama sekali,apalagi dia tau dengan setiap wanita yang ingin bercinta dengannya.Karena menurut mereka dirinya tampan,bahkan mereka saja bersedia menyerahkan mahkotanya begitu saja untuk dirinya.Namun dia tidak menerimanya sama sekali,karena dia hanya ingin bercinta dengan istrinya sendiri.
"Yasudah,kamu pergi dari ruanganku.Agar aku bisa fokus mengerjakan ini."Usir Damian,dia tidak ingin di ganggu.
"Baik pangeran."Jawab Chelsea tersenyum dengan senang.
__ADS_1
Dia langsung pergi meninggalkan ruangan Damian,Chelsea begitu berharap dirinya bisa tidur dengan Damian.Chelsea sangat ingin hamil anak Damian,agar posisinya di hati Damian kuat.Chelsea sangat ingin menjadi wanita kesayangan Damian,agar posisinya di kerajaan tidak tergoyahkan.Apalagi,dirinya harus menyusun rencana untuk menyingkirkan mereka semua.Dia berharap,dirinya hanya satu-satunya wanita yang bersama Damian.