
"Baiklah,kalian sudah bisa pulang ke kediaman masing-masing dengan tenang."Ucap Damian,melihat para putri di hadapannya.
"Baik pangeran."Jawab mereka pasrah dengan kehidupan mereka nanti.
"Kalian akan membawa dekrit dari raja untuk pernikahan kalian bersama diriku."Ujar Damian,memegang beberapa gulungan dekrit dari raja.
Damian langsung menyerahkan semua dekrit raja,kepada para putri di hadapannya.Para putri menerima gulungan dekrit yang di berikan Damian,mereka senang menerima dekrit raja.
Xinyi menerimanya dengan malas,dia masih kesal dengan jebakan Damian pada dirinya.Xinyi ingin segera pergi dari istana,dia sudah tidak sabar ingin bertemu keluarganya.
"Kalian boleh pergi."Perintah Damian,menatap mereka.
Para putri langsung bergegas pergi dari ruangan Damian,mereka begitu berat membawa dekrit di tangan mereka.Para putri ada yang senang,ada yang sedih saat membawa dekrit raja.Di hati mereka,masih ada keraguan untuk menikah dengan Damian.Mereka ingin menikah dengan Damian,tapi mereka juga tidak ingin jadi selir.
Xinyi merapikan barangnya,dia takut ada barangnya yang tertinggal di mansion.Xinyi merasa,kenapa kehidupan ini jadi berantakan.Dia tidak tau dimana letak kesalahannya,kehidupannya jelas-jelas berbeda.Dia merasa takdir mempermainkan dirinya,bahkan dia tidak bisa merubah takdirnya.
Sedangkan Jane di dalam kamar,dia merasa kesal.Dia tidak bisa bersama Juan,dia harus menikah dengan Pangeran.Dirinya bingung,lebih memilih Juan atau pangeran.Jane tidak ingin di tinggalkan Juan lagi,dia hanya ingin bersama Juan.Dia juga bingung dengan ayahnya,apalagi dirinya harus menikah dengan pangeran dan tidak bisa menolak kehendak ayahnya.Di saat Jane sedang berfikir,Juan tiba-tiba masuk ke dalam kamar Jane.Juan melihat Jane yang sedang kebingungan,dia langsung memeluk Jane dari belakang.
"Apa kamu tidak merindukan aku?"Tanya Juan,memeluk erat Jane.
"Aku sangat merindukan kamu."Balas Jane lemas,karena dia tidak tau harus bagaimana.
"Kamu kenapa Jane?"Tanya Juan,karena Jane tidak seperti biasanya.
"Aku akan menikah dengan pangeran."Balas Jane,melepas pelukan Juan.
Jane berbalik menghadap Juan,dia memeluk erat Juan.Jane bingung harus bagaimana,dia tidak ingin berpisah dengan Juan.Dirinya hanya ingin bersama Juan,Jane memeluk erat Juan.
"Menikahlah dengan pangeran,aku tidak apa-apa Jane."Ucap Juan,dia mengerti dengan perasaan Jane.
"Tapi,aku hanya ingin bersama kamu."Ujar Jane,mengungkapkan isi hatinya.
"Kita masih bisa bertemu seperti ini,kita lakukan secara diam-diam.Aku juga tidak ingin berpisah lagi dengan kamu."Ucap Juan,melepaskan pelukan Jane.
Jane menatap Juan,dia mengerti sekarang.Jane mengerti,jika Juan mencintainya.Bahkan Juan tidak ingin,jika dirinya melawan orang tuanya.Jane semakin mencintai Juan,hidupnya sudah dia serahkan kepada Juan sepenuhnya.
__ADS_1
"Apa kamu tidak akan ikut denganku?"Tanya Jane,menatap lekat Juan.
"Maaf,aku tidak bisa Jane.Aku akan selalu menunggu kamu disini."Balas Juan,membelai rambut Jane.
"Baiklah,kamu tunggu kedatangan aku."Ujar Jane,tersenyum senang.
...****************...
Di sisi lain,Damian sedang berdiskusi dengan ibunya.Dia ingin mengantarkan Xinyi pulang,Dia sangat takut Xinyi di lukai oleh orang lagi.Damian tidak ingin kecolongan lagi,Xinyi harus tetap hidup.Jika Xinyi tidak ada,dia juga tidak ingin hidup.Damian benar-benar sudah jatuh cinta dengan Xinyi,meskipun Xinyi tidak menyukainya.Damian akan tetap mencintai Xinyi,bahkan dia akan melindungi Xinyi.
"Bagaimana bu?"Tanya Damian,berharap ibunya mengizinkan dia.
"Ibu tidak bisa memutuskannya,kamu cari ayah kamu saja."Perintah sang ibu,dia juga khawatir terhadap anaknya.
"Aku tidak tau ayah di mana,ibu saja yang bicara dengan ayah."Melas Damian,agar ibunya mengizinkan dia.
"Kamu jangan mendesak ibu."Ucap ibunya,memalingkan muka.
"Apakah ibu tidak kasian terhadapku?"Tanya Damian,mulai berakting di hadapan ibunya.
"Ibu,Xinyi adalah kebahagiaan aku.Dia wanita yang aku cintai,aku harus melindungi dia.Ayolah bu,aku ingin mengantarnya pulang."Kekeuh Damian,agar ibunya tidak menolak keinginannya.
"Damian,jangan kelewatan!"Marah sang ibu,karena anaknya begitu keras kepala.
"Aku tidak kelewatan bu,aku hanya ingin mengantarnya pulang."Jawab Damian,menatap sang ibu.
"Begini,cara bicara kamu terhadap ibumu.Ingat Damian,ibu yang melahirkan kamu.Kenapa kamu,begitu tidak paham dengan kondisi ibu kamu."Ucap sang ratu,berkaca-kaca di hadapan anaknya.
"Maafkan aku bu,aku tidak akan menyusahkan ibu."Balas Damian,memeluk ibunya.
Damian merasa bersalah terhadap ibunya,dia tadinya ingin memohon kepada ibunya.Dia tau,pasti ayahnya akan luluh kalau berbicara dengan ibunya.Selama ini Damian tidak tau,kesusahan seperti apa yang di jalani ibunya.Damian merasa dirinya egois,tidak mengerti perasaan ibunya sama sekali.
"Baiklah,aku akan mencari ayah dulu bu.Maafkan aku sudah kelewatan terhadap ibu."Ucap Damian,melepaskan pelukan ibunya.
Damian meninggalkan ibunya,dia langsung mencari ayahnya.Dia harus mendapatkan izin keluar istana,dia ingin mengantar Xinyi.Dia bisa saja menyelinap,tapi dia takut orang tuanya mencari dirinya.Dia merasa,sebagai seorang pangeran sangat melelahkan.
__ADS_1
"Ayah."Panggil Damian,melihat ayahnya.
"Ada apa?"Tanya ayahnya,melihat anaknya seperti terburu-buru.
"Maaf atas kelancanganku,aku ingin minta izin keluar istana.Aku ingin mengantarkan putri Xinyi pulang ke kediamannya."Jawab Damian,terus terang di hadapan ayahnya.
"Kenapa kamu harus mengantarnya? Kamu tidak takut,jika para putri yang lain iri?"Tanya ayahnya,karena dia tau anaknya mencintai putri Xinyi.
"Aku akan diam-diam ayah,aku hanya ingin menjaga keselamatan putri Xinyi."Balasnya bersungguh-sungguh.
"Baiklah,aku izinkan kamu keluar istana."Ucap sang raja.
"Terima kasih ayah."Balasnya dengan senang.
Damian langsung pergi menyelinap ke kereta Xinyi,dia akan memberi kejutan kepada Xinyi.Dia harus melindungi Xinyi,tidak akan membiarkan Xinyi terluka lagi.
Sedangkan Xinyi,dia sudah selesai membereskan barangnya.Dia segera bergegas untuk kembali ke kediamannya,dia di bantu pelayan istana membawa barangnya ke dalam kereta.
"Terima kasih sudah membantuku,selama aku disini."Ucap Xinyi tulus,kepada pelayan istana yang membantunya.
"Sama-sama putri,hati-hati di jalannya putri."Balas pelayan,merasa bersyukur bisa melayani Xinyi.
Xinyi naik ke dalam kereta,setelah dirinya duduk dengan benar.Kereta mulai berjalan meninggalkan istana,Xinyi merasa lega dirinya bisa pulang dan tidak melihat wajah Damian lagi.
"Akhirnya,aku pulang."Ucap Xinyi senang,karena dirinya pulang.
"Senang banget,ninggalin istana."Ujar Damian,mengagetkan Xinyi.
Xinyi yang senang,tiba-tiba kaget.Karena dia tidak tau,jika di keretanya ada orang.Bahkan dia melihat Damian tersenyum ke arahnya,dia menatap Damian dengan tajam.
"Apa yang kamu lakukan disini?"Tanya Xinyi marah,melihat Damian ada di keretanya.
"Jangan marah-marah,aku hanya mengantar kamu pulang calon ratuku."Balas Damian tersenyum,tidak merasa bersalah sekali terhadap Xinyi.
Xinyi tidak menghiraukannya,dia mengatur nafasnya.Dia tidak ingin berdebat dengan orang yang ada di hadapannya,dia sebenarnya sangat marah.Dia menahan emosinya,dia lebih baik memejamkan matanya.Dia memilih tidur,daripada harus berhadapan dengan orang licik seperti Damian.
__ADS_1
Damian heran,tumben Xinyi tidak membalasnya sama sekali.Dia malah melihat Xinyi yang memejamkan matanya,mungkin Xinyi merasa lelah.Damian tidak ingin mengganggu Xinyi yang tidur,lebih baik dia berpindah jadi bantalan Xinyi.Dia kasian terhadap Xinyi,takut tubuhnya terjatuh.Damian pada akhirnya berpindah tempat,dia menaruh kepala Xinyi di pahanya.Dia membelai rambut Xinyi,agar Xinyi tertidur nyenyak.