AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 45


__ADS_3

Xinyi masuk ke dalam kamarnya,dia tidak perduli dengan ucapan para putri yang lain.Karena bagaimanapun,dirinya yang mengatur harem.Mereka tidak berhak protes atas tindakannya,apalagi mereka saja yang tidak tau diri ingin bersantai dan membiarkan dirinya sendirian yang membantu sang ratu.


"Lihat saja kedepannya nanti,aku ingin lihat sampai mana kalian ingin bertindak melawanku.Lagi pula,aku tidak akan lemah untuk melawan kalian yang tidak tau diri."Gumam Xinyi,dia ingin membuat mereka tau hanya dirinya yang di sukai sang ratu.


Xinyi menatap langit kamarnya,sekarang dia begitu merindukan kamarnya.Dia ingin pergi ke rumahnya,namun dia juga bingung pasti Damian tidak akan mengizinkannya.Dia harus mencari cara,agar dirinya bisa pergi dari istana.


"Aku butuh udara segar saat ini."Ucap Xinyi,dia bangun dari tidurnya.


Xinyi beranjak meninggalkan kamarnya,dia ingin mencari udara segar.Dia begitu ingin pergi dari istana dan berjalan-jalan di luar istana,dia sungguh bosan sekarang yang terus-terusan berada di dalam istana.


"Aku bosan sekali."Gumam Xinyi,dia duduk di taman.


Xinyi di timpuk batang pohon kecil dari atas,membuat dia meringis.Apalagi batang pohonnya,mengenai kepalanya dengan keras.


"Sakit,apaan sih."Ucap Xinyi,dia melihat batang pohon yang jatuh.


Xinyi melihat ke atas,dia kaget dengan Jansen yang ada di atas pohon.Dia tidak habis pikir,kenapa Jansen bisa ada di istana.Sedangkan penjagaan istana begitu ketat,tapi dia bisa lolos dari penjaga istana begitu saja.


"Kenapa kamu ada di sini,apa yang sedang kamu lakukan?"Tanya Xinyi,menatap tajam ke arah Jansen.


"Aku begitu bosan,aku tidak punya teman sama sekali.Jadinya,aku menyelinap ke istana untuk bertemu kamu."Balasnya,sambil tersenyum.


"Kamu pergi dari sini,aku takut kamu ketahuan penjaga istana."Ucap Xinyi,karena dia tidak ingin terkena masalah.


"Aku ingin kamu menemaniku berjalan-jalan di luar istana."Balas Jansen,dia ingin Xinyi menemani dirinya.


"Tidak mungkin,aku tidak bisa pergi dari istana."Ucap Xinyi,karena tidak bisa mendapatkan izin dari Damian.


"Kamu pergi saja denganku,menyelinap keluar istana."Balas Jansen,mencoba mengajak Xinyi menyelinap.


"Aku takut ketahuan."Ucap Xinyi,dia takut ketahuan penjaga.


Jansen melirik sana-sini,dia memastikan tidak ada penjaga.Setelah itu,dia turun dari atas pohon dan berhadapan dengan Xinyi.Jansen langsung mengangkat tubuh Xinyi dan membawa Xinyi pergi,dia membawa Xinyi pergi ke labirin taman.Jansen bertindak dengan cepat,agar penjaga tidak bisa melihat mereka.

__ADS_1


"Kenapa kamu membawaku seperti ini?"Tanya Xinyi,dia memberontak dengan tindakan Jansen.


"Ini cara cepat,agar kita tidak ketahuan."Balas Jansen,dia melihat Xinyi sekilas.


Jansen memanjat dinding istana,dia berhasil keluar membawa Xinyi ke luar istana.Dia menurunkan Xinyi dengan pelan dan Jansen tersenyum ke arah Xinyi.


"Kita sudah berhasil keluar istana,ayo kita pergi jalan-jalan."Ucap Jansen,dia menggenggam tangan Xinyi.


Xinyi masih tidak percaya,dirinya begitu mudah keluar dari istana.Dia dengan mudahnya di tarik begitu saja oleh lelaki yang baru beberapa hari di kenalnya,dia mengikuti langkah Jansen dengan cepat.


"Kembalikan aku ke istana."Ucap Xinyi,dia menghentikan langkahnya.


"Temani aku sebentar bermain,nanti aku kembalikan kamu ke dalam istana."Balas Jansen,dia ingin jalan-jalan bersama Xinyi.


"Ini sudah mau malam,aku takut pangeran mencariku."Ucap Xinyi,karena takut Damian mencari dirinya.


"Dia tidak mungkin mencari kamu,lagi pula istrinya begitu banyak.Ayo,ikuti aku ke danau sebentar."Balas Jansen,dia mencoba merayu Xinyi.


"Iya,aku janji."Balas Jansen,dia langsung menggendong tubuh Xinyi dan dengan cepat membawa Xinyi ke danau.


Xinyi menatap danau di hadapannya,dia baru kali ini ke danau.Selama ini,dirinya jarang keluar dari kediaman.Dia begitu sangat kagum dengan apa yang di lihatnya sekarang,Xinyi langsung menatap Jansen yang sedang menatap dirinya.


"Kamu menyukainya?"Tanya Jansen,menatap Xinyi yang begitu kagum dengan danau.


"Iya,aku sangat menyukainya.Terimakasih,kamu sudah membawa aku pergi ke sini."Balas Xinyi,dia menatap lagi ke arah danau.


"Mau naik perahu sebentar?"Tanya Jansen,berharap Xinyi mau naik ke perahu.


"Sepertinya tidak,hari sudah mau gelap.Aku takut ada apa-apa di dalam danau."Balas Xinyi,dia menatap Jansen dengan ragu.


"Baiklah,aku tidak akan memaksa kamu."Ucap Jansen,dia begitu menyukai gadis di sampingnya ini.


"Apakah kamu bahagia menikah dengan pangeran Damian?"Tanya Jansen,menatap Xinyi.

__ADS_1


"Aku tidak bahagia,tapi ini kebahagiaan orang tuaku."Balas Xinyi,dia tersenyum ke arah Jansen.


Jansen terpesona dengan kecantikan Xinyi saat ini,dia begitu senang melihat senyuman Xinyi yang begitu indah.Apalagi Xinyi menatap ke arahnya,membuat jantungnya berdegup kencang.Dia sudah jatuh cinta kepada Xinyi,dia tidak perduli dengan Damian sama sekali.


Xinyi heran,kenapa Jansen menatapnya begitu intens.Xinyi akui,dia baru pertama kali dekat dengan seorang lelaki yang baru dia kenal.Bahkan dirinya tidak percaya,dia bisa berkenalan dengan seorang pangeran yang bukan dari negaranya.


"Mari kita pulang,hari sudah gelap."Ajak Xinyi,dia takut ketahuan keluar dari istana.


"Baiklah,ayo aku antar kamu kembali."Balas Jansen,menarik Xinyi pergi menjauhi danau.


Mereka kembali ke istana,melalui labirin yang mereka lalui tadi.Jansen menghentikan langkahnya,dia tidak mungkin keluar dari labirin.


"Kenapa berhenti?"Tanya Xinyi,dia bingung Jansen berhenti.


"Aku mengantar kamu sampai kesini,aku takut penjaga melihatku."Balas Jansen,dia berbalik ke arah Xinyi.


"Terima kasih,kamu sudah mengajak aku pergi ke luar istana."Ucap Xinyi,merasa senang pergi ke luar istana.


"Sama-sama."Balas Jansen,dia tersenyum ke arah Xinyi.


"Aku pergi."Ucap Xinyi,dia melangkah untuk kembali ke dalam istana.


"Tunggu."Ujar Jansen,dia menghentikan Xinyi.


Jansen melihat Xinyi yang berbalik ke arahnya,dia langsung mencium bibir Xinyi.Karena dia merasa tidak ingin melepaskan Xinyi begitu saja,dia mencium dan memeluk Xinyi.


Xinyi terkejut dengan tindakan Jansen terhadapnya,dia masih terdiam dengan tindakan Jansen terhadapnya.Apalagi,Jansen begitu berani mencium dan memeluknya seperti ini.


Jansen melepaskan ciumannya,dia menempelkan dahinya terhadap Xinyi.Tangannya masih memeluk Xinyi,dia begitu tidak ingin berjauhan dengan Xinyi.


"Aku mencintai kamu putri Xinyi."Ucap Jansen,dia langsung mencium Xinyi sekilas.


Jansen melihat Xinyi yang masih terkejut,dia langsung meninggalkan Xinyi sendirian.Dia begitu senang telah mengungkapkan perasaannya dan dia pergi meninggalkan istana dengan perasaan senang.

__ADS_1


__ADS_2