AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 29


__ADS_3

Pernikahan Jane dan Damian di laksanakan,di hati mereka begitu tidak senang dengan pernikahannya.Apalagi,mereka tidak saling mencintai satu sama lain.Pernikahan berjalan dengan lancar,namun mereka benar-benar tidak memancarkan kesenangan sama sekali.


Jane melihat Juan yang sedang menatap dirinya,dia merasa sangat ingin memeluk Juan.Apalagi,dia menatap mata Juan yang begitu sedih.Jane menunduk,karena dia begitu bingung dengan perasaannya sekarang.


Xinyi menatap Jane dengan intens,dia melihat arah tatapan Jane yang sedang menatap penasihat negara.Dia bingung dengan hubungan mereka sekarang,selama ini dia tidak pernah melihat penasihat negara di kehidupannya yang lalu.Xinyi baru kali ini melihat penasihat negara,dia yakin sekarang kehidupannya jelas berbeda.


"Aku ingin lihat,sampai kapan kalian akan menyembunyikan hubungan kalian.Apalagi,aku dengan jelas melihat tatapan kalian yang penuh cinta."Gumam Xinyi,menatap ke duanya.


"Apa yang kamu bicarakan?"Tanya sang kakak.


"Sejak kapan kakak disini."Ucap Xinyi begitu kaget,mendengar ucapan sang kakak.


"Baru saja,saat kamu mengatakan penuh cinta."Balas sang kakak,menatap adiknya.


"Kakak tidak penasaran dengan hubungan Jane dan penasihat negara?"Tanya Xinyi,menatap sang kakak.


"Itu bukan urusan kakak,kamu jangan terlalu ikut campur dengan masalah orang lain.Kamu perhatikan saja,masalah kamu sendiri."Balas sang kakak,agar adiknya tidak terlalu memikirkan urusan orang lain.


"Kak Jiwei tidak datang?"Tanya Xinyi,mengalihkan pembicaraan mereka.


"Entahlah,kakak tidak tau sama sekali."Balas Xintian.


"Bukannya,kak Jiwei selalu nempel bersama kakak?"Tanya Xinyi,menatap lekat pada sang kakak.


"Nah,itu Jiwei."Tunjuk sang kakak,melihat Jiwei yang sedang menghampiri mereka.

__ADS_1


Xinyi melihat tangan sang kakak yang menunjuk keberadaan Jiwei,benar saja Jiwei sedang berjalan ke arah mereka berdua.Xinyi memberikan senyuman kepada Jiwei,dia sudah menganggap Jiwei seperti kakaknya sendiri.


"Dari mana saja kamu?"Tanya Xintian,menatap Jiwei.


"Aku habis berbincang dengan raja."Balas Jiwei,sambil tersenyum kepada mereka.


"Habis berbincang apa?"Tanya Xinyi penasaran.


"Hanya urusan negara saja."Jawab Jiwei,begitu menatap lekat pada Xinyi.


Xinyi hanya menganggukkan kepalanya,dia mengerti jika urusan negara itu rahasia.Dia tidak berani bertanya lebih lanjut,dia memperhatikan Jane yang sedang menatap ke arahnya.Dia tidak memperdulikannya sama sekali,lagian dia sudah biasa di tatap penuh kebencian oleh Jane.Dia hanya membalas Jane dengan senyuman tipis,lagi pula dia sekarang tidak takut sama sekali dengan Jane.


Damian menatap Xinyi kesal,karena dia terlalu dekat dengan sahabat kakaknya.Damian akui,jika dirinya sangat cemburu melihat kedekatan mereka.Lagi pula,sikap Xinyi tidak seperti itu saat bersamanya.Damian merasa ada rasa kecewa di hatinya sendiri,bahkan dia merasa ada kesalahan apa dalam dirinya.Sehingga,Xinyi tidak bisa terbuka seperti itu terhadapnya.


Xinyi menatap Damian,dia tidak tau sampai saat ini harus bagaimana.Xinyi merasa,jika dalam dirinya ada penuh kegundahan.Dia menghembuskan nafas,melupakan segala kegundahan dalam dirinya.


"Tidak apa-apa."Balas Xinyi,menoleh terhadap sang kakak.


"Kalau ada apa-apa,kamu ceritakan semuanya saja pada kakak.Kakak tidak ingin melihat kamu sedih,jangan menanggung beban sendiri sayang."Ucap Xintian,membelai rambut adiknya.


"Iya kak,Xinyi mengerti."Balas Xinyi,dia bersyukur memiliki seorang kakak yang perhatian.


Jiwei melihat interaksi mereka,dia mengerti Xinyi berbohong kepada kakaknya.Lagi pula terlihat jelas olehnya,jika Xinyi menyimpan kegundahan dalam hatinya.Jiwei langsung menatap Damian,dia melihat Damian yang sedang menatap kosong terhadap mereka.


...****************...

__ADS_1


Jane menunggu di dalam kamarnya,dia sekarang benar-benar merasa tidak tau harus berbuat apa.Dirinya begitu takut,jika bertemu Damian.Apalagi,Sekarang malam pengantin mereka.Jane menatap ke arah pintu,benar saja Damian masuk ke dalam kamarnya.


Damian berjalan ke arah Jane,dia menatap Jane yang duduk di ranjangnya.Dia tidak akan melaksanakan malam pernikahan dengan Jane,lagi pula dirinya tidak suka sama sekali dengan Jane.


"Jangan berharap,kita akan melakukan malam pernikahan kita.Aku tidak menyukai kamu sama sekali."Ucap Damian,dia duduk di kursi yang berjauhan dengan Jane.


Jane bersyukur,jika Damian tidak akan tidur dengannya.Lagi pula,dirinya juga sangat tidak ingin melakukan malam pengantin yang menurutnya menyebalkan.Dia hanya ingin berduaan dengan Juan,bukan dengan seorang pangeran yang menurutnya sangat menyebalkan.


"Aku tidak masalah sama sekali."Balas Jane,begitu senang mendengar ucapan Damian.


Damian heran,kenapa Jane bersikap seperti itu.Menurutnya dulu,Jane mencoba menggodanya.Tapi sekarang,dia mendengar balasan Jane yang begitu senang.Damian merasa kesal,di sisi lain Xinyi begitu benci terhadapnya dan sekarang dia mendengar ucapan Jane yang begitu senang saat dirinya tidak akan tidur bersamanya.Dia sangat marah sekarang,dia beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Jane.


Jane merasa heran,bukannya Damian tidak akan menidurinya.Tapi,kenapa sekarang dia berjalan ke arahnya.Dia merasa sekarang panik,apakah sekarang Damian berubah pikiran.


Damian melepas penutup pengantin pada kepala dan wajah Jane,dia sekarang benar-benar merasakan amarah.Damian melihat wajah Jane sekarang,dia langsung mendorong Jane ke ranjang.


Jane kaget,saat Damian mendorongnya.Dia melotot,karena Damian menindihnya dan mencium dirinya dengan kasar.Dia tidak mengerti,kenapa Damian berubah pikiran.Sebelumnya Damian tidak akan menidurinya,tapi sekarang Damian malah menindih tubuhnya.


Damian begitu kesal dan meluapkan amarahnya pada Jane,dia mencium bibir Jane dengan kasar.Dia merobek pakaian Jane dengan kasar,dia begitu marah sekarang mengingat perlakuan Xinyi yang membencinya.Dia menyudahi ciumannya dan melihat gundukan kenyal milik Jane,dia langsung menyambarnya dengan rakus.


Jane merasakan sensasi panas pada tubuhnya,apalagi dia merasakan Damian begitu rakus pada dadanya.Dia tidak bisa menolaknya sama sekali,dia meremas rambut Damian menikmati sentuhan yang di lakukan Damian pada tubuhnya.


Damian merasakan tubuhnya semakin panas,dia merasakan pedangnya sudah memberontak.Damian mulai menghilangkan penghalang pada tubuh mereka,dia memasukkan pedangnya pada mahkota Jane.


Jane merasa gila,karena permainan yang di buat Damian.Apalagi dia merasakan hal baru dalam permainannya,dia merasakan pedang Damian yang masuk ke dalam tubuhnya.Dia sangat menikmatinya,apalagi Damian begitu semangat bergerak dalam tubuhnya.Membuat dirinya begitu menikmati tindakannya dan merasa dia tidak ingin menghentikannya sama sekali.

__ADS_1


Mereka melakukan percintaan panas yang sengit,melengkapi gejolak gairah pada diri mereka masing-masing.Mereka saling menikmati satu sama lain,hingga akhirnya mereka benar-benar lelah dengan pertempuran sengit mereka.


__ADS_2