
Saat Xinyi sedang merias dirinya,tiba-tiba Jansen datang ke kamarnya.Jansen memuji kecantikannya dan dia bahkan mencium bibir Xinyi dengan lembut.Setelah itu,Xinyi di tarik Jansen mendekat ke arah lemari.Xinyi bingung apa yang akan di lakukan Jansen,dia hanya melihat tindakan Jansen.Xinyi di buat terkejut saat ini,karena Xinyi melihat pintu yang terbuka di dalam lemari.
Xinyi di tarik Jansen masuk,dia tidak tau di lemari itu ada pintu menuju lorong seperti ini.Xinyi mengikuti langkah Jansen saat ini,bahkan dia terkejut pintu tertutup secara otomatis.Bahkan,lampu di lorong langsung menyala begitu saja.Xinyi di buat kagum saat ini,Xinyi tidak tau istana Jansen begitu menakjubkan saat ini.
Kini mereka berada di tiga jalur,Jansen menyuruh Xinyi untuk memilih di antara tiga lorong di depannya.Xinyi merasa ragu untuk memilihnya,dia menatap Jansen saat ini.
"Kamu yakin,aku harus memilihnya?"Tanya Xinyi,menatap Jansen saat ini.
Jansen mengangguk saat ini,Xinyi memilih jalan lurus saat ini.Jansen mengikuti kemauan Xinyi,dia berjalan lurus saat ini.Jansen tersenyum,karena ini jalur menuju kamarnya.Jansen menekan tombol,mereka keluar dari lorong dan kini mereka berada di kamar Jansen.
"Jika jalan lurus ke kamar kamu,jalan kanan dan kiri kemana?"Tanya Xinyi,dia begitu penasaran saat ini.
"Baiklah,ayo kita kembali masuk."Ajak Jansen,dia menarik Xinyi kembali.
"Kamu ingin pergi kemana dulu,ke kanan atau ke kiri?"Tanya Jansen,menatap Xinyi.
"Ke kanan saja."Jawab Xinyi,menatap Jansen dengan pasti.
Jansen tersenyum,dia langsung berjalan dan menggenggam tangan Xinyi.Jansen membawa Xinyi keluar dari lorong,dia melihat ekspresi Xinyi yang semakin terkejut saat ini.
"Wah indah sekali."Ucap Xinyi,dia begitu kagum saat ini melihat yang ada di hadapannya saat ini.
"Ayo ikut dengan aku."Ajak Jansen,dia menarik Xinyi saat ini.
Mereka berjalan menaiki tangga,setelah itu mereka masuk ke dalam rumah.Bahkan,Xinyi semakin di buat kagum melihat bunga yang begitu banyak di dalam rumah.
__ADS_1
"Wah,aku tidak percaya.Istana kamu begitu mengagumkan seperti ini."Puji Xinyi,dia berjalan ke arah bunga mawar dan menghirup bunga mawar yang begitu segar di hadapannya saat ini.
"Jangan menyentuhnya,nanti jari kamu terluka."Peringat Jansen,karena dia tidak ingin Xinyi terluka.
Xinyi mengangguk mengerti,dia berjalan menghampiri Jansen saat ini.Xinyi menghirup aroma segar di hidungnya,apalagi banyak bunga segar di sekitar.Xinyi mengikuti langkah Jansen,dia di tarik Jansen duduk di pangkuannya.
"Apakah kamu senang?"Tanya Jansen,menatap wajah cantik Xinyi.
"Aku senang dan aku menyukai keindahan ini."Jawab Xinyi,dia tersenyum ke arah Jansen.
"Menurutku,kamu yang lebih indah saat ini."Ucap Jansen,dia menatap Xinyi dengan intens.
Xinyi yang mendengar ucapan Jansen seperti itu,wajahnya memerah saat ini.Xinyi membalas tatapan Jansen terhadapnya,pandangan mereka seakan terkunci begitu saja.Xinyi menerima ciuman Jansen di bibirnya,tubuhnya begitu dekat saat ini.Xinyi merasakan debaran jantungnya begitu cepat,dia meremas pakaian Jansen dengan pelan.
"Hah,hah.Aku sudah tidak bisa bernafas."Ucap Xinyi,dia mengatur deru nafasnya di hadapan Jansen.
Xinyi terkejut dengan tindakan Jansen,karena Jansen tiba-tiba mencium lehernya.Xinyi merasa tubuhnya menjadi panas dingin,apalagi mereka begitu dekat sekarang.
"Jansen."Panggil Xinyi dengan suara serak.
Jansen menatap Xinyi,dia melihat Xinyi yang menatap dirinya.Jansen tersenyum saat ini,dia menyelipkan anak rambut Xinyi saat ini.
"Kenapa?"Tanya Jansen,memeluk Xinyi saat ini.
"Ayo,kita lanjutkan lagi.Aku ingin tau,jalur satu lagi mengarah kemana."Ucap Xinyi,dia tersenyum ke arah Xinyi.
"Baiklah,ayo."Ajak Jansen,dia setuju dengan ucapan Xinyi.
__ADS_1
Mereka langsung masuk kembali ke dalam lorong,setelah itu mereka ke sisi yang belum mereka lewati.Mereka berjalan sambil bercanda dan tertawa,mereka kini keluar dari lorong.
"Kamarnya indah sekali,ini kamar siapa?"Tanya Xinyi,dia menatap Jansen saat ini.
"Ini kamar khusus untuk kita bersembunyi,jika terjadi perang.Mereka tidak akan mengetahui tempat ini,bahkan tombol di setiap lorong ke sini semua orang tidak bisa menggunakan sembarangan.Karena lorong ini,di buat khusus untuk keturunan kerajaan."Jawab Jansen,dia menatap Xinyi yang sedang menatapnya.
Xinyi mengangguk mengerti,dia langsung berjalan ke arah ranjang.Dia begitu menyukai isi kamar disini,Xinyi berjalan ke arah cermin.Dia menyentuh cerminnya,Xinyi menatap Jansen yang sedang memeluknya saat ini
"Kamu menyukainya?"Tanya Jansen,dia berbicara di telinga Xinyi.
"Iya,aku sangat menyukainya."Jawab Xinyi,dia terus terang di hadapan Jansen.
Xinyi merasakan ciuman lembut di pundaknya,dia merasa tubuhnya begitu sensitif saat ini.Xinyi berbalik dan berhadapan dengan Jansen,dia mencium bibir Jansen dengan lembut.Xinyi merasakan resleting gaunnya di turunkan dan tubuhnya di bawa ke ranjang saat ini.
Mereka begitu agresif berciuman dengan saling membalas satu sama lain,bahkan tubuh mereka begitu panas saat ini.Mereka sama-sama terbawa suasana saat ini,mereka kini bercinta di kamar itu.
Xinyi merasakan tubuhnya begitu bergejolak,apalagi dia merasakan pedang Jansen di dalam tubuhnya.Dia melenguh,merasakan kenikmatan yang di berikan Jansen saat ini.Xinyi menatap wajah tampan Jansen,dia menikmati setiap sentuhan yang di berikan Jansen terhadap dirinya.
"Ah,ah."Racau Xinyi,dia meremas seprai dengan kuat.
Xinyi merasakan tubuhnya berguncang hebat,apalagi Xinyi begitu merasakan cinta dalam permainan mereka.Xinyi merasa di cintai saat ini,Jansen memperlakukannya dengan hati-hati.Xinyi merasa mereka benar-benar membutuhkan satu sama lain,dia mencium lembut bibir Jansen.
Mereka melakukan percintaan,hingga mereka sampai di puncak kenikmatan.Mereka merasa puas satu sama lain,mereka merapikan pakaian mereka.Setelah itu,mereka berbaring di ranjang.Jansen tidak ingin pergi dari kamar itu,dia ingin tidur bersama Xinyi saat ini.
Mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal sebentar,mereka kini berpelukan satu sama lain.Mereka tidak ingin memikirkan apapun sekarang,mereka hanya memikirkan perasaan mereka saat ini.Bahkan,mereka merasa tidak ingin berpisah satu sama lain.Mereka sama-sama merasakan cinta di hidup mereka saat ini.
__ADS_1