AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 82


__ADS_3

Jansen dan Xinyi,dia sekarang berada di kamar milik Jansen yang ada di mansion.Bahkan,mereka saat ini berada di tempat dulu Xinyi tinggal saat pemilihan ratu.


Xinyi menatap Jansen saat ini,kenapa Jansen membawa dirinya ke sini.Xinyi duduk di ranjang,dia tidak mengerti dengan pikiran Jansen saat ini.


"Kenapa kamu membawa aku kesini?"Tanya Xinyi,dia meminta penjelasan dari Jansen.


"Aku bilang,aku ingin berduaan dengan kamu."Balas Jansen,dia menatap Xinyi saat ini.


"Aku tidak bisa,aku harus membantu yang lain menyiapkan penyambutan."Ujar Xinyi,dia berdiri dari duduknya.


Jansen yang melihatnya,dia tidak habis pikir dengan Xinyi.Jansen langsung menarik pinggang Xinyi,dia menatap Xinyi dengan intens.


"Kamu sudah bersusah payah membantu mereka,sekarang kamu harus berduaan dengan aku."Ucap Jansen,dia membelai wajah Xinyi.


Xinyi merasakan belaian lembut di wajahnya,dia masih menatap manik mata Jansen saat ini.Xinyi merasakan tangan Jansen yang turun ke lehernya,dia terkejut saat tangan Jansen memegang dadanya saat ini.


"Dada kamu begitu besar Xinyi,membuat aku begitu senang menyentuhnya seperti ini."Ucap Jansen,dia tersenyum ke arah Xinyi.


Xinyi langsung menepis tangan Jansen,dia tidak habis pikir dengan ucap Jansen.Xinyi menatap tajam Jansen,dia tidak suka dengan ucapan Jansen saat ini.


"Aku tidak ingin berduaan dengan kamu,aku tidak ingin orang lain mencariku."Ucap Xinyi,dia melepaskan dirinya dari Jansen.


"Aku mengerti dengan apa yang kamu pikirkan."Balas Jansen,dia menarik tangan Xinyi saat ini.


"Lepaskan tanganku,aku akan pergi dari sini."Ronta Xinyi,dia mencoba melepaskan tangannya dari Jansen.


"Ayo,kita pergi bersama."Ucap Jansen,dia memberikan senyumannya terhadap Xinyi.

__ADS_1


Xinyi bernafas dengan lega,karena Jansen tidak memaksanya untuk tinggal.Xinyi merasa benar-benar takut,apalagi ini di istana.Bisa saja,ada orang yang mengetahui mereka saat ini.


Sebelum mereka pergi,Jansen tidak ingin melepaskan kesempatannya.Jansen langsung mendorong Xinyi ke dinding,dia langsung mencium bibir Xinyi dengan lembut dan dia melepaskannya.


"Kamu gila,bisa-bisanya mencari kesempatan seperti itu."Ucap Xinyi,dia tidak habis pikir dengan Jansen.


"Karena selagi ada kesempatan,aku bisa melakukannya."Balas Jansen,dia tersenyum ke arah Xinyi.


Mereka langsung pergi meninggalkan kamar Jansen melalui jendela,mereka berhati-hati saat ini.Ketika mereka melalui kamar Chelsea,mereka mendengarkan Chelsea yang menangis.Sontak saja,mereka berhenti saat ini.Mereka mengintip di jendela,mereka terkejut melihat Chelsea yang begitu hormat terhadap orang yang ada di hadapannya.


"Aku tidak mau tau,aku sudah menunggu kamu selama tiga hari.Tapi apa,aku tidak mendengar sama sekali kematian pangeran."Ucapnya,dia begitu marah terhadap Chelsea.


Jansen dan Xinyi,dia terkejut mendengar ucapan laki-laki itu.Xinyi berpikir dengan cermat,dia menyangkut pautkan kematian ratu berhubungan dengan Chelsea saat ini.


"Maafkan aku tuan,aku akan melaksanakan tugasnya.Sekarang istana begitu waspada,aku sulit melakukan tugasku."Ucap Chelsea,dia berdalih di hadapan tuannya.


Jansen dan Xinyi yang mendengarkan ucapan itu,dia bergegas bersembunyi.Karena takut ketahuan oleh laki-laki itu,setelah laki-laki itu pergi.Xinyi menarik Jansen,dia langsung berjalan ke depan pintu kamar Chelsea dan masuk begitu saja ke kamar Chelsea.


Chelsea yang masih terduduk,dia kaget saat melihat Xinyi dan Jansen masuk ke dalam kamarnya.Chelsea melihat mereka dengan tatapan bingung,karena tidak biasanya Xinyi ke kamarnya seperti ini.


"Jansen kamu tutup pintu dan jendela."Perintah Xinyi,dia langsung berdiri di hadapan Chelsea.


"Ada apa ratu datang kemari?"Tanya Chelsea,dia melihat Xinyi dengan bingung.


"Siapa yang menyuruh kamu meracuni pangeran?"Balas Xinyi,dia terus terang di hadapan Chelsea


Chelsea yang mendengarnya terkejut,dia tidak tau Xinyi mengetahuinya dari mana.Chelsea menunduk saat ini,dia bingung harus menjawab Xinyi seperti apa.

__ADS_1


"Kamu tidak bisa mengelak dari aku,aku mendengar semuanya secara tidak sengaja."Ucap Xinyi,menatap tajam ke arah Chelsea.


"Aku jujur dengan kamu,sebenarnya aku masuk ke istana di suruh ayahku.Namun,ayahku bekerja sama dengan organisasi ini.Aku tidak tau dengan orang yang berbicara dengan aku,aku tidak pernah melihat wajahnya.Karena dia selalu memakai topeng saat berbicara dengan aku,aku di suruh meracuni pangeran saat ini.Aku tidak tau tujuannya apa,aku hanya mengikuti perintahnya."Ucap Chelsea,dia menunduk di hadapan Xinyi.


Xinyi mengangguk mengerti,jadi laki-laki itu tidak berani mengungkapkan identitasnya di hadapan Chelsea.Xinyi berpikir,ada kemungkinan orang ini pejabat negara.Xinyi merasa tidak tenang,jika harus ada penghianat di negaranya.


"Tapi,kamu tidak usah khawatir.Ketua malah menyuruhku melindungi kamu dan dia menyuruhku membantu kamu menangani kerajaan ini."Ucap Chelsea dengan jujur.


Xinyi yang mendengarnya terkejut,kenapa dia menyuruh Chelsea untuk melindungi dan membantuku.Xinyi merasa makin bingung,dia begitu penasaran dengan ketua Chelsea.


"Baiklah,aku akan membantu kamu kali ini.Aku tidak mungkin membiarkan kamu di celakai oleh dia."Ucap Xinyi,dia akan membantu Chelsea.


"Tapi bagaimana kamu membantu aku?"Tanya Chelsea,dia bingung dengan ucapan Xinyi.


"Apa pangeran mengetahuinya?"Tanya Xinyi,menatap Chelsea saat ini.


"Pangeran mengetahuinya,tapi pangeran belum membuat rencana sama sekali."Ucap Chelsea,menatap Xinyi saat ini.


"Baiklah,biarkan dia mengetahuinya.Jika ketua kamu menginginkan kematian pangeran,kita manipulasi saja kematian pangeran.Aku akan meminta tabib kepercayaan aku,agar membuat obat yang bisa membuat pangeran mati sebentar."Ujar Xinyi,dia mengusulkan rencananya.


Chelsea yang mendengarnya senang,akhirnya dia bisa melewati hal kritis seperti ini.Chelsea merasa bersyukur saat ini,karena Xinyi mengetahui rencana ketua.


"Baiklah,kamu tunggu instruksi dari aku nanti.Aku akan berusaha menyelamatkan kamu dari ketua,cukup kita bertiga yang tau rahasia ini."Ucap Xinyi,dia berbicara terhadap Chelsea.


"Baiklah,terimakasih ratu sudah bersedia membantuku."Balas Chelsea,dia memberi hormat terhadap Xinyi.


Jansen dan Xinyi langsung bergegas ke luar kamar Chelsea,Jansen hanya mengikuti langkah Xinyi saat ini.Dia tidak ingin ikut campur sama sekali,dia merasa takjub dengan pikiran Xinyi yang begitu cepat dalam menangani masalah.

__ADS_1


Mereka berjalan ke arah tabib kerajaan,mereka mencari tabib kepercayaan Xinyi.Sebenarnya,itu bukan tabib kepercayaan Xinyi.Xinyi begitu ingat dengan jelas,bahwa di istana ini ada tabib hebat yang seumuran dengannya.Jadi Xinyi akan berusaha membujuk tabib ini,membantu dirinya saat ini.


__ADS_2