AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
Episode 16


__ADS_3

Para putri sudah berkumpul untuk kompetisi ke tiga,raja memilih kompetisi ke tiga di lakukan para putri dalam hal memanah.Para putri yang lolos,mempersiapkan diri mereka untuk melakukan kompetisi ke tiga.Mereka segera mengambil busur dan melihat anak panah mereka secara teliti,karena mereka takut ada kecurangan yang dapat merugikan diri mereka.


Xinyi melihat dengan seksama busur dan anak panah yang akan dia gunakan dalam kompetisi ini,dirinya yakin bisa lolos.Karena dalam kehidupannya yang lalu,Damian pernah mengajarinya dalam hal memanah,dia masih ingat dengan cara menggunakan busur yang baik.Xinyi tidak merasa tegang ataupun gugup sama sekali,dia malahan senang dengan kompetisi ini.Xinyi menganggap kompetisi ini mengasah kemampuannya yang dulu dan dia sangat senang dengan kompetisi memanah ini.


Kompetisi di mulai,para putri memegang busurnya masing-masing.Meskipun mereka tidak bisa memanah,tapi mereka senang dengan kompetisi memanah ini.


Para pengawal langsung mencatat skor anak panah,bagi para putri yang mencapai face target.Para putri merasa gugup,mereka berharap hasil yang akan mereka dapatkan bisa lolos.Meski mereka sadar,sebenarnya mereka pasti kalah dalam kompetisi ini.


Xinyi dengan tenang melepaskan anak panah pada face target,dia tersenyum melihat anak panah yang mencapai face target.Dia langsung mengambil anak panah yang tersisa,agar acara memanahnya selesai.


Damian menatap Xinyi yang melakukan kompetisi sangat tenang,bahkan Damian kaget anak panah yang di lepaskan Xinyi tepat sasaran.Damian heran darimana Xinyi belajar memanah,bahkan cara Xinyi melepaskan anak panah seperti dirinya yang biasa memanah.


Raja juga memperhatikan anak panah yang di lepaskan Xinyi,dari semua para putri hanya Xinyi yang mencapai skor target panah yang terbaik.Raja merasa takjub dengan Xinyi yang bermain panah,cara bermain Xinyi sama seperti anaknya yang bermain.


"Luar biasa."Gumam raja,masih memperhatikan Xinyi yang memanah.


"Apa yang luar biasa?"Tanya sang ratu,menatap suaminya.


"Putri yang di sana,dia memanah dengan hasil yang terbaik."Jawab raja,masih fokus melihat Xinyi.


"Putri Xinyi."Ujar sang ratu,melihat tatapan raja terhadap Xinyi.


"Putri dari kediaman mana dia?"Tanya sang raja,penasaran dengan Xinyi yang bagus dalam memanah.


"Dia dari kediaman Xinjiang."Jawab ratu,masih menatap Xinyi dengan lekat.


"Dia sangat cocok jadi pendamping anak kita."Ujar sang raja,melihat ketenangan Xinyi saat memanah.


"Kamu benar sayang,bahkan anak kita menyukai gadis ini."Balas sang ratu,setuju dengan ucapan raja.

__ADS_1


"Benarkah?"Tanya sang raja dan langsung melihat istrinya.


"Iya benar sayang,semoga saja anak kita berjodoh dengan putri Xinyi."Jawab sang ratu,berharap Xinyi lolos sampai akhir.


"Kompetisi selesai."Ucap sang raja,menghentikan kegiatan memanah para putri.


Para putri langsung berbaris dengan rapi,mereka menunggu pengumuman selanjutnya.Para putri merasa gugup dengan hasil yang para pengawal berikan kepada raja,mereka berharap dirinya lolos.


"Yang lolos hanya 4 putri,tapi untuk kalian para putri yang gagal jangan bersedih hati.Kalian para putri yang luar biasa,sudah bertahan sampai kompetisi saat ini."Ucap sang raja,melihat wajah para putri yang pucat dengan apa yang dia ucapkan.


"Para putri yang lolos,nanti ikuti saya."Ujar sang ratu.


"Bagi para putri yang lolos,dia harus berbaris di hadapan sang ratu."Ucap sang raja,melihat ketegangan di wajah para putri.


"Baik raja."Jawab mereka kompak,mendengar ucapan sang raja.


"Putri kediaman Xinjiang lolos."Ucap Damian,merasa senang dengan Xinyi lolos.


"Putri dari kediaman Zayn lolos."Ucap Damian,melihat Jane masih kesal.


Jane yang di panggil senang,dia langsung bergegas menyusul Xinyi yang sudah berada di hadapan sang ratu.Jane senang,karena dirinya selangkah lagi mendapatkan Damian.


"Putri dari kediaman Arsen lolos."Ucap Damian,melihat raut muka aria tersenyum senang.


Aria bergegas dengan cepat melangkah,dimana Xinyi dan Jane sudah berbaris.Dirinya senang,akhirnya lolos dalam kompetisi memanah.


"Putri dari kediaman Chen lolos."Ucap Damian merasa senang,kompetisi akan berakhir.


Chelsea yang mendengarnya senang,dia tidak menyangka dirinya lolos.Dia segera berlari kecil,menyusul mereka yang sudah lolos di hadapan sang ratu.

__ADS_1


"Ayo,ikuti aku."Ajak sang ratu yang masuk ke dalam istana.


Sedangkan para putri yang tidak lolos,mereka mendapatkan gelar dari raja.Raja senang,dia memberikan semua putri gelar.Raja hanya menyenangkan para putri yang tidak lolos,agar tidak berkecil hati.


Setelah pemberian gelar yang di berikan raja,mereka segera bergegas ke mansion untuk merapikan barang mereka.Mereka sedih,karena tidak bisa menikah dengan pangeran dan terpaksa mereka harus pulang ke kediaman masing-masing.


Xinyi mengikuti sang ratu dari belakang,Jane yang berbisik terhadapnya tidak dia hiraukan sama sekali.Xinyi merasa Jane tidak sopan,karena dia berani berbicara di belakang ratu.


Ratu berhenti di ruang Damian,dia menyuruh para putri masuk ke ruangan Damian.Ratu ingin menyerahkan semua keputusan terhadap Damian,tidak ingin memaksakan kehendaknya terhadap putra satu-satunya.


"Silahkan,kalian duduk."Perintah sang ratu,melihat para putri di hadapannya.


Para putri duduk dengan perasaan tidak karuan,dia tidak tau kompetisi apa yang akan mereka hadapi di ruang kerajaan.Mereka menunggu ratu berbicara untuk memulai kompetisi selanjutnya.


"Aku tidak akan mengadakan kompetisi lagi,setelah kalian berempat lolos dari kompetisi memanah.Sekarang kalian hanya menunggu pangeran yang masuk,dia yang akan menangani kalian bukan aku."Ucap sang ratu,melihat kegugupan para putri di hadapannya.


Xinyi tenang memandang ratu,dirinya tidak gugup sama sekali.Dia sedang membandingkan kompetisi di kehidupan yang lalu dan sekarang,bisa di katakan semuanya benar-benar berbeda dari apa yang dia ingat.


Damian masuk ke dalam ruangannya,dia melihat para putri yang berhadapan dengan ratu.Dia langsung duduk di samping ibunya,dia menatap para putri bangsawan di hadapannya.


Jane melihat Damian dengan senang,dia masih mengingat kejadian panas bersama Damian.Jane senang melihat Damian yang ada di hadapannya,dia ingin segera menikah dengan Damian.


Ratu melihat gelagat Jane yang menyukai putranya,dia tidak suka dengan Jane sejak awal.Ratu ingin membuat Jane belajar tentang tata krama,agar tidak mencemarkan nama baik seorang putri bangsawan.


Xinyi melihat ratu yang menatap tajam ke arah Jane,dia tidak mengerti dengan tatapan ratu terhadap Jane.Xinyi langsung menunduk,karena dia tidak ingin mencari masalah dengan ratu.


"Kalian bisa istirahat dulu,aku sangat lelah.Jadi kalian bisa datang kesini besok saat pagi-pagi."Perintah Damian,menatap para putri di hadapannya.


"Baik pangeran."Jawab mereka kompak.

__ADS_1


Mereka langsung ke luar dari ruangan Damian dengan bernafas lega,karena mereka bisa beristirahat.Mereka kembali ke mansion dan masuk ke kamar masing-masing.


Sedangkan ratu dan Damian,mereka juga pergi dari ruangan Damian.Mereka memilih istirahat,karena merasa lelah dengan kompetisi memanah hari ini.


__ADS_2