
"Pelan-pelan."Ucap Damian,dia sedang di obati Aria saat ini.
"Ini sudah pelan pangeran."Balas Aria dengan hati-hati.
"Sebenarnya,kenapa pangeran bisa di hukum seperti ini?"Tanya Jane,dia ingin tau kejadian sebenarnya.
"Aku memukul salah satu pangeran hingga babak belur."Jawab Damian,sambil menahan rasa sakitnya.
Mereka terkejut dengan jawaban Damian,pantas saja Damian di hukum seperti ini.Raja pasti begitu marah dengan sikap Damian yang memukul pangeran negara lain,sedangkan Xinyi sudah berusaha menjalin kerja sama dengan mereka.Jelas ini bisa mempengaruhi kerja sama negara mereka dengan negara lain,Mereka tidak habis pikir dengan tindakan Damian yang seperti itu.
"Yah,jika tau seperti itu.Aku tidak akan membujuk raja sama sekali,pangeran pantas mendapatkannya."Celetuk Chelsea,merasa setuju dengan keputusan raja.
Damian yang mendengarnya,dia langsung menatap tajam ke arah Chelsea.Bisa-bisanya,dia berbicara seperti itu terhadapnya.
"Sudah pangeran untuk apa melihat putri Chelsea dengan tajam,toh nasi sudah jadi bubur.Bahkan itu tidak bisa kita hentikan,harusnya pangeran minta maaf kepada pangeran negara lain.Jika kita tidak bisa menjalin kerja sama dengan mereka,bagaimana nasib rakyat negara Wei."Ucap Jane,mengutarakan pendapatnya.
"Aku setuju dengan putri Jane,harusnya pangeran bisa menahan amarah.Lagi pula,aku yakin putri Xinyi tidak akan bermacam-macam bersama para pangeran itu."Ujar Chelsea,menatap Damian dengan lekat.
"Kenapa kalian jadi banyak bicara di depanku,kalian jangan mengatur-ngatur kehidupanku."Ucap Damian,dia tidak suka di salahkan seperti ini.
"Pangeran,kamu seharusnya bisa menahan emosi kamu.Emosi kamu bisa mencelakakan diri kamu sendiri,ingat dengan baik-baik."Ujar Aria,dia berbicara sambil mengobati Damian.
Damian termenung saat ini,apa yang di katakan Aria benar.Gara-gara dirinya emosi berlebihan,dia langsung melakukan tindakan yang gegabah.Dia harus bisa mengontrol emosinya,agar Xinyi tidak membencinya.Dia harus menurunkan harga dirinya dan akan meminta maaf kepada pangeran yang telah dia pukuli saat itu.
Para putri saling curi pandang,karena Damian langsung terdiam saat Aria berbicara.Mereka sama-sama berpikir,mungkin Damian sedang mencoba mencerna perkataan mereka.
"Luka sudah selesai di obati,pangeran bisa beristirahat."Ucap Aria,dia langsung membereskan peralatan obat-obatannya.
"Terimakasih,kalian sudah boleh pergi."Ucap Damian,menyuruh mereka meninggalkan dirinya sendirian.
__ADS_1
Mereka langsung pergi meninggalkan Damian,membiarkan Damian beristirahat.Apalagi,luka Damian masih basah saat ini.
...****************...
Sedangkan di sisi lain,Xinyi dan Jansen sedang duduk menikmati danau di depannya.Xinyi bersandar di dada Jansen,dia merasa begitu tenang saat ini menikmati angin yang menyentuh wajahnya.
"Kamu menyukainya?"Tanya Jansen,membelai rambut Xinyi.
"Iya,aku menikmatinya.Lama-lama,aku mengantuk."Balas Xinyi,merasakan dirinya begitu mengantuk.
"Tidurlah,aku akan menjaga kamu dengan baik."Perintah Jansen,agar Xinyi bisa istirahat.
Tanpa Jansen suruh,Xinyi sudah memejamkan matanya dari tadi.Hingga Xinyi benar-benar tidur,karena merasa angin yang menerpa wajahnya membuat dia mengantuk.
"Xin,tidak bisakah kamu meninggalkan negara Wei lagi bersamaku?"Tanya Jansen,sambil menatap danau.
Namun Xinyi tidak membalasnya sama sekali,karena dia sudah tidur di sandaran Jansen.Jansen yang merasa Xinyi tidak menjawabnya,dia melihat ke arah Xinyi yang sudah tidur.
Jansen langsung mengubah posisi tidur Xinyi,dia membawa tubuh Xinyi agar duduk di pangkuannya.Jansen mengangkat satu kakinya dan membiarkan tangannya menjadi bantalan Xinyi.
"Putri cantik,rasanya aku ingin membawa kamu pergi."Gumam Jansen,dia menyentuh wajah Xinyi.
Jansen meskipun tidak pernah bercinta dengan Xinyi,dia merasa senang meski hanya berciuman dengan Xinyi.Karena dia begitu bahagia,Xinyi tidak pernah menolaknya sama sekali.Bahkan Jansen berpikir,jika Xinyi juga mencintai dirinya.Meski dia tau,Xinyi belum menyadarinya sama sekali.
Jansen merasa bersyukur,bisa sedekat ini dengan Xinyi.Apalagi,Xinyi begitu cantik dan pintar.Membuat dirinya begitu kagum dengan Xinyi,dia mencium kening Xinyi penuh kasih sayang.
"Tidurlah dengan nyenyak,aku akan menunggu kamu bangun."Ucap Jansen,dia bersandar pada pohon.
Jansen merasa hidupnya jadi berwarna,setelah dia bertemu dengan Xinyi.Bahkan,sekarang dia bersedia menerima tugas dari ayahnya.Karena dia ingin bertemu dengan Xinyi dan bahkan dekat dengan Xinyi.
__ADS_1
"Dulu aku selalu terpenjara dalam belenggu kesendirian dan tidak ingin di ganggu sama sekali,namun setelah bertemu dengan kamu.Hidupku sepenuhnya berubah,rasanya aku begitu ingin melindungi kamu.Meski aku tau kamu sudah memiliki suami,tapi aku yang bodoh ini tidak memperdulikannya sama sekali."Ucap Jansen,dia mencium bibir Xinyi dengan lembut.
Jansen mencurahkan isi hatinya terhadap Xinyi,dia begitu menginginkan Xinyi dalam hidupnya.Jansen semakin rakus mencium bibir Xinyi dan dia menghentikan tindakannya saati ini.Jansen membenarkan posisi Xinyi,agar Xinyi berhadapan dengannya.
Dia menarik kepala Xinyi dan mencium bibir Xinyi kembali,dia merasakan bibir Xinyi yang begitu manis.Membuatnya semakin ingin mencium Xinyi dengan dalam,apalagi Xinyi orang yang begitu dia cintai.
Xinyi merasakan bibirnya begitu basah,dia membuka matanya dan melihat Jansen yang sedang menciumnya.Xinyi merasakan ciuman Jansen yang tidak ingin berhenti,dia mendorong Jansen karena kehabisan nafas.
"Hah,hah.Kamu kenapa menciumku?"Tanya Xinyi,sambil mengatur nafasnya.
"Kamu begitu cantik Xin."Jawabnya,melihat Xinyi yang mengatur deru nafasnya.
Jansen mengangkat dagu Xinyi,dia mencium bibir Xinyi kembali.Namun kali ini,Jansen mencium Xinyi dengan begitu lembut.
Seakan terbawa suasana,Xinyi membalas ciuman Jansen yang lembut.Dia melingkarkan tangannya pada leher Jansen,menikmati setiap permainan ciuman yang di berikan Jansen.
Xinyi merasakan tangan Jansen yang menurunkan resleting gaunnya,dia menatap mata Jansen dan Jansen sedang menatap dirinya saat ini.Xinyi merasakan tangan Jansen yang menyentuh punggungnya,membuat tubuhnya menjadi panas.
Jansen melepas penghalang gundukan kenyal milik Xinyi,Dia menyentuhnya dengan lembut.Dia merasakan tubuhnya semakin panas,dia juga melihat Xinyi yang terpancing.Jansen melepaskan ciuman mereka,dia langsung turun ke gundukan kenyal milik Xinyi.
"Ah."Racau Xinyi,karena merasakan lidah Jansen pada ujung gundukan miliknya.
Xinyi merasakan sensasi nikmat dalam tubuhnya,apalagi dia sudah lama tidak mendapat sentuhan seperti yang di lakukan Jansen.Dia meremas rambut Jansen,karena Jansen mempermainkan tubuhnya.
Jansen langsung menghentikan tindakannya,dia tidak bisa berbuat lebih pada Xinyi.Dia langsung menatap wajah Xinyi dan merasa bersalah terhadap Xinyi.
"Maaf,aku terbawa suasana."Ucap Jansen,menatap wajah Xinyi.
Xinyi hanya diam,dia melihat penyesalan di wajah Jansen.Xinyi mengangguk mengerti,dia juga sama bersalahnya saat ini.Karena sudah terbawa suasana dan bahkan tubuhnya tidak menolak sama sekali.
__ADS_1
Jansen langsung merapikan gaun Xinyi seperti semula,dia sudah menyentuh Xinyi.Tanpa sadar,dia juga begitu menginginkan tubuh Xinyi.Namun dia harus menahan dirinya,karena tidak ingin Xinyi menjauh darinya.
Setelah mereka merapikan penampilan mereka,mereka langsung meninggalkan Danau.Mereka memutuskan kembali ke istana,karena takut semua orang mencari keberadaan mereka.