
Kepala pelayan memberikan tanda,agar para putri berkumpul.Para putri yang mendengar sinyal dari kepala pelayan langsung bergegas ke hadapan para pelayan.
"Seperti biasa hasil di tempel di depan mansion,silahkan para putri melihat hasilnya dan jangan berebutan."Ucap kepala pelayan,memperingati mereka dan langsung meninggalkan para putri begitu saja.
Para putri bergegas keluar mansion untuk melihat hasil mereka,membuat mereka yang lolos senang.Para putri yang tidak lolos segera bergegas kembali ke kamar,mereka bersiap membereskan barang mereka.
Xinyi yang lolos tidak begitu senang,dia masih memikirkan keadaan ibunya di kediamannya.Xinyi kembali melangkah ke kamarnya dengan perasaan sedih di hatinya,di dalam kamar dia merasakan kerinduan kepada ibunya.Xinyi takut ibunya dicelakai oleh keluarganya sendiri,apalagi dirinya tidak berada di kediaman.Xinyi memejamkan matanya dan tiba-tiba meneteskan air matanya begitu saja.Rasanya Xinyi benar-benar beruntung,masih bisa melihat keluarganya yang masih hidup.
"Aku merindukan kalian."Ucap Xinyi,menatap langit-langit kamarnya.
...****************...
Sedangkan di kediaman Xinjiang,ibu Xinyi sedang berbincang dengan Xintian.Mereka merindukan kehadiran Xinyi di kediaman Xinjiang.
"Ibu sangat merindukan Xinyi."Ucap ibu Xinyi,tiba-tiba merindukan anaknya.
"Sama bu,Tian juga.Apalagi,kita belum mendapat kabar sama sekali tentang Xinyi."Ujar Xintian,mengkhawatirkan adiknya.
"Kamu benar,ibu hanya berharap yang terbaik untuk Xinyi."Ucap sang ibu berharap,agar putrinya bisa memilih jalan yang terbaik untuk kebahagiaannya.
"Ibu benar,apalagi Tian merasa kasihan Xinyi masuk istana."Jujur Xintian,tidak ingin adiknya masuk istana.
"Kamu benar,jika saja ayah kamu tidak egois."Ucap sang ibu,merasa sedih dengan keputusan suaminya yang gila kehormatan dan pujian dari orang lain.
"Kita berharap yang terbaik saja untuk Xinyi."Ujar Xintian,agar ibunya tidak mengkhawatirkan Xinyi.
"Tian,jika ibu nanti tidak ada.Kamu jaga Xinyi baik-baik ya."Ucap sang ibu,menitip Xinyi kepada Xintian.
__ADS_1
"Ibu tidak akan kemana-kemana,ibu akan bersama kita."Balas Xintian memeluk ibunya,bingung dengan ucapan sang ibu yang tiba-tiba berkata seperti itu.
"Ibu hanya mengatakannya saja,umur kan tidak ada yang tau."Ucap sang ibu,merasa senang dengan anaknya yang menyayangi dirinya.
"Tapi ibu jangan bilang seperti itu,sekarang ibu masih bersama kita.Ibu cukup nikmatin saja kehidupan ibu sekarang."Ucap Xintian,tidak ingin kehilangan ibunya sama sekali.
"Iya sayang."Balas sang ibu,mengerti dengan perasaan anaknya.
"Yasudah,ayo bu istirahat.Tian antarkan ibu ke kamar,biar ibu istirahat yang cukup."Ujar Xintian,agar ibunya bisa beristirahat dan benar-benar pulih.
"Biar,aku saja tuan."Ucap Naomi,ingin mengantarkan ibu Xinyi ke kamarnya.
"Tidak apa-apa,biar aku saja."Balas Xintian,memapah ibunya pelan-pelan dan di ikuti Naomi dari belakang.
Xintian dengan berhati-hati membawa ibunya ke ranjang,dia menyelimuti sang ibu penuh rasa cinta.Xintian menunggu sang ibu hingga tertidur,karena dia ingin ibunya benar-benar beristirahat.
Naomi melihat tatapan Xintian yang begitu mencintai ibunya,tapi sayang dirinya tidak mempunyai ibu yang sebaik ibu majikannya.Naomi hanya korban ibunya,untung dia bertemu dengan pangeran yang menyelamatkannya tepat waktu.Naomi merasa bersyukur jadi bawahan pangeran,karena dia berhutang budi terhadap pangeran.Jika dia tidak di selamatkan pangeran waktu itu,mungkin dirinya sudah di jual ke tempat para wanita yang menjual tubuhnya.
...****************...
Sedangkan di istana,ratu sangat puas dengan masakan Xinyi.Ratu sangat ingin Xinyi memasak untuk dirinya,rasanya benar-benar enak dan pas sesuai dengan lidahnya.
"Kamu benar-benar tidak salah pilih sayang."Ucap sang ratu,begitu bangga dengan wanita pilihan anaknya.
"Benarkah?"Tanya Damian,karena begitu senang mendapat pujian dari ibunya.
"Iya benar,bahkan aku sangat puas dengan hasil masakannya."Balas sang ratu,karena menghabiskan masakan Xinyi yang begitu enak.
__ADS_1
"Memang masakannya enak bu?"Tanya Damian penasaran dengan hasil masakan Xinyi,bahkan dia tidak mencicipinya sama sekali.
"Sangat enak,bahkan ibu menghabiskan makanannya."Jawab sang ibu,masih ingin makanan buatan Xinyi.
"Kenapa ibu tidak menyisakannya,padahal aku ingin mencobanya."Protes Damian,karena dia juga ingin mencoba masakan Juli.
"Sudahlah,nanti juga kamu bisa mencicipinya."Ucap sang ibu,menggoda anaknya.
"Iya bu,ibu benar nanti aku menyuruhnya untuk memasak khusus untukku."Balas Damian,karena ingin mencoba masakan buatan Xinyi.
"Yasudah,ibu mau pergi beristirahat."Ujar sang ibu,karena merasakan lelah di tubuhnya.
"Istirahat yang cukup bu."Ucap Damian,begitu perhatian terhadap sang ibu.
Ratu meninggalkan Damian seorang diri,sedangkan Damian ingin sekali merasakan masakan buatan Xinyi.Damian merasa dirinya rindu kepada Xinyi,dia ingin pergi melihat Xinyi di kamarnya.
Sedangkan Xinyi dirinya sedang menatap pemandangan di luar jendela,dirinya benar-benar merindukan keluarganya.Dia merasa dirinya sangat senang,saat melihat pemandangan indah di hadapannya.Xinyi merasa menghilangkan beban di hatinya,saat melihat semua tanaman yang di depannya.Xinyi tersenyum,rasanya dia ingin membawa ibunya kesini dan menikmati pemandangan ini bersama.
Damian melihat Xinyi yang tersenyum,menurutnya Xinyi sangat cantik saat tersenyum.Damian memperhatikan Xinyi,tidak ada raut wajah kesedihan di wajahnya.Damian bersyukur,jika Xinyi melupakan masalahnya sesaat.Dia berdiam dari kejauhan memandang Xinyi,agar tidak ketahuan oleh Xinyi.
"Aku rindu ibu aku."Teriak Xinyi,ingin meluapkan kerinduannya kepada ibunya.
Xinyi yakin tidak akan ada orang yang mendengarnya,tapi Xinyi hanya ingin mengungkapkan isi hatinya saja.Xinyi merasa lega dengan berteriak,bebannya merasa hilang untuk sesaat.
"Kak Xintian,aku sangat menyayangi dirimu."Teriak Xinyi,dia tertawa sendiri merasa tindakannya benar-benar gila.
Damian yang melihatnya mengerti,ada rasa kerinduan di dalam hati Xinyi kepada keluarganya.Damian melihat Xinyi yang masuk ke kamar,Xinyi menutup jendelanya dengan rapat.
__ADS_1
Xinyi menutup jendelanya,karena tidak ingin ada serangga yang masuk ke kamarnya.Dia berbaring dan menatap langit-langit kamarnya,dia berharap kompetisi ini berakhir.Xinyi mulai memejamkan matanya,agar dia bisa tidur.Xinyi juga berharap,agar dirinya bisa bermimpi ketemu keluarganya.Xinyi benar-benar tertidur,dia merasa saat tidur bebannya hilang begitu saja.Xinyi tidur dengan pulas,karena rasa kerinduan di dalam hatinya.
Damian mencoba membuka jendela kamar Xinyi,namun dirinya tidak bisa membuka jendelanya.Damian pasrah dan pergi meninggalkan kamar Xinyi,dia memilih kembali ke kamarnya untuk beristirahat meski hatinya merindukan Xinyi.