
Xinyi menatap heran pada Jansen,dia tidak tau dirinya akan di bawa pergi kemana lagi.Menurutnya,Jansen sangat terburu-buru saat berpamitan dengan nenek dan kakeknya.
"Kita mau kemana?"Tanya Xinyi,karena dirinya menunggangi kuda.
"Aku ingin membawa kamu pergi,lebih baik kita berpindah tempat."Balas Jansen,dia menatap lurus ke depan.
"Baiklah,terserah kamu saja."Ucap Xinyi,dia mengikuti kemauan Jansen.
"Kamu benar-benar tidak takut,jika aku membawa kamu pergi jauh dari suami dan keluarga kamu?"Tanya Jansen,sambil fokus mengatur laju kuda.
"Aku tidak takut sama sekali,karena kamu tidak mungkin menyakiti aku."Balas Xinyi,dia senang bisa menunggangi kuda.
"Kamu seyakin itu terhadapku?"Tanya Jansen,karena dia tidak tau dengan pikiran Xinyi yang begitu percaya dengannya.
"Iya,aku sangat yakin."Balas Xinyi,karena dia yakin dengan Jansen.
"Baiklah,jika kamu percaya terhadapku."Ucap Jansen,dia senang mendengar ucapan Xinyi.
"Kenapa kita berjalan melewati hutan?"Tanya Xinyi,karena mereka terus-terusan melewati hutan.
"Nanti juga kamu tau."Balasnya,karena sebentar lagi mereka sampai di tempat tujuan mereka.
"Baiklah."Ucap Xinyi,dia tidak akan bertanya lagi.
Mereka berhenti di kaki gunung,mereka langsung turun dari kuda.Mereka berjalan naik ke atas gunung dan sambil membawa kuda yang mereka tunggangi.
"Kamu lelah?"Tanya Jansen,menatap Xinyi di sampingnya.
"Sangat lelah."Balasnya,karena mereka menaiki gunung.
"Kamu naik saja ke kuda."Perintah Jansen,agar Xinyi tidak kelelahan.
"Takut terjatuh."Balas Xinyi,dia menatap Jansen.
__ADS_1
"Tidak akan terjatuh,lagian kudanya aku pegangin."Ucap Jansen,dia menatap Xinyi.
"Baiklah,jika begitu."Balas Xinyi,dia memutuskan mengikuti ucapan Jansen.
"Sini,pegang tangan aku."Ucap Jansen,dia mengulurkan tangannya terhadap Xinyi.
Xinyi menerima uluran tangan Jansen,dia langsung naik ke atas kuda di bantu Jansen.Sebenarnya Xinyi tidak enak,karena dirinya menaiki kuda.Sedangkan dia melihat Jansen memegang kudanya,sambil berjalan membawa dirinya.
"Kamu tidak ikut duduk di sini?"Tanya Xinyi,dia menatap Jansen dari atas.
"Sebentar lagi juga sampai."Balas Jansen,dia tersenyum ke arah Xinyi.
"Aku merasa tidak enak dengan kamu."Ucap Xinyi,dia merasa tidak tega terhadap Jansen.
"Tidak apa-apa,lagipula sebentar lagi kita sampai."Balas Jansen,dia memberikan senyuman terhadap Xinyi.
Mereka akhirnya sampai di tempat tujuan,mereka langsung masuk begitu saja ke dalam.
"Punyaku,lagipula ini satu-satunya kediaman pribadiku."Balas Jansen,dia menatap Xinyi.
"Apakah disini tidak ada orang sama sekali?"Tanya Xinyi,karena dia tidak melihat orang lain selain mereka.
"Tidak ada,karena pelayan di sini tugasnya hanya membersihkan kediaman ini dan tidak di izinkan menginap di sini oleh aku."Balas Jansen,dia menatap Xinyi dan tersenyum.
"Kediamannya hanya sederhana,bahkan aku menyukainya."Ucap Xinyi,karena dia melihat kediaman Jansen yang begitu rapi.
"Ayo,kita masuk ke dalam."Ajak Jansen,agar Xinyi mengikuti dirinya masuk ke dalam kediaman.
Xinyi mengikuti Jansen dari belakang,menurutnya kediamannya begitu sederhana seperti ini.Bahkan,dia hanya melihat satu kamar di kediaman Jansen.
"Kamu beristirahatlah di kamar,aku akan beristirahat di sini."Perintah Jansen,agar Xinyi beristirahat di kamarnya.
"Kamu saja di dalam,biar aku saja yang di sini.Lagi pula,kediaman ini milik kamu."Balas Xinyi,dia tidak enak hati dengan Jansen.
__ADS_1
"Sudahlah,sana pergi ke kamar."Perintah Jansen,dia kekeuh dengan ucapannya.
"Tidak mau,kamu saja sana pergi ke kamar.Lagi pula,kamu yang begitu sangat lelah.Sedangkan aku,aku masih ingin menikmati keindahan kediaman inu."Ujar Xinyi,merasa ingin menikmati keindahan alam di kediaman Jansen.
"Baiklah,aku akan beristirahat di kamar.Jika kamu ingin istirahat,bangunkan saja aku."Perintah Jansen,menatap ke arah Xinyi.
"Iya,sana kamu masuk ke dalam."Usir Xinyi,agar Jansen bisa beristirahat.
Xinyi melihat Jansen yang sudah masuk ke dalam kamar,dia langsung keluar dan memilih menaiki ayunan.Xinyi merasa hidupnya begitu tenang saat ini,apalagi dia tidak usah memikirkan masalah kerajaan sama sekali.
"Bagaimana keadaan ayah dan ibu ya?"Tanya Xinyi pada dirinya sendiri.
Xinyi merasa begitu merindukan mereka saat ini,namun dia juga tidak ingin kembali ke negara Wei.Dia sungguh tidak ingin kembali ke istana,dia merasa jika tinggal di istana seperti tahanan dan tidak bisa bebas keluar masuk istana.
Xinyi merasa bosan sekarang,dia sudah terlalu lama berdiam di ayunan.Xinyi memilih masuk ke dalam,dia merasa mengantuk saat ini dan memilih tidur di ruangan.
Jansen yang sudah cukup beristirahat,dia membuka matanya.Dia akan bergantian dengan Xinyi,Jansen langsung beranjak dari ranjang dan keluar kamar.Jansen kaget melihat Xinyi yang tidur di ruangan,dia berjalan menghampiri Xinyi.Jansen tersenyum melihat Xinyi yang pulas dengan tidurnya,dia menggendong Xinyi untuk di pindahkan ke dalam kamar.Jansen menurunkan Xinyi dengan pelan-pelan,karena dia takut Xinyi terbangun dari tidurnya.
"Kamu malah memilih tidur di ruangan,bahkan kamu tidak ingin membangunkan aku sama sekali.Tapi aku senang saat ini,karena kita pergi berduaan.Aku tidak usah menyelinap lagi untuk bertemu dengan kamu,sekarang aku terang-terangan bisa melihat kamu begitu dekat dengan aku."Ucap Jansen,dia menatap Xinyi yang tidur pulas.
Jansen mencium kening Xinyi,dia langsung keluar dari kamarnya.Jansen memilih turun gunung,dia harus mencari makanan untuk dirinya dan Xinyi.Dia tidak akan membiarkan Xinyi kelaparan,dia harus menahan Xinyi pergi ke negara Wei.Bagaimanapun,dia akan merebut Xinyi dari pangeran negara Wei.Setelah sampai di sebuah desa,Jansen langsung di sambut senang oleh mereka dan dia langsung masuk ke dalam sebuah kedai.
"Lapor tuan,kami telah menyelesaikan tugas kami."Ucap seseorang,dia melapor pada Jansen.
"Baguslah,buat negara Wei tidak aman."Perintah Jansen,karena bagaimanapun dia akan merebut negara Wei.
"Baik tuan."Balas orang yang melapor.
"Siapkan makanan untuk aku dan bungkus makanannya,aku akan pergi lagi ke kediamanku."Ucap Jansen,dia menyuruh orang yang ada di hadapannya.
"Baik tuan,akan aku siapkan."Balasnya dan langsung pergi dari hadapan Jansen.
Jansen menunggunya,dia sekarang mengkhawatirkan Xinyi yang di tinggal sendirian di kamarnya.Jansen melihat bawahannya membawa barang yang dia minta,dia langsung menerima barang yang di berikan bawahannya dan langsung pergi dari kedai dengan terburu-buru.Jansen langsung kembali ke kediamannya,karena takut Xinyi sudah bangun dari tidurnya.
__ADS_1