
Berita tentang Xinyi menyebar begitu cepat,akan tetapi orang-orang seperti tidak mempercayainya.Karena Xinyi yang mereka tahu,dia wanita yang mempunyai hati seperti malaikat.Bahkan dia terkenal selalu menolong orang,mereka yang menyebarkan desas-desus Xinyi mencuri hanya mendapatkan hasil yang sia-sia.Bahkan rakyat sekitar hanya menganggap angin lalu,mereka tidak menghiraukan gosip palsu yang beredar.
Kekesalan Jane semakin memuncak,karena rencananya gagal semua.Bahkan menyebarkan gosip tentang Xinyi saja dia gagal,malah gosipnya hilang begitu saja.Jane hanya bisa melanjutkan rencana jahat yang lain,sampai membuat Xinyi benar-benar menderita.Namun rencana jahatnya harus benar-benar tersusun rapi,agar tidak gagal lagi.
...****************...
Di istana kerajaan,ratu sibuk menyiapkan undangan kompetisi untuk pemilihan istri pangeran.Undangan akan di sebar ke setiap kediaman para bangsawan,para putri bangsawan harus di kirim ke istana kerajaan untuk mengikuti kompetisi ini.
Undangan langsung di sebar dengan cepat kepada para bangsawan,para ayah dari setiap putri bangsawan sangat semangat mendapatkan undangan dari kerajaan.Mereka sangat mengharapkan putri mereka lolos,agar mereka mendapatkan kehormatan dan gelar yang lebih tinggi.
Pelayan kerajaan mulai sibuk,membuat penyambutan untuk putri bangsawan yang akan datang nanti.Mereka mempersiapkannya dengan teliti,agar mereka tidak di salahkan oleh ratu.
...****************...
Sedangkan di kediaman Xinjiang,Ibu Xinyi yang mendengarkan gosip tentang putrinya mencuri tiba-tiba jatuh sakit.Xinyi yang melihat ibunya sakit merasa sedih,karena dia tidak tau siapa yang menyebarkan gosip itu.Namun dia kesal ibu yang dia sayangi,setelah mendengar gosip itu malah jatuh sakit.
"Ibu jangan pikirkan gosip di luar sana,Xinyi sungguh tidak mencuri sama sekali."Ucap Xinyi,agar ibunya percaya.
"Ibu tidak memikirkan gosip di luar,ibu hanya takut kamu di kucilkan oleh para putri bangsawan."Jawab sang ibu,karena anaknya tidak ingin mengalami masalah sedikitpun.
"Ibu tidak usah khawatir,justru putri bangsawan sudah tau kejadian yang sebenarnya seperti apa."Ungkap Xinyi,karena mereka tau ini hanya kesalahpahaman seorang pelayan.
"Benar nak?"Tanya sang ibu,memastikan.
"Lebih baik,ibu istirahat saja.karena Xinyi benar-benar tidak apa-apa."Balas Xinyi tersenyum.
"Baiklah."Ucap sang ibu,dia memejamkan matanya hingga tertidur.
Xinyi tersenyum melihat ibunya yang tidur,dia keluar dari kamar ibunya.Dia berjalan menuju aula kediaman,dia mendengar kegaduhan di sana.Dia melihat paman dan bibinya sedang membuat gaduh di aulanya,di sana ada Naomi yang sedang mencoba menenangkan mereka.
"Hormat kepada paman dan bibi."Ucap Xinyi membungkuk,menghormati paman dan bibi yang berada di depannya.
"Tidak usah seperti itu,kamu memalukan keluarga kita."Ketus sang bibi,karena dia ingin segera merebut toko yang di miliki Xinyi.
"Bisa-bisanya kamu seorang putri bangsawan malah mencuri,Itu tidak di ajarkan di keluarga kita."Marah sang paman.
"Keluarga bangsawan tidak di ajarkan untuk mencuri,tapi kamu malah mencuri."Sela sang bibi,melihat Xinyi yang masih membungkuk di depan mereka.
"Kamu bisa beli apapun yang kamu inginkan,tapi gak usah mencuri.Jika seperti sekarang ini,mau taruh dimana muka kita?"Ungkap sang paman,agar Xinyi merasa bersalah.
"Kalian tidak pantas,berbicara seperti itu terhadap anakku."Ucap Xinjiang,karena mendengar keributan di aulanya.
"Kami hanya mengajarinya."Sanggah sang bibi,agar dia di anggap memperhatikan keluarga besarnya.
"Mas gara-gara gosip itu,toko kami jadi sepi dan rugi."Ucap sang paman,menyalahkan Xinyi.
"Apa hubungannya dengan putriku?"Tanya Xinjiang,tidak terima jika anaknya di perlakukan seperti ini.
"Kemarin tokoku masih ramai pengunjung,setelah mendengar gosip itu toko kami jadi sepi."Jawab sang bibi,secara langsung menyalahkan Xinyi atas kerugian yang dia alami.
"Tapi aku tidak mencuri,putri bangsawan bisa jadi saksinya."Protes Xinyi berani,karena ini hanya kesalahpahaman seorang pelayan.
"Alah buktinya,gosip kamu mencuri tersebar."Sanggah bibi,tidak mau kalah dengan Xinyi.
"Bibi gak usah teriak-teriak,ibuku sedang sakit.Bicaralah pelan-pelan,aku tak ingin membuat ibuku khawatir."Teriak Xinyi,karena tidak terima jika ibunya jatuh sakit hanya gara-gara tuduhan ini.
Bibi Xinyi yang geram dengan ucapan Xinyi,dia menghampiri Xinyi dan menampar Xinyi di depan Xinjiang.
Xinjiang yang melihat putrinya di tampar,dia sangat marah karena mereka tidak menghargai keberadaan dirinya di sana.
"Apa yang kamu lakukan,beraninya kamu menampar putriku!"Marah sang ayah,menunjuk istri adiknya dengan amarah.
"Wajarlah mas,kita memberi pelajaran terhadap anakmu.Karena anakmu tidak menghormati kita."Ucap adiknya,membela istrinya.
"Xinyi kamu masuk kamar,biar ayah yang urus paman dan bibimu!"Perintah Xinjiang,benar-benar marah.
Mendengar ucapan sang ayah,Xinyi menuruti perintah ayahnya.Sedangkan di aula,ayahnya marah terhadap paman dan bibinya.Paman dan bibinya masih adu mulut,tentang Xinyi kepada ayah Xinyi.Namun ayahnya percaya pada putrinya,karena Xinyi tidak akan melakukan hal kotor seperti itu.
Dalih-dalih membahas Xinyi,sang paman meminta kakaknya untuk menyerahkan toko Xinyi terhadapnya.Sang ayah tidak setuju,itu toko milik Xinyi.Paman dan Bibinya tidak bisa mendapatkan toko Xinyi,jadi mereka memaksa untuk menginap di kediaman Xinjiang.
Xinjiang memperbolehkan mereka menginap,asal jangan membuat masalah di kediamannya.
Mereka senang,karena di perbolehkan menginap.Mereka memikirkan cara,agar toko Xinyi di urus oleh mereka.Karena mereka benar-benar ingin merebut toko Xinyi.
Bibi Xinyi sudah memikirkan hal jahat,agar toko Xinyi di serahkan padanya.Dia akan berpura-pura iba atas masalah Xinyi,merayu ibunya Xinyi agar toko Xinyi di urus oleh dia.Jadi saat ibu Xinyi mendengar itu,pasti dia akan merasa tenang.Karena adik iparnya ini begitu perduli dengan Xinyi,dia akan berusaha merayu ibu Xinyi untuk mendapatkan toko Xinyi.
Dua hari telah berlalu,namun paman dan bibi Xinyi tidak mendapatkan hasil apapun.Karena Xinyi benar-benar menolak mentah-mentah,agar tokonya di urus oleh mereka.
Sedangkan ibu Xinyi,tidak bisa melakukan apapun dengan keputusan Xinyi.Bagaimanapun itu toko milik Xinyi bukan milik dirinya,lagi pula dia tidak berhak ikut campur masalah toko anaknya sendiri.
Masalah toko sudah selesai,sekarang ibunya mendengar, sang putri harus di kirim ke istana.sang ibu,dia langsung mengajak putrinya untuk pergi ke makam leluhur.
Bibi yang mendengarnya,segera melancarkan aksi jahatnya.Dia berfikir untuk menyabotase kereta yang akan di tumpangi Xinyi serta ibunya,agar bisa menyingkirkan mereka.
"Sayang,aku berangkat."Pamit sang istri.
__ADS_1
"Xinyi jaga ibumu,dia baru sembuh."Perintah sang ayah,karena tidak ingin istrinya kenapa-kenapa.
"Baik ayah."Balas Xinyi tersenyum,karena bagaimanapun dia akan melindungi ibunya.
"Ayah tidak bisa ikut,ayah harus mengikuti pertemuan kerajaan."Ujar sang ayah,karena ini pertemuan untuk mengirim putrinya ke istana.
"Naomi,jaga mereka baik-baik."Perintah Xinjiang,terhadap Naomi.
"Baik tuan."Balas Naomi dengan patuh.
"Bibi dan paman juga ikut?"Tanya Xinyi,karena dia takut bibi dan pamannya melakukan rencana jahat terhadap mereka.
"Kami tidak ikut,kami mau pulang mendadak ada urusan penting di toko."Jawab sang paman membohongi mereka.
"Yasudah,hati-hati di jalannya."Ucap ibu Xinyi.
Xinyi yang melihatnya tersenyum kecut,karena ibunya terlalu perhatian terhadap mereka.Tapi di kehidupan dulu,ibunya di celakai mereka hingga meninggal.
"kakak juga hati-hati di jalan."Jawab sang adik ipar dengan tersenyum penuh arti."Selamat masuk neraka kakak ipar."Batin adik iparnya.
Kereta mereka keluar dari kediaman Xinjiang,karena makam leluhur berbeda arahnya dan setelah keluar kediaman kereta langsung berpencar.
"Kamu kenapa?"Tanya sang ibu,melihat anaknya melamun.
"Aku tidak apa-apa bu."Balas Xinyi,menutupi kegelisahan di hatinya.
"Yasudah,ibu tidur ya.Ibu masih pusing,kalau sudah sampai bangunkan ibu."Ujar sang ibu,merasakan tubuhnya butuh istirahat.
"Ibu tidur saja istirahat,nanti aku bangunkan jika sudah sampai."Balas Xinyi,melihat ibunya masih pucat.
Perjalanan ke makam leluhur,perjalanan yang panjang.Mereka banyak melewati jalan yang curam dan naik turun,Mereka di dalam kereta tidak tau bahaya menunggu sedang menanti mereka.Kuda mulai tidak bisa di atur,kusir kuda mulai panik.Naomi yang merasakan kereta tidak beres,dia bertanya terhadap kusir.
"Ada apa,kenapa seperti ini keretanya?"Tanya Naomi,karena menduga ada yang tidak beres dengan keretanya.
"Cepat melompat,kudanya tiba-tiba mengamuk.Ada yang salah dengan kudanya."Jawab sang kusir,karena sudah tidak bisa menjinakkan kudanya.
Naomi yang mendengarnya jadi panik,dia segera membangunkan Xinyi yang sedang tidur.
"Putri bangun."Panggil Naomi,menggoyangkan tubuh Xinyi.
Xinyi yang di bangunkan Naomi,dia langsung membuka matanya dan melihat Naomi yang panik.
"Ada apa?"Tanya Xinyi,masih mengantuk.
"Cepat lompat putri,kudanya mengamuk dan tidak bisa di atur.Sekarang kereta sudah mau masuk jurang,karena kereta tidak bisa di hentikan."Balas Naomi panik.
"Tapi,nyonya putri."Balas Naomi,melihat ibu Xinyi masih tidur.
"Ibu bangun,bangun bu."Membangunkan sang ibu dengan panik,hingga Ibunya terbangun.
"Ada apa Xinyi?"Tanya sang ibu,melihat anaknya panik.
"Ayo lompat bu,kereta mau masuk jurang."Ujar Xinyi panik,sang ibu jadi shock dan ikut panik.
"Ayo cepat,kamu duluan yang lompat."Perintah sang ibu khawatir.
Xinyi melompat dari kereta,di ikuti Naomi yang ikut keluar melompat.Namun ketika sang ibu akan melompat,naas kereta masuk ke dalam jurang.Xinyi yang melihat ibunya masih di kereta,dia begitu histeris.
"I..Bu."Teriak Xinyi,dia berlari dan menangis.Dia menghampiri kereta yang masuk jurang dan Xinyi yang akan ikut melompat kesana langsung di tarik oleh Naomi.
"Jangan putri!"Larangan Naomi,agar Xinyi juga tidak ikut masuk ke dalam jurang.
"Ibuku,Naomi ibuku."Ucap Xinyi histeris,melihat ibunya masuk jurang di depan matanya sendiri.
"Putri bangun, bangun putri."Ucap Naomi,mencoba membangunkan majikannya.
"Pak kusir,cepat bantu aku."Perintah Naomi,agar pak kusir membantunya.
Pak kusir membantu mengangkat Xinyi ke tempat yang lebih aman,setelah itu Naomi segera melepaskan tembakan meminta pertolongan ke langit.
Penjaga bayangan Damian,memberitahukan bahwa Naomi meminta pertolongan.Damian yang mendengarnya langsung membawa penjaga untuk melihat Naomi,dia khawatir Xinyi kenapa-kenapa.Dia dengan cepat mencari keberadaan mereka dan dengan cepat di temukan oleh Damian.Damian melihat Xinyi yang terbaring,mereka di jaga oleh Naomi dan seorang kusir.
"Hormat pangeran."Ucap Naomi,saat Damian berada di depannya.
"Apa yang terjadi?"Tanya Damian,melihat Xinyi tidak sadarkan diri.
"Kereta yang kita tumpangi masuk jurang,dan ibu putri masuk kedalam sana."Tunjuk Naomi,mengarah ke arah jurang.
"Penjaga,cari ibu xinyi sampai ketemu."Perintah Damian dengan tegas.
"Xinyi bangun."Ucap Damian,mencoba menyadarkannya.
"Naomi,kamu bantu mereka mencari ibunya Xinyi."Perintah Damian,agar segera menemukan ibu Xinyi.
"Kamu jangan memikirkan Xinyi,biar Aku yang mengurusnya."Ucap Damian,dia membopong Xinyi masuk ke keretanya.
__ADS_1
"Kenapa banyak sekali orang yang ingin mencelakai kamu."Gumam Damian,melihat Xinyi di pelukannya.
"Aku akan melindungi kamu sebisa mungkin,akan aku cari semua orang yang berbuat jahat terhadap kamu."Ucap Damian,sambil memeluk Xinyi dengan erat.Damian melihat Xinyi dengan iba,dia mencium Xinyi dengan tulus.Damian ingin Xinyi secepatnya jadi miliknya,agar dia bisa melindungi Xinyi sepenuhnya.
Setelah pencarian begitu lama,Naomi menemukan ibu xinyi yang terluka.Penjaga memberitahukan Damian,bahwa Naomi menemukan ibu Xinyi.Mereka bergegas membawa ibu Xinyi ke atas,Naomi menggendong ibu Xinyi ke atas dengan susah payah.Mereka kesulitan membawa ibu Xinyi,karena jalanan yang tidak menguntungkan buat mereka.Setelah ibu Xinyi di selamatkan,Xinyi dan ibunya langsung di bawa ke kediaman Xinjiang.
Adipati Xinjiang sudah tau,apa yang di alami istri dan anaknya.karena pengawal bayangan Damian,meninggalkan secarik kertas yang memberitahu tragedi kecelakaan tersebut.Kereta Damian telah sampai di kediaman Xinjiang,Xinjiang yang mendapat kabar dari pelayannya.Dia langsung bergegas menemui mereka untuk melihat keadaan istri dan anaknya.
"Pengawal,cepat suruh tabib ke kamarku untuk mengobati istriku."Perintah Xinjiang yang panik,melihat tubuh istrinya penuh luka.
Xinjiang hanya perduli dengan istrinya yang terluka,dia tidak melihat anaknya sama sekali.Dia begitu panik,saat melihat istrinya penuh darah di tubuhnya.
Sedangkan Damian,dia tidak menghiraukannya sama sekali dengan kepanikan Xinjiang.Damian hanya memeluk erat Xinyi yang masih pingsan,karena dia begitu perduli dengan Xinyi.
Naomi yang melihat Xinyi dalam gendongan tuannya,dia langsung bergerak cepat menghampiri tuannya.Karena dia tidak tega,melihat tuannya yang membopong Xinyi begitu lama.
"Tuan,antarkan saja putri ke kamarnya."Ucap Naomi,hati-hati terhadap tuannya.
"Tunjukkan jalannya."Perintah Damian.
Naomi berjalan di depan tuannya,dia melangkah menuju kamar Xinyi.Naomi langsung menunjukkan jalan ke kamar Xinyi,dia berjalan begitu cepat menuju kamar Xinyi.
Setelah sampai di kamar Xinyi,Damian masuk ke dalam kamar Xinyi.Dia menidurkan Xinyi di ranjangnya dengan hati-hati,agar Xinyi beristirahat.
"Naomi,jaga Xinyi baik-baik di sini."Perintah Damian,karena dirinya akan berbicara dengan Xinjiang.
"Baik tuan."Balas Naomi dengan patuh.
Damian meninggalkan kamar Xinyi,dia bergegas menemui Xinjiang untuk berbicara.
"Terimakasih pangeran,kamu selalu menolong keluarga kami."Ucap Xinjiang,merasa selalu merepotkan Damian dalam mengurus keluarganya.
"Kenapa keluargamu selalu di celakai orang?"Tanya Damian.
"Aku tidak tau pangeran."Balas Xinjiang,karena merasa dirinya tidak punya musuh sama sekali.
"Kamu berselisih dengan siapa,sehingga istri dan anakmu sendiri yang menjadi korbannya."Ucap Damian,begitu marah terhadap Xinjiang.
Xinjiang kaget,kenapa Damian begitu marah terhadapnya.Apalagi dia tidak tau,siapa yang mencelakai keluarganya.Bahkan dia saja merasa heran,kenapa keluarganya selalu di celakai orang.
"Sikapku terhadap para bangsawan,selama ini selalu baik-baik saja.Bahkan,aku tidak pernah menaburkan perselisihan di antara mereka."Jujur Xinjiang,karena dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang terjadi terhadap keluarganya.
"Sudahlah,biarkan aku yang mencari siapa dalangnya."Ungkap Damian,karena hampir kehilangan orang yang di cintainya.
"Maafkan aku yang tidak berguna pangeran,aku benar-benar tidak tau.Siapa yang ingin mencelakai keluargaku."Balas Xinjiang,merasa bersalah dengan keluarganya.
"Tidak usah kamu pikirkan,istri dan anakmu sekarang baik-baik.Sudahlah,aku akan kembali ke istana."Ujar Damian,karena terlalu lama meninggalkan istana.
"Terimakasih,pangeran."Ucap Xinjiang,karena merasa terhormat selalu di bantu Damian.
Damian pergi meninggalkan kediaman Xinjiang dengan perasaan marah,sedangkan Xinyi di kamarnya meracau.Dia masih mengingat dengan ibunya yang masuk jurang begitu saja.
"bu...Ibu..."Teriak Xinyi,terbangun dengan nafas terengah-engah.
Naomi yang mendengar Xinyi teriak,dia bergegas menghampiri Xinyi.
"Tenang putri."Ucap Naomi,memeluk Xinyi.
"Ibuku,Naomi.Ibuku."Ucap Xinyi menangis,mengingat ibunya.
"Tenang putri,nyonya sedang di obati."Balas Naomi,agar majikannya ini benar-benar merasa tenang.
Xinyi yang mendengarnya,dia melepaskan pelukan Naomi.Dia berlari menemui ibunya,tanpa alas kaki.Naomi mengejar Xinyi,ke kamar ibunya Xinyi.
"Ibu."Panggil Xinyi,melihat ibunya yang masih terbaring.
"Sudah nak,biarkan ibumu beristirahat.Ibumu masih belum sadar,dia masih di rawat oleh tabib."Ujar Xinjiang,melihat anaknya rapuh.
"Apa yang terjadi? kenapa ibu penuh luka?"Tanya Xintian,tiba-tiba masuk ke kamar ibunya.
Xinyi yang mendengar suara kakaknya,dia langsung melihat ke arah kakaknya.
"Kakak."Panggil Xinyi,dia langsung berlari menghambur ke pelukan kakaknya.
"Tenang sayang,sebenarnya apa yang terjadi?"Tanya Xintian,Karena ibunya terbaring dengan penuh luka di tubuhnya.
"Ibu masuk jurang kak,saat mau melompat menyelamatkan diri dari kereta.kuda kami tiba-tiba tidak bisa di kendalikan,hingga kami sama-sama panik.Kami benar-benar,tidak tau apa yang terjadi dengan kudanya.Kejadian ini begitu cepat kak."Balas Xinyi dengan terisak,karena tragedi yang menimpanya.
"Sudah jangan menangis,kasus ini sedang dalam penyelidikan pangeran."Ujar sang kakak,merasa bersyukur keluarganya di bantu Damian.
"Tapi,ibu kak?"Tanya Xinyi,karena iba melihat ibunya masih terbaring.
"Sudah tidak usah menangis,ibu pasti secepatnya sadar.Naomi bawa Xinyi ke kamarnya,biarkan dia menenangkan diri dulu."Perintah Xintian,agar Xinyi tidak mengganggu istirahat ibunya.
"Baik tuan."Jawab Naomi,Xinyi langsung di bawa oleh Naomi.
__ADS_1
sedangkan Xintian,berbincang dengan ayahnya mengenai apa yang terjadi.Xintian ijin dari tugasnya, karena mendengar gosip Xinyi yang mencuri.Setelah setengah perjalanan,dia juga mendapat kabar dari utusan pangeran.Jika sang ibu dan adiknya mengalami kecelakaan,dia jadi semakin khawatir dan semakin mempercepat laju kepulangannya,agar cepat sampai di kediaman Xinjiang .