
Sedangkan di kediaman Zayn,keluarga Jane sudah berkumpul di halaman depan.Mereka sedang menunggu hasil kompetisi di istana,mereka merasa gugup dengan hasil yang akan di berikan anaknya nanti.Saat melihat kereta memasuki halaman,keluarga Jane semakin gugup.
Jane turun dari kereta,dia melihat keluarganya yang sudah berkumpul di halamannya.Dia segera memberikan dekrit dari raja,kemudian dia berikan kepada ayahnya.Dia tidak senang sama sekali dengan dekrit raja,dia hanya ingin bersama Juan.Dia terpaksa menikah dengan pangeran,setidaknya dia masih bisa bertemu Juan di istana nanti.
Adipati Zayn menerima dekrit dari raja,dia senang dengan hasil yang di berikan anaknya.Meskipun anaknya tidak jadi istri utama,namun dia tetap senang dengan putrinya yang masuk istana.
"Kamu yang terbaik,nak."Ucap sang ayah,merasa bangga dengan anaknya.
"Syukurlah,jika kamu masuk istana.Setidaknya,apa yang di inginkan ayah kamu terwujud."Ujar Sang ibu,karena tidak rela anaknya masuk istana.
"Sebagai bentuk tanda terima kasih diriku,aku tidak akan protes sama sekali memasuki istana.Aku merelakan kebahagiaan diriku,agar ayah senang dengan kehormatan yang ayah inginkan."Ucap Jane,meninggalkan keluarganya di halaman kediamannya.
Sang ibu merasa iba dengan putrinya,dia tau putrinya mencintai Juan.Apalagi,selama ini dia menunggu kehadiran Juan.Semenjak Juan pergi,Jane tidak pernah bahagia.Di saat,dia tau kebahagiaannya terletak pada diri Juan.Dia harus mengorbankan kebahagiaannya demi ayahnya sendiri,dia sangat kesal dengan suaminya.
"Puas kamu mas."Ucap sang ibu kesal,meninggalkan Zayn yang masih di halaman.
Sedangkan adipati Zayn,dia tidak perduli sama sekali.Karena dia sangat bahagia,memegang dekrit dari raja.Dia masuk ke dalam kediaman,dia berjalan menuju ruang kerjanya.
"Akhirnya,aku bisa menyombongkan putriku yang masuk istana.Meski dia dipilih menjadi selir,setidaknya dia beruntung sudah masuk istana."Gumam adipati Zayn,merasa puas dengan hasilnya.
Sedangkan Jane di dalam kamarnya,dia merenung dengan apa yang di katakan Juan terhadapnya.Dia sudah memikirkan matang-matang,meski nanti dirinya menikah dengan pangeran.Dia akan senang bertemu Juan setiap hari dan yang terpenting dia masih bisa berduaan dengan Juan di istana.
Tapi di dalam hati Jane,dia masih kesal.Karena meski dia masih bertemu dengan Juan,kenapa Xinyi begitu beruntung menjadi istri pertama seorang pangeran.Bagaimanapun,dia tidak sudi berbagi suami dengan Xinyi.
__ADS_1
Sedangkan Damian yang berada di kamar kediaman Xinjiang,dia sedang merenungkan pernikahan dirinya.Apalagi,dia harus menikah dengan empat istri.Dia sebenarnya hanya ingin menikahi Xinyi,dia juga sedang menjalankan tugas dari raja dengan mengamati pergerakan adipati dari putri-putrinya.
"Aku tidak bisa lama-lama di sini."Gumam Damian,keluar dari kamarnya.
Damian berjalan ke aula utama,dia menyuruh pelayan untuk memanggil Xinjiang.Dia juga tidak enak,jika dia harus pergi begitu saja tanpa berpamitan.
"Apakah pangeran akan pergi sekarang?"Tanya Xinjiang,melihat Damian di hadapannya.
"Anda benar,aku harus segera pulang.Lagi pula,Xinyi sudah pulang dengan selamat."Balas Damian,karena niat awalnya hanya mengantar Xinyi pulang.
"Baiklah,terima kasih pangeran.Hati-hati di jalan pangeran."Ucap Xinjiang,mengantar Damian ke halaman rumahnya.
Damian langsung menaiki kereta,dia langsung meninggalkan kediaman Xinjiang.Damian di dalam kereta masih memikirkan,agar Xinyi tidak membencinya.Apalagi,Damian melihat wajah Xinyi yang sangat ketara membenci dirinya.
Xinyi yang sedang tidur,dia merasakan kepalanya di elus seseorang.Dia membuka matanya perlahan dan melihat sang kakak di hadapannya.
"Ada apa kak."Ucap Xinyi,melihat tatapan sendu sang kakak.
"Apa kamu bahagia dengan hasil kompetisi ini?"Tanya Xintian,menatap Xinyi tulus.
"Aku tidak bahagia sama sekali kak."Jawab Xinyi jujur,dia langsung bangun dan memeluk kakaknya erat.
"Aku juga tidak senang,kamu harus masuk istana."Ujar sang kakak yang terus terang.
__ADS_1
"Tapi,aku lakukan ini semua demi ayah kita."Jawab Xinyi,karena tidak ingin ayahnya kecewa.
Xintian yang mendengarnya benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa,apalagi sang adik terlalu nurut pada ayah mereka.Xintian sangat ingin membawa adiknya pergi dari kediaman,dia tidak ingin adiknya di korbankan ayahnya.Apalagi hanya demi kehormatan yang tidak jelas seperti itu,tanpa mengorbankan anak juga sebenarnya mereka bisa mendapatkan kehormatan itu.
"Kakak akan mendukung apapun pilihan kamu,kakak hanya ingin melihat kamu bahagia."Ucap sang kakak,mendukung apapun pilihan sang adik.
"Terima kasih kak,tapi ini sudah keputusanku.Biarkan,aku yang jadi korban keegoisan ayah.Aku hanya ingin melihat orang tua kita bahagia."Balas Xinyi,dia langsung melepaskan pelukannya.
"Maaf,jika kakak tidak bisa menjadi sandaran untuk kamu sayang."Ucap Xintian,karena tidak bisa membantu Xinyi sama sekali.
"Kakak tidak usah khawatirkan aku,aku baik-baik saja."Balas Xinyi,menatap kakaknya dengan tulus.
"Kalau gitu,kamu tidur lagi saja sayang.Maaf,kakak sudah mengganggu tidur kamu."Ujar Xintian,mengelus rambut adiknya.
"Iya kak."Balas Xinyi,agar kakaknya tidak merasa sedih.
Xinyi melihat kakaknya yang meninggalkan dirinya sendirian,dia juga merasa bingung harus bagaimana.Dia tidak tau dengan takdir kehidupannya sekarang,semuanya berubah dari kehidupannya yang dulu.Dia tidak mengerti,kenapa seolah takdir mempermainkan kehidupannya.Apa takdir ingin merubah kehidupannya menjadi lebih baik,sedangkan ingatan di masa lalunya masih terekam dengan jelas di memori otaknya.
"Aku sangat tidak mengerti dengan kehidupanku sekarang,apakah harus membalas dendam dengan kesakitanku atau malah hidup dengan lebih baik memperbaiki diriku sendiri."Gumam Xinyi,menatap langit-langit kamarnya.
Dia benar-benar bingung sekarang,bahkan dia menyetujui untuk menikah dengan Damian.Dia tau Damian yang sekarang,jelas berbeda dengan kehidupannya yang dulu.Dia bahkan masih ingat dengan jelas,Damian sekarang begitu mengejar dirinya.Sebenci-bencinya dia terhadap Damian,tapi Damian malah tetap mengganggu dirinya.Seakan-akan dirinya pusat kehidupan Damian,dia tidak menyukai Damian yang sekarang.Dia merubah rasa sakitnya begitu saja,seolah-olah dirinya begitu luluh dengan sikap Damian.
"Sudahlah,aku tidak ingin memikirkan apapun untuk saat ini.Lebih baik,aku beristirahat sekarang.Menikmati kamarku yang sekarang,sebelum aku berpindah ke istana."Gumam Xinyi,memejamkan matanya.
__ADS_1
Dia mulai memejamkan matanya,agar dia bisa tidur.Dia akhirnya tertidur dengan pulas,tidak memikirkan kehidupannya yang begitu membingungkan.