AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 4


__ADS_3

"Sial,seharusnya yang jadi pusat perhatian itu aku.Kenapa jadi si Xinyi.Bahkan sejak kapan dia tiba-tiba bisa bersyair?"Umpat Jane,sambil mondar mandir di kamarnya dengan kebingungan.


Jane merasa kesal dengan apa yang terjadi,bahkan dia melihat tatapan Damian terhadap Xinyi.Dia menjadi semakin kesal,dia ingin secepatnya menghancurkan Xinyi.Dia ingin pangeran melihat dirinya,agar orang tuanya bangga terhadap dirinya.Apalagi,orang tuanya menginginkan dirinya untuk mendapatkan pangeran secepatnya.


"Aku baru ingat,bukannya anak Adipati Ken menyukai si bodoh itu? Aku manfaatkan saja dia."Ucap Jane,sambil tertawa lepas dengan pikiran liciknya.


Satu hari telah berlalu,Jane sudah bersiap untuk ke rumah adipati Ken.Dia sudah tidak sabar menjalankan rencana jahatnya itu,apalagi dia sangat tidak menyukai Xinyi.Jane meninggalkan kediamannya,tidak membutuhkan waktu yang lama dan dia sudah sampai di kediaman adipati Ken.


"Ada apa kamu mencari ku?"Tanya Ravin,anak dari adipati Ken.


"Aku ingin berbicara penting dengan kamu."Balas Jane,agar rencananya berjalan mulus.


"Yasudah,kamu ikuti aku."Ucap Ravin,tidak ingin pembicaraannya terdengar oleh orang lain.


Jane mengikuti langkah kaki Ravin,dia melihat halaman kediaman Ravin yang begitu luas.Dia mengikuti langkah Ravin,menuju gajebo taman kediamannya.


"Silahkan duduk."Perintah Ravin,melihat Jane yang masih berdiri.


"Terimakasih."Balas Jane,mengikuti perintah Ravin untuk duduk.


"Mau berbicara apa?"Tanya Ravin,karena merasa heran dengan Jane yang datang untuk bertemu dengannya.


"Mengenai Xinyi."Balas Jane menatap Ravin.


"Xinyi?"Ucap Ravin kebingungan.


Ravin bingung,kenapa Jane membahas Xinyi di hadapannya.Lagi pula,dia masih bingung dengan motif Jane menemui dirinya.


"Kamu menyukai Xinyi kan Vin?"Tanya Jane Berhati-hati.


"Jangan bergosip yang tidak-tidak."Balas Ravin jutek,karena tidak ingin gosip tersebar bahwa dia menyukai Xinyi.


"Dari tatapanmu terhadap Xinyi di acara kemarin,bahkan aku melihat tatapan kamu seperti menyukai dia."Ungkap Jane,menceritakannya dengan antusias.


"Tidak ada hubungannya denganmu."Sanggah Ravin dengan tegas,karena tidak tahu Jane memperhatikannya.


"Baiklah,padahal Xinyi menyukai kamu."Pancing Jane,agar Ravin terpancing dengan ucapannya.


"Aku tidak percaya dengan ucapan kamu."Ucap Ravin,menatap Jane.


"Aku serius Vin,Xinyi yang menyuruh aku kesini.Dia ingin mengetahui,apakah kamu menyukainya atau tidak."Balas Jane mulai memancing Ravin,agar berbicara jujur.


"Kenapa dia harus menyuruh kamu?"Tanya Ravin,mulai terpancing ucapan Jane.


"Karena dia malu Vin,dia ingin memastikannya dulu lewat aku."Cerita Jane,agar Ravin semakin terpancing.


"Dia tidak mungkin memperhatikan aku,apalagi banyak sekali laki-laki yang menyukainya."Ucap Ravin,terpancing dengan ucapan Jane.


"Kena kau."Batin Jane senang.


"Kamu tidak usah memikirkan hal lain,justru jelas-jelas Xinyi juga menyukai kamu."Ucap Jane berbohong,agar Ravin masuk dalam jebakannya.


Ravin yang mendengar ucapan Jane,dirinya tiba-tiba semangat.Dia masih tidak percaya dengan ucapan Jane,di dalam hatinya masih ada keraguan dengan ucapan Jane.


"Benarkah?"Tanya Ravin,agar tidak begitu terlihat menyukai Xinyi.


"Serius Vin."Balas Jane dengan wajah yang meyakinkan.


"Jangan bercanda Jane."Ujar Ravin,karena takut Jane bercanda terhadap dirinya.


"Bahkan besok,dia mengajak kamu untuk bertemu."Ucap Jane,agar Ravin percaya.


"Kalau begitu,besok aku akan menemuinya memastikan ucapanmu."Balas Ravin,memandang Jane.


"Besok,kamu tunggu saja di kedai Ren.Tunggu di lantai 2,aku bawa Xinyi kehadapan kamu."Ucap Jane,menjalankan rencananya.


"Baiklah."Jawab Ravin,mencoba percaya perkataan Jane.


"Aku harus pergi dulu,menyampaikan semua percakapan kita ke Xinyi."Ucap Jane,agar rencananya berjalan lancar.


"Baiklah."Balas Ravin,menatap Jane.


Jane pergi meninggalkan Ravin sendirian di gajebo,dia senang rencananya baru di jalankan.Dia berharap,jika rencananya berjalan dengan lancar.


"Akhirnya,orang bodoh itu masuk jebakan.Selanjutnya,aku harus pergi bertemu Xinyi."Gumam Jane,tersenyum puas.

__ADS_1


...****************...


Jane baru sampai di kediaman Xinjiang,dia turun dari kereta miliknya.Kepala pelayan menghampiri Jane,dia memberitahukan bahwa Xinyi tidak ada di kediaman.karena rencananya tidak mau gagal,Jane memilih menunggu kedatangan Xinyi.Meskipun kemungkinan Xinyi pulangnya sore,dia tetap akan menunggunya demi rencana yang sudah tersusun rapi.


Di halaman rumah Xinjiang,orang tua Xinyi baru sampai.Mereka melihat kereta kuda milik keluarga Zayn,mereka bergegas masuk ke dalam kediaman.Mereka sangat lelah,karena sudah mengantar Xinyi ke toko barunya.


"Tuan dan nyonya,apa mau disiapkan air hangat?"Tanya kepala,melihat wajah majikannya yang lelah.


"Siapkan saja,dan siapa yang datang kesini.?"Tanya ibu Xinyi,karena dia tidak melihat siapapun tamu yang datang.


"Putri Jane nyonya,dia sedang menunggu putri Xinyi di gajebo."Ucap kepala pelayan,menjelaskan kedatangan Jane.


"Yasudah,sebentar lagi juga Xinyi pulang."Ujar ibunya Xinyi.


"Baik nyonya."Balas kepala pelayan.


Kepala pelayan langsung pergi dari hadapan majikannya,dia segera mempersiapkan air hangat untuk majikannya.Sedangkan di gajebo,Jane merasa kesal menunggu kedatangan Xinyi.


"Kalau bukan gara-gara rencanaku,males banget aku menunggu seperti ini."Gerutu Jane,karena kesal menunggu Xinyi yang belum datang.


Tidak lama,kaka beradik tiba di kediamannya.Xinyi saat turun dari kereta,dia melihat kereta yang biasa Jane pakai.Dia bingung ada apa Jane ke kediamannya,dia malas sekali bertemu Jane.


"Sepertinya,sahabatmu ada disini."Ucap sang kakak,melihat kereta di halamannya.


"Mungkin,kita lihat saja di dalam."Ucap Xinyi,merasakan lelah di tubuhnya.


Mereka melangkah masuk ke dalam,kepala pelayan langsung menghampiri Xinyi.


"Putri,nona Jane ada di gajebo sedang menunggu putri."Ucap pelayan,memberitahu Xinyi dengan kedatangan Jane.


"Baiklah."Jawab Xinyi,segera menemui Jane dengan malas.


"Tuhkan,apa kakak bilang.Yasudah,kakak ke kamar dulu."Ujar Xintian,mendahului adiknya berjalan.


"Yasudah,sana!"Usir Xinyi,karena kakaknya berjalan mendahului dirinya.


Xinyi berjalan menuju gajebo dengan malas,dia langsung menghampiri Jane yang sedang menunggu dirinya di gajebo.Benar saja dia melihat Jane yang sedang menunggu dirinya,dia langsung melangkah dengan cepat menuju gajebo.


"Ada apa mencari ku?"Tanya Xinyi,memperlihatkan wajah lelah kepada Jane.


"Besok,kamu dapat undangan dari tuan Ravin untuk bertemu di kedai Ren."Balas Jane,mulai menjalankan rencananya.


"Tidak tau,aku hanya menyampaikan pesan saja.Acaranya besok pagi,di kedai Ren."Balas Jane,memperlihatkan wajah yang pura-pura tidak tau.


"Kamu juga di undang?"Tanya Xinyi,melihat wajah Jane dengan curiga.


"Sama,aku juga di undang."Jawab Jane,agar Xinyi tidak curiga.


"Baiklah,besok aku pergi ke sana.Apa mau berangkat bareng?"Tanya Xinyi,begitu berhati-hati.


"Tidak usah,aku pergi sendiri saja.Yasudah,aku pulang dulu."Pamit Jane,karena hari sudah sore.


"Yasudah,hati-hati.Aku tidak mengantarmu ya,arena aku sudah lelah."Ucap Xinyi,masih memperlihatkan wajah lelahnya.


"Baik,sampai ketemu besok."Ucap Jane,pergi begitu saja meninggalkan Xinyi.


Jane langsung naik ke dalam kereta,dia meninggalkan kediaman Xinjiang dengan perasaan senang.


"Akhirnya,rencanaku akan berhasil.Siap-siap saja,nama baikmu akan hancur Xinyi."Gumam Jane,rencananya akan berhasil.


Keesokan paginya,Xinyi sudah berpakaian rapi.Karena akan menghadiri undangan Ravin,dia melewati sang kakak yang berada dia aula.Xintian yang melihat Xinyi sudah rapi,dia menghentikan langkah kaki adiknya.


"Tumben,kamu sudah cantik.Kamu mau pergi kemana?"Tanya sang kakak,melihat adiknya.


"Dapat undangan."Balas Xinyi,acuh tak acuh terhadap kakaknya.


"Bolehkah,kakak ikut?"Tanya sang kakak,karena khawatir terhadap adiknya.


"Ayo,biar aku ada temannya."Balas Xinyi dengan semangat,agar dia tenang pergi bersama dengan kakaknya.


"Bukannya,Jane juga ada?"Tanya sang kakak,sambil menaikan alisnya.


"Ada sih,tapi gak tau datangnya telat atau tidak."Jawab Xinyi,agar kakaknya tidak curiga


"Yasudah,ayo kita jalan."Ajak sang kakak senang,karena menemani sang adik.

__ADS_1


Xinyi dan Xintian menaiki kereta,mereka meninggalkan kediaman Xinjiang.Mereka menyuruh kusir pergi ke kedai Ren dengan cepat,karena tidak enak jiga datangnya telat.Sedangkan di kedai Ren,Ravin sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Xinyi.Sebelum bertemu dengan Xinyi,Ravin sudah bertemu dengan Jane.


Jane memberitahu dirinya tidak bisa ikut bergabung,karena ada urusan penting dengan ayahnya.Jane langsung pergi begitu saja meninggalkan Ravin sendirian,membuat Ravin harus menunggu kedatangan Xinyi di kedai sendirian.


Ketika melihat pintu masuk,dia langsung tersenyum senang.Berarti apa yang di ucapkan Jane benar,bahwa Xinyi juga menyukainya.


"Pagi,putri Xinyi dan tuan Xintian."Sapa Ravin,memberikan senyuman.


"Pagi,tuan Ravin."Balas mereka barengan,sambil membalas senyuman ravin.


"Silahkan,duduk."Perintah Ravin dengan semangat.


"Terimakasih."Ucap mereka,merasa heran dengan sikap Ravin yang seperti ini.


"Silahkan,di minum airnya dulu.Maaf kalian harus menunggu sebentar,karena hidangannya lagi di persiapkan."Ucap Ravin menjelaskan.


Di sisi lain,Jane melihat semuanya dengan tersenyum.Tapi dia tidak menyangka,jika Xintian juga ikut.Dia hanya berharap rencananya tidak gagal,meski Xintian juga ikut datang.


Jane memanggil pelayan,menyogok seorang pelayan tersebut untuk melaksanakan rencananya.Pelayan sempat menolaknya,namun pelayan di ancam bahwa keluarganya sedang di sandera.Hingga pelayan,akhirnya mau di perintah oleh Jane untuk mencampurkan obat kepada makanan yang di pesan Ravin.


"Wah,mewah sekali tuan."Ucap Xintian senang,karena dapat makanan gratis.


"Belum apa-apa tuan,silahkan makan hidangannya."Perintah Ravin,karena hidangan sudah di sajikan di mejanya.


"Tunggu tuan,bukannya Jane saja belum datang ya?"Tanya Xinyi,menunggu kedatangan Jane.


"Hampir lupa,Jane sudah bertemu denganku.Dia sedang terburu-buru,karena ada urusan penting.Dia meminta maaf kepada kita,karena tidak bisa hadir."Jawab Ravin,menjelaskan pertanyaan Xinyi.


"Kenapa perasaanku tidak enak yah?Tapi,semuanya tidak ada yang mencurigakan."Pikir Xinyi,karena merasa baik-baik saja belum ada yang aneh dengan mereka.


Mereka langsung menyantap hidangan di hadapannya,mereka menghabiskan hidangan tersebut.Mereka belum sadar,jika makanan itu sudah tercampur dengan obat.


"Cuaca hari ini,kenapa tiba-tiba panas ya?"Tanya Xintian,sudah merasakan efek obatnya.


"Sepertinya,begitu tuan."Jawab Ravin,sama-sama merasakan efek obatnya.


"Saya permisi untuk pergi ke toilet dulu,tuan."Pamit Xintian langsung beranjak pergi,karena dia ingin mencuci mukanya.


Tinggallah Xinyi dan Ravin di ruangan itu,mereka bertatapan tanpa sengaja.Xinyi mulai cemas,karena Xintian meninggalkan dirinya bersama Ravin.


"Putri?"Panggil Ravin dan menyentuh tangan Xinyi.


"I..ya tuan."Balas Xinyi terbata-bata,karena merasa sentuhan yang di berikan Ravin membuat dirinya panas.


Xintian yang sedang pergi ke toilet,pundaknya di pukul dari belakang.Dia pingsan tak sadarkan diri,sedangkan yang memukul Xintian langsung membawa pergi Xintian ke gudang Ren.Aksi orang tersebut tidak sengaja di lihat pengawal Damian,dia langsung memastikan apa yang terjadi dan langsung melaporkan ke majikannya.


Damian marah saat mendengarkan laporan tersebut,dia bergegas ke lantai atas kedai Ren.Dia tidak ingin Xinyi kenapa-kenapa,bahkan dia marah pada orang yang merencanakan kejahatan ini.


Semua rencana yang Jane susun,tanpa Jane sadari akan berantakan.Jane sedang menunggu teman-temannya masuk untuk merusak nama baik Xinyi,sedangkan dia duduk di kereta kudanya untuk melihat tontonan gratis.


Sedangkan Xinyi yang satu ruangan dengan Ravin,dia sudah tidak bisa lagi menahan kesadarannya.Dia sangat benci di situasi seperti ini,rasanya ingin pergi dari ruangan itu.


"Apakah benar,kamu menyukaiku Xinyi?"Tanya Ravin,semakin kepanasan menyentuh tangan Xinyi.


"Maaf tuan,saya tidak menyukaimu."Jawab Xinyi,merasakan panas di tubuhnya.


Ravin yang mendengarnya sangat marah,dia langsung menghampiri Xinyi.Xinyi kaget dengan tindakan Ravin yang menghampiri dirinya,posisinya sangat tidak menguntungkan bagi dirinya.


"Kamu mempermainkan aku Xinyi."Ucap Ravin,membuat Xinyi terpojok ke dinding.


"Maksud tuan apa?"Tanya Xinyi,semakin gelisah dan semakin kepanasan.


"Bukannya,kamu menyukaiku."Balas Ravin,mengunci tangan Xinyi dan akan mencium Xinyi.


"Lepaskan aku!"Berontak Xinyi,karena ingin di lepaskan.


Xinyi shock dengan apa yang terjadi,dia menggeleng-gelengkan kepalanya agar sadar.Tapi Ravin tidak mendengarkan ucapan Xinyi sama sekali,dia hanya fokus terhadap bibirnya Xinyi.


"Lepaskan aku,tolong."Pinta Xinyi,merasa pandangannya mulai berkabut terhadap Ravin.


"Tidak ada yang bisa mendengarkan kamu,ini ruangan kedap suara."Ucap Ravin,memberikan senyuman yang puas.


Damian sudah masuk ke ruangan itu,dia melihat Xinyi terkunci oleh Ravin.Damian langsung menarik tubuh Ravin,dia memukul Ravin bertubi-tubi.Xinyi yang merasa ada orang menolongnya,dia langsung terjatuh ke meja dan pingsan.


Sedangkan Damian terus memukuli Ravin,sampai Ravin tidak sadarkan diri.Setelah itu,Damian langsung membawa Xinyi ke kereta kudanya.

__ADS_1


Setelah kepergian Xinyi dan Damian,tidak lama para nona bangsawan berteriak.Mereka melihat Ravin yang babak belur,Jane yang mendengar teriakan mereka tertawa.


Jane berpikir,para nona bangsawan berteriak gara-gara melihat Xinyi dan Ravin yang berbuat tak senonoh.Jane langsung pergi,tanpa menghampiri mereka.Jane pergi begitu saja,tanpa memastikan apa yang terjadi.Sedangkan Ravin,dia langsung di tolong dan di bawa pulang ke kediaman Ken.


__ADS_2