AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 23


__ADS_3

Dua minggu berlalu,di istana sedang mempersiapkan pernikahan Damian dengan Xinyi.Pernikahan mereka dipersiapkan dengan sangat teliti,bahkan akan dirayakan dengan begitu meriah.


Damian yang sedang berada di halaman utama istana,dia begitu tidak sabar ingin segera menikahi Xinyi.Dia melihat persiapannya yang tinggal sedikit lagi hampir selesai,dia di halaman sambil menunggu kedatangan keluarga Xinyi ke istana.Karena mereka ingin menghemat waktu,agar acara tidak membuang-buang waktu.


"Apakah kamu senang menantikan pernikahan kamu ini?"Tanya sang ayah,melihat anaknya tersenyum menatap persiapan pernikahannya.


"Sangat senang ayah."Balas Damian,masih fokus menatap para pelayan yang sibuk.


"Kamu begitu terlihat mencintai putri Xinyi."Ujar sang ayah,begitu senang anaknya akan menikah.


"Jelas ayah,aku sangat mencintainya."Jawab Damian,menatap sang ayah yang ada di sampingnya.


"Nanti,kamu harus adil.Apalagi,kamu menikah dengan empat orang putri."Ucap sang ayah mengingatkan,karena dia merasa Damian tidak akan bisa adil menangani para putri.


"Gimana,nanti saja ayah.Sekarang,aku begitu senang dengan pernikahan ini."Balas Damian,begitu jujur terhadap ayahnya.


"Yasudah,aku kembali ke dalam.Kamu tunggu saja keluarga adipati Xinjiang di sini."Ucap ayah Damian,dia langsung pergi meninggalkan putranya.


...****************...


Sedangkan Xinyi yang masih berada di kediamannya,dia begitu bingung dengan acara pernikahannya nanti.Bahkan,dia tidak tau harus membawa apa saja ke istana.Dia belum mempersiapkan apa-apa,dia masih tidak percaya dengan dirinya yang akan menikah lagi bersama Damian.


"Aku menikah lagi dengannya,ini takdir yang tidak ingin aku berpisah dengan Damian."Ucap Xinyi,mengayunkan kakinya di atas ranjang.


Dirinya masih tidak tau,apa harus kabur atau tetap menjalankan pernikahan ini.Dia tidak munafik,jika hatinya masih mencintai sosok Damian.Dia sekarang hanya bingung,menjalani takdirnya yang sekarang.

__ADS_1


Ibu Xinyi masuk ke kamar Xinyi,karena ingin membawa Xinyi pergi ke istana.Saat ibunya masuk,dia melihat putrinya yang masih belum mempersiapkan apapun.


"Sayang,kenapa kamu belum bersiap?"Tanya sang ibu,mendekati anaknya.


"Aku bingung bu,aku harus bawa apa saja bu."Balas Xinyi,menatap ibunya dengan kebingungan.


"Kamu bawa pakaian ganti saja sayang,pakaian pengantin sudah di persiapkan di istana."Ujar sang ibu,agar anaknya cepat-cepat.


Xinyi langsung menyuruh Naomi untuk mempersiapkan kebutuhannya selama di istana,dia tidak ingin ambil pusing dengan pakaiannya sekarang.Dia berfikir,dirinya sangat tidak bersemangat menjalani pernikahan dirinya.


Beberapa saat kemudian,semuanya telah bersiap dengan barang-barang mereka yang sudah di masukan ke dalam kereta.Mereka langsung bergegas masuk ke dalam kereta,mereka langsung meninggalkan kediaman Xinjiang dan berjalan menuju istana.


Tidak membutuhkan waktu yang lama,mereka sampai di istana kerajaan.Mereka langsung di sambut hangat oleh Damian sendiri,setelah itu mereka di antarkan ke mansion untuk beristirahat.


Xintian menarik Damian,karena dia melihat Damian tersenyum terus ke arah adiknya.Bagaimanapun,dia akan melindungi adiknya.Dia sungguh tidak ingin,jika Damian menikah dengan Xinyi.Dia ingin melihat Xinyi bahagia,apalagi kebahagiaan Xinyi menurutnya bukan berada di istana kerajaan.


"Ada apa?"Tanya Damian,karena heran kakak Xinyi menarik dirinya.


"Aku tidak ingin,pangeran melaksanakan pernikahan ini."Balas Xintian,menatap pangeran dengan lekat.


Damian yang mendengarnya terkejut,dia tidak tau apa yang ada di pikiran kakaknya Xinyi.Kenapa,dia begitu ingin dirinya tidak menikahi Xinyi.Dia menatap Xintian yang ada di hadapannya,dia melihat sorot mata yang serius di mata Xintian.


"Tapi,aku menginginkannya.Aku sudah menantikan pernikahan ini,apalagi aku sangat jatuh cinta dengan putri Xinyi."Jawab Damian,begitu terang-terangan di depan Xintian.


"Pangeran mencintai adikku?"Tanya Xintian memastikan,jika dirinya tidak salah dengar.

__ADS_1


"Benar,aku sangat mencintainya."Jawab Damian jujur.


"Jika kamu mencintai dia,mana mungkin kamu akan menikahi para putri yang lain."Kesal Xintian,tidak menutupi rasa kesalnya sama sekali.


"Aku terpaksa harus menikahi mereka dan itu tidak ada sangkut pautnya dengan kamu."Balas Damian,menatap tajam Xintian.


"Kamu jangan sakiti adikku,jika kamu menyakitinya.Aku akan bawa dia pergi menjauh dari kamu."Ujar Xintian,mengancam Damian terang-terangan.


"Aku tidak pernah menyakitinya,bahkan aku akan melindungi dia segenap jiwaku."Balas Damian,bersungguh-sungguh di hadapan Xintian.


Xintian yang mendengarnya,entah harus marah atau harus bersyukur dengan ucapan Damian pada dirinya.Dia langsung pergi meninggalkan Damian begitu saja,dia ingin menenangkan pikirannya untuk sesaat.


...****************...


Xinyi menatap langit-langit kamar yang di huninya sekarang,dia begitu pusing memikirkan kehidupannya.Dia memejamkan matanya untuk sesaat,dia ingin beristirahat melupakan segala hal yang ada di benaknya.Dia langsung tertidur,setelah memejamkan matanya.


Damian masuk begitu saja melalui jendela,dia melihat calon istirnya yang tertidur pulas.Dia mendekati calon istrinya dengan tersenyum tulus,dia duduk di samping calon istrinya.Dia menatap wajah cantik calon istrinya,dia sudah tidak sabar ingin memiliki Xinyi seutuhnya.


Xinyi merasakan seperti ada yang duduk di sampingnya,dia merasakan belaian di rambutnya.Entah itu halusinasinya atau memang ada orang di sampingnya,dia merasakan bibirnya bersentuhan dengan bibir orang lain.Tapi dia masih bingung dengan apa yang terjadi dalam dirinya,dia tidak menghiraukannya sama sekali.


Dia menganggap itu hanya perasaan dan mimpinya saja,dia tidak ingin berpikir aneh-aneh.Apalagi di dalam istana,siapa yang berani berbuat aneh-aneh terhadap dirinya.Dia melanjutkan tidurnya,tidak menghiraukannya sama sekali.


Damian senang bisa mencium Xinyi saat tertidur,Xinyi bahkan tidak bangun saat dirinya mencium bibirnya dengan lembut.Damian menatap wajah Xinyi,dia langsung mencium kening Xinyi dengan penuh kasih sayang.Dia langsung pergi meninggalkan kamar Xinyi,karena dia tidak ingin tindakannya berlebihan terhadap Xinyi.


Damian sadar,jika Xinyi masih belum memaafkan dirinya.Apalagi,sangat begitu terlihat jelas di wajah Xinyi yang sangat marah terhadap dirinya.Dia langsung pergi meninggalkan kamar Xinyi lewat jendela,dia merasa jika dirinya sekarang jadi tukang menyelinap.Dia tersenyum dengan dirinya sendiri,karena mengakui tindakan dirinya yang kelewatan.Dia kembali ke kamarnya untuk beristirahat dan berharap waktu cepat berlalu,agar dirinya bisa menikah dengan Xinyi secepatnya.

__ADS_1


__ADS_2