
Hari pernikahan tiba,Xinyi langsung duduk di kursi miliknya dan di sampingnya ada Jane.Mereka melihat acara pernikahan yang begitu berjalan lancar,Xinyi tersenyum hari-hari di istana tidak akan membosankan.
"Kamu lihat Chelsea Xin,menurutku dia begitu bahagia menikah dengan pangeran."Ucap Jane,mengompori Xinyi.Dia merasa tidak suka dengan Chelsea,menurutnya Chelsea akan membuat masalah di harem nanti.
"Cukup Jane,Kamu jangan mencoba mengompori ku.Aku juga bisa melihatnya dari sini."Balas Xinyi,bahkan dia tidak memperdulikannya sama sekali.Dia menatap lurus ke arah pernikahan Damian,dia tidak sakit hati sama sekali melihat pernikahan mereka.
"Apakah kamu menyukai pangeran Xin?"Tanya Jane,begitu penasaran.
"Bukan urusan kamu Jane,jangan ikut campur dalam kehidupanku."Jawab Xinyi,merasa tidak suka mendengar pertanyaan Jane.
Setelah mereka menghormati raja dan ratu,Chelsea dan Aria langsung memberi hormat kepada Xinyi.Xinyi membalas penghormatan mereka dengan tersenyum anggun,mereka telah menyelesaikan acara pernikahan dengan lancar.
"Putri Xinyi begitu cantik."Ucap rakyat,begitu mengagumi kecantikan Xinyi.
"Putri Xinyi yang mana?"Tanya Jansen,karena dia tidak tau.Dia hanya tau Jane yang dia intip saat itu,karena bercinta dengan penasihat kerajaan.
"Itu di samping putri Jane."Balas Rakyat,memberitahu Jansen.
"Putri Xinyi istri pangeran?"Tanya Jansen,sambil menatap Xinyi yang cantik.
"Benar,dia istrinya pangeran Damian.Begitu beruntung pangeran,mendapatkan putri Xinyi yang begitu cantik."Balas rakyat,memuji kecantikan Xinyi.
Jansen tersenyum mendengar apa yang di ucapkan orang terhadap Xinyi,memang benar Xinyi begitu cantik.Apalagi dia mengagumi kecantikan Xinyi,mereka tidak tau saja dirinya pernah mencium kening Xinyi di saat dia sedang tidur saat itu.
Xinyi merasa lelah,apalagi acara masih lama.Dia hanya ingin beristirahat sebentar,agar tenaganya fit.Xinyi beranjak dari duduknya,dia ingin pergi ke kamarnya saat ini.
"Kamu mau kemana?"Tanya Jane,melihat Xinyi yang berdiri dari duduknya.
"Aku merasa lelah,kamu saja tunggu sampai berakhir acaranya.Aku hanya ingin istirahat sebentar,nanti aku kesini lagi."Balasnya,merasa badannya butuh istirahat.
__ADS_1
"Baiklah."Ucap Jane,dia mengerti jika Xinyi lelah.Apalagi dia yang mengurus semua pernikahan pangeran.
Xinyi langsung masuk ke dalam istana,dia tidak tau Jansen mengikutinya dari belakang.Jansen mengikuti Xinyi dengan cepat,agar dia bisa dekat dengan Xinyi.Apalagi penghuni istana sedang meramaikan acara,jadi Jansen secara terang-terangan mengikuti Xinyi.
"Begitu melelahkan."Gumam Xinyi,memegang kepalanya yang begitu berat.
Xinyi langsung masuk ke dalam kamar,dia kaget saat tangannya tiba-tiba di tarik dan sekarang tubuhnya menempel pada pintu.Dia melotot,karena melihat Jansen di hadapannya.Bahkan dia tidak sadar,jika Jansen mengikutinya dari belakang.
"Hai cantik."Ucap Jansen,mengunci pergerakan Xinyi.
"Kenapa kamu mengikuti ku?"Tanya Xinyi,dia takut Damian melihat mereka.
"Aku hanya ingin melihat kamu,kenapa kamu malam itu meninggalkan aku begitu saja?"Tanya Jansen,menatap wajah Xinyi yang begitu cantik.
"Tolong lepaskan tanganku,mari kita bicara baik-baik.Aku tidak ingin di tuduh macam-macam dengan kamu."Balas Xinyi,sekarang jantungnya berdegup kencang dengan begitu cemas.
Jansen melihat Xinyi dengan tersenyum,dia melepaskan tangan Xinyi.Sekarang,dia mengikuti Xinyi yang duduk di kursi.Namun,dirinya menarik Xinyi untuk duduk di pangkuannya.
"Aku hanya rindu terhadap kamu."Balasnya,menatap Xinyi dengan intens.
"Lepaskan aku,aku istri pangeran."Ucapnya,memberontak dari pangkuan Jansen.
"Aku tau kamu istri pangeran,tapi dia saja bisa menikahi wanita lain.Kenapa kamu tidak bisa,jika hanya berduaan denganku.Lagi pula istrinya yang lain si Jane,dia malah berhubungan dengan penasihat negara."Ucap Jansen,begitu terus terang kepada Xinyi.
Xinyi terkejut dengan ucapan Jansen,dia menatap Jansen tidak percaya.Bagaimana dia bisa tau,hubungan Jane dan penasihat negara.Selama ini yang tau hanya dia dan kakaknya,dia menatap Jansen dengan tajam.
"Kamu tidak usah kaget,lagi pula malam itu aku melihatnya sendiri.Bahkan,mereka melakukan percintaan seperti sepasang suami istri."Ucap Jansen,dia mengerti dengan tatapan Xinyi yang terkejut.
"Jangan menyebarkan fitnah yang tidak benar."Balas Xinyi,menutupi perselingkuhan Jane.
__ADS_1
"Aku tidak fitnah,aku melihatnya sendiri."Ucapnya,menatap Xinyi dengan intens.
Jansen tersenyum,karena bisa mengalihkan perhatian Xinyi.Sehingga Xinyi,saat ini masih berada di dalam pangkuannya.Jansen begitu ingin Xinyi menjadi pasangannya,dia tidak perduli dengan Damian.Dia akan meminta raja untuk menikahkan Xinyi terhadapnya,lagipula menurutnya Xinyi hanya pantas dengannya.
Xinyi mencoba melepaskan tangan Jansen dari pinggangnya,dia takut Damian masuk ke dalam kamarnya.Apalagi dirinya tau,jika Damian begitu tidak suka dengan pengkhianatan.Xinyi terkejut dengan tindakan Jansen,Jansen dengan lancang memeluknya sekarang.
"Lepaskan aku!"Ronta Xinyi,mencoba melepaskan pelukan Jansen.
"Aku begitu menginginkan kamu."Ucap Jansen di telinga Xinyi dengan lembut.
Xinyi menegang saat mendengarnya,dia tidak habis pikir dengan lelaki yang baru di kenalnya ini.Dia mendorong Jansen sekuat tenaga,agar dirinya tidak dalam pelukan Jansen.
"Tenaga kamu besar juga Xin."Ucap Jansen,karena dia di dorong Xinyi.
"Itu pelajaran untuk kamu,karena kamu begitu lancang terhadapku.Silahkan kamu pergi dari kamar ini,aku butuh ketenangan dan ingin beristirahat."Balas Xinyi,menatap tajam Jansen.
"Kamu beristirahat saja,biar aku jaga kamu disini."Ujar Jansen,karena dia ingin menemani Xinyi.
"Maaf,aku tidak bisa mengikuti kemauan kamu.Silahkan kamu pergi dari sini,sebelum kesabaranku habis menghadapi kamu."Balas Xinyi,sangat marah dengan Jansen saat ini.
"Baiklah,aku akan mengikuti ucapan kamu.Selamat beristirahat sayangku."Ucap Jansen,dia beranjak dari duduknya.Baru juga beberapa langkah,Jansen kembali ke hadapan Xinyi.
Xinyi menatap Jansen dengan heran,karena dia berjalan lagi ke hadapannya.Dia menatap Jansen dengan kebingungan,dia ingin Jansen pergi dari kamarnya.
"Aku lupa."Ucapnya,menatap Xinyi dengan intens.
"Apa yang kamu lupakan,cepat kamu segera pergi dari hadapanku."Balas Xinyi,malas meladeni sikap Jansen.
Xinyi melotot,karena Jansen mencium bibirnya sekilas.Dia melihat Jansen yang berlari,setelah dia mencium bibirnya.
__ADS_1
"Apa-apaan dia,kenapa dia begitu lancang terhadapku.Bahkan begitu seenaknya terhadap ku."Ucap Xinyi kesal,dia menghapus jejak ciuman Jansen di bibirnya.
Dia langsung melepaskan mahkota di kepalanya yang berat,saat ini dia hanya ingin istirahat.Setelah selesai,dia berjalan ke arah ranjang.Juli membaringkan tubuhnya yang lelah,dia mulai memejamkan matanya hingga dirinya tidur.