AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 78


__ADS_3

Paginya,karena Damian tidak bersedia meminta maaf terhadap pangeran negara lain.Damian di hukum di depan semua orang,Damian di hukum cambuk sebanyak dua puluh cambukan di punggungnya.


Xinyi hanya menatapnya saja,dia tidak ingin membela Damian sama sekali.Menurutnya Damian pantas mendapat hukuman seperti itu,karena sudah mencoreng nama baik negara Wei.


Berbeda dengan istri Damian yang lain,karena mereka tidak tau apa yang terjadi.Mereka mencoba membujuk raja,karena tidak tega melihat darah di punggung Damian.


"Apa kamu tidak seperti istri yang lain memohon kepada sang raja?"Tanya Jansen,menatap Xinyi.


"Dia pantas di hukum,aku tidak akan membujuk raja sama sekali.Lagi pula,hukuman ini agar dia mengerti dan tidak bertindak sembarangan lagi."Balas Xinyi,masih fokus menatap ke arah Damian.


Damian kesal melihat Xinyi yang dekat dengan Jansen,bahkan dia melihat Xinyi yang sedang menatap dirinya dengan tajam.Dia melihat Xinyi tidak membujuk ayahnya,malah terdiam bersama Jansen dan melihatnya di hukum.Dia telah selesai di hukum,punggungnya terasa begitu menyakitkan saat ini.


Semua istri Damian langsung berlari ke arah Damian,tidak dengan Xinyi yang masih terdiam begitu saja.Mereka membantu Damian berjalan dan merasa ngeri melihat luka cambukan di punggung Damian.


"Hati-hati pangeran."Ucap Aria,membantu Damian berjalan.


Damian berjalan ke arah Xinyi,dia berdiri di hadapan Xinyi.Damian menghela nafasnya kasar,dia langsung menatap Xinyi dengan lekat.


"Kenapa kamu tidak membantuku,malah berdiam seperti ini bersama dia."Ucap Damian,merasa kesal di dalam hatinya.


"Buat apa aku membantu kamu,kamu saja mengacaukan kerja kerasku.Bukannya meminta maaf,malah tidak bisa menghargai kerja kerasku untuk negara ini.Urus saja urusan kamu,jangan mengganggu urusanku.Mau aku dengan siapa itu bukan urusan kamu,lagi pula kami tidak melakukan hal-hal di luar batas dan tidak sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran kamu."Ujar Xinyi,menatap Damian dengan sorot kebencian.


"Aku suami kamu,aku berhak melarang kamu dekat dengan dia."Balas Damian,menatap tidak suka terhadap Jansen.


"Ingat baik-baik,dia di sini karena keputusan raja dan bukan keputusanku.Bahkan,kami sama-sama menjalankan tugas kami.Semua yang kami lakukan untuk kebutuhan negara kami masing-masing dan tidak ada niat untuk melenceng sedikitpun.Kamu berhenti berpikir yang tidak-tidak terhadap kami,itu sungguh menjengkelkan."Ucap Xinyi,secara terang-terangan di hadapan Damian.


"Aku pikir pangeran negara Wei,dia terlalu terobsesi dengan putri Xinyi.Jika putri Xinyi tidak menjadi ratu negara Wei,tidak mungkin kami akan sedekat ini."Ujar Jansen,dia mengingatkan Damian.


"Sudah pangeran,obati saja luka pangeran.Nanti saja membahasnya,aku takut luka pangeran memburuk."Ucap Chelsea,dia khawatir melihat luka Damian.

__ADS_1


Mereka langsung pergi dari hadapan Xinyi dan Jansen,mereka setuju dengan ucapan Xinyi dan Jansen.Lagi pula mereka dekat,karena urusan negara.Menurut mereka,Damian terlalu cemburu melihat kedekatan Xinyi dengan Jansen.


"Wah,kamu begitu tegas terhadap suami kamu."Ucap Jansen,dia menatap Xinyi.


"Aku tidak menyukainya sama sekali,ayo kita temui pangeran negara Song."Ajak Xinyi,dia keluar dari aula hukuman.


Mereka langsung berjalan ke arah mansion,sepanjang perjalanan mereka mendengar tentang sikap Damian yang terlalu arogan.Tapi mereka setuju dengan ucapan yang lain,menurut mereka Damian memang terobsesi terhadap Xinyi dan bertindak berlebihan yang dapat merugikan negara.


"Bagaimana kondisi pangeran?"Tanya Xinyi,menatap pangeran negara Song.


"Masih terasa sakit,aku berharap lukanya membaik."Balas pangeran negara Song.


"Aku minta maaf atas nama suamiku,karena dia begitu merugikan pangeran."Ucap Xinyi,karena dia merasa bersalah saat ini.


"Putri tidak usah memikirkannya,lagi pula ini bukan kesalahan putri sama sekali."Balasnya.


"Kalau begitu,pangeran istirahat saja.Semoga pangeran cepat sembuh."Ucap Xinyi,dia membiarkan pangeran negara Song beristirahat.


Xinyi menghela nafasnya dengan kasar,dia benar-benar harus bersabar.Gara-gara Damian,dia harus berusaha kerja keras lagi membangun citra negara Wei.


"Sungguh membuatku kesal."Gumam Xinyi,menghentakkan kakinya di depan Jansen.


Jansen tersenyum melihat perilaku Xinyi,tapi dia tidak keberatan sama sekali.Dia tau pikiran Xinyi sekarang berantakan,karena ini semua ulah suaminya sendiri.


"Jangan seperti itu,gimana kalau kita pergi ke danau?"Tanya Jansen,menatap Xinyi.


"Kita tidak bisa meninggalkan istana sembarangan,apalagi saat ini situasi istana begitu memanas."Balasnya,dia merasa butuh ketenangan saat ini.


"Ayolah,kita menyelinap lagi."Ajak Jansen,mencoba merayu Xinyi.

__ADS_1


Xinyi menghentikan langkah kakinya,dia langsung menatap Jansen yang ada di sampingnya.


"Yasudah,ayo kita pergi sebentar.Aku ingin berteriak meluapkan kekesalanku."Ucap Xinyi,dia harus melampiaskan kekesalan di hatinya.


Jansen yang mendengarnya senang,dia langsung menarik Xinyi ke arah labirin.Sesampainya di ujung labirin,Jansen menggendong Xinyi dan melompati dinding istana.


"Akhirnya,kita keluar dari istana."Ucap Xinyi senang,dia menatap wajah Jansen.


"Pejamkan mata kamu."Perintah Jansen,dia langsung menggunakan jurus peringan tubuh agar sampai di tujuan mereka.


Setelah mereka sampai,Jansen langsung menurunkan Xinyi dengan hati-hati.Jansen melihat wajah Xinyi yang begitu senang,dia tersenyum melihatnya.


"Aku benci Damian,sangat membencinya."Teriak Xinyi dengan keras,mengeluarkan isi hatinya.


Jansen memeluk Xinyi dari belakang,dia selalu senang dengan Xinyi.Karena Xinyi selalu menjadi dirinya sendiri,jika bersama dengan dirinya.


Xinyi terkejut,saat Jansen memeluknya dari belakang.Namun dia mencoba menenangkan hatinya,karena dia merasa tenang saat ini.


"Sudah puas meluapkan isi hati kamu?"Tanya Jansen,dia berbicara di telinga Xinyi dengan lembut.


"Terimakasih,karena kamu membawa aku kesini."Balas Xinyi,dia sudah meluapkan isi hatinya.Namun sekarang,dirinya merasa detak jantungnya begitu cepat berdekatan dengan Jansen saat ini.


"Tidak perlu berterimakasih,justru aku ingin berduaan bersama kamu sekarang."Ucap Jansen,dia membalikkan tubuh Xinyi agar berhadapan dengannya.


"Maksud kamu?"Tanya Xinyi,menatap wajah Jansen yang begitu tinggi darinya.


"Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama kamu."Balas Jansen,dia menyelipkan anak rambut Xinyi ke telinganya.


Mereka saling bertatapan satu sama lain,ada perasaan hangat di antara mereka saat ini.Mereka sama-sama saling menatap manik mata yang ada di hadapan mereka saat ini,perlahan mendekatkan kepala mereka dan berciuman.

__ADS_1


Mereka saling membalas ciuman mereka,seolah-olah mereka terbawa suasana saat ini.Mereka sama-sama saling menikmati ciuman yang di berikan dan matahari sebagai saksi mereka saat ini.


__ADS_2