
Istana benar-benar kacau saat ini,bahkan sisa-sisa perang masih ada.Pasukan berani mati yang di latih Juan,mereka mundur begitu saja dan pergi meninggalkan istana.Semua orang yang terluka bergegas di obati oleh tabib,sisanya langsung membersihkan area pertempuran saat ini.
Xinyi sedang di obati tabib,karena lukanya tergores pedang.Dia tidak perduli dengan lukanya saat ini,Xinyi menatap Damian yang menatap tajam ke arah tubuh Jane.Dia tersenyum miring saat ini,karena Damian dengan berani merenggut nyawa Jane begitu saja.Menurutnya Damian tidak bisa mengontrol emosinya,dia ingin melihat cara Damian menjelaskan kematian Jane terhadap adipati Zayn.
Setelah lukanya selesai di obati,Xinyi mencari keberadaan Jansen saat ini.Namun,dia tidak menemukan wajah Jansen sama sekali.Xinyi langsung bergegas ke ruang peralatan perang,dia ingin bertemu dengan Jansen saat ini.Karena ingin berterima kasih sudah membantunya,jika tidak ada Jansen mungkin dia sudah mati saat ini.
Xinyi masuk ke dalam ruang peralatan,namun dia tidak melihat Jansen sama sekali.Xinyi hanya melihat peralatan perangnya yang tergelatak begitu saja,dia melihat noda darah di baju perang yang di pakai Jansen.Xinyi takut Jansen kenapa-kenapa saat ini,dia memilih mencari Jansen di seluruh istana.
Namun saat dirinya melangkah keluar dari pintu,Xinyi berhadapan dengan Damian saat ini.Xinyi melihat wajah Damian yang menatap dirinya dengan tajam,dia tidak perduli sama sekali dan melewati Damian saat ini.
"Kamu begitu khawatir mencarinya,hebat juga kamu membawa dia ke istana dan membantu kamu melawan musuh.Padahal,dia bukan bagian dari kerajaan ini."Ucap Damian dengan sarkas.
Xinyi menghentikan langkahnya,saat dia mendengar ucapan Damian terhadap dirinya.Dia berbalik menatap ke arah Damian,namun Damian masih menatap ke ruang peralatan.Xinyi merasa kesal saat ini,apalagi Damian tidak suka dengan cara Damian yang berbicara seperti itu terhadap dirinya.
"Setidaknya,dia bersedia mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi aku saat berperang.Bukankah,kamu hanya sibuk melampiaskan emosi kamu."Balas Xinyi,dia langsung berjalan meninggalkan Damian.
Damian yang mendengarnya begitu kesal,dia merasa Xinyi semakin tidak terjangkau olehnya.Menurutnya,Xinyi terlalu menjaga jarak terhadap dirinya saat ini.Dia memilih laki-laki lain saat ini secara terang-terangan dan tidak perduli dengan dirinya sama sekali.
Sedangkan Xinyi,dia terus mencari keberadaan Jansen di seluruh istana.Namun,dirinya tidak menemukan sama sekali keberadaan Jansen.Xinyi terduduk di depan pintu ruangan Jiwei,dirinya merasa bingung mencari Jansen kemana.
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?"Tanya Xintian,dia melihat adiknya yang terduduk dengan wajah sedih saat ini.
"Bukannya kakak bersama kak Jiwei dan raja,kenapa kakak ke sini."Ucap Xinyi,dia menatap sang kakak yang berjalan ke arahnya.
__ADS_1
"Aku sedang melihat situasi istana saat ini,kamu kenapa disini?"Tanya Xintian,dia berjongkok di hadapan sang adik.
"Aku mencari keberadaan Jansen,namun aku tidak menemukan dia sama sekali.Aku takut Jansen kenapa-kenapa,dia sudah membantu melindungi diriku dari musuh dan aku tidak sengaja melihat pakaian perang yang dia gunakan ada noda darah di sana."Jawab Xinyi menjelaskan.
Xintian yang mendengarnya kaget,karena baru kali ini melihat wajah adiknya yang seperti ini.Dia menghela nafasnya dengan kasar,dia harus mengingatkan adiknya dengan baik.Xintian tidak ingin adiknya menderita,dia begitu perduli dengan adiknya saat ini.
"Lupakan dia,ingat kamu sudah memiliki pangeran saat ini."Ucap Xintian,menatap adiknya dengan tegas.
"Aku tidak mencintainya,aku sekarang mencintai Jansen."Balas Xinyi dengan berkaca-kaca.
"Kamu tidak bisa mencintainya seperti ini,ingat kakak tidak ingin kamu kenapa-kenapa.Buanglah rasa cinta kamu terhadapnya,kakak harus segera kembali.Jaga diri kamu baik-baik,kakak takut musuh kembali."Ujar Xintian,dia berbicara terhadap adiknya.
"Baik kak,kakak lindungi saja raja saat ini."Balas Xinyi,agar kakaknya menjaga raja saja.
...****************...
Juan sekarang berada di tempat dirinya melatih prajuritnya,dia di obati oleh anak buahnya.Juan merasa bersyukur,karena dia masih hidup saat ini.Juan merasa dendamnya semakin bertambah saat ini,gara-gara Damian dirinya kehilangan Jane dan calon anaknya.Mengingatnya,membuat dirinya semakin marah saat ini.
"Aw,sakit.Pelan-pelan."Protes Juan,karena dirinya merasakan perih di tubuhnya.
Juan menatap luka pada tubuhnya,pedang sudah di cabut dari tubuhnya.Dirinya sekarang sedang di jahit,dia benar-benar merasakan sakit saat ini.Semua orang menatap Juan yang sedang di obati,membuat ngilu pada luka yang di lihatnya saat ini.
"Kalian harus membalas perbuatan Damian terhadapku."Perintah Juan,agar Damian merasakan penderitaannya.
__ADS_1
"Baik tuan,kami akan melakukan perintah apapun yang di inginkan tuan."Balasnya dengan patuh.
"Kita lanjutkan serangan ke dua kita saat ini,kalian incar Damian dan sisanya cari keberadaan raja saat ini.Kalian harus masuk menyelinap mencari keberadaan raja dan lenyapkan raja,kalian mengerti!"Perintah Juan,menatap anak buahnya saat ini.
"Baik,kami mengerti tuan."Jawabnya dan langsung pergi meninggalkan Juan saat ini.
Juan merasa puas mendengar ucapan anak buahnya,dia menatap anak buahnya yang pergi saat ini.Juan sudah tidak sabar,menunggu kehancuran Damian dan dia akan menjadi penguasa istana yang baru.
"Kalian lihat saja,akan aku buat kalian menderita."Gumam Juan,karena dirinya harus membalaskan dendam rasa sakit hatinya.
"Tuan,lukanya sudah selesai aku jahit."Ucap tabib,dia memberitahu Juan.
"Baiklah,kamu boleh pergi dan obati pasukan saat ini."Perintah Juan,agar tabib mengobati anak buahnya yang lain.
"Baik,hamba undur diri."Ucap tabib,dia langsung pergi meninggalkan Juan.
Juan merasakan sakitnya saat ini,dia membaringkan tubuhnya.Gara-gara Damian lukanya semakin menambah,apalagi orang-orang yang di cintainya pergi meninggalkan dirinya seorang diri.Juan ingin membuat Damian sama sepertinya,merasakan sakit yang dia rasakan saat ini.
Apalagi dirinya saat ini,kehilangan orang tua,kekasih dan calon anaknya.Membuatnya semakin kesepian dan merasakan sakit hati yang luar biasa,Juan merasakan sesak di hatinya.Mengingat kepergian orang-orang yang di cintainya begitu saja,menurutnya tuhan tidak adil sama sekali.Karena kenapa harus dirinya yang menanggung kepedihan,bukankah harusnya dia juga bahagia saat ini.
"Sudahlah,lebih baik aku istirahat saat ini.Agar lukanya cepat pulih."Gumam Juan,pada dirinya sendiri.
Juan langsung memejamkan matanya,dia ingin beristirahat.Dia berharap,keajaiban datang pada kehidupannya saat ini.
__ADS_1