AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 50


__ADS_3

"Sialan,semuanya memilih Xinyi menjadi ratu negara Wei.Bahkan,tidak ada seorangpun yang memilih aku menjadi sang ratu."Marah Chelsea,dia melempar semua barangnya.


"Tenang putri,anda jangan marah.Jika anda seperti ini,nanti pangeran akan kecewa terhadap putri.Putri bisa membujuk pangeran,agar putri menjadi ratu."Ucap Pelayan,mencoba menenangkan Chelsea.


"Kamu benar,aku harus tenang.Aku tidak boleh emosi sesaat,aku harus mencoba membujuk pangeran.Kamu rapihkan barang milikku yang berantakan,setelah itu kamu tinggalkan aku sendirian."Perintah Chelsea,dia langsung duduk di ranjangnya.


Chelsea mencoba menenangkan dirinya,dia tidak boleh marah saat ini.Dia harus memikirkan rencana yang matang,dia harus bertahan hidup.Chelsea merasa pimpinan selalu mengawasi dirinya,dia dari dulu begitu ingin tau wajah pimpinannya seperti apa.


"Kinerja kamu bagus,kamu telah menyelesaikan tugas dengan baik.Namun kamu jangan pernah mengincar posisi ratu,biarkan Xinyi yang menjadi ratu saat ini."Ucap pimpinan Chelsea,melihat ke arah Chelsea yang langsung bangun ketika mendengar suaranya.


"Hormat pimpinan,maaf aku lancang begitu menginginkan posisi ratu.Tapi,kenapa aku tidak boleh menjadi ratu negara Wei?"Tanya Chelsea,dia begitu bingung saat ini.


"Kamu tidak berhak tau,jangan mencobanya.Jika kamu mencobanya,persiapkan diri kamu sebaik mungkin."Balas pimpinan,dia mengancam Chelsea.


Chelsea yang mendengarnya langsung merinding,dia akan mengurungkan niatnya untuk menjadi ratu.Dia masih ingin hidup panjang,dia tidak boleh melawan pimpinan yang menurutnya begitu kejam.


"Baik pimpinan,aku tidak akan mencoba mengubah posisi ratu."Ucap Chelsea,karena dia takut dengan pimpinannya saat ini.


"Baguslah,jika kamu mengerti ucapan aku.Tugas selanjutnya,kamu harus melindungi Xinyi.Jangan mencoba melukainya sekalipun."Ujar pimpinan,memperingati Chelsea.


"Baik,aku akan menjalankan tugas dengan baik."Balas Chelsea,dia harus menjalankan tugasnya sebaik mungkin.


Pimpinan langsung pergi dari hadapan Chelsea dengan cepat,dia membiarkan Chelsea memikirkan tugas yang dia berikan.Karena menurutnya,tugas yang di berikannya cukup mudah.


...****************...


Sedangkan di taman,Xinyi masih memikirkan pelaku yang meracuni sang ratu.Dia tidak tau siapa pelaku sebenarnya,bahkan dia tidak memiliki petunjuk sama sekali.Jelas kehidupannya yang dulu dan sekara berbeda,bahkan penyebab kematian sang ratu juga jelas berbeda.


"Siapa pelaku sebenarnya?"Gumam Xinyi,dia benar-benar ingin menyeret pelaku yang meracuni sang ratu.


Xinyi terus memikirkan pelaku yang meracuni sang ratu,dia tidak tau harus mencari pelaku ke mana.Apalagi,dirinya tidak memiliki petunjuk sama sekali.

__ADS_1


"Siapa ini? Kenapa kamu menutup kedua mataku?"Tanya Xinyi,karena matanya tiba-tiba di tutup oleh seseorang.


"Coba tebak,siapa aku?"Balasnya,karena dia ingin Xinyi menebaknya.


"Aku tidak bersemangat menebak,tolong lepaskan tangan kamu dari mataku."Ucap Xinyi,dia tidak ingin bercanda sama sekali.


"Kamu tidak asik."Balasnya,dia langsung melepaskan ke dua tangannya dari Xinyi dan kemudian duduk di samping Xinyi.


"Kenapa kamu ada di sini lagi?"Tanya Xinyi kaget,karena melihat Jansen di hadapannya saat ini.


"Aku hanya ingin menemui kamu."Balasnya,menatap Xinyi dengan tersenyum.


"Kamu tidak takut penjaga menangkap kamu?"Tanya Xinyi,sambil menyipitkan matanya di hadapan Jansen.


"Kamu tenang saja,aku tidak akan ketahuan sama sekali."Balas Jansen,dia begitu senang bertemu Xinyi.


"Kamu sungguh tidak ada kerjaan sama sekali,memangnya ayah kamu tidak mencari kamu apa? Bahkan,kamu seorang pangeran.Pangeran Damian saja begitu sibuk mengurusi urusan istana,lah kamu begitu santai seperti ini."Ucap Xinyi,dia begitu heran dengan kehidupan Jansen yang begitu santai.


"Negara aku,jelas berbeda dengan negara kamu.Bahkan di negaraku,seorang pangeran begitu bebas tidak mengurusi urusan kerajaan."Balas Jansen,dia memberikan senyuman kepada Xinyi.


"Wah,enak sekali kamu."Ucap Xinyi,karena menurutnya Jansen begitu santai.


"Mau ikut keluar istana bersama aku?"Tanya Jansen,dia ingin mengajak Xinyi keluar istana.


"Tidak,aku tidak ingin keluar istana.Sekarang istana sedang berkabung,aku tidak mungkin berkeliaran di luar istana."Balas Juli,dia tidak ingin keluar istana sama sekali.


"Siapa yang meninggal?"Tanya Jansen,dia menatap lurus ke arah Xinyi.


"Aish,sang ratu yang meninggal.Aku begitu kesal saat ini,aku begitu ingin menangkap pelaku yang meracuni ratu."Jawab Xinyi,menceritakan soal ratu yang di racuni.


"Sudahlah,kamu tidak usah memikirkannya.Lebih baik,kamu berharap yang terbaik dengan ratu yang meninggal."Ucap Jansen,dia menatap Xinyi dengan intens.

__ADS_1


"Aku tidak tau harus berharap apa,bahkan sekarang aku menjadi penerus ratu.Aku nanti akan sibuk mengurusi urusan kerajaan dan tidak akan bersantai seperti ini lagi."Cerita Juli,merasa frustasi.


"Sudahlah,jika kamu tidak ingin pergi dengan aku.Aku akan pergi,aku tidak mau mendengar urusan kerajaan kamu yang begitu pusing."Protes Jansen,dia tersenyum ke arah Xinyi.


"Yasudah,sana kamu pergi."Usir Xinyi,dia begitu kesal saat ini dengan ucapan Jansen.


Jansen tersenyum melihat kekesalan Xinyi,dia langsung menarik Xinyi ke dalam pelukannya.Jansen benar-benar jatuh hati pada Xinyi,bahkan dia rela menyelinap ke istana demi bertemu Xinyi.


"Aku merindukan kamu,kamu begitu cantik saat sedang kesal."Ucap Jansen,dia jujur dengan perasaannya.


Xinyi kaget mendengar ucapan Jansen,dia tidak tau harus bilang apa.Lagi pula dirinya sudah menikah dengan Damian,bahkan Jansen juga tau jika dirinya sudah menikah.


"Tolong lepaskan pelukannya."Protes Xinyi,dia mencoba melepaskan pelukan Jansen.


"Hanya sebentar,aku sudah jatuh hati pada kamu putri."Ucap Jansen,dia menatap wajah Xinyi dengan intens.


Xinyi kaget saat mendengar ucapan Jansen,dia menatap Jansen dengan intens.Dia ingin tau Jansen serius atau bercanda dengannya,dia tidak mungkin membiarkan Jansen jatuh hati pada dirinya.


Jansen mendekatkan wajahnya ke arah Xinyi,dia ingin mencium bibir Xinyi.karena dia ingin mengungkapkan perasaannya terhadap Xinyi,dia ingin Xinyi merasakan perasaannya saat ini.


Xinyi kaget,karena Jansen ingin menciumnya lagi.Dia langsung menutup mulut Jansen dan melotot terhadap Jansen.


"Dasar mesum."Ucap Xinyi,dia melotot terhadap Jansen.


"Aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku."Balas Jansen,dia melepaskan tangan Xinyi di mulutnya.


"Aku tidak perduli."Ucap Xinyi,dia marah dengan Jansen.


"Sampai jumpa."Ucap Jansen,dia langsung mencium bibir Xinyi sekilas dan pergi dari hadapan Xinyi.


Xinyi menatap kepergian Jansen,dia merasa di permainkan oleh Jansen dan semoga tidak ada yang melihat tindakan Jansen terhadap dirinya.Dia tidak ingin orang lain curiga terhadapnya,Xinyi langsung kembali ke dalam istana dan meninggalkan taman.

__ADS_1


__ADS_2