
Sudah seminggu berlalu,mereka berada di aula pertemuan saat ini.Mereka sudah mendapatkan hasil otopsi mayat yang terbakar,namun mereka tidak menemukan DNA Juan sama sekali.Mereka berdiskusi sekarang,semua pejabat yang berkhianat sudah di ganti sekarang dengan pejabat yang baru.
"Bagaimana? Apa kita harus mencari dia sebagai buronan tingkat tinggi,agar dia tidak bisa menemukan tempat untuk bersembunyi."Ucap Damian,dia harus waspada sekarang.
"Aku rasa itu ide yang bagus,pangeran saja yang mengurusnya."Ujar Xinyi,agar Damian sibuk mencari Juan.
"Baiklah,karena ratu sudah membuat keputusan seperti itu.Aku sebagai raja,menyetujui pangeran untuk mencari dia."Kata sang raja,dia setuju dengan ucapan Xinyi.
Xinyi yang mendengar raja mengatakan seperti itu,dia begitu senang saat ini.Xinyi bisa berduaan dengan Jansen,lagi pula dia benar-benar tidak bisa berduaan dengan Jansen.Karena Damian selalu mengganggunya,jadi dia pasrah tidak bertemu Jansen sama sekali.
"Baiklah,jika raja setuju.Aku akan bertanggung jawab atas tugas ini,tapi bagaimana jika ratu juga ikut andil dalam tugas ini."Usul Damian,dia tidak ingin membiarkan Jansen bersama Xinyi.
"Aku rasa tidak perlu,lagi pula aku masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.Bagaimana,jika kak Jiwei saja yang membantunya."Tolak Xinyi secara terang-terangan.
"Iya,tidak mungkin ratu membantu kamu.Urusan negara masih banyak yang perlu di tangani,kamu di bantu tuan Jiwei saja."Balas raja,dia menyuruh Jiwei untuk membantu Damian.
"Hamba menerimanya raja,terimakasih telah memberikan hamba tugas seperti ini."Ucap Jiwei,dia tersenyum ke arah raja.
Damian kesal dengan Xinyi yang terang-terangan menolaknya,dia memendam amarahnya saat ini.Damian harus bisa mengambil hati Xinyi,dia tidak ingin Xinyi terus Mencintai Jansen.Damian ingin Xinyi mencintainya,karena bagaimanapun Xinyi istrinya saat ini.
Xinyi senang menatap Damian yang kesal,dia melihat ke arah Jiwei.Xinyi merasa berterimakasih terhadap Jiwei,karena dia sudah mau membantunya.Xinyi tersenyum ke arah Jiwei,dia merasa senang saat ini.
"Mengenai para pangeran,apa kalian sudah puas belajar bersama ratu?"Tanya raja,dia merasa tidak enak sekarang.
"Kami sangat puas raja,terimakasih sudah mau memberikan pelajaran penting terhadap kami."Jawab mereka,merasa berterimakasih terhadap raja.
"Baguslah jika begitu,lantas kapan kalian akan kembali dan menerapkan pembelajaran kalian di negara masing-masing?"Tanya raja,menatap mereka.
__ADS_1
"Tiga hari lagi kami akan kembali,sekarang kami sedang menunggu ratu untuk membahas tata krama kerajaan."Ucap Jansen,memundurkan jadwal kepulangannya.
"Baguslah kalau begitu,aku harap negara kita bisa lebih makmur."Balas raja,dia berharap kerja sama kali ini membuahkan hasil.
Mereka mengangguk bersama,mereka setuju dengan ucapan raja.Mereka sama-sama belajar,menangani kekurangan negara masing-masing.Membuat mereka sadar,negara Wei lebih berkembang dari pada negara mereka sendiri.Pertemuan telah selesai,kini tersisa para pangeran yang akan belajar.
Xinyi menyuruh guru tata krama untuk mengajarkan para pangeran,dia hanya memperhatikan mereka yang sedang belajar.Mereka belajar hingga sore hari,setelah selesai belajar tata krama.Mereka menghela nafas dengan kasar,karena terlalu banyak aturan di dalam tata krama kerajaan.
"Aku menyerah."Keluh pangeran negara Song.
"Begitu saja sudah menyerah,padahal ini begitu menyenangkan."Ucap Jansen,dia merasa senang belajar mengenai tata krama.
"Lantas,apakah pangeran masih siap untuk belajar tata krama besok pagi?"Tanya Xinyi,dia tertawa kecil di hadapan pangeran Song.
"Aku menyerah ratu,aku lebih baik tidur saja."Jawabnya,benar-benar merasa pusing saat ini.
"Baiklah,aku mengerti ratu.Kalau begitu,aku kembali ke mansion.Aku butuh tidur sekarang,agar kepalaku tidak pusing."Balas pangeran Song,dia langsung pergi dari hadapan Jansen dan Xinyi.
Jansen dan Xinyi saling tersenyum,dia melihat pangeran Song bertingkah konyol saat ini.Mereka tertawa,apalagi mengingat wajah pangeran negara Song yang begitu menyedihkan.
"Apa kamu sibuk?"Tanya Jansen,dia menatap Xinyi saat ini.
"Aku tidak sibuk sama sekali."Jawab Xinyi,dia membalas tatapan Jansen.
"Bagaimana,jika kita pergi ke danau."Ajak Jansen,dia sudah lama tidak pergi ke danau.
"Ide kamu bagus,ayo.Kita pergi ke sana."Jawab Xinyi dengan antusias,dia ingin pergi ke danau bersama Jansen.
__ADS_1
Mereka begitu senang saat ini,mereka menyelinap masuk ke dalam labirin.Setelah itu,Xinyi di gendong Jansen.Mereka meloncat ke atas dinding,kini mereka berada di luar istana.
Xinyi menatap Jansen saat ini,menurutnya Jansen begitu tampan.Xinyi merasa senang,bisa sedekat ini dengan Jansen.Xinyi mengalungkan tangannya di leher Jansen,Xinyi menghirup aroma tubuh Jansen.Xinyi di turunkan perlahan oleh Jansen,karena mereka sudah sampai di danau.
"Mau naik perahu?"Tanya Jansen,dia menatap Xinyi saat ini.
"Tidak bagus,hari sudah hampir gelap.Aku ingin naik pohon saja,agar bisa melihat danau dari atas."Ucap Xinyi,dia tersenyum ke arah Jansen.
Jansen langsung menggendong Xinyi,mereka langsung naik ke atas pohon.Kini mereka berada di atas pohon,Jansen melihat wajah Xinyi yang begitu senang saat ini.
"Pemandangannya begitu cantik."Ucap Xinyi,kini dia berada di pelukan Jansen.
"Tapi lebih cantik kamu."Balas Jansen,dia berbicara di telinga Xinyi.
"Kamu bisa saja,kenapa kamu membawa aku ke pohon yang tinggi sih.Aku takut terjatuh."Protes Xinyi,dia tidak berani menatap ke bawah.
"Kamu tidak akan jatuh,ada aku disini yang melindungi kamu."Ucap Jansen,dia memeluk Xinyi dengan erat.
Xinyi senang mendengar ucapan Jansen,dia begitu senang bisa berduaan dengan Jansen.Xinyi perlahan mengubah posisi duduknya dengan hati-hati,kini dia berhadapan dengan Jansen.Xinyi tersenyum ke arah Jansen,dia mendekat ke arah Jansen.Xinyi dengan berani mencium bibir Jansen,dia begitu senang saat ini.
Xinyi merasakan tangan Jansen yang memegang pinggangnya,Xinyi semakin mendekatkan tubuhnya terhadap Jansen.Karena dia takut terjatuh,Xinyi menyudahi ciumannya saat ini.
"Terimakasih,karena kamu sudah mencintai aku."Ucap Xinyi,dia menyentuh bibir Jansen dengan lembut.
"Sama-sama,lagi pula aku senang saat ini.Bahkan,kamu juga mencintai aku."Balas Jansen,dia mencium bibir Xinyi kembali.
Mereka berciuman di saksikan dengan terbenamnya matahari,seakan alam mendukung percintaan mereka.Mereka menyudahi ciuman mereka,karena langit sudah gelap.Mereka kembali ke istana,karena mereka tidak ingin di cari oleh para penjaga dan pelayan istana.
__ADS_1