
Jansen terbangun di tengah malam,dia beranjak dari ranjangnya.Jansen langsung keluar dari kamar dan melihat Xinyi yang tidur di luar,dia menggendong Xinyi perlahan dan membawanya ke ranjang.Jansen tidak ingin Xinyi merasakan sakit lagi,dia juga ikut berbaring di sebelah Xinyi dan menatap Xinyi.
"Kamu begitu cantik,kamu tidak pantas menjadi istri pangeran negara Wei.Lebih baik,kamu bersama aku.Agar kita berdua bisa hidup sesuai dengan kemauan kita,aku berharap kamu tidak akan kembali ke negara Wei.Aku hanya ingin kamu bersama aku,menemani aku kemanapun aku pergi Xin."Ucap Jansen,dia membelai rambut Xinyi dengan lembut.
Xinyi yang merasakan belaian tangan di rambutnya,dia merasa terganggu.Dia membuka kedua matanya dan melihat Jansen yang begitu dekat dengannya.Dia melihat Jansen yang tersenyum ke arahnya,membuat debaran jantungnya tidak karuan sama sekali.
Jansen melihat Xinyi yang membuka kedua matanya,dia tersenyum melihat Xinyi yang bangun.Dia menatap wajah Xinyi yang begitu lekat,menurutnya Xinyi benar-benar cantik saat ini.
"Apa aku di gendong ke sini oleh kamu?"Tanya Xinyi,masih menatap Jansen dengan lekat.
"Iya,aku tidak tega melihat kamu kesakitan lagi."Balas Jansen,dia membelai wajah Xinyi.
"Tidakkah kamu berat? Kamu sudah dua kali menggendong aku hari ini."Ujar Xinyi,dia merasa tidak enak dengan Jansen.
"Jangan memikirkan yang tidak-tidak,lagipula kamu tidak berat sama sekali."Ucap Jansen,merasa terpesona dengan kecantikan Xinyi saat ini.
"Tapi,aku benar-benar merasa tidak enak dengan kamu."Balas Xinyi,dia merasa jantungnya semakin berdegup kencang.Apalagi Jansen menatap dirinya begitu lekat dan tanpa sadar membuat dirinya begitu malu.
"Kamu kenapa sungkan dengan aku,lagi pula aku tidak keberatan sama sekali."Ucap Jansen,dia menaikkan dagu Xinyi.
__ADS_1
"Maaf aku selalu merepotkan kamu."Balas Xinyi,dia benar-benar merasa tidak enak dengan Jansen.
Entah siapa yang memulai duluan,kini mereka sedang berciuman.Debaran jantung mereka begitu cepat,mereka merasa saling terhipnotis dengan tatapan mereka sendiri.
Xinyi merasakan perasaan tulus pada Jansen,dia merasa debaran jantungnya semakin cepat.Dia harus menghentikan ciumannya,dia sadar sudah memiliki suami.Namun entah kenapa,dia seakan terbawa suasana oleh sekelilingnya.
Jansen begitu senang saat ini,karena Xinyi tidak mendorongnya sama sekali.Dia merasa debaran jantungnya begitu cepat,bahkan menurutnya bibir Xinyi begitu manis saat ini.
"Hah,hah."Deru nafas Xinyi,karena kehabisan nafas.Xinyi mengatur nafasnya dengan teratur,dia menatap Jansen yang masih melihatnya.
"Hari sudah malam,ayo kita tidur."Ajak Jansen,menatap Xinyi yang masih mengatur deru nafasnya.
"Kenapa kamu tidur di sini juga?"Tanya Xinyi,dia memiringkan badannya dan menatap Jansen.
"Tenang kita hanya tidur,bahkan kita tidak bercinta sama sekali.Kamu tau sendiri,tidur di luar begitu sangat dingin."Balas Jansen,dia tidak membuka matanya sama sekali.
Xinyi mendengarkan apa yang di katakan Jansen,dia tersenyum melihat Jansen yang begitu tampan saat berdekatan dengannya.Dia merasa benar apa yang di katakan Jansen,lagipula mereka tidak melakukan hal di luar batas.Xinyi langsung memejamkan matanya,hingga dia tertidur kembali dengan pulas.
...****************...
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain,Damian sudah keluar dari negara Wei.Dia sekarang berada di negara Xing dan beristirahat di penginapan,dia sudah mencari ke semua tempat dan bertanya kepada orang-orang di negara Xing.Namun,dia tidak menemukan keberadaan Xinyi sama sekali.
"Kamu dimana Xin? Apa kamu tidak merindukan aku? Maafkan aku yang sudah keterlaluan terhadap kamu,kembalilah bersamaku.Jangan tinggalkan aku seperti ini,hidupku saat ini sungguh berantakan.Aku membutuhkan kamu Xin,aku harap aku segera bertemu dengan kamu.Aku tidak sanggup,jika harus berjauhan dengan kamu seperti ini."Gumam Damian,dia merasa terpuruk saat ini.
Damian meminum arak di tangannya,dia benar-benar hancur saat ini.Apalagi dia begitu kelelahan,setelah mencari Xinyi seharian.Bahkan,dia sudah menyamar jadi rakyat biasa untuk mencari Xinyi.Dia merubah identitasnya,agar musuh tidak mengetahui dirinya.Jelas itu akan membuat dirinya rugi dan pencarian Xinyi pasti akan terhenti.
"Lapor tuan,negara Wei sedang tidak baik saat ini.Raja sedang kesulitan,tiba-tiba negara Wei di serang oleh orang tidak di kenal.Perbatasan kewalahan menangani orang-orang ini."Ucap pengawal bayangan,melapor terhadap Damian.
"Aku tidak perduli sama sekali,kamu tangani saja sendiri.Cepat kamu pergi,jangan lupa menyamar jadi diriku dengan baik.Kamu buat strategi perang melawan musuh sesuai kemampuan kamu,aku harap kamu bisa menanganinya."Balas Damian,dia meneguk araknya lagi.
"Baiklah tuan,aku akan kembali lagi ke negara Wei."Ucap pengawal Damian,merasa iba melihat penampilan majikannya sekarang.
"Baguslah,cepat kamu pergi jangan mengganggu aku.Atasi saja masalah kerajaan oleh kamu,setelah aku menemukan ratuku.Aku pasti akan kembali ke istana."Balas Damian,dia hanya ingin fokus mencari keberadaan Xinyi.
"Aku harap,tuan baik-baik saja.Pulanglah ke negara Wei dengan selamat,semoga dalam pencarian ini tuan tidak mengalami masalah apa-apa.Kalau begitu,hamba undur diri."Ucap pengawal bayangan,dia langsung pergi dari hadapan Damian.
Setelah kepergian pengawal bayangan,Damian menghabiskan araknya dengan sekali teguk.Dia sudah merasa lelah saat ini,dia bingung harus mencari kemana lagi keberadaan istrinya ini.
"Aku akan mencari kamu,meski ke ujung dunia sekalipun.Aku harus menemukan kamu,aku harus membawa kamu pulang Xin.Apakah kamu tega,melihat aku begitu berantakan seperti ini.Jika kamu pulang,aku berjanji terhadap kamu.Hanya kamu satu-satunya yang akan menjadi ratuku,aku akan menceraikan para selir.Aku ingin membuktikan kepada yang lainnya,bahwa hanya kamu yang pantas menjadi ratuku.Bahkan hanya kamu satu-satunya wanita yang akan aku miliki,aku tidak perduli dengan protes para pejabat nanti.Aku harap,kamu akan segera aku temukan secepatnya."Racau Damian,dia sudah mabuk saat ini.Apalagi Damian meminum arak yang begitu banyak,dia benar-benar berantakan saat ini.
__ADS_1
Damian berjalan ke arah ranjang,dia langsung berbaring di ranjang dengan tidak beraturan.Dia merasakan kepalanya begitu sangat pusing,dia langsung memejamkan matanya.Karena dia sudah tidak tahan dengan rasa sakit di kepalanya dan Damian langsung ambruk tertidur begitu saja.