
Xinyi begitu fokus saat ini di ruangannya,bahkan kemarin dia begitu kelelahan dan tidak mengurus apapun tentang kerajaan sama sekali.Xinyi mulai memperhatikan tugas-tugasnya,karena takut ada pejabat yang korupsi.Apalagi,musim dingin tinggal menghitung hari.Xinyi takut warga kelaparan,karena kekurangan bantuan dari istana nanti.
Xinyi merasa bosan,karena matanya sungguh begitu perih.Apalagi,semua tugasnya aman-aman saja dan tidak ada hal aneh sama sekali.Xinyi merapihkan tugas-tugasnya saat ini,dia melamun untuk sesaat memikirkan kejadian kemarin yang dia lakukan bersama Damian.
"Bodohnya aku,kenapa aku bisa terbuai dengannya begitu saja."Gumam Xinyi,dia memukul kepalanya dengan pelan.
Xinyi merasa benar-benar tidak bisa mengontrol tubuhnya sama sekali,Xinyi harus memikirkan kehidupan dia nanti.Apalagi,rencana balas dendamnya tidak boleh gagal sama sekali.Xinyi menatap ke arah pintu,dia melihat Xintian yang masuk ke ruangannya.
"Ada apa kak?"Tanya Xinyi,dia menatap Xintian saat ini.
"Aku ingin berbicara dengan kamu."Balas Xintian,menatap adiknya.
"Duduklah di sofa."Perintah Xinyi,dia langsung beranjak dari kursi dan menghampiri kakaknya yang sudah duduk di sofa.
Xinyi merasa ada yang salah dengan kakaknya,dia duduk di hadapan sang kakak dan menatapnya dengan intens.Dia tidak tau apa yang akan di bicarakan kakaknya saat ini,jadi dia menunggu kakaknya mulai berbicara.
"Apa kamu akan memilih pangeran negara Xing dari pada memilih pangeran saat ini."Ucap sang kakak menatap adiknya.
"Aku tidak tau,biarkan saja takdir yang menentukannya.Aku hanya menerima proses sekarang dan mengikuti takdir yang ada."Balas Xinyi,dia tersenyum ke arah sang kakak.
"Pilihlah salah satu dari mereka yang membuat kamu bahagia,jangan menyakiti mereka seperti ini."Ucap Xintian,dia menasehati adiknya baik-baik.
__ADS_1
"Kakak tidak usah mengkhawatirkan aku,sekarang aku tidak memikirkan mereka sama sekali.Aku hanya sedang memikirkan negara kita yang sebentar lagi akan di sambut dengan kedatangan musim dingin."Balas Xinyi,agar kakaknya tidak membahas masalah yang seperti ini.
"Kakak tidak ingin kamu terluka,kakak berharap yang terbaik untuk kamu sayang."Ucap Xintian,dia akan mendukung kebahagiaan adiknya.
"Kakak tenang saja,aku tau kok harus berbuat apa tentang kehidupanku.Kakak tidak usah khawatir,lagi pula aku tidak akan mencelakakan diriku sendiri."Ujar Xinyi,karena dia sudah bisa memilih jalan hidupnya sendiri.
"Baiklah,kakak mengerti sekarang.Kakak tidak akan ikut campur sama sekali dengan kehidupan kamu,namun kakak hanya ingin mengingatkan kamu agar kamu tidak menyakiti mereka seperti ini."Kata Xintian,bagaimanapun lelaki punya batas kesabarannya dan dia tidak ingin melihat adiknya di lukai sama sekali.
Xinyi mengangguk mengerti dengan ucap sang kakak,dia tersenyum mencoba menenangkan rasa khawatir yang di miliki kakaknya.Xinyi menyandarkan punggungnya di kursi dan menatap sang kakak dengan intens.
"Kak,aku sudah dewasa saat ini.Kakak lebih baik mengkhawatirkan diri kakak atau kakak ingin aku perkenalkan dengan seorang perempuan,agar aku bisa punya kakak ipar secepatnya."Ucap Xinyi,dia bercanda terhadap sang kakak.
"Tidak,kakak bisa mencari pasangan kakak sendiri.Sudahlah,kakak tidak akan mengganggu kamu lagi."Balas Xintian,agar adiknya tidak menjodohkan dia dengan wanita bangsawan.
Xinyi merasa tidak perlu mengerjakan tugasnya lagi saat ini,dia memilih untuk keluar jalan-jalan untuk menghirup udara segar.Xinyi keluar dari ruangannya,dia berjalan ke arah taman istana dan sesampainya di sana Xinyi duduk dan menikmati angin yang menerpa wajahnya.
Xinyi bersandar saat ini di kursi,hari sudah sore.Dia memejamkan matanya,sambil menghirup aroma segar dari tanaman.Xinyi merasa wajahnya tidak terkena sinar lagi saat ini,dia membuka kedua matanya dan melihat Damian yang menutup wajahnya supaya tidak terkena sinar matahari yang menyentuh wajahnya.
"Apa yang kamu lakukan disini?"Tanya Xinyi,karena Damian menganggu acara ketenangannya.
"Kamu sedang apa di sini?"Tanya Damian balik,dia bergegas duduk di samping Xinyi.
__ADS_1
"Aku sedang menerima ketenangan saat ini dan kamu menggangguku."Jawab Xinyi secara blak-blakan.
"Maafkan aku,aku tidak tau sama sekali."Ucap Damian,merasa menyesal saat ini.
"Kamu sudah belajar dari kesalahan kamu,itu perkembangan yang bagus untuk dirimu."Ujar Xinyi,dia memuji ketenangan Damian saat ini.
"Terimakasih,ini semua karena kamu.Aku tidak ingin kamu menanggung beban yang begitu berat,maafkan aku yang menjadi beban dalam hidup kamu."Ucap Damian,dia merasa bersalah saat ini.
"Lupakan saja,lagi pula kamu sudah memperbaiki semuanya."Balas Xinyi,dia menatap lurus ke depan.
"Jangan lama-lama disini,nanti kamu masuk angin."Ucap Damian,dia perhatian terhadap Xinyi.
"Tidak mungkin,aku sudah bersahabat dengan angin istana."Timpal Xinyi,dia memejamkan matanya saat ini.
"Baiklah,aku tidak akan mengganggu kamu.Selamat menikmati ketenangan kamu saat ini."Ucap Damian,dia langsung pergi meninggalkan Xinyi saat ini.
Xinyi merasa ketenangan dalam dirinya saat ini,entah kenapa dia tidak suka dengan sikap Damian yang seperti ini.Xinyi merasa takut rencananya akan gagal dan dia malah luluh dengan Damian.Apalagi,tubuhnya saja sudah mengkhianati pikirannya.Xinyi merasa ada kenyamanan dalam diri Damian yang seperti ini,dia seperti dejavu dengan sikap Damian yang perduli terhadapnya.
Xinyi menggelengkan kepalanya,agar dirinya tidak memikirkan Damian terus-terusan.Salahkan saja dirinya,karena hatinya begitu tidak konsisten saat ini.Bahkan Xinyi bisa-bisanya begitu serakah saat ini,dia begitu ingin Damian dan Jansen berada di hidupnya.
"Aku mulai ngelantur dan merasa gila saat ini,sudahlah bisa-bisanya aku memikirkan hal yang jelas-jelas tidak akan pernah terjadi sama sekali."Gumam Xinyi,dia merasa konyol dengan dirinya saat ini.
__ADS_1
Xinyi memilih menyudahi acara ketenangannya,dia beranjak dari duduknya.Xinyi memilih untuk istirahat di kamarnya,apalagi dia begitu ingin merilekskan tubuhnya saat ini.Xinyi tidak ingin terbebani dengan urusan negara saat ini,lagi pula dia bersyukur memiliki kakaknya yang bersedia membantunya saat ini.
Xinyi bersyukur di kelilingi orang-orang yang baik,bahkan mereka perduli terhadapnya.Xinyi bersenandung kecil dan tersenyum bahagia,karena saat ini dia begitu bahagia memiliki kakak yang begitu perhatian dan perduli terhadap dirinya.Bahkan Xinyi semakin bersyukur saat ini,karena bisa melihat kakaknya yang masih hidup sampai detik ini dan dia akan menghargai waktu di hidupnya dengan sebaik-baiknya.