
Raja masuk ke dalam ruangan Putranya,putranya terlihat berantakan saat ini.Apalagi barang berserakan dimana-mana,membuat dirinya menggelengkan kepalanya.
"Apa yang terjadi sebenarnya?"Tanya sang raja,menatap tajam terhadap putranya.
Damian menatap sang ayah,dia tidak tau harus berkata apa.Sekarang dia merasa dunianya hancur,apalagi belum mendengar kabar Xinyi saat ini.
"Jelaskan terhadapku,bagaimana bisa di seluruh istana mencari keberadaan putri Xinyi.Sedangkan kamu tidak memberitahu aku sama sekali,apa kamu sudah tidak menganggap aku ada?"Tanya sang raja,dia marah terhadap anaknya saat ini.
"Maafkan aku ayah,aku benar-benar kalut dan bahkan aku tidak mengingat kamu sama sekali.Aku hanya terfokus dengan pencarian Xinyi di istana ini,aku belum bertemu Xinyi saat ini."Balas Damian,dia menatap sang ayah dengan putus asa.
"Apa yang terjadi di antara kalian?"Tanya sang ayah,dia menatap anaknya dengan kesal.
"Aku cemburu melihat kedekatan Xinyi dengan Jiwei,sehingga aku marah dengan Xinyi dan merasa Xinyi lebih dekat dengan Jiwei daripada aku."Balas Damian,dia menjelaskan kecemburuannya terhadap sang ayah.
"Pantas saja Xinyi selalu merasa tidak nyaman saat dekat dengan kamu,dia seolah menghindar dari kamu.Kamu tau kenapa dia tidak nyaman dengan kamu?"Tanya sang ayah,menatap anaknya yang masih belum mengerti dengan perasaan istrinya sendiri.
"Aku tidak tau sama sekali ayah,selama ini aku selalu baik dengannya.Namun dia selalu menghindar dari aku,seakan-akan aku duri dalam hidupnya."Balas Damian dengan jujur,apalagi ini semua kesalahannya juga.
"Lepaskan dia,mungkin dia tidak suka dengan istana.Bisa saja dia terpaksa masuk ke istana,karena harus menuruti keinginan ayahnya."Ucap Sang ayah,agar Damian melepaskan Xinyi.
"Aku tidak bisa melepaskannya ayah,aku benar-benar sudah jatuh cinta terhadapnya.Bahkan,selama ini aku selalu membiarkan Xinyi sendirian ayah.Aku ingin Xinyi mengerti,agar Xinyi bisa mengerti isi hatinya terhadapku.Aku sungguh tidak bisa melepaskan Xinyi dari kehidupan aku,apapun alasannya tetap akan aku pertahankan Xinyi di hidupku."Balas Damian,dia tidak ingin melepaskan Xinyi sama sekali.
"Sudahlah,aku tidak bisa memaksa kamu.Kamu hentikan pencarian ini,biarkan Xinyi menenangkan dirinya saat ini.Aku tidak ingin negara Wei gempar,gara-gara tindakan kamu yang benar-benar di luar batas hanya untuk mencari seorang putri."Ujar sang raja,dia tidak ingin musuh mengambil kesempatan di saat istana sedang gempar mencari seorang putri dan bahkan putri tersebut yang akan menjadi penerus ratu.
"Baiklah ayah,aku akan menghentikan pencariannya."Balas Damian,dia akan menuruti perintah sang ayah.
__ADS_1
Pencarian Xinyi langsung di hentikan,Istana langsung hening.Mereka begitu lelah dengan pencarian Xinyi,mereka segera beristirahat dengan rasa lelah dalam diri mereka.Namun hanya Damian yang merasa dunianya hancur,dia hanya meratapi kesedihan sepanjang malam.
...****************...
Sedangkan Jansen dan Xinyi mereka sampai sesuai dengan permintaan Xinyi,saat ini mereka ada di keluarga ibunya Jansen.Apalagi mereka jauh dari negara Xing dan negara Wei saat ini,mereka sekarang berada di negara Jing tepatnya.
Jansen membopong Xinyi turun dari kereta,dia tidak ingin membangunkan Xinyi sama sekali.Kedatangan Jansen di sambut hangat oleh keluarga ibunya,namun Jansen menyuruhnya jangan berisik takut membuat Xinyi terbangun.
Mereka tersenyum penuh arti,karena melihat Jansen yang begitu perduli terhadap wanita.Mereka mengikuti perkataan Jansen untuk tidak berisik,mereka memilih menunggu penjelasan Jansen di ruang tamu.
Jansen menurunkan Xinyi di ranjang,dia langsung ke luar kamar.Dia melihat keluarga ibunya yang sedang menunggu dirinya,dia langsung duduk di hadapan keluarga ibunya.
"Siapa wanita itu?"Tanya neneknya,karena begitu senang cucunya membawa seorang wanita.
"Dia putri Xinyi dari negara Wei."Balas Jansen,menatap neneknya.
"Bukan,melainkan istri seorang pangeran negara Wei."Balasnya cuek,dia menatap ke arah kakek dan neneknya.
"Kenapa kamu membawanya kemari?"Tanya sang kakek,dia takut terjadi apa-apa dengan mereka.Apalagi mereka di tempat terpencil ini sengaja,karena ingin hidup tenang.
"Dia yang ingin aku bawa,dia terpaksa menikah dengan pangeran demi keluarganya.Kakek dan nenek tolong perlakukan dia dengan baik,karena dia begitu ingin hidup bebas dan merasakan ketenangan."Balas Jansen,menjelaskan keinginan Xinyi.
"Baiklah,kami akan memperlakukannya dengan baik.Kami akan menganggapnya seperti cucu kami sendiri,lantas apakah kamu akan pergi atau tinggal di sini?"Tanya sang nenek,dia melihat ke arah cucunya.
"Iya nanti aku akan tinggal di sini untuk sementara waktu,namun nanti aku harus pergi dulu.Karena aku harus mengurus sesuatu yang penting,agar kalian bisa tenang."Balas Jansen,menatap kakek dan neneknya.
__ADS_1
"Baiklah,kami percaya dengan kamu.Jangan bertindak gegabah,aku ingin kamu hidup."Ucap sang kakek,menasehati cucunya.
"Iya aku akan menjaga hidup aku sendiri,sudahlah kalian istirahat saja."Perintah Jansen,agar kakek dan neneknya beristirahat.
"Baiklah,kami akan beristirahat."Balas mereka,mereka langsung beranjak dari duduknya dan meninggalkan Jansen.
Jansen menatap kakek dan neneknya pergi ke kamarnya,dia langsung kembali ke kamar Xinyi.Dia mendekat ke arah ranjang Xinyi,dia duduk di samping Xinyi.
"Aku harus pergi meninggalkan kamu sebentar,aku harap kamu senang bersama kakek dan nenekku di sini.Aku secepatnya akan kembali,menemani kamu kembali."Ucap Jansen,dia membeli rambut Xinyi dengan lembut.
Xinyi terganggu tidurnya dengan belaian tangan di rambutnya,dia membuka kedua matanya dan melihat Jansen di hadapannya.
"Ada apa?"Tanya Xinyi,dia bangun dari tidurnya dan duduk.
"Aku harus pergi sebentar,kamu aku tinggal di sini bersama kakek dan nenekku."Balas Jansen,dia membelai rambut Xinyi dengan lembut.
"Kamu mau pergi kemana?"Tanya Xinyi,dia merasa heran dengan ucapan Jansen.
"Aku harus pergi sebentar,nanti aku kembali dan tidak akan lama ini."Balas Jansen,dia tersenyum terhadap Xinyi.
"Baiklah,jaga keselamatan kamu.Segera kembali,terimakasih sudah membawa aku pergi meninggalkan istana."Ucap Xinyi,merasa berterima kasih terhadap Jansen.
"Sama-sama,kalau gitu aku pergi ya."Ujar Jansen tersenyum,membelai pipi Xinyi.
Xinyi memeluk Jansen secara tiba-tiba,dia merasa berterimakasih terhadap Jansen.Dia langsung melepaskan pelukannya dan menatap Jansen.
__ADS_1
"Hati-hati."Ucap Xinyi,dia merasa sedih di hatinya saat ini.
Jansen tersenyum terhadap Xinyi,dia langsung mencium bibir Xinyi sekilas.Merasa dia tidak ingin meninggalkan Xinyi,setelah itu dia pergi dari kamar Xinyi.Dia langsung pergi meninggalkan Xinyi bersama kakek dan neneknya,berharap Xinyi senang hidup bersama kakek dan neneknya.