
Setelah Xinyi merasa puas dengan tangisannya,dia berhenti menangis.Dia langsung menatap Jansen yang ada di hadapannya,dia menatap Jansen dengan perasaan tidak karuan.
"Kamu kenapa?"Tanya Jansen,dia menatap Xinyi yang hidungnya memerah.
Xinyi menggelengkan kepalanya,dia tidak bisa bercerita saat ini.Dia hanya butuh pelukan untuk menenangkan isi hatinya,dia terluka dengan perbuatan Damian terhadapnya.Karena Damian tidak mempercayainya dan bahkan menuduh dia sembarangan.
"Lupakanlah isi hati kamu,aku tidak ingin melihat kamu bersedih seperti ini."Ucap Jansen,dia membawa Xinyi ke dalam pelukannya lagi.Dia tidak ingin melihat wanita yang di sukainya menangis,meskipun dia tidak tau penyebabnya apa.
"Terima kasih."Balas Xinyi,karena Jansen mengerti perasaannya saat ini.Dia menangis lagi di pelukan Jansen,karena rasa sakitnya belum hilang.
"Apa kamu mau ikut pergi dengan aku,agar isi hati kamu bisa tenang."Ajak Jansen,dia ingin Xinyi meluapkan isi hatinya.
"Bawa aku pergi dari istana ini."Pinta Xinyi,dia ingin menjauh dari istana.Dia tidak perduli dengan seluruh istana yang akan mencari dirinya,dia butuh ketenangan saat ini.
Jansen yang mendengarnya tersenyum,dia melepaskan pelukannya.Dia menarik Xinyi semakin dalam ke labirin,agar mereka tidak di ketahui penjaga istana.Mereka berlari dengan cepat dan sampai di ujung labirin yang begitu dekat dengan dinding istana.
"Boleh,aku mengangkat tubuh kamu?"Tanya Jansen,dia menatap Xinyi dengan lembut.
"Aku takut kamu keberatan dengan tubuhku."Balas Xinyi,dia merasa tidak enak dengan Jansen.
"Ini satu-satunya cara,agar kita bisa melewati dinding ini."Ucap Jansen,dia mengelus rambut Xinyi dengan lembut.
Xinyi merasakan perasaan hangat dari diri Jansen,menurutnya Jansen begitu menghargai pendapatnya.Bahkan dia begitu bersikap lembut terhadapnya,dia jadi membandingkan diri Jansen dengan Damian tanpa sadar.
"Bagaimana?"Tanya Jansen,menyadarkan Xinyi yang entah memikirkan apa.
"Baiklah,tapi jang sampai terjatuh."Balas Xinyi,dia takut terjatuh.
"Kamu tenang saja,aku tidak akan membuat kamu terjatuh."Ucap Jansen,dia langsung mengangkat tubuh Xinyi.
__ADS_1
Xinyi langsung melingkarkan tangannya di leher Jansen,dia menatap wajah Jansen tanpa sadar.Xinyi tersenyum melihat wajah Jansen yang menurutnya tampan,dia memejamkan matanya merasa takut mereka tidak bisa melewati dinding istana.
Jansen tersenyum melihat Xinyi yang memejamkan matanya,mereka meloncat melewati dinding istana.Mereka melewati dinding dengan mudahnya,dia langsung pergi membawa Xinyi ke danau yang mereka pernah kunjungi dulu.
Setelah mereka sampai danau,Jansen melihat Xinyi yang masih memejamkan matanya.Dia tersenyum secara tidak sadar,menurutnya Xinyi wanita pertama yang membuatnya merasakan jatuh cinta pada pandangan pertamanya.
"Buka mata kamu,kita sudah sampai di tempat tujuan."Ucap Jansen,agar Xinyi membuka kedua matanya.
Xinyi membuka kedua matanya,setelah mendengar ucapan Jansen.Dia menatap Jansen yang sedang menatapnya,dia merasa jantungnya berdegup kencang sekarang.Apalagi melihat Jansen yang terkena sinar matahari,membuat Jansen seolah menjadi tampan di mata Xinyi.
Jansen menatap Xinyi yang sedang menatap dirinya,dia tersenyum melihat Xinyi yang begitu cantik.Dia menurunkan Xinyi perlahan,agar Xinyi bisa berdiri.
"Terima kasih sudah membawa aku keluar istana."Ucap Xinyi,menatap Jansen sambil tersenyum.
"Sama-sama,mau naik perahu?"Tanya Jansen,mengulurkan tangannya dan menatap Xinyi.
Mereka langsung berjalan ke arah perahu sambil berpegangan tangan,Jansen naik duluan ke atas perahu.Dia menggenggam tangan Xinyi,dia membantu Xinyi naik ke atas perahu.Mereka duduk dengan benar,setelah itu Jansen mendayung perahu hingga perahu berlayar ke tengah danau.
"Aku senang keluar dari istana."Teriak Xinyi,merentangkan tangannya dengan lebar.
Jansen yang melihatnya tersenyum,dia merasa heran dengan Xinyi yang tidak menyukai istana.Dia berhenti mendayung,agar menikmati suasana danau.
"Luapkan kekesalan di hati kamu,selagi di danau ini hanya kita berdua."Ucap Jansen,agar Xinyi meluapkan kekesalan di hatinya.
"Terima kasih,karena kamu sudah membawa aku ke tempat ini.Jika tidak ada kamu,mungkin aku masih di dalam istana."Ujar Xinyi,dia merasa bebas sekarang.
"Setelah ini,kamu akan kembali ke istana?"Tanya Jansen,menatap Xinyi dengan intens.
"Kamu bawa aku pergi saja dari negara Wei,aku tidak ingin kembali ke istana untuk sementara waktu."Balas Xinyi,dia ingin meninggalkan istana menghindar dari Damian.
__ADS_1
"Nanti istana heboh kehilangan kamu."Ucap Jansen,dia begitu heran dengan pikiran Xinyi.
"Aku ingin pergi berkelana sebentar,aku sungguh tidak ingin kembali ke istana saat ini.Aku hanya ingin pangeran menyesali perbuatannya sendiri."Balas Xinyi,dia mendekat ke arah Jansen dengan hati-hati.Karena dirinya takut jatuh ke dalam danau,apalagi dia tidak tau kedalaman danau ini sedalam apa.
"Hati-hati."Ucap Jansen,dia melihat Xinyi yang mendekat ke arahnya dan mengulurkan tangannya ke arah Xinyi.
Xinyi langsung menerima uluran tangan Jansen,saat dirinya sudah dekat dengan Jansen.Dia bernafas lega bisa mendekat ke arah Jansen,dia tersenyum menatap Jansen.
"Akhirnya."Ujar Xinyi,dia berhasil duduk di hadapan Jansen.
"Kamu sungguh nekat Xin."Ucap Jansen,dia menatap ke arah Xinyi.
"Iya,izinkan aku ikut pergi dengan kamu."Mohon Xinyi,dia memegang tangan Jansen.Agar Jansen mau membawanya pergi,dia menatap Jansen dengan sungguh-sungguh.
"Kamu yakin?"Tanya Jansen,menatap Xinyi dengan intens.
"Aku sangat yakin."Balas Xinyi,dia bersungguh-sungguh di hadapan Jansen.
"Baiklah,aku akan membawa kamu pergi.Meski aku tidak tau,masalah apa nanti yang akan datang terhadap kita."Ucap Jansen,dia akan membawa Xinyi pergi.Meski dia harus bermusuhan dengan negara Wei,setidaknya ini sepadan dengan kebebasan Xinyi.
"Terima kasih."Ucap Xinyi senang,dia langsung memeluk Jansen dengan senang.Karena akhirnya dia bisa pergi menjauh dari istana,dia hanya akan bertindak egois untuk sementara ini.
Jansen yang di peluk Xinyi tiba-tiba kaget,dia tersenyum dan ikut senang dengan kebahagiaan Xinyi.Dia melepaskan pelukan Xinyi dan menatap wajah Xinyi yang begitu senang.
"Ayo kita kembali ke daratan dan pergi dari negara Wei."Ajak Jansen tersenyum,mengelus wajah Xinyi.
"Ayo kamu dayung."Balas Xinyi,dia begitu senang saat ini.
Mereka langsung kembali ke daratan,mereka akan secepatnya meninggalkan negara Wei.Mereka harus buru-buru,sebelum Damian sadar Xinyi menghilang dari istana.Mereka langsung pergi begitu saja,menjauh dari negara Wei.Apalagi sebelum mereka pergi,mereka membeli set pakaian untuk melakukan penyamaran.Karena mereka benar-benar takut ketahuan oleh penjaga negara Wei dan begitu takut di bawa pergi kembali ke istana.
__ADS_1