
Damian yang sudah selesai berbicara penting dengan ayahnya,dia langsung pergi ke kamarnya.Dia melihat Xinyi yang tidur masih mengenakan pakaian pengantinnya,dia langsung membangunkan Xinyi.
"Sayang bangun."Panggil Damian,menggoyangkan tubuh Xinyi.
Xinyi yang tertidur pulas,dia merasa tidurnya terganggu dengan tubuhnya yang di guncang-guncang.Dia langsung membuka ke dua matanya dan melihat Damian di hadapannya.
"Ada apa kamu membangunkan aku?"Tanya Xinyi,begitu kesal tidurnya di ganggu.
"Ganti pakaian kamu,memangnya kamu tidak berat memakai pakaian pengantin."Balas Damian,begitu heran dengan Istrinya.
"Aku sangat lelah,aku hanya ingin tidur sekarang."Ucap Xinyi,memejamkan matanya lagi.
Damian yang melihatnya,menggelengkan kepalanya.Dia begitu gemas dengan istrinya ini,dia langsung memberikan kecupan-kecupan kecil di wajah Xinyi.
Xinyi yang merasakan wajahnya mendapatkan kecupan dari Damian,dia begitu kesal dan membuka ke dua matanya.Dia mendorong Damian,karena menciumnya begitu saja.
"Apa yang kamu lakukan?"Tanya Xinyi,begitu marah terhadap Damian.
"Aku hanya mencium istriku."Balasnya,karena merasa heran dengan tindakan Xinyi terhadapnya.
Xinyi tidak menghiraukan Damian sama sekali,dia turun dari ranjangnya meninggalkan Damian begitu saja.Xinyi sangat marah,dia pergi ke mansion untuk menemui keluarganya.
...****************...
Xinyi melihat Xintian yang sedang berbincang dengan Jiwei,dia langsung menghampiri kakaknya.Dia ingin menghilangkan rasa kesalnya dan bertemu dengan keluarganya sendiri.
"Kakak."Panggil Xinyi,begitu senang melihat kakaknya.
Xintian langsung melihat ke arah adiknya,dia tersenyum ke arah adiknya.Dia melambaikan tangan kepada adik perempuan,dia merasa heran dengan adiknya yang menghampiri dirinya.
"Kenapa kamu kesini?"Tanya Xintian,saat adiknya mendekat.
"Aku sedang kesal dengan Damian."Balas Xinyi,dia cemberut di hadapan Xintian dan Jiwei.
__ADS_1
"Ada apa sebenarnya,kalian baru saja menikah."Ucap Jiwei,merasa heran dengan Xinyi yang kesal dengan Damian.
"Jangan membahasnya,aku begitu kesal dengannya."Protes Xinyi,karena ingin melupakan masalah Damian.
"Apa kakak bilang,padahal kakak menyuruh kamu kabur.Setidaknya untuk kebahagiaan kamu sendiri,padahal kakak menyuruh kamu menikah dengan Jiwei."Ucap Xintian,begitu terus terang di hadapan Xinyi dan Jiwei.
"Kakak apa-apaan sih,jelas-jelas aku menikah menuruti kemauan ayah.Kakak juga tau sendiri sifat ayah bagaimana."Balas Xinyi,karena kakaknya seperti lupa dengan sifat ayahnya sendiri.
"Kenapa aku jadi di bawa-bawa."Protes Jiwei,karena dia tidak ingin jadi korban mereka.
"Aku kan mendukung kamu dengan adikku,setidaknya kamu berusaha untuk jadi suaminya Xinyi."Kesal Xintian,karena masih tidak menerima pernikahan adiknya.
"Aku menganggap Xinyi sebagai adikku sendiri,kamu jangan berfikir yang tidak-tidak."Peringatan Jiwei,karena begitu tidak enak membicarakan hal yang tidak semestinya di dalam istana.
"Pangeran tidak mencari kamu?"Tanya Xintian,karena melihat sang adik cemberut.
"Aku tidak memperdulikannya sama sekali,aku langsung pergi begitu saja saat dia membuatku kesal.Kakak tidak lihat apa,adik kamu masih memakai pakaian pengantin."Balas Xinyi,begitu kesal dengan kakaknya yang begitu tidak peka.
"Cepat ganti pakaian kamu,memangnya gak berat memakai pakaian seperti itu?"Tanya Xintian,menatap pakaian adiknya.
Percakapan mereka di dengar Damian di balik dinding,dia mengerti jika Xintian tidak menerima pernikahan adiknya bersama dia.Damian mengerti,jika Xinyi menikah dengannya terpaksa.Dia harus merubah perasaan Xinyi saat ini,dia tidak ingin Xinyi terpaksa menikah dengannya.Damian hanya ingin Xinyi tulus mencintainya dan ikhlas menjalankan pernikahan dengan dirinya.
...****************...
Xinyi mengganti pakaian pengantinnya,dia masih memikirkan semua perkataan kakaknya.Bukan Xinyi tidak ingin kabur bersama kakaknya,tapi Xinyi begitu khawatir memikirkan ibunya.Apalagi,ibunya begitu mengalah dengan ayahnya.Dia tidak bisa membiarkan ibunya di salahkan,karena akibat perbuatannya.
Dia berjalan ke ranjang,memikirkan apa yang harus dia lakukan.Apalagi,saat ini dirinya hanya ingin ketenangan.Dia menatap kosong di depannya,begitu tidak tau harus melakukan apa.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang."Gumam Xinyi,karena dia begitu bingung dengan dirinya sendiri.
Sang ibu masuk,melihat putrinya yang sedang melamun.Dia mendekati putrinya,dia tidak bisa berkata-kata melihat putrinya yang seperti tidak bahagia dengan pernikahannya.
"Sayang."Panggil sang ibu,menatap putrinya.
__ADS_1
"Iya bu."Jawab Xinyi,menatap wajah sang ibu.
"Maafkan keegoisan ayah kamu,sekarang malah kamu yang di korbankan ayah kamu.Ibu tidak habis pikir dengan pikiran ayah kamu."Ucap sang ibu,begitu iba dengan nasib putrinya.
"Ibu tidak usah memikirkannya sama sekali,aku tidak ingin ibu di salahkan oleh ayah.Aku sangat menyayangi ibu dan aku tidak rela ibu di salahkan oleh ayah."Balas Xinyi,dia langsung memeluk ibunya.
"Ibu sakit,melihat kamu harus berkorban demi keegoisan ayah kamu.Apalagi,kamu mengorbankan kebahagiaan demi ayah kamu sendiri."Ujar sang ibu,meneteskan air matanya.
"Bolehkah,aku tidur bersama ibu.Aku sangat ingin tidur bersama ibu."Ucap Xinyi,karena dia tidak ingin tidur dengan Damian.
"Lantas,bagaimana dengan suami kamu?"Tanya sang ibu,karena dia tidak ingin menjadi orang egois.
"Tidak usah memperdulikannya sama sekali,dia pasti mengerti.Apalagi,aku akan sulit bertemu dengan ibu."Balas Xinyi,padahal di hatinya sangat marah dengan Damian.
"Yasudah,mari kita tidur."Ucap sang ibu,agar Xinyi tenang.
Xinyi tidur di pelukan ibunya,dia merasakan kehangatan dari ibunya.Dia merasa bersyukur,karena ibunya masih hidup.Dia begitu senang dengan takdir yang berubah,apalagi sang ibu sedang menemani dia sekarang.Jika di kehidupannya yang lalu,sang ibu sudah meninggalkan dirinya seorang diri.
"Aku sayang ibu."Ucap Xinyi,memeluk erat ibunya.
"Ibu juga sayang kamu."Balas sang ibu,mengelus punggung anaknya.
Xinyi merasa matanya sangat mengantuk,apalagi punggungnya di usap sang ibu.Dia mulai memejamkan matanya,merasakan kasih sayang dari ibunya.
Setelah memastikan Xinyi tidur,ibunya langsung memanggil Damian masuk.Karena Damian melaporkan tindakannya pada ibu Xinyi,bagaimanapun ibu Xinyi ingin pernikahan anaknya berjalan lancar.
"Terima kasih,ibu sudah menolongku."Ucap Damian tersenyum,kepada ibu mertuanya.
"Tolong,jaga putriku baik-baik.Jika kamu menyakitinya,kembalikan putriku terhadapku."Ancam ibu Xinyi,karena dia tidak ingin anaknya terluka.
"Baik bu,aku selalu menjaganya dan akan selalu mencintainya."Balas Damian,begitu jujur terhadap ibu mertuanya.
Ibu Xinyi meninggalkan kamar mansion,dia membiarkan Damian bersama Xinyi.Lagi pula,tugasnya sudah selesai membuat mereka bersatu.
__ADS_1
Damian melihat Xinyi yang tertidur pulas,dia berbaring di sebelah Xinyi.Damian memeluk Xinyi dan mencium kening Xinyi.Dia langsung memejamkan matanya dan tidur di kmar mansion bersama Xinyi.