
"Rencana kamu berjalan lancar."Ucap Jiwei,menatap Xinyi saat ini.
"Aku hanya percaya dengan kakak,aku benar-benar lelah.Aku merasa,begitu terancam saat ini."Balas Xinyi,dia menyandarkan tubuhnya di kursi.
Mereka sekarang berada di gajebo,karena Xinyi mengajak Jiwei ke gajebo.Bahkan,Jansen juga mengikuti Xinyi terus-menerus.
"Pangeran Jansen,tidakkah kau takut menjadi bahan gunjingan orang lain."Ucap Jiwei dengan sarkas.
"Aku tidak perduli sama sekali dengan omongan orang lain,lagi pula aku hanya ingin mengikuti Xinyi."Balas Jansen,dia tidak perduli dengan ucapan Jiwei sama sekali.
"Aku setuju dengan kak Jiwei,seharusnya kamu jangan mengikuti aku terus.Bergabunglah dengan pangeran lain,agar orang lain tidak salah paham dengan kita."Ucap Xinyi,menatap Jansen dengan serius.
"Baiklah,aku tidak akan terang-terangan kalau gitu."Putus Jansen,menghargai reputasi Xinyi.
"Lantas,apa lagi rencana kamu selanjutnya?"Tanya Jiwei,menatap Xinyi yang seperti bingung.
"Aku sudah menyuruh salah satu penjaga bayangan Damian,agar dia mengikuti laki-laki bertopeng yang menemui Chelsea nanti."Jawab Xinyi,menatap Jiwei dengan serius.
"Bagus,itu lebih baik.Bahkan lebih mudah,agar kita mengetahui dengan cepat dalang di balik ini semua."Ucap Jiwei,dia merasa tenang dengan rencana Xinyi
"Adikku,aku merindukan kamu."Teriak Xintian,dia berlari ke arah Xinyi.Apa lagi,dia begitu senang mendengar kematian Damian.Menurutnya,Xinyi akan bebas hidup di luar istana.Jika Damian mati,karena sudah tidak ada penghalang untuk adiknya.
Mereka menengok ke arah Xintian saat ini,mereka heran dengan sikap Xintian saat ini.Padahal,sekarang mereka berada di istana.Seharusnya,Xintian berhati-hati dengan tindakannya.
"Kamu kakak aku yang ceroboh."Ucap Xinyi,dia blak-blakan di hadapan Xintian.
"Aku lupa,lagi pula pangeran sudah meninggal.Sekarang,kamu sudah bebas kan bisa pulang ke kediaman kita."Ujar Xintian,dia begitu blak-blakan saat ini.
__ADS_1
"Hey,jaga ucapan kamu.Jika kamu di dengar orang lain,nanti kamu di hukum raja."Ucap Jiwei,dia menggelengkan kepalanya terhadap sahabatnya ini.
Xintian menggaruk kepalanya yang tidak gatal,dia menatap mereka dengan rasa bersalah.Apa lagi,Xintian melihat sang adik yang menatap tajam ke arahnya.
"Kenapa dia ada di sini?"Tunjuk Xintian,ke arah Jansen.
"Dia seorang pangeran,kamu tidak boleh menunjuk orang seperti itu.Kenapa tindakan kamu jadi sembrono seperti ini sih."Ucap Jiwei,dia merasa heran dengan sahabatnya ini.
"Benarkah? Bukannya,aku selalu seperti ini yah."Ujar Xintian,menggaruk kepalanya.
"Sudahlah,aku tidak ingin mendengar perdebatan.Aku istirahat dulu,aku begitu lelah saat ini."Ucap Xinyi,dia beranjak dari duduknya.
Mereka menatap Xinyi dengan heran,mereka membiarkan Xinyi untuk pergi beristirahat.Kali ini,mereka saling menatap satu sama lain.
"Aku tidak suka kamu berdekatan dengan adikku."Ucap Xintian,dia menatap Jansen saat ini.
"Tapi aku menyukainya,lagi pula Xinyi juga mencintaiku."Balas Jansen,dia tersenyum ke arah Xintian.
"Tanyakan saja pada adik kamu,jika kamu tidak percaya."Balas Jansen,menantang Xintian secara terang-terangan.
"Baik,akan aku tanyakan kepada adikku nanti."Ucap Xintian,menerima tantangan Jansen.
"Kamu akan kalah."Ucap Jiwei,menatap Xintian saat ini.
"Kamu membelanya."Ujar Xintian,dia tidak percaya dengan sahabatnya yang berbicara seperti itu.
"Aku yakin,mereka saling jatuh cinta saat ini.Namun,Xinyi belum menyadari perasaannya sama sekali."Ucap Jiwei,dia tersenyum ke arah Xintian.
__ADS_1
"Aku harus mencegahnya,aku tidak ingin adikku menikah dengannya."Tolak Xintian,dia bicara secara terang-terangan.
"Aku tidak perlu meminta restu dari kamu,lagi pula aku hanya perlu memohon restu dari ayah kamu."Ucap Jansen,dia langsung beranjak dari duduknya.
"Kamu mau kemana?"Tanya Xintian,menatap Jansen yang sedang berdiri.
"Jelas,aku ingin beristirahat.Aku tidak mungkin berada di sini,lagi pula aku begitu sangat lelah."Balas Jansen,dia langsung pergi meninggalkan Jiwei dan Xintian.
Jiwei melihat kekesalan dari wajah Xintian,dia malah cekikikan saat ini.Dia begitu senang melihat wajah Xintian yang kusut,lagi pula baru kali ini Xintian berhadapan dengan lawan yang seimbang.Jiwei menepuk pundak Xintian,agar Xintian tidak ikut campur dengan urusan adiknya.
"Kamu begitu kesal berhadapan dengan dia,kamu tidak bisa mengubah takdir yang sedang berjalan.Dia orang yang tulus,bahkan dia akan mengorbankan segala hal untuk adik kamu."Ucap Jiwei,dia menasehati sahabatnya.
"Kamu mendukung hubungan mereka?"Tanya Xintian,dia tidak percaya dengan ucapan sahabatnya ini.
"Aku tidak mendukung mereka,aku hanya mendukung kebahagiaan Xinyi."Balas Jiwei,dia hanya mendukung kebahagiaan Xinyi saja.
Xintian merasa begitu kesal saat ini,dia tidak ingin membahasnya lagi.Xintian menyerah kalau itu berhubungan dengan kebahagiaan adiknya,dia akan mendukung sepenuhnya kebahagiaan sang adik.Xintian hanya bisa menitipkan sang adik pada sahabatnya ini,karena dia selalu mendapatkan tugas ke luar negara Wei.Jadi,dirinya tidak bisa menjaga adik kesayangannya.
"Aku masih banyak urusan,kamu mau ikut denganku atau tinggal di sini?"Tanya Jiwei,menatap sahabatnya ini.
"Aku di sini saja,aku ingin menikmati suasana istana yang seperti ini."Balas Xintian,menjawab pertanyaan sahabatnya.
Jiwei mengerti dengan ucapan sahabatnya,dia langsung meninggalkan sahabatnya sendirian.Lagi pula,masih banyak pekerjaan yang menanti dirinya.
Xintian menatap kepergian Jiwei saat ini,dia menikmati angin yang berhembus ke wajahnya saat ini.Xintian memikirkan nasib adik perempuannya,dia tidak ingin adik perempuannya menderita lagi.Xintian akan memilih lelaki yang tepat untuk adiknya,agar adiknya terbebas dari istana dan negara.Xintian lebih mendukung adiknya diam di rumah,dari pada harus mengorbankan kehidupannya demi negaranya sendiri.
Apa lagi,Xintian mengerti suasana keruh dalam kerajaan.Dia tidak ingin adiknya di jebak oleh musuh,dia begitu menyayangi adik perempuannya.Xintian berpikir,bagaimana dia bisa melindungi adiknya setiap saat.Xintian tidak ingin adiknya di curangi oleh pejabat yang curang,apa lagi mereka ada yang tidak suka dengan adiknya yang menjadi ratu negara Wei.
__ADS_1
"Aish,padahal adikku yang menjadi ratu.Kenapa aku yang jadi bingung seperti ini,aku hanya berharap dia baik-baik saja.Aku tidak ingin melihat dia menderita mengurus negara Wei,hidup di luar istana lebih baik dari pada di dalam istana."Ucap Xintian,dia langsung memejamkan matanya.
Xintian berbaring di gajebo,angin yang menerpa tubuhnya membuat dirinya begitu mengantuk.Tanpa sadar,Xintian malah terlelap di gajebo.Karena dia merasakan angin yang menerpa wajahnya dan membuatnya terlelap tidur.